Rabu, 15 September 2010

Logistik Pengungsi Letusan Gunung Sinabung Mulai Menipis

Logistik Pengungsi Letusan Gunung Sinabung Mulai Menipis


Logistik Pengungsi Letusan Gunung Sinabung Mulai Menipis

Posted: 15 Sep 2010 09:18 AM PDT

Medan, (tvOne)

Ditengah status tanggap darurat yang belum usai, stok kebutuhan bagi pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, mulai menipis.

Pemda Karo mulai melihat kemungkinan sejumlah masalah baru terkait semakin menipisnya jumlah logistik bantuan yang akan didistribusikan.

Sekretaris Daerah Karo Makmur Ginting menjelaskan, stok beras yang hanya mampu bertahan hingga 90 hari ke depan serta sisa dana bantuan dari berbagai instansi, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan total Rp4,3 miliar.

Dengan dana Rp4,3 miliar itu, dinilai hanya mampu membantu pemenuhan kebutuhan pengungsi yang berjumlah lebih 26 ribu orang. Demikian juga dengan persediaan obat-obatan untuk pengungsi di berbagai posko kesehatan yang hanya mampu bertahan hingga dua bulan ke depan.

"Untuk obat-obatan khusus, persediaannya hanya bertahan untuk dua minggu. Sementara waktu pengungsian tidak tahu kapan berakhir," kata Makmur

Sementara itu, Staf PVMBG, Gde Suantika, mengatakan pihaknya masih memberlakukan status awas terhadap Gunung Sinabung karena adanya suplai energi dari dalam tanah. Hal itu menyebabkan Gunung Sinabung masih mengandung lava dan menimbulkan gempa vulkanik yang kekuatan getarannya terkadang mengawatirkan. Kondisi itu juga yang menyebabkan PVMBG belum dapat menentukan status Gunung Sinabung, katanya.

Sekretaris Daerah Sumut R.E. Nainggolan yang memimpin rapat itu mengharapkan PVMBG dapat bekerja lebih maksimal guna menetapkan status Gunung Sinabung. "Kalau bisa, dalam minggu ini sudah diketahui statusnya," katanya.

Nainggolan juga mengimbau pejabat Pemkab Tanah Karo dapat menggunakan dana bantuan itu secara maksimal sekaligus membuat laporan penggunaannya. "Jangan sampai penggunaan bantuan itu menjadi 'bencana' bagi Pemkab Tanah Karo," katanya. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polisi Akan Gelar Reka Ulang Penusukan Jemaat HKBP

Posted: 15 Sep 2010 06:04 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya akan menggelar rekonstruksi atas insiden penusukan seorang  jemaat Huria Kristen Protestan Batak (HKBP) Bekasi.

"Nanti ada pemeriksaan lanjutan dan reka ulang kejadian detik demi detik yang terjadi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (15/9).

Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap beberapa jemaat HKBP yang melihat kejadian itu, atas adanya dugaan sejumlah orang dari jemaat yang melakukan pemukulan.

Menurut Boy, pihak kepolisian juga masih mengembangkan penyidikan dan kemungkinan penambahan jumlah tersangka yang memicu terjadinya penusukan terhadap seorang dari jemaat HKBP.

Sementara itu, Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Pol. Timur Pradopo mengatakan pihaknya akan mengamankan sesuai dengan kebijakan Wali Kota Bekasi, Muchtar Muhammad.

Sebelumnya, Asiah Lumbuan Toruan (49) dan Pendeta HKBP Luspida (40) menjadi korban penusukan orang tidak dikenal di Jalan Raya Pondok Timur Asam, Kelurahan Cikeuting, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Minggu (12/9) sekitar pukul 08.45 WIB.

10 tersangka penurukan telah diamankan Polda Metro Jaya, diantaranya, Ketua DPW Front Pembela Islam Bekasi MB, serta AF sebagai pimpinan, DTS, NN, AN, ISN, PN, dan KA dengan sangkaan Pasal 351 tentang penganiayaan pemberatan dan Pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama-sama. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Sulawesi Barat Diusulkan Jadi Alternatif Ibukota RI

Posted: 15 Sep 2010 04:07 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Wilayah di Sulawesi Barat (Sulbar) diusulkan menjadi alternatif Ibu Kota Negara menggantikan Jakarta. Pasalnya, provinsi termuda di Tanah Air itu dinilai secara geografis berada di poros tengah nusantara.

"Dari sisi geografis, Sulbar paling ideal sebab berada di tengah sehingga semua wilayah nusantara akan makin dekat dari Ibu Kota," kata Ketua Umum Kadinda (Kamar Dagang dan Industri Daerah) Sulbar Harrywarganegara, Rabu (15/9)

Menurut Harry, posisi strategis lainnya Sulbar persis berada di Selat Makassar yang dapat menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara industri seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong.

Dia mengatakan bahwa untuk mencari pengganti Jakarta, sebaiknya pemerintah tidak hanya berfokus ke Kawasan Barat Indonesia, sebab masih banyak kota-kota dan wilayah di Indonesia bagian tengah yang strategis dijadikan alternatif.

"Sebaiknya dicari wilayah-wilayah yang masih dalam tahap membangun. Supaya ada pemerataan ke wilayah-wilayah itu seperti Sulbar yang mempunyai Ibu Kota Mamuju," tegas Harry.

Dari jumlah penduduk, Jakarta terbesar keempat dunia, mencapai 10 juta jiwa pada malam hari menjejali lahan hanya seluas 661,52 kilometer persegi.

Dari sisi wilayah metropolitan (Jabotabek), kota ini berpenduduk sekitar 23 juta jiwa dan merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

Selain itu, Harry mengatakan, kian carut-marutnya wajah Ibukota membuktikan pembangunan industri di daerah tidak berjalan dengan baik.

"Ini disebabkan daya saing daerah sangat lemah, sementara Jakarta tidak ada saingannya. Rata-rata industri baru dibangun di sekitar Jakarta," tambah Harry.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polri: Teknisi Sukhoi Tewas Akibat Keracunan Metanol

Posted: 15 Sep 2010 03:28 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri memastikan, kematian tiga teknisi pesawat Sukhoi asal Rusia pada Senin (13/09), disebabkan karena keracunan Metanol.

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Mabes Polri Brigjen Pol. Musadek menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, seluruh organ tubuh ketiga jenazah ditemukan metanol, sehingga dapat disimpulkan penyebab kematian karena keracunan metanol.

"Metanol atau methil alkohol sifatnya sangat toxix karena menekan susunan syaraf pusat. Pada awalnya gejalanya mual ,muntah- munta, lemah, sesak nafas, terakhir akan menekan pernafasan sehingga akan terjadi gagal nafas," kata Musadek, Rabu (15/9)

Dia menambahkan minuman keras mengandung ethil alkohol atau ethanol, sedangkan methanol sama sekali tidak diperbolehkan untuk campuran minuman karena fungsi methanol adalah sebagai cairan pembersih kaca atau di pesawat itu pakai brand spritus atau methanol.

Sementara itu, Kepala Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslafor) Mabes Polri Brigjen Pol. Boediono mengatakan, selain methanol, ditemukan juga obat terdaftar Rusia dan itu paling banyak ditemukan di tubuh korban.

"Baru 20 jenis obat yang ditemukan dalam tubuh korban, yang mana 24 jenis menjadi barang bukti," ujarnya.

Seperti yang telah diketahui ketiga warga Rusia yang meninggal adalah Viktor Aleksander, Veronin, dan Salvanov. Mereka adalah anggota teknisi untuk pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar