AS - Afghanistan Bahas Soal Taliban |
- AS - Afghanistan Bahas Soal Taliban
- Fauzi Bowo: Perda Unggas untuk Cegah Flu Burung
- Wah, Pemkot Pagaralam Tanam 70.000 Pohon Penghijauan
- Dinkes DKI Jakarta Bangun 3 Tempat Pengolahan Sampah
| AS - Afghanistan Bahas Soal Taliban Posted: 28 Mar 2010 05:51 PM PDT Kabul, (tvOne). Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, meninggalkan Afghanistan kembali ke Amerika Serikat, usai kunjungannya selama enam jam ke negara yang dilanda pertempuran di Asia tersebut, Senin (29/3). Pesawat kepresidenan Air Froce One lepas-landas setelah Senin (29/3) dinihari, yang mengakhiri perjalanan pertama Obama ke Afghanistan setelah ia memangku jabatan presdien pada Januari 2009. Juru bicara Istana Presiden Afghanistan, Hamid Elmi mengatakan kepada Xinhua bahwa Obama selama perjalanannya melakukan pertemuan dengan timpalannya dari Afghanistan Presiden Hamid Karzai, Komandan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) Jenderal Stanley McChrystal yang dipimpin NATO, para pejabat militer Afghanistan dan anggota kabinet negeri tersebut. Obama, selama pertemuannya dengan Karzai, mengundang Presiden Afghanistan itu untuk berkunjung ke AS pada Mei, kata jurubicara itu. Obama dan Karzai membahas berbagai upaya Afghanistan untuk memerangi korupsi dan produksi narkotika, yang diduga menjadi sumber utama keuangan gerilyawan Taliban. Kedua pemimpin tersebut juga bertukar pandangan mengenai proses penyatuan kembali dan perujukan yang diluncurkan oleh pemerintah Afghanistan. Obama belakangan berpidato di hadapan anggota militer AS di pangkalan udara Bagram, tujuh kilometer dari ibu kota Afghanistan, Kabul. Presiden AS itu menyampaikan penghargaan kepada tentara AS, dan menyatakan misi mereka di Afghanistan "perlu dan mendasar" bagi keamanan rakyat AS. Obama menjamin semua anggota dinas militer AS mengenai dukungan dalam negeri dan berjanji akan menyediakan peralatan yang diperlukan buat mereka. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Fauzi Bowo: Perda Unggas untuk Cegah Flu Burung Posted: 28 Mar 2010 05:32 PM PDT Jakarta, (tvOne) Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan, bahwa penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 dan Keputusan Gubernur Nomor 1909 Tahun 2009 tentang lokasi dan penampungan serta pemotongan unggas bukan untuk merugikan pedagang, melainkan bertujuan mencegah serangan virus flu burung. "Itu alasan utama kenapa kami membuat aturan," kata Fauzi Bowo. Fauzi menjelaskan, pada waktu Perda dicetuskan, flu burung sedang mewabah di Indonesia, khususnya Jakarta. "Sekarang sudah tidak ada flu burung, maka semua orang menganggap tidak perlu itu (perda)," katanya. Seperti diketahui ketika peraturan tentang pemeliharaan dan pemotongan unggas akan diberlakukan pada 24 April 2010, pedagang unggas protes keras. Aturan itu ditolak karena dinilai hanya mematikan usaha mereka. Kemudian, belakangan DPRD meminta Pempov DKI menunda penerapan Perda untuk selanjutnya mengkajinya kembali. Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan kepada warga terhadap serangan virus flu burung. Mengingat posisi Indonesia di dunia masih berada pada angka tertinggi, yakni 163 kasus dan 135 meninggal dunia, 37 di antaranya di Jakarta. Sedangkan untuk tingkat dunia, hingga Maret 2010 tercatat 486 kasus flu burung dengan 287 meninggal. "DKI Jakarta memegang jumlah tertinggi pada kasus nasional dengan tingkat kematian mencapai 80 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati. Dien menambahkan, flu burung harus dikendalikan. Salah satu caranya, kata dia, menjauhkan diri dari lokasi peternakan unggas, tempat penampungan unggas, dan tempat pemotongan unggas. Lebih lanjut dia menjelaskan pedagang ayam merupakan orang yang paling berpotensi terkena virus flu burung. Sebab, mereka berkontak langsung dengan unggas. Tetapi, mereka dapat terhindar dari virus apabila menangani unggas dengan sehat. (VIVAnews) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Wah, Pemkot Pagaralam Tanam 70.000 Pohon Penghijauan Posted: 28 Mar 2010 05:24 PM PDT Pagaralam-Sumsel (tvOne). Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, Sumatra Selatan, tahun 2010 ini akan menanam kembali sekitar 70.000 pohon penghijauan jenis mahoni dan bambang di daerahnya. "Sudah banyak program yang dilaksanakan untuk mengendalikan kerusakan hutan, baik kawasan lindung dan hutan seluas 28 ribu hektare, dengan tingkat kerusakan mencapai 7.900 hektare dan tersebar pada lima kecamatan di Kota Pagaralam," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pagaralam, Ir Hasan Barin, di Pagaralam, Senin (28/3). Hasan menyatakan, cukup banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan ribuan hektare hutan yang sudah mengalami kerusakan, termasuk melalui program penanaman satu jutan pohon dan "one man one tree". "Kami sudah berhasil menanam sekitar 4 juta pohon, baik pohon pelindung maupun jenis pohon yang bernilai ekonomis, seperti durian, petai, sukun, mangga dan beberapa lainnya," ujar dia. Hasan mengatakan, proses penanaman bibit pohon penghijauan itu melibatkan semua elemen masyarakat, seperti pegawai, petani dan pemilik lahan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. "Ada beberapa metode dalam penanaman ini, yaitu untuk kawasan lindung dan hutan ditanami jenis pohon mahoni dan bambang. Sedangkan daerah hutan rakyat selain kedua jenis itu, ada juga pohon yang bernilai ekonomis ditanam," kata Hasan. Menurutnya, terdapat penambahan kerusakan hutan lindung yang berada di daerah Bukit Dingin 3.750 hektare dan Bukit Batok sekitar 2.400 hektare maupun sekitar 1.300 hektare di daerah Dusun Tebat Benawah dan Dusun Tebad Lereh, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Tengah serta 500 hektare di Dusun Kerinjing, Dempo Utara. "Memang ada beberapa daerah sudah dilakukan penanaman kembali, seperti seluas 500 hektare hutan lindung Dusun Kerinjing, 350 hektare di Kelurahan Atungbungsu, dan 750 hektare kawasan lindung yang tersebar di beberapa kecamatan lainnya," kata Hasan. Wakil Wali Kota Pagaralam, Ida Fitriati, mengatakan, pengendalian hutan sudah menjadi tangungjawab bersama, dan bahkan sekarang pemerintah sudah menyebarkan jutaan bibit untuk dibagikan kepada warga secara cuma-cuma. "Hutan bukan hanya menjadi penyelamat jutaan umat manusia, tapi juga untuk pengendalian dari bahaya bencana alam, seperti longsor dan banjir serta kekeringan," ujar Hasan. Hasan menambakan, sekarang harga kayu sudah mahal, berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per kubik, sehingga bisa diperkirakan sekitar 10-15 tahun lagi harganya akan lebih tinggi lagi dan cukup menjanjikan bagi yang menanamnya. "Pemkot Pagaralam sudah memprogramkan pemberian bibit kayu gratis agar ditanam di hutan milik warga setempat. Kalau sudah berumur sekitar 20 tahun harganya bisa mencapai Rp6 juta per batang. Kondisi ini bukan saja akan mendukung kawasan penghijauan kota, tapi juga akan dapat menjadi tabungan masa depan," demikian Hasan Barin. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Dinkes DKI Jakarta Bangun 3 Tempat Pengolahan Sampah Posted: 28 Mar 2010 04:42 PM PDT Jakarta, (tvOne) Dinas Kebersihan (DInkes) DKI Jakarta, akan membangun tiga tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) lokal. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah, yang dikirim ke TPST Bantargebang yang kondisinya sudah tidak mampu menampung sampah warga Jakarta yang selalu meningkat setiap tahun. Ketiga proyek yang akan dibangun Jakarta, yakni TPST Marunda, TPST Sunter, dan TPST Cacing. Setelah nanti beroperasi, diharapkan meringankan beban TPST Bantargebang yang setiap hari menerima 6.225 ton sampah. Dari tiga TPST lokal, TPST Cacing seluas lahan lima hektar dengan daya tampung 300 ton sampah setiap hari, kini sudah bisa dioperasikan. Daya tampungnya memang masih kecil, tapi kelak akan ditingkatkan lagi jadi 1.000 ton per hari. "Untuk dua TPST lokal lainnya, kini sedang dalam tahap perencanaan lelang investasi. Begitu juga dengan peningkatan daya tampung, TPST Cacing sedang dalam perencanaan lelang investasi," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna seperti dilansir VIVAnews. Menurutnya, pelaksanaan lelang investasi diperkirakan sudah dimulai pertengahan 2010. Namun dia belum dapat memastikan, berapa nilai investasinya. Tapi dia menggambarkan TPST lokal di Singapura yang hanya seluas 1,3 hektar, nilai investasinya mencapai Rp 3 triliun. "Tapi kami tidak secanggih Singapura. Kami akan coba dengan teknologi lain," kata dia. Pemprov DKI merencanakan ketiga TPST lokal kelak, mampu menampung 3.000 ton per hari. Sebab, masing-masing tempat disediakan lahan yang cukup luas, seperti TPST Marunda (12 hektar) dan TPST Sunter (6 hektar). Dengan demikian, volume sampah TPST Bantargebang dapat dikurangi menjadi sekitar 3.525 ton per hari. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar