Menkes Jelaskan Soal Pengambilan Sampel Darah Peternak |
| Menkes Jelaskan Soal Pengambilan Sampel Darah Peternak Posted: 09 Nov 2009 05:37 AM PST Jakarta, (tvOne) Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memberikan penjelasan mengenai pengambilan sampel darah sejumlah peternak unggas di Sukabumi, Jawa Barat, di hadapan anggota Komisi IX DPR RI yang mempertanyakan peristiwa yang terjadi pada 2007 itu. Saat menjawab pertanyaan dalam rapat kerja itu di Jakarta, Senin, Menkes mengatakan, pengambilan sampel itu dilakukan untuk keperluan penelitian infeksi virus influenza A (H5N1) atau flu burung pada komunitas peternak yang berada di wilayah yang unggasnya positif terinfeksi H5N1. Endang menuturkan, tahun 2006, saat dia masih menjadi peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), peneliti Belanda datang ke Balitbangkes untuk meneliti infeksi virus flu burung (H5N1) pada peternak unggas. Pemerintah, kata dia, akhirnya menyetujui penelitian itu dengan syarat ketat antara lain bahwa penelitian dan pemeriksaan sampel harus dilakukan bersama peneliti Indonesia dan dilakukan di Indonesia. "Sampelnya harus diperiksa di Indonesia dan tidak boleh dibawa ke luar negeri," katanya. Atas persetujuan Komite Etik, lanjut dia, peneliti Balitbangkes kemudian melakukan pengambilan sampel darah peternak di Sukabumi. Pengambilan sampel darah itu, katanya, dilakukan setelah mendapat persetujuan dari peternak yang bersangkutan. "Sampel darah yang diambil tiga cc, pengambilan dilakukan dengan `informed consent`," katanya. Peneliti, ia melanjutkan, memberikan uang kepada peternak yang sampel darahnya diambil sebagai pengganti kerugian atas waktu yang tersita. "Itu hal yang lumrah dilakukan peneliti, biasanya diberi uang sekadarnya, makanan, atau barang," katanya. Sampel darah itu kemudian diperiksa, dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh peternak yang diperiksa tidak terinfeksi virus influenza A (H5N1). Setelah masalah itu muncul ke permukaan sebagai "penjualan sampel darah", ia menjelaskan, Balitbangkes menurunkan stafnya ke Sukabumi untuk memberikan penjelasan kepada peternak yang darahnya diambil. Namun Ade Zulkarnaen, peternak Sukabumi yang datang ke Jakarta untuk mendengarkan rapat, mengatakan Balitbangkes baru datang untuk memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan sampel darah mereka 18 bulan setelah sampel darah diambil. "Padahal janjinya tiga bulan sesudah itu. Dan katanya sampel dibawa ke Atlanta untuk diuji karena di sini belum ada alatnya," kata Ade serta menambahkan petugas mengambil sekitar 20 cc darah darinya. "Saya tahu itu sekitar 20 cc, kami, peternak, kan sering menggunakan spet suntikan untuk vaksinasi ayam," ujarnya. Sebelumnya, peternak yang tergabung dalam Himpunan Peternak Lokal Indonesia (Himpuli) Sukabumi yang diambil sampel darahnya pada 2007 mempertanyakan penggunaan sampel darah yang telah diambil dari mereka. Pertanyaan serupa, kata Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning Proletariati, juga disampaikan oleh buruh di Kuningan dan TNI/Polri di Papua yang sampel darahnya diambil untuk penelitian. This content has passed through fivefilters.org. |
| Wakil Menteri Berasal Dari Pejabat Karir Posted: 08 Nov 2009 09:41 PM PST Jakarta, (tvOne) Posisi wakil menteri yang akan dibentuk di sejumlah departemen akan diisi oleh pejabat karir dengan status pegawai negeri sipil. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sudi Silalahi mengatakan, posisi itu akan dikukuhkan melalui Keputusan Presiden dan membantu fungsi menteri dalam departemen yang dinilai memiliki beban tugas berat dan tanggung jawab yang luas usai mendampingi Presiden dalam acara penyerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/11). "Mereka dari karir, yang kita pertimbangkan itu beban kerja dan lingkup. Bisa dari struktur departemen itu sendiri, bisa dari luar struktur departemen itu. Tapi yang jelas dari pegawai negeri sipil," kata Mensesneg seperti dilansir ANTARA. Proses pemilihan dan penetapan wakil menteri diharapkan dapat rampung pada pekan ini sekaligus pelantikan figur-figur yang akan mengisi posisi tersebut. "Mudah-mudahan dilantik Presiden, Rabu (11/11). Yang jelas kita harapkan dalam waktu singkat ini. Kewenganannya nanti dituangkan dalam Keppres. Karena Keppres itu belum ditandatangani Presiden, makanya belum bisa diketahui. Nanti ada butir-butirnya tapi intinya membantu menteri untuk menyelesaikan program yang sudah ditetapkan," ungkapnya. Ketika ditanyakan departemen apa saja yang akan memiliki wakil menteri, Sudi mengatakan ada sekitar enam hingga tujuh departemen, meski demikian Sudi mengatakan masih menunggu keputusan dari Presiden. This content has passed through fivefilters.org. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar