Pertemuan Tertutup Presiden dan Tokoh Bahas Kasus KPK |
- Pertemuan Tertutup Presiden dan Tokoh Bahas Kasus KPK
- SBY Mendadak Panggil Sejumlah Tokoh Bahas Kasus KPK
- Soeharto dan JK Dapat Penghargaan Partai Golkar
- Aburizal: Posisi Golkar ke Pemerintah Sebagai Sahabat
- Keluarga Terharu Soeharto Dianugerahi Penghargaan
| Pertemuan Tertutup Presiden dan Tokoh Bahas Kasus KPK Posted: 01 Nov 2009 07:33 AM PST Jakarta, (tvOne) Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sejumlah tokoh untuk membahas soal penahanan dua Wakil Ketua KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah berlangsung tertutup. Wartawan tidak diizinkan meliput rapat yang berlangsung di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (1/11) malam. Wartawan bahkan diminta meninggalkan Kompleks Istana oleh Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres). "Bapak sedang ada acara pribadi, maaf tidak ada peliputan," kata salah seorang Paspampres kepada wartawan. Saat ini para wartawan berkumpul di depan gedung utama Sekretariat Negara dan hanya bisa melihat halaman Wisma Negara dari kejauhan. Rapat yang diagendakan mulai pukul 21.00 WIB itu dihadiri sejumlah tokoh nasional. Mereka yang diundang di antaranya praktisi hukum Todung Mulya Lubis; Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat; Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan; Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana; dan Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional, Indonesia Teten Masduki. Menurut informasi, kedatangan mereka diduga untuk membahas usulan adanya tim independen untuk melakukan investigasi terhadap kasus yang menimpa Bibit dan Chandra. Beberapa tokoh yang dipanggil malam ini disebut-sebut akan menjadi anggota tim tersebut. This content has passed through fivefilters.org. |
| SBY Mendadak Panggil Sejumlah Tokoh Bahas Kasus KPK Posted: 01 Nov 2009 06:08 AM PST Jakarta, (tvOne) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendadak memanggil sejumlah tokoh nasional ke Istana Negara pada Ahad (1/11). Menurut informasi di lapanga, mereka dipanggil guna membahas soal penahanan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Mereka yang diundang ke Istana di antaranya Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan; Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat; Sekjen Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki; dan Guru Besar Ilmu Hukum UI, Hikmahanto Juwana. Seperti diketahui, penahanan Bibit dan Chandra mengundang beragam reaksi. Sejumlah kalangan protes. Beberapa tokoh nasional, praktisi hingga akademisi bahkan berani menjaminkan dirinya agar polisi membebaskan Bibit dan Chandra. Gerakan di dunia maya pun tak kalah kencang. Penolakan menyebar lewat berbagai saluran mulai dari Yahoo Messenger, Facebook, hingga blog. Beberapa LSM, organisasi mahasiswa hingga kelompok masyarakat juga akan menggelar aksi massa esok hari di Monas. This content has passed through fivefilters.org. |
| Soeharto dan JK Dapat Penghargaan Partai Golkar Posted: 31 Oct 2009 05:44 PM PDT Jakarta, (tvOne) Mantan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar HM Soeharto dan mantan Ketua Umum M Jusuf Kalla mendapatkan penghargaan dari DPP Partai Golkar karena dinilai berjasa besar dalam pengembangan partai. "Saya secara khusus berikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya pada almarhum HM Soeharto sebagai penerima Anugerah Abdi Luhur atas pengabdian yang luar biasa kepada bangsa khususnya peletakan dasar-dasar Partai Golkar," kata Aburizal Bakrie. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie memberikan penghargaan itu pada peringatan HUT ke-45 Partai Golkar di Jakarta, Sabtu malam. Selain HM Soeharto pada puncak acara HUT tersebut juga diberikan penghargaan kepada mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar M Jusuf Kalla dan Sulasikin Murpratomo. JK dan Sulasikin menerima Anugerah Bhakti Utama atas jasa-jasanya mengembangkan Partai Golkar. Pada penyerahan penghargaan tersebut almarhum HM Soeharto diwakili oleh Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut). Sedangkan Jusuf Kalla tidak hadir karena sedang berada di Eropa dan hanya diwakili putrinya Muchlisa Kalla. Puncak acara dihadiri pula mantan Presiden BJ Habibie dan Ibu Ainun Habibie, Wapres Boediono, dan Ketua MPR Taufik Kiemas. Sementara itu juga terlihat hadir Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subiyanto, Ketua Umum Hanura Wiranto, Mbak Tutut, Ketua PPP Surya Dharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menkum dan HAM Patrialis Akbar, Menegpora Andi Mallarangeng, serta beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun dalam acara ini tidak hadir Ketua DPR Marzuki Alie, maupun Ketua Partai Demokrat namun hanya diwakili Ketua DPP Anas Urbaningrum. Selain itu juga dihadiri oleh sekitar 3.000 kader partai. HUT Partai Golkar sebenarnya jatuh pada 20 Oktober namun karena bersamaan dengan pelantikan Presiden dan Wapres maka peringatan puncaknya dimundurkan Sabtu malam. Acara peringatan puncak HUT ke 45 Partai Golkar kali ini dirayakan dengan sangat meriah. Acara juga diisi dengan menampilkan beberapa artis nasional. Beberapa artis nasional yang tampil yakni Dewi Yull, Elfa`s Singer, Tantowi Yahya dan lainnya. (Ant) This content has passed through fivefilters.org. |
| Aburizal: Posisi Golkar ke Pemerintah Sebagai Sahabat Posted: 31 Oct 2009 08:45 AM PDT Jakarta, (tvOne) Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, posisi partainya terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono bagaikan seorang sahabat. "Setelah kompetisi pemilu, kini Partai Golkar memutuskan berada dalam koalisi Kabinet Indonesia Bersatu II. Dengan pilihan ini, posisi Golkar terhadap pemerintah bagaikan seorang sahabat," kata Aburizal pada pidato politik perayaan HUT ke- 45 di Jakarta, Sabtu (31/10) malam. Menurut dia, sebagai seorang sahabat baik, maka Partai Golkar akan selalu mengulurkan tangan serta membesarkan hati sahabatnya pada hari-hari sulit. Tetapi, tambahnya, sebagai sahabat sejati, Partai Golkar bukan saja hanya memberikan pujian. "Golkar akan mengingatkan, memberi evaluasi obyektif, dan catatan kritis serta menawarkan solusi alternatif jika diperlukan," kata Aburizal, yang disambut tepuk tangan hadirin. Menurut Ical, demikian sapaan akrab Aburizal, Golkar akan terus menyuarakan hal-hal yang perlu didengarkan, betapapun pahitnya, dan bukan hal-hal yang menyenangkan hati saja. "Itulah sahabat sejati. Bahkan saya mengimbau Partai Demokrat dan partai lainnya agar mengambil sikap yang sama terhadap pemerintah. Bersahabat, loyal, tetapi tetap obyektif, kritis dan independen sehingga spektrum suara rakyat benar-benar terwakili dalam setiap elemennya," kata Ical. Menurut Ical, Golkar tidak akan pernah meminta, Golkar tidak akan pernah mencari keuntungan dari negara. Justru sebaliknya Golkar akan memberi kontribusi dan dharma bakti pada negara. "Golkar akan terus membuka harapan bagi terciptanya pemerintahan yang berwibawa, berwibawa karena mengejar kebenaran. Pemerintahan yang dicintai karena memperjuangkan kepentingan rakyat, pemerintahan yang disegani kawan dan lawan karena jujur dan setia," kata Ical. Menurut dia, keputusan berkoalisi dengan pemerintah diambil dengan pertimbangan yang seksama. This content has passed through fivefilters.org. |
| Keluarga Terharu Soeharto Dianugerahi Penghargaan Posted: 31 Oct 2009 08:34 AM PDT Jakarta, (tvOne) Mantan Presiden Soeharto menerima penghargaan Abdi Luhur dari Partai Golongan Karya. "(Keluarga) terharu dengan pernghargaan ini," kata putri sulung Soeharto, Siti Hardiati Rukmana alias Mbak Tutut usai acara peringatan HUT Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (31/10). Tutut yang mewakili keluarga Cendana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan apresiasi terhadap jasa-jasa bapaknya. "Kami bersyukur, mereka sangat menghargai apa yang dilakukan bapak selama ini," kata dia. Dalam acara peringatan HUT-nya yang ke 45, Partai Golkar memberikan penghargaan kepada tiga tokohnya. Selain mendiang Soeharto, Golkar juga memberikan dua penghargaan Bhakti Utama kepada mantan ketua umumnya, Jusuf Kalla dan Ny Sulasikin Murpratono. "Anugerah Abdi Luhur merupakan tanda pengabdian yang luar biasa. Beliau meletakkan dasar-dasar Partai Golkar," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam pidatonya. Para tokoh ini dianggap telah mengabdikan dirinya secara luar biasa. Penghargaan untuk Soeharto diterima oleh putri sulungnya Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut. Sedangkan penghargaan untuk Kalla diterima putrinya, Mulisa Kalla. Sementara penghargaan untuk Ny Sulasikin Murpratono diberikan kepada Ny Chandri. "Penghargaan ini bukan untuk tenggelam di masa lalu, tapi untuk menghadapi masa depan dengan pondasi yang lebih kokoh," kata Aburizal.(VIVAnews.com) This content has passed through fivefilters.org. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar