Ratusan Keluarga Anggota Polri Dievakuasi ke Mapolres Buol |
- Ratusan Keluarga Anggota Polri Dievakuasi ke Mapolres Buol
- Rumah Dinas Wakapolres Buol Dijarah Massa
- Jumlah TKI di Malaysia Terbesar di Luar Negeri
- Presiden Pastikan Insiden RI-Malaysia Diselesaikan
| Ratusan Keluarga Anggota Polri Dievakuasi ke Mapolres Buol Posted: 01 Sep 2010 10:59 AM PDT Palu, (tvOne) Sebanyak 200 lebih keluarga anggota Polri yang bertugas di jajaran Polres Buol, Sulawesi Tengah, terpaksa dievakuasi dari kediaman mereka ke markas kepolisian resor setempat untuk menghindari amuk massa. "Jumlahnya lebih dari 200 orang kita ungsikan ke mapolres untuk mengantipasi kemungkinan terjadinya tindak anarkis massa kepada mereka," ujar Kapolres Buol AKBP Amin Litarso yang dihubungi lewat telepon Rabu malam. Pengungsian seluruh anggota polisi dan keluarganya itu menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas milik Polri. Dia mengatakan, situasi keamanan di wilayah Kota Buol dan sekitarnya masih belum kondusif, mengingat ratusan warga masih menyisir pelosok kota untuk mencari kediaman polisi. Di sejumlah titik massa memasang barikade di jalan sebagai upaya penghadangan dan penyisiran terhadap anggota polri. Bukan itu saja, tutur Amin Litarso, beberapa atribut kepolisian seperti pakaian seragam dan kendaraan operasional yang berada di Balai Tempat Umum (BTU) Buol juga menjadi sasaran amuk massa. Hingga Rabu tengah malam, upaya penyisiran warga terhadap para anggota polisi baik di asrama, kos-kosan maupun di lokasi lain masih terus berlangsung. "Saat ini kami masih bersiaga penuh untuk memantau perkembangan selanjutnya. Kita berharap situasi ini bisa reda secepatnya," ujar dia. Dalam kerusuhan dan penyerangan di Mapolsek Biau itu, sedikitnya tujuh warga sipil tewas terkena tembakan aparat kepolisian yang berupaya membubarkan massa dan mempertahankan diri. Kerusuhan itu juga mengakibatkan 19 personel Brimob yang bertugas kala itu terluka dan puluhan warga sipil lainnya hingga kini masih dirawat di RSUD Buol. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Rumah Dinas Wakapolres Buol Dijarah Massa Posted: 01 Sep 2010 10:44 AM PDT Palu, (tvOne) Rumah dinas yang ditinggali Wakil Kepala Kepolisian Resort Buol, Sulawesi Tengah, dijarah massa yang melakukan sweeping (penyisiran) terhadap polisi di Buol, Rabu malam. "Iya, rumah Wakapolres Kompol Ali dijarah massa," kata Kapolres Buol AKBP Amin Litarso saat dihubungi lewat telepon dari Palu, Rabu malam. Dia mengatakan, massa mengambil sejumlah barang berharga yang berada di dalam rumah tersebut dan membawanya pergi. Selain menjarah rumah Wakapolres, massa juga membakar tiga rumah milik anggota Polri yang bertugas di Polres Buol. Dia menambahkan, beberapa sarana kepolisian seperti sepeda motor operasional dan pakaian seragam yang berada di Balai Tempat Umum (BTU) Buol juga menjadi sasaran amuk massa. "Di lokasi itu, tiga dari empat motor milik anggota di BTU dibakar dan satu lainnya dirusak," katanya. Kapolres Amin Litarso juga membenarkan adanya upaya penyisiran warga terhadap para anggota polisi baik di asrama, kos-kosan maupun di lokasi lain. "Saya juga mendapat informasi bahwa sejumlah warga di Desa Lakea memblokir jalan masuk ke Kota Buol untuk menghalangi pasukan BKO yang ingin memasuki wilayah Buol," kata Amin Litarso. Kerusuhan Buol pecah Selasa malam menyusul tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin (30/8) sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir Timumun, warga Kelurahan Leok II yang bekerja sebagai tukang ojek itu, akibat penganiayaan oknum polisi. Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, tetapi hari Senin dia tewas di dalam tahanan. Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa sekitar pukul 21.30 Wita, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau hingga mengakibatkan kerusuhan dan menewaskan tujuh orang. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Jumlah TKI di Malaysia Terbesar di Luar Negeri Posted: 01 Sep 2010 08:21 AM PDT ![]() Tenaga Kerja Indonesia Antara Jakarta, (tvOne). Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia mencapai angka dua juta orang. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar TKI yang bekerja di luar negeri. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato penjelasannya mengenai hubungan Republik Indonesia (RI)-Malaysia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu, (1/9). Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah berhasil mencapai kesepakatan dengan Malaysia mengenai perlindungan TKI di Malaysia. Pemerintah juga telah memperjuangkan hak-hak TKI terkait gaji dan hari libur. Sedangkan untuk masalah terkait hukum, pemerintah aktif dalam melakukan pendampingan untuk advokasi masalah hukum bagi TKI yang bermasalah. "Berkaitan hukum di Malaysia, Pemerintah secara aktif melakukan pendampingan untuk advokasi hukum bagi TKI," ujar Presiden. Disamping itu, Pemerintah pun telah mengupayakan sekolah bagi anak-anak dari TKI yang bekerja di luar negeri. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Presiden Pastikan Insiden RI-Malaysia Diselesaikan Posted: 01 Sep 2010 08:19 AM PDT Jakarta, (tvOne) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau seluruh pihak bersikap tenang dalam upaya penyelesaian hubungan Indonesia dengan Malaysia. Presiden menjamin akan segera menuntaskan masalah batas maritim antara RI dengan Malaysia. "Saya mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang hanya akan menambah masalah baru," ungkap Presiden dalam pidato penyampaian sikap hubungan RI dan malaysia, di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (1/9) Malam. Presiden mengaku telah menyampaikan nota keberatan kepada pemerintah malaysia atas insiden penangkapan petugas KKP di Perairan Bintan Kepulauan Riau pada 14 Agustus 2010. Pemerintah Indonesia pun meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Dan saat ini pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut. Demi menjaga hubungan erat yang telah terjalin sejak ratusan tahun, Presiden juga meminta agar pemerintah Malaysia segera mempercepat perundingan batas negara maritim yang rencannya akan digelar pada 6 September mendatang. "Solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat," ungkap SBY. Memanasnya hubungan RI-Malaysia terjadi sejak terjadinya penangkapan petugas KKP oleh Malaysia. Masalah ini kian memburuk disusul dengan penangkapan terhadap tujuh nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar