Senin, 24 Mei 2010

Ainun Habibie Ingin Memasyarakatkan Donor Mata

Ainun Habibie Ingin Memasyarakatkan Donor Mata


Ainun Habibie Ingin Memasyarakatkan Donor Mata

Posted: 24 May 2010 06:43 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Mantan ibu negara, almarhumah Hasri Ainun Habibie semasa hidupnya, memiliki cita-cita mulia untuk membantu sesama dengan memasyarakatkan donor mata. "Hingga akhir sisa hidupnya bu Ainun masih mengurus Yayasan Bank Mata dan beliau ingin meningkatkan keinginan mendonor di masyarakat. Beliau juga ingin agar aturan donor ini agar dibuat tidak terlalu kaku," ujar Sekretaris Jenderal Yayasan Bank Mata, Untung Widodo yang ditemui di rumah keluarga Habibie Jl. Patra Kuningan XIII, Jakarta, Senin (24/5).

Ia menjelaskan, untuk saat ini jumlah calon pendonor kornea mata yang tercatat di Bak Mata sekitar 15 ribu orang. Untung juga mengatakan, semasa hidupnya Ainun Habibie yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Bank Mata periode 2005-2010 ini, pernah menyampaikan keinginan pribadinya untuk mendonorkan kornea matanya. "Secara pribadi beliau pernah bilang ingin mendonorkan matanya," katanya.

Selain memasyarakatkan donor mata, Untung mengatakan cita-cita Ainun Habibie yang lain adalah mendirikan klinik mata. Bangunan yang akan digunakan sebagai klinik telah siap, yakni di kawasan Bogor, namun fasilitas yang dibutuhkan belum lengkap sehingga untuk sementara digunakan untuk kegiatan bakti sosial, jelasnya. Untung berharap agar cita-cita dari Ainun Habibie ini dapat diwujudkan dengan dukungan dari semua pihak.(ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

KLH Ajukan 282 Tokoh Lingkungan Penerima Kalpataru

Posted: 24 May 2010 06:41 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengajukan 282 tokoh yang akan diajukan sebagai penerima penghargaan Kalpataru. KLH juga telah melakukan verifikasi lebih ketat kepada 20 tokoh terseleksi agar peristiwa pengembalian penghargaan oleh pemuka adat Talang Mamak tidak lagi terulang, kata Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat KLH Henry Bastaman kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/5).

Seperti biasa Presiden RI akan menyerahkan 12 penghargaan Kalpataru pada Hari Lingkungan Hidup setiap 5 Juni. Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Pada 2009 Patih Laman, pemuka adat suku asli Riau Talang Mamak, mengembalikan penghargaan Kalpataru yang telah diterimanya yang menurut investigasi KLH disebabkan penerbitan berbagai Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT).

Ia mengatakan, Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2010 ini akan diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pemberian apresiasi kepada para pihak yang telah berjuang untuk lingkungan melalui penganugerahan Kalpataru, Adipura, Adiwiyata, dan Penyusun SLHD (status lingkungan hidup daerah). Berbagai penghargaan lingkungan itu akan diserahkan Presiden pada puncak peringatan kenegaraan HLH 2010 di Istana Negara pada Senin 7 Juni.

KLH juga akan meggelar Pekan Lingkungan Indonesia, yang merupakan pameran lingkungan dan berbagai kegiatan lomba, seminar, talkshow yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, pada 3 ? 6 Juni 2010. Khusus untuk kaum muda yang sebagai motor utama pembangunan akan diluncurkan Kampanye Lingkungan Hidup Nasional ?Gerakan Aksi Untuk Lingkungan? (GAUL) pada tanggal 5 Juni 2010.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2010 di Indonesia, ujar Henry, bertemakan ?Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita? yang diadopsi dari World Environment Day 2010 yang dikeluarkan oleh UNEP, yaitu ?Many Species, One Planet, One Future?. Selain itu pemilihan tema ini terkait Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional (International Year of Biodiversity) 2010.

KLH juga mendorong Pemda baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk ikut juga memperingati HLH secara khas di tempat masing-masing dan menjadikan bulan Juni sebagai bulan kampanye lingkungan.(ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Lima Tahun Berlalu, Korban Tsunami Masih Tinggal di Barak

Posted: 24 May 2010 06:39 AM PDT

Banda Aceh, (tvOne)

Ratusan orang yang mengaku korban tsunami 26 Desember 2004 di Banda Aceh, menyatakan masih menempati barak dan menyewa serta menumpang di rumah famili karena belum mendapatkan rumah bantuan seperti korban lainnya. "Kami masih tinggal dibarak meski sudah lima tahun bencana alam tsunami berlalu dan ada juga terpaksa menyewa atau menempati rumah famili karena belum memiliki rumah bantuan," kata sejumlah korban tsunami dalam pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Senin (24/5).

Sementara juru bicara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) "Aceh Loun Sayang" Basri, menyebutkan sebanyak 340 kepala keluarga (KK) korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan tercatat sebagai penduduk Ulee Lhue, Kota Banda Aceh. "Mereka selama ini ada yang tinggal di barak yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagian di antaranya sudah bertahun-tahun terpaksa menyewa dan tinggal di rumah familinya," kata dia.

Dikatakan, kedatangan mereka ke gedung DPRA itu untuk mencari kepastian dari pemerintah karena korban sudah tidak bisa bertahan tinggal di barat. "Kami hanya ingin kepastian dari pemerintah, apakah mendapat rumah bantuan atau tidak. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut," ujar Basri.

Anggota DPRA, Darmuda minta masalah korban tsunami ditanggapi serius sehingga masyarakat yang belum mendapat rumah bantuan sesuai dengan bukti-bukti segera diberikan. Darmuda mengharapkan tidak ada lagi diantara korban bencana alam tsunami yang tinggal di barak atau menumpang di rumah famili dan terpaksa menyewa rumah orang lain. "Saya berharap korban tsunami yang belum mendapat bantuan rumah harus ditangani secara arif dan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan masalah baru di masa mendatang," katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah dan DPRA harus segera membentuk tim khusus guna memverifikasi data secara akurat terkait rumah bantuan bagi korban tsunami di Kota Banda Aceh. "Tim Pansus DPRA diperlukan untuk mendata kembali jumlah korban yang belum dapat rumah bantuan, sehingga persoalan korban tsunami tidak berlarut-larut," katanya menambahkan.

Menurut dia, tim pansus DPRA tidak hanya mendata ulang korban tsunami yang tidak memiliki rumah bantuan, tapi juga memverifikasi rumah ganda milik masyarakat. "Nanti akan diketahui, rumah yang dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias atau donatur lainnya diberikan tetap sasaran atau ada yang menerima rumah ganda," ujarnya.

Ini penting dilakukan untuk menghindari agar tidak ada pihak yang diuntungkan atau dirugikan pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 tersebut. Bencana alam tsunami itu menyebabkan lebih 200 ribu masyarakat dilaporkan meninggal dunia dan hilang, serta menghancurkan berbagai fasilitas umum milik Pemerintah dan warga Provinsi Aceh.(ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

2010, Sudirman-Thamrin Bebas Reklame

Posted: 24 May 2010 06:35 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Pemprov DKI Jakarta menargetkan akhir 2010 nanti kawasan "white area" Jl Sudirman-Thamrin bebas dari papan reklame. "Di sepanjang lokasi (Sudirman-Thamrin) ini tidak akan dipasang reklame maupun billboard, baik di jembatan penyeberangan orang, halte bus maupun diatas pos polisi," kata Kepala Badan Pengelola Kekayaan Daerah (BPKD) Syukri Bey di Jakarta, Senin.

Lebih lengkapnya, lanjut Syukri, reklame akan dibebaskan dari sepanjang Jl Sudirman-Thamrin, seputar Monas, Tugu Tani dan beberapa "interchange" seperti Jembatan Semanggi.

Penertiban itu disebut Asisten Pembangunan Sekdaprov DKI Sarwo Handayani adalah meniru dari kota-kota besar lain di dunia dimana tiap kota memiliki satu kawasan yang dijaga agar tetap apik dan terjaga, bebas dari "gangguan" semacam reklame raksasa yang saat ini masih dapat dilihat di kawasan jalan protokol.

"Di Jakarta, tempat semacam itu hanya ada di Sudirman-Thamrin. Disitu boulevard sudah cukup bagus, trotoarnya lebar dan pohon-pohon sudah tertata," kata Sarwo tentang pemilihan lokasi. Namun sterilisasi tidak akan diberlakukan terlalu ketat karena gedung disepanjang jalan itu akan tetap diperbolehkan untuk memasang nama gedung atau poster/spanduk kegiatan dihalaman gedung.

Pemprov DKI belum akan menertibkan papan reklame yang masih berdiri saat ini karena diputuskan untuk menunggu hingga izin reklamenya habis. Diperkirakan, bulan Desember izin seluruh reklame di lokasi-lokasi tersebut sudah habis sehingga awal 2011 sudah dapat diberlakukan kawasan bebas reklame.

Sementara itu, keempat asosiasi reklame di Jakarta yakni Asosiasi Media Luar Griya Indonesia (AMLI), OAAI, Asprindo dan SPRJ juga telah menyatakan persetujuannya atas kebijakan baru tersebut. "Asosiasi sudah menyatakan mendukung, tapi ada masukan, karena mereka sudah ada investasi disitu, maka minta bantuan kemudahan untuk pasang reklame diluar area tersebut," kata Syukri.

Ketua Umum AMLI Aip Syarifuddin mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan mendukung program DKI tersebut untuk menciptakan kota yang bersih tertata. "Hasil keputusan ini juga akan kami lanjutkan ke anggota-anggota kami," kata Aip. Penghasilan pajak dari reklame sepanjang 2009 adalah Rp225 miliar yang ditambah lagi dengan sewa lahan dan retribusi fisik reklame.

Untuk tahun 2010, DKI menaikkan target pendapatan pajak menjadi Rp275 juta meskipun diperkirakan adanya pengurangan cukup signifikan dengan sterilisasi kawasan Sudirman-Thamrin itu. "Memang cukup signifikan karena Sudirman-Thamrin tempat strategis untuk pemasaran kita, tapi akan dimaksimalkan dari pendapatan ditempat lain," ujar Syukri.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Reklame Indonesia (Asperindo) Sudaryono mengatakan sterilisasi reklame di Sudirman-Thamrin itu diperkirakan akan mengurangi omset pengusaha reklame di Jakarta hingga 40 persen. "Rencana itu sempat mengkhawatirkan pengusaha reklame karena selama ini lebih dari 40 persen pendapatan pengusaha adalah dari pemasangan reklame di kawasan tersebut," katanya.

Sudaryono berharap penerapan titik reklame baru nantinya ditentukan di lokasi sangat strategis sehingga penurunan omset itu bisa tertutupi meskipun ia mengaku kawasan Sudirman-Thamrin tetap merupakan kawasan yang nilai ekonomisnya tinggi.(ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar