Minggu, 02 Mei 2010

Dua Ledakan di Masjid Somalia Tewaskan 30 Orang

Dua Ledakan di Masjid Somalia Tewaskan 30 Orang


Dua Ledakan di Masjid Somalia Tewaskan 30 Orang

Posted: 01 May 2010 09:09 AM PDT

Mogadishu, (tvOne).

Sebanyak 30 orang tewas dan puluhan orang luka akibat dua ledakan di satu masjid di Ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu (1/5), kata para saksi mata. Ini merupakan serangan kedua dalam pekan ini di satu masjid di Pasar Bakara, satu kawasan Mogadishu yang dihuni oleh dua kelompok gerilyawan utama negara itu, Hizbul Islam dan Al Shabaab yang memiliki jaringan dengan Al Qaida.

Serangan pada Sabtu terjadi di Masjid Abdalla Shideye yang biasanya digunakan oleh para pemimpin Al Shabaab untuk menyampaikan ceramah keagamaan. Letak masjid itu tidak jauh dari Masjid Abu Hureya, tempat ledakan ranjau yang menewaskan satu orang pada Selasa lalu. "Sejumlah orang di tempat kejadian berteriak histeris dan saling berangkulan setelah terjadi ledakan yang menewaskan sejumlah orang dan melukai sejumlah orang lainnya," kata seorang saksi mata yang enggan dikutip namanya.

Saksi mata itu memperkirakan lebih dari 100 orang cedera dalam ledakan tersebut. "Para pria bersenjata dari Al Shabaab segera datang dan mengepung masjid setelah ledakan," ujarnya. Belum jelas siapa yang berada di belakang ledakan di masjid itu, kendati para warga memperkirakan ledakan itu dilakukan oleh kelompok gerilyawan saingannya.

Para saksi mata mengatakan mereka yakin bahwa sasaran serangan itu diarahkan kepada pemimpin senior Al Shabaab, Fuad Mohamed Khalaf. Khalaf, yang juga dikenal sebagai Fuad Shongole, adalah salah satu tokoh yang berada dalam daftar orang-orang Somalia yang menjadi sasaran sanksi Dewan Keamanan PBB.

Menurut Dewan Keamanan PBB, Khalaf, yang juga berwarga negara Swedia, memberi dana kepada Al Shabaab dan dituduh terlibat dalam dua kali serangan bom di ibu kota negara itu pada April 2008. (Ant)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Polres Bantul Selidiki Dugaan Pembunuhan Mahasiswi Papua

Posted: 01 May 2010 08:59 AM PDT

Bantul, (tvOne).

Tim Reserse Kriminal Polres Bantul, menyelidiki dugaan pembunuhan terhadap Elisabeth Isir (24) asal Papua yang ditemukan tewas di tepi rel kereta api di Dusun Sorowajan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu, (1/5). "Semula korban diduga tewas akibat tertabrak kereta api. Namun, setelah kami lakukan pemeriksaan lebih mendalam ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada jenazah korban," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Danang Kuntadi, Sabtu (1/5) malam.

Menurut Danang, kecurigaan tersebut terletak pada luka yang dialami korban yang tidak seperti luka akibat tertabrak kereta api. "Luka yang menampakkan kejanggalan tersebut di antaranya pada pelipis kiri terlihat memar yang diduga akibat benturan benda tumpul, kepala bagian belakang sobek sedalam tiga sentimeter dan panjang 5 cm, luka pada lengan kanan, dan terdapat bekas seperti cekikan tangan di leher," katanya.

Danang menduga ada kemungkinan pelaku ingin mengaburkan kasus pembunuhan tersebut dengan meletakkan jenazah korban di tepi rel KA sehingga seolah korban tewas akibat tertabrak kereta api.

Korban yang indekos di Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, pertama kali ditemukan tewas oleh saksi Budin (54) warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut saksi, saat dirinya akan berangkat kerja melihat sesosok tubuh wanita yang tergeletak dalam kondisi tak bergerak di dekat rel kereta api. "Setelah saya dekati ternyata korban sudah meninggal. Saya berteriak minta tolong kepada tetangga," katanya.

Rut Isir (20) adik korban mengatakan bahwa kakaknya meninggalkan kos sejak Kamis (29/4) malam setelah menerima telepon dari seseorang, dan korban tidak berpamitan akan pergi ke mana. "Kakak pergi dari kos sejak Kamis malam tanpa pamitan kepada saya maupun temannya," katanya. (Ant)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Menkumhan Soal Pemutihan & Pemiskinan Koruptor

Posted: 01 May 2010 08:27 AM PDT

Medan, (tvOne).

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, mengaku setuju dengan wacana pmeberian sanksi kepada para koruptor dengan cara mengambil seluruh harta mereka sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi di tanah air.

"Sikat semua harta mereka (koruptor, red)," ujarnya ketika berbicara pada dialog nasional Penegakan Supremasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi yang digelar Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatra Utara bekerja sama dengan DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut di Medan, Sabtu, (1/5).

Menurut Patrialis, sanksi berupa tersebut terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik korupsi diyakini akan memberi efek jera yang lebih optimal. Perilaku koruptor, katanya, merupakan perbuatan memperkaya diri. Dengan dimiskinkan, para pelaku korupsi akan mendapatkan sanksi yang jauh lebih berat ketimbang sekadar dihukum mati. "Hukuman mati tetap menjadi bagian hukuman maksimal yang dapat memberi efek jera, tetapi yang penting mereka harus dimiskinkan. Sikat semua harta mereka," tegasnya.

Pada kesempatan itu Menkum HAM juga memunculkan wacana "pemutihan" terhadap tindak pidana korupsi, sepanjang uang negara bisa dikembalikan seutuhnya. "Kita mau, jika ada koruptor yang bersedia mengembalikan uang negara yang telah mereka korupsi, maka negara akan menjamin mereka, negara akan melindungi mereka. Yang penting uang negara kembali," ujarnya.

Tentang tindakan pidana yang telah mereka lakukan dan semestinya dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku, menurut Patrialis Akbar hal itu tidak perlu dipersoalkan sepanjang mereka bersedia mengembalikan uang negara yang mereka korupsi. "Jika ada yang mau mengembalikan uang korupsi itu, maka akan ada `pemutihan`. Ini memang masih wacana, namun perlu dipikirkan," katanya.

Menkum HAM mengaku berkeyakinan akan banyak sekali uang negara yang bisa dikembalikan jika wacana "pemutihan" itu dapat direalisasikan. "Saya yakin dalam masa tiga bulan saja akan sangat besar uang negara yang bisa dikembalikan. Dalam tiga bulan bisa saja Rp1.000 triliun uang negara kembali," katanya. (Ant)
 

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Revisi UU Jamsostek Harusnya Menguntungkan Pekerja

Posted: 01 May 2010 08:06 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Para pekerja menuntut revisi Undang Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) benar-benar harus menguntungkan mereka, dan jangan hanya jadi wacana politik untuk kepentingan pencitraan para elite yang suka ambil untung.

Demikian salah satu tuntutan para pekerja Indonesia dalam momentum `may day`, 1 Mei 2010 yang ditandai aksi turun ke jalan di berbagai kota, termasuk di Jakarta, Sabtu, (1/5). "Revisi UU Jamsostek itu memang menjadi salah satu tuntutan kami," ujar Ketua K-SPSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Robby Rawis yang juga datang ke Jakarta memperingati Hari Buruh Internasional.

Tuntutan kedua, menurutnya, mengenai masalah `outsourshing` (tenaga paruh waktu sementara dari luar tanpa keterikatan secara organik. "Ini (`outsourching`) mesti dihapuskan dan dihilangkan dari bumi Indonesia. Dan karena ini diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003, maka kami usulkan tidak perlu direvisi (UU itu), cukup dengan Keputusan Menteri (Kepmen) atau Peraturan Pemerintah (PP)," katanya.

Sementara itu, tuntutan ketika kaum buruh, demikian Robby Rawis,  adalah keberpihakan kepada pekerja buruh yang miskin dengan menaikkan upah serta kesejahteraannya. "Kalau ketiga tuntutan itu diabaikan apalagi dengan berbagai dalih serta kata-kata manis diplomatis dikesampingkan, berarti Pemerintah menghendaki `kaum baju biru` (buruh) mengepung `istana` seperti kawan-kawan `kaum baju merah` di Thailand," tandasnya.

Robby Rawis menandaskan pula, kali ini tak ada lagi tawar-menawar yang selalu cenderung berakhir sangat merugikan kaum pekerja buruh sebagai pecundang. (Ant)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar