Baduy Bangun Jalan Antardesa dari Bantuan PNPM |
- Baduy Bangun Jalan Antardesa dari Bantuan PNPM
- ACFTA Ancam 4,5 Juta Pekerja di PHK
- Boediono Nonton Java Jazz
- 9.000 Personil Kodam Udaya Siap Kawal Obama
| Baduy Bangun Jalan Antardesa dari Bantuan PNPM Posted: 07 Mar 2010 09:56 AM PST Lebak, (tvOne) Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten membangun jalan antardesa dari bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Pembangunan jalan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. "Jalan yang dibangun itu menghubungkan Desa Kanekes-Nayagati sepanjang 180 meter," kata Ketua Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) PNPM Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Juanda, Minggu (7/3). Juanda mengatakan, pembangunan jalan tersebut secara langsung dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Baduy yang mata pencahariannya hasil pertanian ladang. Sebelumnya, warga Baduy mengeluhkan kondisi jalan antardesa masih tanah coklat. Namun, kini pembangunan jalan desa dapat bantuan PNPM sudah rampung, bahkan setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan. Untuk itu, warga Baduy merasa terbantu adanya PNPM sehingga pengiriman hasil pertanian seperti pisang, buah durian, gabah, gula aren, dan petai berjalan lancar. Selain itu, biaya angkutan tidak begitu mahal dibandingkan sebelum diperbaiki. Bahkan, akses lalu lintas menuju Baduy sangat mudah ditempuh kendaraan untuk memasok hasil ladang ke luar daerah. Selama dibantu PNPM kini, ekonomi warga Baduy mengalami peningkatan karena kondisi jalan baik. Dia juga mengatakan, PNPM merupakan program pemerintah dengan pola bantuan langsung masyarakat (BLM) sehingga perlu dilanjutkan lagi. "Saya minta PNPM terus dilanjutkan, karena bisa mendongkrak kemiskinan juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," katanya. Dia menyebutkan, pihaknya tahun 2010 ini memperoleh dana PNPM sebesar Rp3 miliar dan diharapkan tahun depan meningkat. Adapun sasaran PNPM di Kecamatan Leuwidamar, yakni pembangunan infrastruktur jalan, simpan pinjam perempuan (SPP), membangun madrasah dan sarana mandi cuci kakus (MCK). "Dengan PNPM ini, tentu bisa mengurangi daerah terpencil, termasuk pembangunan jalan di Baduy," ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Dainah, mengaku pascapembangunan jalan antardesa kini pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat. Hal tersebut terbukti karena setiap hari petani suku Baduy bisa menjual hasil-hasil pertanian melalui jalan yang dibantu PNPM. "Saya berharap PNPM terus dilanjutkan, karena secara langsung dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," ujar Dainah sebagai kepala adat Baduy. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| ACFTA Ancam 4,5 Juta Pekerja di PHK Posted: 07 Mar 2010 09:34 AM PST Pangkalpinang, (tvOne) Sebanyak 4,5 juta pekerja dikhawatirkan bakal kena PHK pada 2010, menyusul diberlakukannya ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) tanggal 1 Januari 2010 lalu. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI), Sjukur Sarto di Pangkalpinang, Minggu (7/3) mengatakan, bahwa "4,5 juta pekerja di Indonesia terancam PHK, karena masuknya produk dari China. Masuknya produk dari China, mempengaruhi pasar industri tekstil, makanan dan minuman sampai industri baja di dalam negeri" ujarnya. Untuk mengatasi gelombang PHK pada 2010, KSPSI meminta pemerintah pusat menunda ACFTA, sambil mengatasi beberapa kendala dalam persaingan dagang dengan China. "Ada tiga komponen yang harus diatasi yaitu listrik, jalan, dan pelabuhan di samping reformasi birokrasi yang harus diperbaiki," katanya. "Kami juga akan mempelajari peraturan perundang-undangan, yang mana yang tidak menguntungkan pengusaha dan pekerja. Kami juga sudah berdialog dengan Kadin dan pakar ekonomi, untuk mencari solusinya," katanya. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Posted: 07 Mar 2010 06:14 AM PST Jakarta, (tvOne) Wakil Presiden Boediono menyempatkan diri menikmati gelaran konser musik Java Jazz Festival (JJF). Boediono sempat menyaksikan dua konser yakni The Manhattan Transfer dan Baby Face. Boediono tiba di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu 7 Maret 2010, sekitar pukul 19.30. Boediono yang mengenakan batik merah tampak ditemani Peter F Gontha. Sekitar 30 paspampres yang juga mengenakan batik tampak mengawal ketat Boediono. Setibanya di arena JJF, Boediono dan Peter Gontha langsung menuju Hall C1. Dia menonton konser The Manhattan Transfer. Usai melihat konser Boediono menyempatkan diri juga berkeliling mengunjungi beberapa stan seperti marchendise dan stan musik. Usai berkeliling, Boediono langsung menuju Hall A2 tempat Baby Face akan bermain. Boediono tampak masuk ke ruang VVIP. Saat ini, konser Baby Face sendiri paling ramai dikunjungi penonton. Ribuan penonton tampak mengantre di depan Hall A2.(VIVAnews.com) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| 9.000 Personil Kodam Udaya Siap Kawal Obama Posted: 07 Mar 2010 06:02 AM PST Denpasar, (tvOne) Kodam IX/Udayana telah menyiapkan delapan ribu hingga sembilan ribu personelnya guna mengamankan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang direncanakan ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke Bali. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan di sela-sela final festival penyanyi cilik di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu mengakui, pihaknya sudah mempersiapkan langkah pengamanan menyambut rencana kedatangan Obama di Bali. "Tapi sifatnya masih tentatif ya, jadi sampai sekarang belum ada kepastian, apakah akan jadi datang atau tidak," ucapnya. Terkait rencana kedatangan Presiden Obama yang pernah menjalani masa kecil di Jakarta itu, Hotmangaradja mengakui beberapa daerah sudah diberikan perintah untuk menyiapkan pengamanan, termasuk jika jadi ke Bali. Diperoleh keterangan, Presiden Obama direncanakan ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke pulau wisata internasional ini berkisar tanggal 20-22 Maret 2010. "Untuk pengamanan sudah siap, karena saya pikir masyarakat Bali bersama-sama kepolisian dan TNI siap menampilkan Indonesia yang penuh damai," ucapnya didampingi Kapendam IX/Udayana Letkol CAJ Ida Bagus Gaga Ardana. Adapun bentuk pengamanannya, kata putra pahlawan revolusi DI Pandjaitan itu, akan disamakan dengan standar kegiatan bertaraf internasional seperti selama ini. "Sampai sekarang memang belum ada konfirmasi, tapi kalau nanti benar datang ke sini, kami sudah siapkan secara maksimal, antara delapan ribu sampai sembilan ribuan personel," tegasnya. Karenanya, ujar dia, semua unsur dan lapisan masyarakat diminta partisipasi dan dukungannya untuk bersama-sama menjaga keamanan di Bali. "Itu semua kita lakukan guna tetap menjaga nama baik negara Indonesia di mata internasional," ucapnya. Meski belum ada kepastian, namun informasi yang berkembang menyebutkan bahwa para pejabat kenegaraan dan konsulat Amerika di Bali sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian dan TNI. Bahkan pejabat teras Mabes TNI juga sudah sempat datang ke Bali untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait langkah pengamanan Obama.(ANT) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar