Bandung Diguyur Es Selama 15 Menit |
- Bandung Diguyur Es Selama 15 Menit
- GAPKI Minta Dukungan Pemerintah Menyusul Kenaikan CPO
- Jabar Incar 21 Juta Nasabah Dalam Gerakan Menabung
- SBY Himbau Jangan Lagi Diskriminasi Etnis Tionghoa
| Bandung Diguyur Es Selama 15 Menit Posted: 20 Feb 2010 05:51 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Bandung, (tvOne) - Sebagian wilayah Kota Bandung, Jabar, diguyur hujan es yang disertai hembusan angin kencang selama hampir 15 menit, Sabtu (20/2). Hujan deras yang disertai butiran-butiran es sebesar kelereng itu terjadi mulai pukul 12.40 WIB di kawasan Kota Bandung bagian timur dan sempat mengagetkan warga yang kebetulan tengah berada di luar ruangan atau rumah. "Suaranya gemeretak mengagetkan. Semula kami mengira ada yang melempar batu pasir, ternyata hujan es," kata Yanis, warga Kebon Gedang, Kota Bandung. Hantaman butiran es yang relatif cukup besar itu mengakibatkan sebagian bagian atap rumah penduduk setempat rusak dan bolong-bolong. "Garasi tetangga saja bolong-bolong, kebetulan atapnya terbuat dari plastik," kata warga setempat. Hal sama juga terjadi di kawasan Antapani Kota Bandung. Hujan es juga disertai dengan tiupan angin yang cukup kencang dan mengakibatkan sebagian beberapa batang pohon di pinggir jalan patah dan tumbang ke jalan. Sementara itu para pengguna jalan yang tengah berjalan kaki atau menunggu kendaraan umum juga berlarian mencari perlindungan karena hantaman es yang menimpa tubuh mereka cukup menyakitkan. "Atap mobil sambil berdetak-detak ditimpa butiran es, sangat jelas menghantam kaca depan kendaraan. Saya sempat khawatir hujan es itu akan memecahkan kaca mobil," kata H Darwis, yang mengaku sedang berkendaraan saat hujan es. Sementara itu, staf BMKG Bandung, Ani H, menyatakan, curah hujan di Kota Bandung cukup tinggi pada Februari 2010 ini. Disebutkannya petir dan angin kencang berpotensi terjadi di kawasan itu. Sedangkan hujan es merupakan fenomena alam biasa terjadi pada musim penghujan (ANT) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| GAPKI Minta Dukungan Pemerintah Menyusul Kenaikan CPO Posted: 20 Feb 2010 05:42 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Medan, (tvOne) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut meminta pemerintah mendukung penuh bisnis kelapa sawit nasional menyusul adanya perkiraan harga ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun ini bisa menembus 1.000 dolar AS per metrik ton. "Dengan harga ekspor yang menguat, maka devisa yang anjlok tahun lalu bisa naik lagi. Harga CPO yang bisa 1.000 dolar AS per metrik ton itu mengacu pada harga rata-rata CPO di Januari-Februari yang sudah 800-an dolar AS per metrik ton," kata Ketua Gapki Sumut Balaman Tarigan di Medan, Sabtu. Menurut Balaman yang didampingi Bendahara Gapki Sumut Laksamana Adiyaksa, harga CPO yang menembus 1.000 dolar AS per metrik ton itu itu kemungkinan bisa dicapai di awal semester II 2010. Kenaikan harga CPO itu sendiri dipicu pasokan ketat minyak nabati di luar sawit maupun sawit sendiri di tengah permintan yang semakin membaik setelah krisis global mulai bisa diatasi. "Harus ada dukungan penuh dari pemerintah agar Indonesia khususnya Sumut bisa kembali merasakan penerimana devisa yang cukup besar dari minyak sawit itu," kata Laksamana. Dukungan, kata dia, mulai dari membantu menepis kampaye negatif bahwa kebun sawit melakukan perusak lingkungan hingga kebijakan-kebijakan tentang perkebunaan sawit, dimana salah satunya tentang tata ruang. Apalagi harga CPO yang naik tajam itu akan langsung berdampak positif ke petani sawit dimana hrga tandan buah segar (TBS) juga ikut naik. Kalau pekan ini harga TBS di pabrikan sudah Rp1.400-an per kg dengan harga ekspor yang berada di kisaran 800 dolar AS per metrik ton, maka kalau harga ekspor 1.000 dolar AS per metrik ton, harga TBS bisa naik lebih besar lagi. Kepala BPS Sumut Alimuddin Sidabalok mengakui, nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumut tahun 2009 turun cukup besar 35,39 persen atau tinggal 2,928 miliar dolar AS akibat dampak krisis global. Tahun 2008, nilai ekspor golongan barang itu sudah mencapai 4,531 miliar dolar AS. "Meski nilai ekspor sudah mulai terlihat membaik di bulan-bulan terakhir 2009, tetapi faktanya total nilai ekspor lemak dan minyak hewan nabati Sumut tahun lalu tersebut jauh di bawah realisasi 2008 atau hanya 2,928 miliar dolar AS," katanya. Dia membenarkan ada perkiraan nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumut tahun ini terdongkrak naik karena selain harga tren menguat,juga permintaan dari pasar internasional juga naik. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Rinto Gunari, mengatakan, harga TBS di Sumut tren menguat akibat permintaan yang banyak ditengah panen yang masih belum normal setelah musim kering. Harga TBS di tingkat petani Sumut pekan ini misalnya berada di kisaran Rp1.250 hingga Rp1.300 per kg dan di pabrikan sudah Rp1.430 per kg. "Harga diperkirakan masih akan menguat meski pasokan meningkat karena mulai masuk panen.Permintaan TBS yang banyak karena ekspor juga lagi naik," kata Rinto (ANT) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Jabar Incar 21 Juta Nasabah Dalam Gerakan Menabung Posted: 20 Feb 2010 03:56 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Bandung (20/2) - Gerakan kampanye Ayo Menabung dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk menggaet nasabah baru. Gerakan ini dicanangkan Presiden SBY di Jakarta, Sabtu (20/2). Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik Gerakan Menabung Nasional yang dikemas dalam Program Tabunganku yang digagas secara Nasional oleh jajaran perbankan nasional, khusus di Jawa Barat. Menurutnya, menabung merupakan sebuah kebiasaan baik yang harus terus dikembangkan. Manfaat tabungan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi secara luas memberikan kebaikan bagi masyarakat bahkan Negara. Manfaat dari gerakan menabung adalah membiasakan diri untuk hidup terencana, dan khususnya mendorong hidup hemat. Dengan menabung di perbankan, dana yang tersimpan dijamin aman. Disamping itu, dengan dana yang tersimpan di perbankan, secara tidak langsung membantu negara dalam mendapatkan modal pembangunan. Intinya peningkatan jumlah tabungan masyarakat di perbankan berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi. "Multiplayer effect menabung antara lain; penambahan lapangan kerja, peningkatan pendapatan perkapita dan mengurangi angka kemiskinan," ujar Heryawan dalam rilisnya. Heryawan menegaskan garapan perbankan untuk mendorong gerakan menabung cukup luas. Apalagi berdasarkan data tahun 2007 menyebutkan baru 58 persen atau sekitar 80 juta penduduk dewasa Indonesia yang memiliki tabungan. Di Jawa Barat sendiri diperkirakan baru 50 persen yang memiliki tabungan dari jumlah penduduk Jawa Barat sebesar 42,5 juta jiwa. "Tabunganku diharapkan mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk menabung. Usia anak sekolah dan remaja harus menjadi fokus gerakan menabung. Apalagi syarat administrasinya cukup mudah dengan biaya yang hanya Rp 20 ribu setiap buka rekening," ujarnya dalam rilis yang diterima VIVAnews. Heryawan meminta perbankan untuk serius menggarap pangsa pengusaha kecil menengah atau Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM). Tentunya dengan cara mempermudah penyaluran modal kerja dan kredit. Apalagi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 menyebutkan di Jawa Barat terdapat 7,9 juta unit KUMKM atau sekitar 99,9 persen dari total pelaku usaha di Jawa barat. Kontribusi KUMKM pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat mencapai 61,66 persen. "KUMKM merupakan pangsa yang harus diperhatikan, apalagi perannya yang mampu menyerap 13,35 juta pekerja atau 88,53 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat," jelasnya (VIVAnews). Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| SBY Himbau Jangan Lagi Diskriminasi Etnis Tionghoa Posted: 20 Feb 2010 03:31 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta (tvOne) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan masyarakat Tionghoa pada era reformasi saat ini tidak boleh lagi diperlakukan diskriminatif. Pasalnya, masyarakat Tionghoa saat ini sudah menjadi bagian integral dari warga bangsa Indonesia. "Saya tegaskan sekali lagi, di era reformasi sekarang ini tidak boleh ada perlakuan yang diskriminatif terhadap siapapun termasuk ummat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa," ujar Presiden dalam sambutan Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2010. SBY mengingatkan agar seluruh aparatur pemerintah dan lapisan masyarakat saat ini tidak boleh ragu-ragu untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat Tionghoa. Bahkan Preside secara tegas meminta tiga kementerian sekaligus yaitu Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional, serta Menteri Hukum dan HAM untuk terus meningkatkan kwalitas pelayanan hak-hak sipil bagi ummat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. "Penuhi hak-hak sipil umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa," katanya. Menurut SBY, saat ini sudah ada kemajuan yang signifikan dalam pemenuhan hak-hak sipil umat Khonghucu. Sebagai contoh persoalan catatan sipil untuk pernikahan penganut Khonghucu kini sudah tidak ada masalah. Selain itu, Pendidikan agama Khonghucu juga telah diatur oleh Peraturan Menteri Agama (VIVAnews) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar