Kamis, 24 Desember 2009

PDIP Jatim Dukung Megawati Kembali Jadi Ketua Umum

PDIP Jatim Dukung Megawati Kembali Jadi Ketua Umum


PDIP Jatim Dukung Megawati Kembali Jadi Ketua Umum

Posted: 24 Dec 2009 07:19 AM PST

Trenggalek, (tvOne) 

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur kembali mengusulkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai berlambang banteng moncong putih itu untuk periode 2010-2015.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris DPD PDIP Jatim Kusnadi, Kamis (24/12), usai menghadiri rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Trenggalek. "Sekarang kami tengah melakukan konsolidasi organisasi untuk menyosialisasikan kebijakan DPD PDIP Jatim tersebut," kata Kusnadi.

Selain mendukung pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDIP untuk periode kepengurusan 2010-2015, PDIP Jatim juga kembali mengusulkan Sirmaji sebagai ketua DPD PDIP. Kusnadi menjelaskan, mengerucutnya nama Megawati sebagai calon Ketua Umum DPP PDIP serta Sirmaji sebagai calon Ketua DPD PDIP untuk masa kepengurusan 2010-2015 merupakan keputusan internal DPD PDIP. Nama keduanya akan diusulkan saat Kongres PDIP yang rencananya digelar pertengahan Maret 2010.

Untuk mendukung keputusan itu, saat ini pengurus DPD PDIP terus melakukan "gerilya politik" ke daerah-daerah untuk menyatukan persepsi dukungan hingga ke tingkat pengurus anak cabang (PAC) yang ada di setiap kecamatan. "Kami sudah melakukan konsolidasi di 23 cabang di kabupaten/kota dan semuanya sepakat untuk mengusung Bu Mega dan Pak Sirmaji," kata Kusnadi.

Mengenai kepemimpinan di tingkat dewan pimpinan cabang (DPC), Kusnadi mengatakan, bahwa DPD menyerahkan sepenuhnya keputusan di masing-masing kepengurusan yang ada di daerah. Dia hanya mengisyaratkan bahwa DPD PDIP akan mendukung apapun yang menjadi keinginan massa PDIP di daerah. "Jika kepemimpinan yang lama sudah baik, maka tidak masalah untuk dipilih kembali, tetapi seandainya memang ada yang lebih baik lagi tentu juga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pergantian. Semua kami serahkan pada keputusan masing-masing daerah," katanya.

Konferensi cabang PDIP se-Jatim sesuai jadwal akan digelar selama sepuluh hari, yakni mulai tanggal 17 Januari hingga 27 Januari 2010. Konfercab itu rencananya diselenggarakan secara bergilir. Dari 38 DPC PDIP yang ada di kabupaten/kota se-Jatim, diperkirakan setiap hari akan digelar konfercab DPC PDIP di tiga sampai empat daerah berbeda. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Idrus: Panitia Angket Century Beda dari Panitia Angket Sebelumnya

Posted: 24 Dec 2009 05:18 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century Idrus Marham menegaskan, Pantia Angket Kasus Bank Century berbeda dengan panitia angket sebelumnya. "Perbedaannya bisa dicermati masyarakat seperti melakukan rapat secara terbuka dan bahkan disiarkan langsung oleh stasiun televisi," kata Idrus Marham di Jakarta, Kamis (24/12).

Hal itu dikatakan Idrus untuk menjawab keraguan masyarakat yang mempertanyakan kinerja dan komitmen anggota Panitia Angket. Dikatakan Idrus, rapat terbuka yang disiarkan langsung oleh televisi bisa disaksikan oleh masyarakat dari seluruh daerah di Indonesia, apa saja yang terjadi di ruang rapat serta siapa berbicara apa. "Masyarakat bisa melihat langsung siapa anggota Panitia Angket yang tanggap terhadap aspirasi rakyat dan siapa yang kurang tanggap," kata Idrus.

Idrus menyebutkan, pada rapat angket sebelumnya setiap rapat konsultasi dilakukan secara tertutup sehingga masyarakat mengetahui hasilnya hanya dari pemberitaan media massa. Perbedaan lainnya, kata dia, Panitia Angket Kasus Bank Century juga memberikan kesempatan kepada elemen masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasinya. "Hal ini tidak ada pada panitia angket sebelumnya.

Sekjen DPP Partai Golkar ini mengakui kasus Bank Century adalah persoalan yang sangat sensitif dan menjadi perhatian masyarakat. Menurut dia, masyarakat memberikan harapan besar kepada Panitia Angket untuk mengungkap kasus Bank Century menjadi terang-benderang. "Saya menyadari menyadari suasana batin masyarakat yang menaruh harapan besar kepada Panitia Angket. Karena itu saya berusaha bekerja sebaik mungkin untuk mengungkap persoalan ini tanpa menimbulkan persoalan baru," katanya.

Sebelumnya aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) mengatakan, jika Panitia Angket Kasus Bank Century membuat keputusan yang membela rakyat maka akan menjadi kawan dan BEMSI siap mengawalnya. Sebaliknya, bila Panitia Angket membuat keputusan yang mengkhianati rakyat maka akan menjadi lawan dan BEMSI siap melawannya. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Idrus Marham: Pemeriksaan Saksi Dilanjutkan 5 Januari 2010

Posted: 24 Dec 2009 12:23 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century, Idrus Marham mengatakan Panitia Angket akan melanjutkan rapat konsultasi memeriksa saksi-saksi terkait kasus Bank Century, mulai Selasa (5/1). "Panitia Angket masih akan mendalami persoalan FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) yang belum tuntas," kata Idrus Marham di Jakarta, Kamis (24/12).

Dikatakan Idrus, pejabat yang akan diminta keterangan adalah pejabat Bank Indonesia (BI) yang belum sempat dimintai keterangan dan yang disebut-sebut saksi sebelumnya, yakni pejabat di level deputi gubernur, direktur pengawasan, dan kepala biro hukum.

Beberapa pejabat yang telah dijadwalkan sebelumnya tapi belum sempat dimintai keterangan adalah Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, Muliaman D Hadad, dan Budi Mulia serta mantan Direktur Pengawasan BI Sabar Anton Tarihoran. "Persoalan FPJP akan kami usahakan selesai dalam sehari pada Selasa (5/1)," katanya.

Setelah persoalan FPJP selesai, maka Panitia Angket akan mendalami persoalan keputusan "bailout", kesimpulan Bank Century berdampak sistemik, Komisi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Komite Komunikasi (KK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pada rapat-rapat selanjutnya, Panitia Angket akan memanggil saksi lainnya, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Karena Panitia Angket mendalami kasus bank Century dari satu tema ke tema lain, maka saksi yang sudah dimintai keterangan masih mungkin akan dimintai keterangan lagi," katanya.

Menurut Idrus, penetapan tema-tema yang didalami panitia Angket, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan ada sembilan item pelanggaran pada keputusan "bailout" kepada Bank Century.

Sebelumya, Panitia Angket sudah memanggil saksi-saksi yakni mantan Gubernur BI periode 2001-2008 Burhanuddin Abdullah serta Deputi Gubernur BI Anwar Nasution dan Miranda S Goeltom, pada Senin (21/12). Kemudian, mantan Gubernur BI periode 2008-2009 Boediono dan deputi Gubernur BI Miranda S Goeltom dan Budi Rochadi pada Selasa (22/12).

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Idrus Marham: Pantia Angket Berbeda dengan Sebelumnya

Posted: 24 Dec 2009 12:16 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century, Idrus Marham menegaskan Pantia Angket Kasus Bank Century berbeda dengan panitia angket sebelumnya. "Perbedaannya bisa dicermati masyarakat seperti melakukan rapat secara terbuka dan bahkan disiarkan langsung oleh stasiun televisi," kata Idrus Marham di Jakarta, Kamis (24/12).

Hal itu dikatakan Idrus untuk menjawab keraguan masyarakat yang mempertanyakan kinerja dan komitmen anggota Panitia Angket. Dikatakan Idrus, rapat terbuka yang disiarkan langsung oleh televisi bisa disaksikan oleh masyarakat dari seluruh daerah di Indonesia, apa saja yang terjadi di ruang rapat serta siapa berbicara apa. "Masyarakat bisa melihat langsung siapa anggota Panitia Angket yang tanggap terhadap aspirasi rakyat dan siapa yang kurang tanggap,"kata Idrus.

Idrus menyebutkan pada rapat angket sebelumnya setiap rapat konsultasi dilakukan secara tertutup, sehingga masyarakat mengetahui hasilnya hanya dari pemberitaan media massa. Perbedaan lainnya, Panitia Angket Kasus Bank Century juga memberikan kesempatan kepada elemen masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasinya. "Hal ini tidak ada pada panitia angket sebelumnya.

Sekjen DPP Partai Golkar ini mengakui kasus Bank Century adalah persoalan yang sangat sensitif dan menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, masyarakat memberikan harapan besar kepada Panitia Angket untuk mengungkap kasus Bank Century menjadi terang-benderang. "Saya menyadari suasana batin masyarakat yang menaruh harapan besar kepada Panitia Angket. Karena itu saya berusaha bekerja sebaik mungkin untuk mengungkap persoalan ini tanpa menimbulkan persoalan baru," katanya.

Sebelumnya aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) mengatakan, jika Panitia Angket Kasus Bank Century membuat keputusan yang membela rakyat, maka akan menjadi kawan dan BEMSI siap mengawalnya. Sebaliknya, bila Panitia Angket membuat keputusan yang mengkhianati rakyat maka akan menjadi lawan dan BEMSI siap melawannya. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Fadli Zon akan Maju sebagai Cagub Sumbar

Posted: 23 Dec 2009 10:54 PM PST

Padang, (tvOne)

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Fadli Zon, hampir dipastikan maju sebagai bakal calon gubernur (cagub) Sumbar 2010-2015. "Saya baru saja dapat sms dari Fadli Zon yang mengatakan hampir pasti maju sebagai bakal cagub Sumbar," kata Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Abel Tasman, di Padang, Kamis.

Abel juga mengaku mendapat pesan dari Fadli Zon untuk mengatasi sejumlah masalah yang dihadapi terkait pencalonan. Di antara masalah dimaksud adalah siapa yang mungkin menjadi kandidat wakil, dan bagaimana peta kekuatan di Sumbar.

Anggota DPRD Sumbar itu mengatakan, Fadli Zon berharap agar menghitung lagi tingkat elektabilitasnya, sesuai perkembangan perpolitikan di Sumbar.

Abel memperkirakan, kalau Fadli Zon maju sebagai cagub, besar kemungkinan sejumlah politisi muda asal Sumbar, seperti Jeffrie Geovanie (Golkar), dan Indra J Piliang (Golkar), tidak akan maju sebagai cagub.

Gerindra saat ini hanya memiliki empat kursi di DPRD Sumbar. Untuk bisa mengusung cagub, sebuah partai atau gabungan partai mesti memiliki minimal sembilan kursi.

Terkait hal itu, kata Abel Tasman, Gerindra sejak awal sudah melakukan komunikasi dengan partai lain, seperti PDIP yang memiliki tiga kursi, dan PBR dua kursi.

Abel mengatakan ajang pilkada, sangat berbeda dengan pemilihan legislatif. Pada pilkada, mesin partai tidak jalan. Karena itu, popularitas seorang kandidat sangat menentukan.

Dalam kaitan itu, Gerindra melihat figur Fadli Zon sangat tepat memimpin Sumbar lima tahun mendatang. "Sumbar membutuhkan figur yang progresif. Gubernur ke depan mesti memiliki visi, kemampuan leadership, manajemen pemerintahan, dan punya entrepreneurship," kata dia.

Menurut dia, Fadli Zon memiliki kapasitas pribadi yang lebih dari cukup. Hanya saja diakui, sebagai putra Sumbar yang besar di rantau, Fadli Zon mesti didukung oleh wakil yang menguasai antropologi Sumbar.

Fadli Zon lahir di Jakarta, 1 Juni 1971. Dia seorang kolumnis, penulis dan aktivis sosial politik.

Pria berkaca mata itu menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan Master of Science (MSc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris.

Dia banyak menulis buku di antaranya, Gerakan Etnonasionalis: Bubarnya Imperium Uni Soviet (Sinar Harapan, 2002); The IMF Game: The Role of the IMF in Bringing down the Soeharto Regime (IPS, 2004); Politik Huru Hara Mei 1998 (IPS, 2004); Politics of May Riots 1998 (Solstice, 2004).

Saat ini, dia menjabat Wakil Ketua Umum Gerindra, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Hubungan Luar Negeri dan Organisasi Internasional (2004-2009), Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies sejak 1997, Dewan Redaksi majalah sastra Horison sejak 1993, Pemimpin Redaksi Jurnal VISI sejak 1997, Dewan Redaksi Majalah Tani Merdeka sejak 2007. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar