Jumat, 05 Maret 2010

Gempa 6,5 SR Guncang Mentawai

Gempa 6,5 SR Guncang Mentawai


Gempa 6,5 SR Guncang Mentawai

Posted: 05 Mar 2010 10:07 AM PST

Padang, (tvOne)

Gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter terjadi pada Jumat 5 Maret 2010 pukul 23.07 Waktu Indonesia Barat.

Berdasarkan laman Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 3,93 LS -100,83 BT (119 km Tenggara Pagai Selatan, Mentawai). Gempa berkedalaman 10 kilometer.

Gempa ini sempat membuat panik sejumlah warga di Padang dan terbangun dari tidur. Sejumlah peralatan di dalam  rumah ikut berguncang karena digoyang gempa."Goyangannya cukup kuat, semua peralatan ikut bergoyang," menurut Andri (25) warga Jati, Padang.

Sejumlah orang juga terlihat berhamburan ke luar rumah. Goyangan gempa terasa hingga Padang.

 Sebelumnya, gempa dahsyat berkekuatan 7,9 SR meluluhlantakkan sebagian Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu. Gempa ini menewaskan seribu lebih orang dan kerugian material mencapai triliunan rupiah.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Jasad Biptu Boas Dibawa Teroris

Posted: 05 Mar 2010 06:16 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan bahwa Polri masih mengejar sedikitnya 30 orang yang diduga teribat dalam gerakan terorisme di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). "Kurang lebih 30-an ya, 30 lagi (yang masih dalam pengejaran)," kata Kapolri di Kantor Presiden Jakarta, Jumat petang, seusai mengikuti rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Kapolri, sudah sekitar 14 orang yang ditangkap dan satu orang meninggal. Sementara itu dari pihak Polri, satu orang meninggal, empat orang luka ringan dan empat dirawat di rumah sakit. "Yang meninggal dari anggota kami satu, namun sampai hari ini korban belum ditemukan karena dibawa berikut senjatanya oleh mereka," ujarnya seraya menambahkan bahwa dalam konflik terakhir di Langkeube diperkirakan jatuh tiga korban luka-luka dari pihak lawan.

Ketika ditanya apakah anggota polisi yang meninggal dijadikan sandera karena belum ditemukan, Kapolri membantah hal itu. "Tidak, tidak disandera. Menurut keterangan saksi, dia sudah meninggal ketika dibawa oleh mereka. Kita masih melakukan pengejaran. Dia dari Satgas Densus 88," katanya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kelompok tersebut, Kapolri mengatakan bahwa penjelasan akan diberikan nanti pada waktunya. "Pokoknya nanti saya jelaskan. Ini masih dalam proses, masih harus hati-hati dikembangkan. Anak-anak (anggota Polri) masih di lapangan semua. Ingat bukan hanya di Aceh," ujarnya. Kapolri mengatakan bahwa hingga Kamis malam Polri telah menambahkan jumlah petugas ke Aceh.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa aktivitas terorisme yang terjadi di Provinsi Aceh bukan berasal dari unsur Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Benar-benar kelompok teroris, yang mengorganisasi diri dengan rapih, memilih tempat-tempat daerah latihan di Aceh, dengan harapan orang sekarang tidak lagi melihat Aceh sebagai daerah konflik," katanya.

Sementara itu Tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Kepolisian Aceh menangkap sejumlah orang yang diduga memiliki kaitan dengan terorisme di Pegunungan Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Penangkapan telah dimulai sejak 20 Februari lalu. Polisi juga menyita barang bukti berupa empat senjata api laras panjang, 24 magasin dan satu granat asap selain berbagai atribut seperti seragam rompi militer serta sejumlah dokumen.(ANT)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Unjuk Rasa HMI di Cikini Ricuh

Posted: 05 Mar 2010 05:47 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Bentrok antara mahasiswa dan polisi tak hanya di Makassar. Sejumlah mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat bentrok dengan sejumlah polisi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (5/3). Mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan aparat.

Bentrokan terjadi setelah massa mahasiswa memblokir jalan Cikini, sebagai bentuk solidaritas kepada rekan-rekannya di Makassar. Polisi anti huru hara bersiap di lokasi kejadian mengamankan jalannya demo.

Ketegangan mahasiswa, khususnya HMI dengan polisi terjadi menyusul pecahnya bentrokan mahasiswa, polisi dan warga di Makassar Kamis kemarin. Bentrokan tersebut dipicu oleh penyerangan Sekretariat  HMI di Jalan Botolempangan, Makassar Rabu lalu, pasca aksi unjuk rasa  kasus Century.

Penyerangan tersebut kemudian mengundang reaksi dari kader HMI Se-Makassar yang secara serentak turun kejalan melaksanakan aksi unjuk rasa. Selain Jakarta, aksi solidaritas dan mengutuk aksi polisi juga terjadi si sejumlah kota di Indonesia.

Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Anas Urbaningrum juga bersuara. "Apapun alasannya, perusakan sekretariat HMI Cabang Makassar tersebut adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan," kata Anas

Sebagai aparat keamanan, tambah dia, Polri seharusnya menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban. "Bukan sebaliknya, malah melakukan tindakan yang anarkis. Itu jelas menyalahi kodrat tugas Polri," kata Mantan Ketua Umum PB HMI itu. Anas mendesak pimpinan Polri untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas dan transparan.(VIVAnews.com)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Polisi yang Gugur di Aceh Belum Dievakuasi

Posted: 05 Mar 2010 05:44 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Polri membenarkan satu anggotanya gugur dalam penggerebekan kelompok teroris di Nangroe Aceh Darussalam. Selain itu, sembilan anggota Polri lainnya luka-luka. "Satu orang anggota kita meninggal atas nama Briptu Boas Waosiri," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Jumat (5/3). Edward mengatakan sampai saat ini anggota polisi belum bisa melakukan evakuasi terhadap jenazah Boas. "Untuk itu personil kita tambah untuk bisa mengevakuasi," kata dia.

Boas tewas di daerah Kampung Lamkabeu, Desa Lamteuba, Aceh besar. Menurut Edward. Salah satu hal yang menyulitkan evakuasi, "karena polisi belum sepenuhnya bisa menguasai medan," kata Edward. Namun demikian, berdasarkan kabar yang beredar belum dievakuasinya jenazah Boas itu disebabkan jenazahnya dalam penguasaan para teroris. "Sedangkan sembilan anggota yang luka-luka dirawat di rumah sakit," kata dia.

Dalam penggerebekan ini, terdapat dua orang warga sipil yang tewas. Kedua warga itu berinisial K dan N. Keduanya diduga tertembak oleh kawanan teroris, bukan oleh petugas. "Terkena tembakan para tersangka yang kita kejar," kata Edward. Sementara itu, polisi juga telah menangkap 15 tersangka, 14 tersangka ditangkap dalam keadaan hidup dan satu tersangka dalam keadaan tewas.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi kepada Polri yang terus melakukan operasi pemberantasan terorisme. Apresiasi itu diberikan atas keberhasilan Polri memberantas tindak teroris di Aceh. "Saya menyimak dan menerima laporan tiba-tiba muncul sekarang aktivitas terorisme di Provinsi Aceh. Ini bukan unsur GAM dulu. Ini benar-benar kelompok terorisme dengan organisasi yang rapih," katanya dalam pengantar sidang kabinet terbatas bidang Polhukam di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/3).(VIVAnews.com)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar