Kamis, 16 Desember 2010

Gonzales: Gol Ini Untuk Masyarakat Indonesia

Gonzales: Gol Ini Untuk Masyarakat Indonesia


Gonzales: Gol Ini Untuk Masyarakat Indonesia

Posted: 16 Dec 2010 10:57 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Penentu kemenangan timnas Indonesia atas Filipina disemifinal pertama Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, Christian Gonzales mengaku gol yang diciptakan dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia.

"Ini adalah tugas negara. Jadi gol yang saya diciptakan untuk masyarakat Indonesia yang terus mendukung timnas," katanya Gonzales usai pertandingan.

Pemain yang baru saja mendapatkan paspor Indonesia mampu menciptakan gol ke gawang Filipina yang dikawal oleh Neil Leonard Dula pada menit 31, setelah mendapatkan umpan terukur dari Firman Utina.

Menurut dia, pertandingan melawan Filipina disemifinal pertama ini sangat berat. Pertahanan lawan cukup ketat sehingga memperkecil peluang untuk menciptakan gol.

Dengan mampu menciptakan gol kemenangan timnas Merah Putih atas Filipina, kata dia, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain.

"Pokoknya saya senang sekali," kata pemain kelahiran Uruguay yang saat ini memperkuat tim Persib Bandung.

Dengan tambahan satu gol ke gawang Filipina, pemain yang akrab dipanggil El Loco itu telah membukukan dua gol selama gelaran Piala AFF 2010. Gol pertama Gonzales tercipta ke gawang Malaysia dibabak penyisihan.

Peluang untuk menambah gol di Piala AFF 2010 bagi El Loco masih terbuka lebar. Karena masih ada pertandingan semifinal kedua, Minggu (19/12). Jika menang maka Indonesia berhak lolos ke final yang akan digelar tanggal 26 dan 29 Desember nanti.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Riedl & Mc Menemy Keluhkan Suara Bising Penonton

Posted: 16 Dec 2010 10:54 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl dan pelatih Timnas Filipina Simon McMenemy sama-sama mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan oleh penonton pada laga semifinal pertama mereka di ajang AFF Suzuki Cup 2010, Kamis.

"Suara bising dari penonton menyulitkan pemain berkomunikasi. Itulah sebabnya maka kiper Markus Horison dan Maman Abdurachman sempat salah paham saat mendapatkan serangan dari lawan," ujar Riedl seusai pertandingan.

Leg pertama semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta tersebut dihadiri lebih dari 70 ribu penonton sebagaimana diumumkan panitia penyelenggara.

Sorak sorai disertai bunyi terompet memang membuat bising meski hal itu oleh kedua pelatih tetap hal wajar sebagai ekspresi dari dukungan yang diberikan penonton.

Simon McMenemy mengeluhkan hal serupa sehingga ia sendiri mendapat peringatan dari wasit Moradi Masoud Hasanalo dari Iran ketika ia berteriak-teriak memberikan instruksi dari sisi lapangan.

"Suara bising itu sangat mengganggu komunikasi, tidak hanya saya, tapi juga antar pemain. Tidak mungkin saya berteriak pelan karena tak bisa didengar oleh pemain," ujar McMenemy.

Mengenai hasil kemenangan 1-0 yang dicapai Timnas Indonesia, Alfred Riedl memandang sebagai modal positif untuk menghadapi laga kedua pada 19 Desember nanti. Diingatkannya, kemenangan itu adalah kemenangan Indonesia saat bermain di kandang lawan.

"Kemenangan ini sangat bagus karena dihitung sebagai kemenangan di kandang lawan, tapi kita belum sampai ke final. Kemenangan pada laga pertama memang sangat penting dan kemenangan ini dicapai karena para pemain kita jauh lebih aktif bermain," ujarnya.

Riedl mengakui postur pemain lawan (Filipina) jauh lebih baik dibanding pemain tim asuhannya sehingga agak kesulitan melakukan terobosan-terobosan dengan umpan panjang sehingga ia lebih banyak menginstruksikan menyerang dengan umpan-umpan pendek.

Riedl juga mengakui di babak kedua tempo permainan agak menurun, namun ia membantah dikatakan para pemainnya bermasalah dengan stamina.

"Tempo permainan di babak kedua memang menurun, tapi kondisi fisik pemain tetap bugar. Kami lihat pemain Filipina juga menurunkan temponya, itu karena sama-sama kesulitan menembus gawang lawan," papar pelatih asal Austria itu.

Menghadapi leg kedua saat Indonesia menjadi tuan rumah di tempat yang sama, Riedl tetap akan berupaya menciptakan kemenangan.

Sementara McMenemy mengaku masih yakin bisa memenangkan leg kedua.

"Seperti kami katakan sebelumnya, pertandingan ini memang sulit bagi kami karena Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi. Masih ada beberapa kesalahan yang harus kami perbaiki dan banyak kans yang kami dapat sehingga kami tetap optimis bisa memenangkan laga kedua nanti," ujarnya

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Bawa Heroin 2,5 Kilogram, WN Filipina Dituntut 20 Tahun Penjara

Posted: 16 Dec 2010 09:27 AM PST

Warga Negara Filipina selundupkan heroin

 

Denpasar, (tvOne).

Seorang wanita Asal Filipina terdakwa kasus penyelundupan 2,5 kilogram heroin menangis karena dituntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp2 miliar oleh Jaksa di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. 

Tuntutan jaksa itu mengejutkan karena jauh lebih ringan dari ancaman dalam pasal yang didakwakan yakni hukuman mati. 

Dalam amar tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa Bautista Carolina Sarmiento terbukti mengimpor narkotika golongan satu berupa heroin seberat 2,5 Kilogram tanpa ijin pihak berwenang. 

Perbuatan Carolina melanggar Pasal 113 Undang-Undang Narkotika No.35 Tahun 1997. Sesuai Pasal tersebut, Carolina terancam dijerat hukuman mati. Namun karena dinilai korporatif dan mengakui perbuatannya, dia hanya dituntut hukuman 20 tahun penjara. 

Carolina kecewa karena harus mendekam lama di penjara padahal merasa hanya menjadi kurir. 

Sementara, kuasa hukum terdakwa mengaku tak menduga jaksa hanya menuntut hukuman 20 tahun penjara. Padahal, dalam fakta persidangan dan pasal yang didakwakan terdakwa memenuhi unsur dijatuhi hukuman berat. 

Sidang tersebut akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa Carolina. 

Denpasar, (tvOne).

Seorang wanita Asal Filipina terdakwa kasus penyelundupan 2,5 kilogram heroin menangis karena dituntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp2 miliar oleh Jaksa di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. 

Tuntutan jaksa itu mengejutkan karena jauh lebih ringan dari ancaman dalam pasal yang didakwakan yakni hukuman mati. 

Dalam amar tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa Bautista Carolina Sarmiento terbukti mengimpor narkotika golongan satu berupa heroin seberat 2,5 Kilogram tanpa ijin pihak berwenang. 

Perbuatan Carolina melanggar Pasal 113 Undang-Undang Narkotika No.35 Tahun 1997. Sesuai Pasal tersebut, Carolina terancam dijerat hukuman mati. Namun karena dinilai korporatif dan mengakui perbuatannya, dia hanya dituntut hukuman 20 tahun penjara. 

Carolina kecewa karena harus mendekam lama di penjara padahal merasa hanya menjadi kurir. 

Sementara, kuasa hukum terdakwa mengaku tak menduga jaksa hanya menuntut hukuman 20 tahun penjara. Padahal, dalam fakta persidangan dan pasal yang didakwakan terdakwa memenuhi unsur dijatuhi hukuman berat. 

Sidang tersebut akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa Carolina. 

 

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar