Minggu, 05 September 2010

SBY Ingatkan Pentingnya Konsensus Bagi Kemajuan Nasional

SBY Ingatkan Pentingnya Konsensus Bagi Kemajuan Nasional


SBY Ingatkan Pentingnya Konsensus Bagi Kemajuan Nasional

Posted: 05 Sep 2010 08:51 AM PDT

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, (tvOne).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk pertama kalinya mengadakan acara buka puasa bersama dengan para pimpinan partai koalisi di Puri Cikeas, Bogor. Pimpinan partai koalisi hadir dalam acara itu, Wakil Presiden Budiono dan Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden SBY Menilai petingnya Indonesia memiliki konsensus sebagai sistem kemajuan nasional. Sebagai gambaran, Presiden membandingkan konsensus Washington dan Konsensus Beijing.

Menurut Presiden, bila jadi terwujud, konsensus Jakarta akan memiliki enam pilar antara lain menjalankan demokrasi bersama penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas.

"negeri kita, untuk jakarta consensus kita akan terus jalankan demkrasi dengan supremacy hukum dan stabilitas," ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan agar Indonesia tak mengambil konsensus negara lain. Menurutnya, kesuksesan konsensus negara laun belum tentu sesuai bila diterapkan di Indonesia.

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Pemudik Motor dari Bakauheni Dikawal Polisi

Posted: 05 Sep 2010 07:05 AM PDT

Bakauheni, Lampung Selatan, (tvOne).

Pemudik motor dari Pelabuhan Bakauheni Kota bandarlampung menuju sejumlah daerah di Pulau Sumatera muali dikawal oleh petugas Kepolisian.

Pengawalan dilakukan oleh Satuan lalu-lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan untuk menekan tingginya angka kecelakaan roda dua di jalan lintas Sumatera, jelas Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bahagia Dachi, Minggu, (5/9). "Saat ini jumlah pemudik roda dua mulai meningkat signifikan sehingga sudah mulai kami lakukan engawalan terhitung H-5 ini," kata dia.

Menurut Bahagia, pengawalan ini akan dilakukan dari titik pintu keluar Pelabuhan Bakauheni hingga Bandarlampung secara terus menerus saat pemudik motor turun dari kapal Feri. Upaya ini merupakan salah satu cara yang paling efeketif untuk mengurangi angka kecelakaan yang sebagian besar adalah pengendara roda dua di alan lintas Sumatera sepanjang kurang lebih 100 kilometer hingga kota Bandarlampung itu, jelasnya.

Teknis pengawalan saat pemudik motor datang maka pihaknya akan mengeumpulkan terlebih dahulu hingga dalam jumlah banyak kemudian diberangkatkan serentak. "Kalau langsung diberangkatkan akan menguras tenaga petugas Satlantas yang jumlahnya terbatas," jelas dia.

Kapolres berharap, para pemudik roda dua benar-benar dalam kondisi prima untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Bandarlampung dan sejumlah daerah di Sumatera. Selain itu dia mengatakan, para pemudik jangan sampai melewati marka jalan karena akan menggangu arus lalu lintas kendaraan lain.

"Laju kendaraan maksimal 60 kilometer perjam karena iringan kendaraan roda dua dalam jumlah besar sangat rentan sekali senggolan dan kecelakaan," tambah dia.

Meskipun memberikan pengawalan bukan berarti pihak kepolisan mendukung atau melarang budaya mudik dengan roda dua karena sangat rentan sekali kecelakaan. "Kami menganjurkan pemudik roda dua menitipkan di pos polisi terdekat sekitar pelabuhan Bakauheni," terangnya.

Berdasarkan data PT ADSP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni jumlah pemudik motor yang tiba diperkirakan diatas 10.000 unit karena dari pagi hingga soore H-5 ini jumlah roda dua mencapai 4.208 unit.unit

ASDP memprediksikan puncak arus mudik roda dua akan terjadi pada H-2 dan H-1 lebaran yang terjadi pada pukul 11.00 WIB siang hingga 22.00 WIB malam. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tak Miliki Tiket, Ratusan Pemudik Dipaksa Turun dari Kapal

Posted: 05 Sep 2010 06:48 AM PDT

Samarinda, (tvOne).

Ratusan pemudik yang berada di atas KM. Teratai Prima II diturunkan secara paksa dari atas kapal karena mereka tak memiliki tiket. Pemberangkatan KM. Teratai Prima II tujuan Parepare, Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan berlayar pukul 11.00 WITA dilaporkan sempat tertunda selama empat jam. Kapal tersebut baru diperbolehkan meninggalkan pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, pukul 14.00 WITA.

Sejak Minggu pagi ratusan penumpang KM. Teratai Prima II terlihat terus memadati Pelabuhan Samarinda. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara para penumpang yang berada di ruang tunggu pelabuhan dan petugas yang menutup akses masuk ke dalam dermaga, namun tak sampai menimbulkan keributan.

Akibat semakin membludaknya penumpang, pihak Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Samarinda akhirnya membatalkan pelayaran kapal berkapasitas 500 penumpang tersebut. "Kami terpaksa sempat melarang KM. Teratai Prima II berlayar karena kondisi kapal yang tak layak akibat kelebihan penumpang hingga 100 persen," ungkap Adpel Samarinda, Amiruddin, kepada wartawan setelah menandatangani ijin berlayar KM. Teratai Prima II, Minggu sore.

Penyebab membludaknya penumpang itu, akibat tidak disiplinnya operator kapal yang menjual tiket jauh melebihi kapasitas. "Mereka menjual tiket jauh di atas kapasitas dan batas toleransi 30 persen sehingga kami memutuskan memeriksa kapal untuk mengetahui jumlah ril penumpang KM. Teratai Prima II itu," ujar Amiruddin.

Bersama puluhan personil Polsek Kawasan Pelaubhan dan Polresta Samarinda, para petugas KPLP langsung merazia seluruh penumpang KM. Teratai Prima II tersebut. "Kami menurunkan lebih 700 penumpang yang kedapatan tak memilki tiket. Dari laporan anggota di lapangan jumlah orang yang ada di atas kapal itu lebih 1.400 orang dan setelah dirazia tersisa 750 penumpang dan semuanya memiliki tiket," katanya.

"Saya baru mengijinkan KM. Teratai Prima II berlayar setelah nahkoda menyerahkan dan menandatangani manifest jumlah penumpang yakni sekitar 750 orang," kata Amiruddin.

Saat dilakukan razia dan penurunan penumpang, pemlik KM. Teratai Prima II, H. Sarapping, mengaku kecewa dan menilai sikap Adpel diskriminatif. "Kami sebagai pengusaha lokal dan perintis pelayaran rakyat di Samarinda diperlakukan tidak adil sebab KM. Queen Soya juga selalu kelebihan penumpang bahkan hingga 100 persen tapi tidak pernah diperlakukan seperti ini," kata H. Sarapping.

Pemilik KM. Teratai Prima II itu mengancam akan melakukan aksi "sweeping" penumpang KM. Queen Soya saat kapal itu berlayar pada Rabu, 8 September 2010. "Saya bersama beberapa tokoh masyarakat dan pengusaha Pelra akan turun sendiri melakukan razia jika peptugas tidak berani melakukannya," ancam H. Sarapping. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Menteri KUKM Rancang Kembangkan Usaha Kecil di Perbatasan

Posted: 05 Sep 2010 06:40 AM PDT

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan

Pontianak, (tvOne).

Kementrian Koperasi dan UKM akan memberikan perhatian wilayah perbatasan dengan mengembangkan pasar-pasar yang ada di daerah itu. "Wilayah perbatasan negara juga menjadi perhatian kita untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah di sana," kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan di Pontianak, Minggu, (5/9).

Menurut Syarief Hasan, sebagai perwakilan pemerintah yang menangani masalah UKM, dia tak ingin masyarakat perbatasan lebih menikmati produk negara tetangga.

Meski kenyataannya saat ini banyak masyarakat Indonesia yang ada di perbatasan lebih banyak menggunakan produk lokal. "Makanya, ke depan kita mesti lebih banyak memasok produk di wilayah perbatasan," kata Syarief Hasan.

Sarief Hasan mengungkapkan, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis, juga sering mengingatkannya untuk lebih memperhatikan wilayah perbatasan. Dia akan mengkaji pembuatan pasar di wilayah perbatasan. "Hal itu untuk mengatasi ketergantungan masyarakat di sana terhadap produk negara tetangga," kata dia.

Menteri berharap, barang-barang dan makanan buatan masyarakat Indonesia bisa lebih banyak dikosumsi masyarakat perbatasan. Selain memperhatikan tapal batas dan ketahanan negara di wilayah perbatasan, pemerintah juga berkewajiban memberikan perhatian terhadap produk UKM masyarakat di sana, tambahnya. "Ini jelas menjadi pertimbangan kita. Kita akan membuat suatu kebijakan khusus untuk itu," katanya.

Pemerintah Pusat dan provinsi harus cepat mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat pedalaman dan perbatasan, tambahnya. Dia menambahkan, bukan hanya soal kebutuhan sandang maupun pangan yang harganya selangit dan bergantung dari Malaysia, yang lebih penting adalah menumbuhkan jiwa nasionalisme warga perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Dari informasi yang kita dapat, selama ini diketahui warga di perbatasan mendapatkan kebutuhan sembako secara ilegal dari Malaysia. Karena jika mendatangkan sembako dari Pontianak, harganya menjadi selangit. Jika produk UKM ini kita kembangkan, tentu lain jadinya," ungkapnya. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar