Nurdin Halid Siap Mundur dari Ketua Umum PSSI |
- Nurdin Halid Siap Mundur dari Ketua Umum PSSI
- Penerbangan Darurat Tetap Diizinkan Saat Nyepi
- Pemerintah Janji Angkat 140 Honorer Jadi PNS di 2010
- Pebulutangkis Garuda Kembali Gagal Total di All England
| Nurdin Halid Siap Mundur dari Ketua Umum PSSI Posted: 14 Mar 2010 11:54 AM PDT Palembang (tvOne) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid menyatakan, siap mundur bila ada usulan dan permintaan yang diajukan sesuai dengan prosedur dan tata tertib organisasi sepak bola nasional itu. "Saya siap mundur, bila organisasi (PSSI) meminta," katanya pada acara pelantikan pengurus PSSI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang, Minggu (14/3) malam. Namun bila orang lain yang meminta mundur, ia tidak akan keluar dari organisasi sepak bola yang sudah lama berdiri tersebut. Dia mengakui, banyak desakan supaya mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Namun permintaan tersebut, di luar dari organisasi resmi sepak bola itu. Mundur atau tidak pengurus inti bukan ditentukan dari luar organisasi resmi, sehingga dia bertekad tidak akan mundur bila tidak diminta oleh PSSI. Desakan untuk mundur itu, justru akan dijadikan sebagai motivasi dalam memajukan persepakbolaan di tanah air. Dia menyatakan, PSSI merupakan organisasi yang solid dan bertujuan untuk memajukan persepakbolaan di Indonesia. PSSI juga sebagai perjuangan dalam memajukan dunia olahraga, khususnya cabang sepak bola. Jadi kepengurusan tidak bisa ditentukan orang luar, dan bila ingin mengganti pengurus harus melalui rapat organisasi, tegasnya. Dia mengakui, selama ini persepakbolaan di tanah air sudah ada kemajuan. Karena berdasarkan hasil pertandingan, tim Indonesia tidak jauh berbeda dengan kesebelasan luar negeri. Bahkan tempo permainan tim Indonesia sekarang ini sudah mulai tinggi, sehingga secara umum persepakbolaan nasional sudah mengalami kemajuan, kata Nurdin Halid. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Penerbangan Darurat Tetap Diizinkan Saat Nyepi Posted: 14 Mar 2010 10:38 AM PDT Denpasar, (tvOne) Bandara Internasional Ngurah Rai Bali tidak akan beroperasional selama perayaan Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Saka 1932, yang jatuh pada hari Selasa, 16 Maret 2010. Meski demikian, penutupan tidak berlaku bagi penerbangan darurat. "Penerbangan lintas (overfly), technical landing dan emergency landing, termasuk medical evacuation tetap diizinkan," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Provinsi Bali, I Made Santha di Denpasar, seperti dilansir laman menkokesra yang dikutip VIVAnews. Ia mengatakan, khusus untuk "technical landing" awak pesawat dan penumpang diharuskan tetap berada di wilayah kerja Bandara Ngurah Rai, selama umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian. Penerbangan internasional dengan tujuan akhir, dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai ditiadakan selama 24 jam sejak Selasa, (16/3) pukul 06.00 Wita hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Penerbangan transit tetap diizinkan, namun dilarang mengangkut penumpang dengan tujuan akhir Denpasar atau berangkat dari Denpasar, kecuali hanya mengangkutan penumpang transit. Penerbangan transit tersebut hanya diizinkan mengangkut penumpang transfer. Tidak beroperasional Bandara Ngurah Rai, pelabuhan laut dan seluruh sarana transportasi itu untuk menghormati umat Hindu melaksanakan tapa brata penyepian. Umat Hindu pada hari Raya yang sangat diistimewakan itu melaksanakan tapa brata yang meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api), amati Karya (tiak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Pemerintah Janji Angkat 140 Honorer Jadi PNS di 2010 Posted: 14 Mar 2010 10:32 AM PDT Pangkalpinang, (tvOne) Pemerintah pusat akan mengangkat 140 ribu tenaga honorer, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia pada 2010. "Sejauh ini, untuk tenaga honorer tidak terbendung lagi. Di setiap daerah jumlah honorer terus bertambah, padahal untuk pengangkatan kuotanya terbatas," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Taufik Effendi, saat reses di Pangkalpinang, Minggu (14/3). Menurutnya, untuk itu harus ada payung hukum yang akan mengatur masalah pengangkatan tenaga honorer ini. "Payung hukum ini membuat tiga kelompok honorer, yaitu honorer yang teranulir yang memenuhi syarat PP 48 dan 43, lalu honorer yang diangkat pejabat pemerintah yang berwenang dan dibayar oleh APBN dan yang ketiga honorer yang bukan diangkat oleh pejabat berwenang dan tidak dibayar oleh APBD maupun APBN," katanya. Ia menambahkan, untuk tenaga honorer yang tidak mungkin diangkat, akan dilakukan pendekatan untuk menyamakan dengan yang diangkat melalui pendekatan untuk kesejahteraan. "Untuk honorer yang tidak mungkin untuk diangkat menjadi PNS, akan dilakukan pendekatan untuk menyamakan dengan honorer yang diangkat menjadi PNS melalui pendekatan untuk kesejahteraan," ujar Taufik. Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tersebut menjelaskan, definisi pegawai negeri adalah diangkat pejabat yang berwenang dibayar oleh APBD maupun APBN dan bekerja di instansi negeri. "Jadi yang lain itu disesuaikan, supaya Undang-undang yang mengatur itu kalau tidak terwadahi. Maka pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kesejahteraan, baik penghasilan maupun jaminan hari tua," katanya. Ia menambahkan, untuk Peraturan Pemerintah yang menjadi payung hukum tersebut, setelah reses ini akan dibahas di Komisi II DPR RI. "Pembuatan PP merupakan sepenuhnya hak pemerintah, dan DPR hanya memberikan masukan saja dan ini akan dibahas di Komisi II DPR RI," ujarnya. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Pebulutangkis Garuda Kembali Gagal Total di All England Posted: 14 Mar 2010 10:10 AM PDT Jakarta (tvOne) Tim Indonesia kembali pulang tanpa meraih gelar dari turnamen All England, Minggu (14/3). Setelah satu-satunya wakil di final, pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tampil sebagai pertandingan pembuka partai final di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (14/3) malam, pasangan unggulan kedua itu kalah 18-21, 25-23, 18-21 dari pasangan China bukan unggulan itu. "Yang pasti mereka kurang beruntung, karena bermain sudah maksimal. Tetapi lawan memang lebih baik," ujar pelatih ganda Pelatnas, Aryono Miranat yang mendampingi pasangan tersebut bertanding. Kekalahan tersebut memperpanjang penantian Indonesia, untuk kembali meraih gelar dalam turnamen bergengsi yang sudah mencapai penyelenggaraan ke-100 itu. Setelah gelar terakhir diperoleh pada 2003, melalui ganda putra Candra Wijaya/Sigit Budiarto. Sedangkan pada ganda campuran, terakhir kali Indonesia memenangi All England pada 1979 melalui pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna. Dalam pertandingan yang bertempo cepat tersebut, Nova/Liliyana unggul lebih dulu 18-14 pada game pertama. Namun tujuh poin beruntun dari pasangan China itu, membalik kedudukan sekaligus menutup game pembuka 21-18. Game kedua berlangsung ketat, terutama setelah Nova/Liliyana memimpin 16-14 dengan kedua pasangan bergantian saling menyamakan kedudukan hingga posisi angka 23-23 sebelum berakhir dengan kemenangan 25-23 untuk Nova/Liliyana. Tempo permainan menurun pada awal game ketiga, dan itu membuat pasangan juara dunia 2005 dan 2007 itu lebih mudah mengumpulkan angka sehingga memimpin 11-6. Namun setelah bertukar lapangan, ganda China berusaha kembali bermain cepat dan berhasil menyamakan kedudukan 15-15 untuk kemudian memimpin 19-16. Pasangan Indonesia hanya memperpendek jarak angka menjadi satu poin, sebelum pengembalian Liliyana yang jatuh di luar bidang lapangan lawan menutup pertandingan, sekaligus memastikan kemenangan pasangan China 21-18. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar