Empat Tahanan Polsek Tarumajaya Bekasi Kabur |
- Empat Tahanan Polsek Tarumajaya Bekasi Kabur
- Tawuran Antarkampung Rusak Belasan Rumah di Solok Selatan
- PLTA Sulewana Diharapkan Penuhi Kebutuhan Listrik di Sulteng & Sulsel
- Lima Penghuni LP Abepura Kabur
| Empat Tahanan Polsek Tarumajaya Bekasi Kabur Posted: 13 Sep 2010 09:38 AM PDT Bekasi, (tvOne) Empat penghuni tahanan Polsek Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/9), melarikan diri. Pelaku memotong jeruji besi menggunakan gergaji besi berukuran 30 X 1 cm yang diolesi minyak sayur. Kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 01.30 WIB. saat itu petugas jaga, brigadir Eko Supanto dan Briptu Sudiran yang baru selsai patroli mendapati ruang tahanan telah terbuka. Dari ruang tahanan, polisi mendapati barang bukti berupa gergaji dan selembar surat milik seorang tahanan. Dari hasil pengejaran, polisi berhasil menangkap seorang di antaranya yakni Adi Mulyadi bin Aep di daerah Bandung. Sementara tiga lainnya yakni Indra Sakti, Andi Sopiandi dan Rudi Sahrudin masih buron. mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Tawuran Antarkampung Rusak Belasan Rumah di Solok Selatan Posted: 13 Sep 2010 09:31 AM PDT ![]() ilustrasi Padang, (tvOne) Belasan rumah mengalami rusak akibat tawuran antarkampung yakni Bidar Alam dengan Lubuk Malako di Solok Selatan, Sumatra Barat. "Akibat tawuran antarkampung Bidar Alam dengan Lubuk Malako di Solok Selatan, belasan rumah penduduk rusak," kata Kapolresta Solok Selatan AKBP Joko Tri Sulo saat dikonfirmasikan melalui telepon. Menurut dia, tawuran antarkampung ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, dipicu aksi balap liar di jalan raya yang dilakukan sekelompok pemuda. "Aksi balap liar tersebut dihentikan oleh warga dari Kampung Lubuk Malako, dengan cara melemparkan sebuah batu ke arah pemuda yang melakukan balap liar," katanya. Dia menambahkan, merasa tidak senang serta ada yang kena batu akibat lempar tersebut, kelompok pemuda tersebut melakukan penyerangan. "Namun akhirnya meluas, menyebabkan cakak (berkelahi) antarpemuda dua kampung tersebut," katanya. Dia mengatakan, pihak kepolisian saat ini sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang dipergunakan untuk aksi tawuran itu. "Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas tersebut berupa, senapan angin, parang, serta batu," katanya. Menurut dia, pihak kepolisian sudah memanggil kedua tokoh masyakat yang terlibat tawuran baik warga Bidar Alam maupun Lubuk Malako, Kabupaten Solok Selatan. "Bupati Solok Selatan juga datang untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai tersebut," katanya. Untuk mengamankan situasi, ujar Joko Tri Sulo, pihaknya telah menurunkan sebanyak 70 personil polisi. "Kita telah menurunkan 70 personil polisi untuk antisipasi meletusnya kembali tawuran yang telah merenggut satu nyawa tersebut," kata Joko Tri Sulo. Dia menambahkan, belum ada satu pun warga yang diamankan akibat tawuran tersebut hingga merenggut korban jiwa serta luka-luka. "Sesuai dengan instruksi Kapolda Sumbar, Brigjen Pol. Andayono, tawuran tersebut cepat diselesaikan. Agar tawuran tidak kembali terulang," katanya. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| PLTA Sulewana Diharapkan Penuhi Kebutuhan Listrik di Sulteng & Sulsel Posted: 13 Sep 2010 09:20 AM PDT Palu, (tvOne) Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan menyatakan realisasi program 10.000 megawatt di Sulawesi Tengah bergantung pada pasokan daya listrik Pembangkit Listrik Tenaga Air Sulewana di Kabupaten Poso. Di Palu, Dahlan mengatakan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana dengan kapasitas 3x65 MW diperuntukan memenuhi kebutuhan listrik di Sulteng dan Sulsel. "Kalau produksi Sulewana sudah cukup, proyek program 10.000 MW tidak perlu lagi. Jadi, kita masih pertimbangkannya," kata Dahlan. Laporan Statistik Ekonomi Sulteng yang dilansir Bank Indonesia Palu, awal 2010, disebutkan pemerintah pusat melalui proyek percepatan 10.000 MW tahap II berupaya menambah pasokan listrik, termasuk untuk wilayah luar Jawa. Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 02 Tahun 2010 yang merupakan penjabaran dari Peraturan Presiden No. 4/2010 mengenai program tersebut, disebutkan Sulteng kebagian lima dari 93 proyek pembangkit. Lima proyek pembangkit dengan kapasitas total 293 MW, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Merana-Masaingi 2x10 MW di Kabupaten Donggala, dan PLTP Bora 1x15 MW di Kabupaten Sigi. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mouotng 2x4 MW di Kabupaten Parigi Moutong, PLTU Luwuk 2x10 MW di Kabupaten Banggai, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Senoro 2x120 MW di Kabupaten Banggai. Menurut Dahlan, jika PLTA Sulewana dengan total kapasitas 190 MW sudah masuk ke transmisi Palu yang ditargetkan awal 2012, maka kebutuhan energi listrik pada Sistem Palu dan Poso sudah lebih dari cukup. "Dan, akan kami upayakan Sulteng prioritas produksi Sulewana," katanya menegaskan. Saat ini, lanjut dia, rasio elektrifikasi di Sulteng berkisar 60 persen dan terdapat 348 desa yang tersebar di 11 wilayah kabupaten/kota belum menikmati listrik. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Lima Penghuni LP Abepura Kabur Posted: 13 Sep 2010 07:43 AM PDT Abepura, (tvOne) Lima narapidana dan tahanan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Jayapura, Senin (13/9) sore kabur. Mereka melarikan diri melalui pintu gerbang utama. Para napi yang kabur adalah Robert Ondikleu, Ardiles Modow, Adolf Rosumbre, Alfons Sroyer, dan Rahmad alias Jenggo. Warga kompleks Lapas Abepura, Echon, mengatakan awalnya dua napi kabur sejak pukul 16.30 WIT. Petugas kemudian meminta bantuan warga binaan untuk mengejar. Namun apa dinyana, mereka malah ikut menghilang tak tentu rimbanya. Hingga kini, Kalapas Abepura belum memberikan keterangan. Petugas lapas masih mengecek keberadaan warga binaan yang belum kembali. Pengejaran terus dilakukan hingga malam ini. mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar