JK Hadiri Syukuran HUT Partai Golkar |
| JK Hadiri Syukuran HUT Partai Golkar Posted: 20 Oct 2009 08:43 AM PDT Jakarta, (tvOne) Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar M Jusuf Kalla menghadiri resepsi syukuran Hari Ulang Tahun ke-45 Partai Golkar. Peringatan HUT Partai Golkar diselenggarakan di kantor DPP Slipi Jakarta, Selasa malam kali ini berlangsung secara sederhana. "Maaf Pak Ical saya terlambat, kena macet," kata Jusuf Kalla saat tiba dan disambut Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Jusuf Kalla langsung duduk di meja paling depan bersama Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam meja tersebut juga turut mendampingi Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung, Wakil Ketua Theo Sambuaga dan Agung Laksono, Sekjen Idrus Marham, Bendara Umum Setyo Novanto dan Ketua DPP Fadel Muhammad. Dalam syukuran kali ini mengambil motto "Suara Golkar Suara Rakyat". Direncanakan perayaan puncaknya akan dilangsungkan pada 31 Oktober 2009 di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. This content has passed through fivefilters.org. |
| DPR Akan Ajukan Hak Angket Soal Century Posted: 20 Oct 2009 01:19 AM PDT Jakarta, (tvOne) Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Effendi MS. Simbolon mengatakan anggota dewan perwakilan rakyat berencana akan menggulir hak angket terkait kasus Bank Century. "Hak angket akan untuk membongkar kasus Bank Century," kata Effendi Simbolon setelah sidang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa. Effendi menuturkan rencana untuk menggulirkan hak angket terhadap Bank Century sebagai program DPR pada 100 hari pertama kerja anggota perwakilan rakyat pascapelantikan, 1 Oktober 2009. Anggota dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menyatakan optimis pengajuan hak angket bisa terlaksana, meski PDI Perjuangan memiliki kekuatan kecil. Effendi mempertanyakan kenapa pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp6,76 triliun tanpa alas dan kekuatan hukum yang jelas. Ia berharap susunan tim ekonomi pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, bisa memperbaiki sistem maupun tingkat perekonomian di Indonesia. Sebelumnya, DPR berdasarkan laporan audit dari BPK, menemukan berbagai macam tindak pidana kejahatan perbankan pada kasus Bank Century, seperti penyelewengan surat-surat berharga, pemberian kredit fiktif dan pelanggaran posisi devisa. Selain itu, terjadi penyalahgunaan wewenang atau terjadi kesalahan penilaian oleh BI dan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang menyebabkan keuangan negara merugi dalam jumlah besar. Kesalahan penilaian KSSK terhadap Bank Century juga berdampak secara sistemik yang mengakibatkan bertambahnya kucuran dana dari awalnya hanya Rp630 miliar menjadi Rp6,76 triliun. Sejumlah kalangan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kasus skandal Bank Century dan mendesak pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) segera memperbaiki sistem perbankan secara menyeluruh dan peningkatan pengawasan perbankan. (Ant) This content has passed through fivefilters.org. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar