Kamis, 10 Desember 2009

Guruh Soekarno Putra Siap Pimpin PDIP

Guruh Soekarno Putra Siap Pimpin PDIP


Guruh Soekarno Putra Siap Pimpin PDIP

Posted: 09 Dec 2009 10:22 PM PST

Bandung, (tvOne)

Fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Guruh Soekarno Putra menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum partai tersebut pada kongres yang akan digelar April 2010.

"Saya siap memegang amanah memimpin PDIP ke depan, namun berhasil tidaknya tergantung pada kader PDIP," kata Guruh Soekarno Putra di sela silaturahmi dengan warga di Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis.

Guruh menyatakan serius untuk pencalonannya sebagai Ketua Umum PDIP dan siap mengemban kepercayaan warga PDIP.

Ia menyatakan siap sebagai penyambung lidah rakyat dan memperjuangkan amanat penderitaan rakyat (Ampera). "Saya serius dalam pencalonan ini, kalau tidak serius artinya saya mengkhianati amanat Bung Karno. Saya sangat siap memimpin partai ini (PDIP)," kata Guruh.

Di lain pihak, ia meminta keseriusan dan keberanian para kader PDIP untuk melakukan perubahan.

Menurut Guruh, bila tidak ada keberanian melakukan tindakan salah, artinya dirinya telah mengkhianati organisasi dan diri sendiri. "Kami minta kader khususnya di Jabar berani dan siap melakukan perubahan. Jangan munafik dalam menentukan sikap karena hanya akan memunculkan kemunduran," kata pria yang juga adik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Menurut Guruh, kader PDIP harus berani mengambil sikap untuk melakukan perubahan. Guruh mengaku telah mendapat restu dari Megawati sejak 2004, dan Ketua Umum Megawati memintanya turun ke akar rumput.

"Mbak Mega siap terus memimpin PDIP karena dia seorang pejuang, yang tidak akan menolak panggilan perjuangan seperti Bung Karno. Mbak Mega telah merestui, anda harus percaya Mbak Mega akan legowo," kata Guruh.

Hal itu sekaligus menghapuskan dugaan ewuh pakewuh terhadap Megawati, sang kakak yang saat ini memimpin PDIP. "Jawaban saya jelas, sangat siap. Beberapa DPD sudah mendatangi saya. Saya siap menempuh mekanisme kongres nanti," katanya.

Kesiapannya untuk memimpin PDIP, kata dia, sebenarnya sudah dari kongres dulu, dan siap bersaing secara demokratis.

Guruh menyebutkan, di PDIP tidak ada istilah mencalonkan diri namun maju dicalonkan oleh kader di DPD dan DPC. Untuk itu ia telah melakukan road show ke daerah-daerah sesuai amanat oleh Megawati. "PDIP bukan partai keluarga, sehingga siapapun berhak dipilih secara demokratis, termasuk Puan dan pengurus lain. Semuanya pasti demokratis," kata Guruh.

Terkait misi kepemimpinan yang akan diembannya, Guruh menyatakan akan menjunjung perjuangan Ampera. "Sejak Orba hingga saat ini Ampera seperti dilupakan oleh pemimpin di negeri ini, padahal Ampera merupakan garis yang harus dijunjung tinggi oleh pemimpin," kata Guruh.

Sementara itu, Fungsionaris PDIP H Eka Santosa dan H Endang Kahmad menyatakan Guruh merupakan sosok yang pas untuk memimpin PDIP ke depan. Pada kesempatan itu, keduanya meyatakan siap menggalang dukungan dari provinsi itu. "Kami siap melobi pengurus dan akar rumput PDIP di Jabar," kata Eka Santosa.

Pada kesempatan itu, Eka menyelipkan senjata Kujang ke pinggang Guruh sebagai bentuk kepercayaan warga Jabar kepada putra Bung Karno itu untuk memimpin PDIP. (Ant)

 

fivefilters.org featured article: Normalising the crime of the century by John Pilger

Golkar Tegaskan akan Ungkap Tuntas Kasus Century

Posted: 09 Dec 2009 08:07 PM PST

Bekasi, (tvOne)

Pengurus pusat Partai Golkar menegaskan akan membongkar tuntas kasus Bank Century hingga masyarakat mendapat gambaran jelas tentang aliran dana serta ada tidaknya kesalahan prosedur dalam kasus itu.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir H Aburizal Bakrie, usai melantik pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, di Bekasi, Rabu malam mengatakan, pihaknya tidak ragu untuk membongkar kasus tersebut sampai tuntas.

"Kami akan minta aparat untuk menggunakan semua data sebagai dasar penyelidikan. Ini penting, agar jangan nantinya fitnah yang dipakai sebagai suatu dasar untuk mengambil keputusan," ujar mantan Menko Kesra itu.

Ia juga minta agar Pansus di DPR tidak takut dan menyerah pada tekanan, baik tekanan yang menghambat maupun berupa fitnah. "Itu saya sampaikan kepada Sekjen selaku ketua Pansus," ujarnya.

Pemilik kelompok usaha Bakrie Grup itu menyatakan Partai Golkar mendukung sepenuhnya Idrus selaku ketua Pansus. "Kita berdoa agar yang lain percaya kepadanya, sekaligus memberikan kesempatan. Jangan semua menduga-duga, karena kalau kita selalu begitu, jadinya tak baik," ujarnya.

Aburizal Bakrie yang akrab dipanggil Ical, menyatakan keyakinannya bahwa kasus Bank Century akan bisa dibongkar. Ia minta semua pihak mendoakan dan jangan sampai "suudzon". "Orang hidup harus optimis dan kami berkeyakinan kasus itu bisa diselesaikan," ujarnya, menandaskan.

Disinggung tentang Partai Golkar juga menikmati aliran dana dari bank itu, Ical menyatakan, silahkan dibuktikan. Ia mengatakan belum pernah mendengar adanya hal itu. "Ini saya pikir isu dari wartawan saja," katanya.

Ketika ditanyakan bila dari hak angket terbukti Boediono salah dalam pengucuran dana ke Century, kemudian dituntut mundur sebagai Wapres dan kemungkinan posisi itu digantikan oleh Ketua Umum Partai Golkar ?, Ical sempat terdiam sejenak, lalu menjawab, "Wapresnya kan sudah ada, yaitu Boediono."

Ical ke Bekasi melantik Irianto MS Syafiuddin, Bupati Tasikmalaya yang terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, serta Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, selaku Sekum partai tersebut. (Ant)

fivefilters.org featured article: Normalising the crime of the century by John Pilger

Salahuddin Wahid Tegaskan Siap Pimpin NU

Posted: 09 Dec 2009 11:36 AM PST

Jakarta, (tvOne)

KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menegaskan kesiapannya menjadi ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penegasan itu dikemukakan Gus Sholah saat menjadi pembicara dalam diskusi terbatas di Jakarta, Rabu.

Menurut adik kandung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, kesiapannya itu bukan karena ia menginginkan jabatan ketua umum PBNU, melainkan karena permintaan para kiai di Jawa Timur.

"Beberapa kiai mendukung saya," kata Gus Sholah seraya menjelaskan para kiai itu memberi dukungan karena menilai dirinya mudah menerima nasihat.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang berusia 67 tahun itu mengakui sebenarnya ia sudah terlalu tua untuk menjadi ketua umum PBNU, namun para kiai menilai ia masih sehat dan mampu menjalankan tugas itu.

Untuk menyosialisasikan visi dan misinya tentang NU ke depan, Gus Sholah bersama sejumlah kandidat lainnya, yaitu Slamet Effendy Yusuf dan Masdar Farid Masudi, telah berkeliling ke delapan wilayah di Indonesia.

Sejauh ini Gus Sholah dipandang sebagai salah satu figur yang tidak pernah menimbulkan kontroversi di internal NU dan diharapkan terpilih sebagai ketua umum menggantikan posisi KH Hasyim Muzadi pada Muktamar ke-32 NU di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, 22-27 Maret 2010.

fivefilters.org featured article: Normalising the crime of the century by John Pilger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar