Pemetaan Lahan Jadi Program 100 Hari Deptan |
- Pemetaan Lahan Jadi Program 100 Hari Deptan
- KPK Serahkan Data Kasus Ke Tim Delapan
- Pengacara Anggoda Janjikan Kejutan Pada Konpers Besok
- Tim Delapan Akui Puas Dengan Penonaktifan Susno
| Pemetaan Lahan Jadi Program 100 Hari Deptan Posted: 06 Nov 2009 04:02 AM PST Jakarta, (tvOne) Departemen Pertanian (Deptan) menetapkan kegiatan pemetaan lahan menjadi program kerja 100 hari dalam mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat ini lahan pertanian yang telah dimanfaatkan seluas lebih dari 7 juta hektar (ha). Demikian dijelaskan Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Jumat (6/11). Sementara itu, lanjut Suswono, berdasarkan laporan Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih terdapat 7,13 juta ha lahan yang tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlantar oleh pemiliknya. "Hal itu karena bupati ataupun gubernur begitu gampang memberikan ijin penggunaan lahan namun akhirnya justru diterlantarkan oleh pemiliknya," katanya di sela pembukaan Musyawarah I Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejehtera Indonesia (PPNSI). Oleh karena itu, lanjutnya, upaya pemetaan lahan tersebut dimaksudkan untuk melahirkan aturan-aturan baku dalam memanfaatkan lahan. "Upaya perbaikan peraturan-pertaruan yang menghambat terkait dengan lahan ini akan jadi program 100 hari sektor pertanian," katanya. Suswono mengungkapkan, dengan 7 juta ha areal pertanian yang ada saat serta 12 juta areal panen Indonesia mampu mencapai swasembada padi, jagung dan gula konsumsi. Sementera itu, lanjutnya, pada pembangunan pertanian pemerintahan SBY ke depan ditargetkan mencapai swasembada kedelai, daging sapi dan gula industri. "Oleh karena itu untuk mencapai itu akan dilakukan dengan pemetaan lahan. Presiden SBY juga telah meminta Deptan untuk membuat cetak biru pemetaan lahan ini," katanya. Menurut dia, dari hasil pemetaan lahan tersebut nantinya diharapkan bisa mendukung upaya perluasan areal pertanian sebagai langkah meningkatkan produksi nasional. Upaya perluasan lahan pertanian, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR itu, akan dilakukan dengan memanfaatkan tanah-tanah yang saat ini diterlantarkan. "Kita akan membuat aturan-aturan mengenai lahan yang selama ini tumpang tindih untuk lebih disinkronkan," katanya. This content has passed through fivefilters.org. |
| KPK Serahkan Data Kasus Ke Tim Delapan Posted: 05 Nov 2009 12:04 PM PST Jakarta, (tvOne) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan data kasus yang sedang ditangani kepada tim delapan untuk membantu verifikasi fakta kasus hukum Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean setelah bertemu dengan tim delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis malam, tidak bersedia menyebutkan data kasus apa yang diserahkan KPK kepada tim delapan. "Banyak sekali lah yang berhubungan dengan penanganan perkara yang ada pada kami. Semua yang kami sampaikan semata-mata kepada tim pencari fakta, tidak boleh dipublikasikan," ujarnya. Tumpak hanya mengatakan semua data yang disampaikan KPK adalah yang dibutuhkan oleh tim untuk memverifikasi dan mengklarifikasi kasus hukum Bibit dan Chandra. Sebelumnya, Ketua tim delapan Adnan Buyung Nasution menyebutkan keterkaitan kasus hukum Chandra dan Bibit dengan kasus Bank Century dan kasus dugaan korupsi pengadaan radio telekomunikasi di Departemen Kehutanan. KPK saat ini tengah menyelidiki kasus Bank Century dan masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Salah satu anggota tim, Anies Baswedan juga mengakui keterkaitan kasus Bank Century dengan kasus hukum Chandra. "Soal Century cukup dibicarakan agak panjang. Kita merasa bahwa kasus Century ini terkait sekali dengan soal kasus Chandra ini," ujarnya. Namun, Anies mengatakan, tim delapan belum mengambil langkah khusus soal kasus Bank Century karena keterkaitan tersebut baru sebatas dugaan-dugaan. "Ini baru sebatas dugaan-dugaan, jadi belum ada langkah-langkah khusus kecuali pendalaman," ujarnya. This content has passed through fivefilters.org. |
| Pengacara Anggoda Janjikan Kejutan Pada Konpers Besok Posted: 05 Nov 2009 11:58 AM PST Jakarta, (tvOne) Pengacara Anggodo Widjojo berjanji akan memberikan kejutan kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) di Jakarta pada Jumat (6/11) sekitar pukul 10.00 WIB. "Besok wartawan datang ke Mabes Polri, kami akan menggelar konferensi pers pukul 10.00 WIB," kata Bonaran Situmenang saat meninggalkan Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Kamis malam. Bonaran berjanji akan memberikan kejutan saat konferensi pers esok hari, tetapi dirinya tidak mau memberikan bocoran materi jumpa pers itu kepada sejumlah wartawan. "Kalau sudah tahu sekarang, tidak ada lagi kejutan," katanya. Bonaran menuturkan, konperensi pers akan dihadiri seluruh kuasa hukum Anggodo tetapi dia tidak menyebutkan jumlah pengacara kliennya tersebut. Sementara itu, penyidik Polri masih terus mencari unsur pasal pidana untuk menjerat pengusaha Anggodo Widjojo terkait rekaman percakapannya dengan sejumlah penegak hukum. "Penyidik masih terus mengupayakan formulasi hukum untuk menjerat Anggodo sehubungan dengan rekaman percakapannya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol. Nanan Soekarna. Nanan menuturkan pihaknya juga terus berupaya untuk mencari alat bukti yang kuat untuk memperkuat sangkaan terhadap adik tersangka koruptor Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo. Nanan menjelaskan pihaknya harus mencari unsur pasal pidana yang akan dikenakan terhadap Anggodo, sedangkan perbuatannya sudah ada meskipun dari hasil rekaman percakapan. Kemudian hal penting lainnya, yakni alat bukti untuk melengkapi sangkaannya itu, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terdiri atas lima poin, yakni keterangan tersangka, saksi, ahli, surat atau dokumen dan petunjuk. Nanan mengungkapkan penyidik memfokuskan pada enam hal sangkaan yang bisa disangkakan kepada Anggodo, yaitu pencemaran nama baik, penghinaan, upaya percobaan penyuapan dan penyuapannya, tuduhan fitnah, serta ancaman terhadap seseorang. This content has passed through fivefilters.org. |
| Tim Delapan Akui Puas Dengan Penonaktifan Susno Posted: 05 Nov 2009 11:56 AM PST Jakarta, (tvOne) Tim delapan akhirnya cukup puas dengan penonaktifan sementara Susno Duaji dari jabatan Kabareskrim Mabes Polri yang hanya berlaku selama tim delapan melakukan verifikasi. Ketua tim delapan, Adnan Buyung Nasution, di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis malam, mengatakan sikap Kapolri yang menonaktifkan sementara Susno meski hanya dua pekan selama tim delapan bekerja itu, tetap harus dihargai. "Kita apresiasi dulu lah," ujarnya. Tim delapan adalah tim independen verifikasi dan proses hukum atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. Adnan Buyung membantah sikap tim delapan melemah terhadap permintaan penonaktifan Susno. Menurut dia, Susno memang sebaiknya dinonaktifkan dan nasib selanjutnya dari perwira tinggi polisi itu ditentukan dari hasil verifikasi tim delapan. "Verifikasi ini kan untuk tahu apa memang benar ada (rekayasa). Jangan terburu-buru lah, untuk ngomong dipecat juga terlalu pagi. Jadi untuk sementara saya kira terima dulu lah," ujarnya. Pada rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR Kamis malam, Kapolri Bambang Hendarso Danuri menjelaskan penonaktifan Susno Duaji hanya selama tim delapan bekerja sehingga memudahkan Susno untuk memberi keterangan. Sebelumnya, pada Kamis pagi, beberapa anggota tim delapan mengancam mundur karena rekomendasi mereka soal penonaktifan Susno dari jabatannya yang sejak Selasa malam dikirimkan kepada Presiden tidak mendapat respon. Adnan Buyung Nasution juga sempat menyatakan bahwa tim delapan tidak akan menerima jika penonaktifan Susno hanya berlaku sementara hingga berkas pemeriksaan Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto selesai atau P21. Ancaman mundur dari beberapa anggota tim delapan akhirnya mereda dan mereka bersedia melanjutkan tugas setelah bertemu dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto yang memberikan jaminan bahwa rekomendasi tim delapan akan mendapat respon cepat dan positif dari Presiden. This content has passed through fivefilters.org. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar