Kamis, 15 Oktober 2009

Sumber Utama Calon Menteri Dari Parpol Koalisi

Sumber Utama Calon Menteri Dari Parpol Koalisi


Sumber Utama Calon Menteri Dari Parpol Koalisi

Posted: 14 Oct 2009 01:59 PM PDT

Bogor, (tvOne)

Susilo Bambang Yudhoyono mengakui sumber utama untuk mengisi posisi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua adalah dari partai-partai koalisi yang mendukungnya pada Pemilu Presiden 2009.

Dalam acara silaturahmi dengan wartawan di Puri Cikeas Indah, Bogor, Rabu malam, Yudhoyono mengatakan ia memberikan jatah kursi menteri tertentu kepada partai politik koalisi tertentu.

Untuk setiap satu posisi menteri yang ditawarkan, ia menjelaskan, partai politik dapat mengajukan tiga nama calon.

"Partai politik mengajukan nama, yang diajukan adalah tiga kali dari slot, dari posisi yang beberapa saat lalu sampaikan, `saudara dari parpol ini akan mendapatkan posisi misalnya dua`...Nah, partai politik yang bersangkutan mengajukan enam calon," tuturnya.

Menurut dia, setiap partai politik berhak memberikan unggulan dari tiga nama yang dicalonkan untuk posisi menteri tertentu. Namun, karena hak prerogatif Presiden untuk menyusun kabinet, maka bisa saja ia menolak nama yang diunggulkan oleh partai politik tersebut.

Usulan calon menteri dari partai politik diserahkan kepada mekanisme internal setiap partai politik koalisi. Namun Yudhoyono hanya menerima usulan dari satu pintu, yaitu dari pimpinan partai politik yang bersangkutan.

Yudhoyono berharap publik jangan langsung mempersepsikan bahwa calon menteri yang berasal dari usulan partai politik pasti bukan kaum profesional dan hanya pantas menyandang titel politisi semata.

Menurut dia, banyak usulan dari partai politik yang berlatar belakang sesuai dengan jabatan menteri yang akan disandangnya untuk lima tahun mendatang.

Untuk urusan kursi menteri, Yudhoyono menjelaskan, ia membuat kontrak politik dengan partai-partai politik koalisinya.

Kontrak politik itu mengatur apabila partai politik nantinya ingin menarik dukungan dari pemerintah atau ingin memberhentikan kadernya yang menjabat menteri, maka harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan dirinya sebagai Presiden.

Kontrak politik itu juga mengatur tentang proses pemberhentian menteri yang melanggar kontrak kerja serta pakta integritas.

"Contoh-contoh seperti itu yang mesti kita tuangkan dalam aturan main," ujarnya.

Yudhoyono mengaku ia tidak hanya pasif menunggu sodoran nama untuk menentukan menteri-menteri yang akan menjadi pembantunya dalam pemerintahan lima tahun mendatang.

Ia mengaku ikut mencari calon menteri yang layak untuk mengisi posisi tertentu seperti untuk Menteri Negara Lingkungan Hidup.

"Di luar dari yang diusulkan oleh partai politik saya memerlukan tokoh yang memiliki keahlian dan wawasan tertentu, apalagi kalau dalam usulan parpol sama sekali tidak ada. Misalnya saya ingin calon seseorang yang memiliki wawasan bergelut di bidang lingkungan hidup karena climate change (perubahan iklim-Red) ini menjadi penting di masa datang," tuturnya.

Selama menyusun kabinet baru, Yudhoyono mengaku tidak mendapatkan tekanan dari partai-partai politik koalisi.

Ia mengatakan pimpinan partai politik koalisi memang gigih memperjuangkan kader-kadernya agar dapat menduduki kursi menteri, namun masih dalam batas wajar.

Ia juga mengaku tidak bingung dalam menentukan nama-nama yang akan mengisi kabinet baru yang diberi nama Kabinet Indonesia Bersatu Kedua itu.

This content has passed through fivefilters.org.

Calon Menteri Harus Lalui Tes Kesehatan

Posted: 14 Oct 2009 01:01 PM PDT

Bogor, (tvOne)



Presiden RI terpilih Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan para calon menteri yang akan masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II harus lulus dalam tes kesehatan fisik dan jiwa agar benar-benar siap dalam menjalankan tugas lima tahun ke depan.

"Untuk menjadi menteri yang lima tahun akan bekerja siang malam dengan tekanan pikiran dan stress yang tinggi perlu stamina serta kondisi fisik dan kejiwaan yang prima. Saya merasakan sendiri bahwa memang diperlukan fisik yang luar biasa pada tingkat saya, wapres dan para menteri. Jadi bukan mengada-ada, lebih bagus kita periksa bahwa semua dalam keadaan baik," kata Yudhoyono dalam jumpa pers di kediaman Puri Cikeas Bogor, Rabu malam.

Menurutnya, proses pemeriksaan kesehatan akan dilakukan sama dengan tes yang dilakukan terhadap capres dan cawapres pada saat tahapan Pilpres yang lalu, dengan menggunakan tempat yang sama yaitu di RS Gatot Subroto Jakarta.

"Ini sederhana saja saya ingin dapatkan kejelasan (kesehatan) itu. Rumah sakit rujukannya di RS GS (Gatot Subroto) dengan biaya dari pos lembaga kepresidenan jadi tidak menggunakan biaya ekstra." tambahnya.

Dikatakan Presiden, proses tes kesehatan akan dilakukan pada tanggal 18 dan 19 Oktober mendatang, setelah sebelumnya para calon menteri itu dimintai kesediaannya dan menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja.

Para calon menteri yang dinominasikan, lanjutnya akan mulai diberitahu pada Kamis malam (15/10) besok hingga Jumat malam (16/10) untuk dimintai kesediannya. "Apabila yang bersangkutan bersedia, lalu akan mengikuti proses uji dan seleksi dengan menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja. Setelah itu akan ada wawancara dengan saya didampingi wapres. Setelah proses tes kesehatan termasuk kesehatan jiwa baru diumumkan dan dilantik," katanya.

Yudhoyono menjelaskan, dalam penyusunan KIB II ini dirinya berpatokan pada UU nomor 39/2008 yang menyebutkan bahwa jumlah kementerian dan departemen paling banyak 34 buah.

"Sebenarnya tugas kabinet untuk lima tahun mendatang bertambah besar, namun dengan peraturan itu maka akan ada fungsi-fungsi tambahan tetapi tidak ditambah jumlahnya, seperti pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang ditambah dengan fungsi perlindungan anak.Yang saya rancang 34 menteri dengan beberapa fungsi tambahan, sehinggga beban kementrian menjadi lebih besar," katanya.

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar