AR Tarik Uang Februari-Juli 2009 |
- AR Tarik Uang Februari-Juli 2009
- AR Diduga Sumbang Dana ke Calon Pilpres
- "Ada Koalisi yang Ingin Jatuhkan SBY"
| AR Tarik Uang Februari-Juli 2009 Posted: 12 Feb 2010 04:51 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Makassar, (tvOne) Pengusaha bengkel di Makassar Amiruddin Rustan (AR) yang diduga menerima dana talangan Bank Century diketahui aktif melakukan penarikan uang para periode 4 Februari hingga 23 Juli 2009. Pansus mendapati transaksi-transaksi besar dan cukup intens meskipun tidak terlalu normal tapi terkendali, dari AR salah satu deposan terbesar, yang akan digali lebih jauh. Fakta tersebut terungkap saat Panitia Hak Angket Khusus (pansus) Bank Century menanyai mantan Pimpinan Cabang Bank Century Makassar, Rusdy Natsir dan Pimpinan Bank Mutiara Makassar, Tan Ronaldo, Jumat (12/2) di Makassar. "Karakter penarikan aneh, pada periode tersebut aktif sekali," kata salah satu anggota pansus Akbar Faizal. Mantan Pimpinan Cabang Bank Century Makassar, Rusdy Natsir menjelaskan, penempatan deposito AR nampak ada penempatan baru karena ada pemecahan rekening. "Dana milik AR cair pada 15 desember 2009 karena memang sudah jatuh tempo dan minta dipindahkan ke bank lain," ujarnya. Namun, dana sebesar Rp66 miliar tersebut tidak bisa ditarik sekaligus berdasarkan internal memo direksi pusat. Menurutnya, AR menjadi nasabah Bank Century sejak tahun 2003 hingga 4 februari 2009 posisi dana miliknya mencapai Rp32 miliar. Sebelum di deposito dana tersebut tersimpan di produk reksadana kemudian keluar bertahap hingga 22 Desember. "seluruh proses pencairan berjalan sesuai prosedur," ujarnya. Ia menambahkan, pecahan dari Rp66 miliar menjadi 33 lembar bilyet adalah Rp8 miliar masih terblokir di Makassar dan Rp24 miliar di pusat. "Permintaan dipecah untuk antisipasi kalau Bank Century tutup," katanya yang meyakini semua data transaksi masih ada. Menurut Pimpinan Cabang Bank Mutiara Makassar Tan Ronaldo, yang saat itu menjabat sebagai manager Marketing dan Finacial Bank Century, dana AR awalnya, Rp60 miliar berupa produk reksadana dan ingin ditarik 3 Desember 2008 tapi diblokir. Kemudian pada 28 januari 2009 menjadi Rp66 miliar berikut tabungan senilai ratusan juta. Pada 28 april 2009 dananya dari produk reksadana cair Rp40 miliar dan sisanya Rp24 miliar dari perusahaan Signature Capital Indonesia (SCI) perusahaan yang dikatakan mendapat fasilitas kredit century. "Karena memperoleh dana dari perusahaan yang tidak jelas tersebut AR sempat diperiksa oleh polisi. AR saat itu mengeluh bingung dan mengaku tidak tahu SCI itu perusahaan apa," ujarnya. Lalu, pada Juli ke Oktober AR memperoleh lagi dananya yang juga disalurkan oleh perusahaan lain yang tidak juga tidak jelas keberadaannya. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| AR Diduga Sumbang Dana ke Calon Pilpres Posted: 12 Feb 2010 04:46 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Makassar, (tvOne) Panitia Hak Angket Khusus (pansus) Century mencurigai Amiruddin Rustan (AR) pengusaha bengkel yang diduga menerima dana talangan Bank Century memberikan sumbangan pada salah satu pasangan pada pemilihan presiden 2009-2014. "Ada sumbangan dari salah satu perusahaan yang kita ingin tahu apakah perusahaan tersebut merupakan milik AR sebesar Rp500 juta pada 25 Juni 2009," kata Akbar Faizal anggota pansus dari Partai Hanura di Makassar, Jumat (12/2). Menurutnya, berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) nama perusahaan tersebut berada di urutan 99 dari 100 perusahaan dan lembaga yang menyumbang dana-nya untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden 2009-2014. "Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) AR adalah penerima dana talangan Bank Century sebesar Rp4 miliar pada sekitar November 2008 hingga Februari 2009," ujarnya. Untuk itu setelah melakukan pertemuan dengan Bank Indonesia (BI) Makassar, Bank Mutiara dan mantan pimpinan cabang Bank Century Makassar, akan menanyakan langsung mengenai sumbangan dan penerimaan dana tersebut pada AR di kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dan Sulbar. Model pemecahan rekening yang dilakukan AR juga mirip dengan cara yang dilakukan oleh Budi Sampoerna sebagai cara untuk mencairkan dananya di Bank Century. "Rekening dipecah-pecah menjadi Rp2 miliar karena Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin penggantian dana nasabah maksimal sebesar itu, kalau tidak dipecah tidak bisa keluar," ujarnya. Selain AR, perusahaan bernama Asuransi Jaya Proteksi (AJP) juga memberikan sumbangan pada pasangan yang sama dengan AR sebanyak dua kali dalam sehari pada 25 Juni 2009 yaitu sebesar Rp600 dan Rp850 juta. Ketika Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal pada 22 November 2008, dua hari sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pusat hanya memerintahkan BI Makassar melakukan pemeriksaan aset. Salah satu analisis BI Makassar Fatahuddin, mengaku baru mengetahui soal aliran dana sebesar Rp66 miliar milik AR yang hanya mengendap satu minggu dari 6-13 November 2008 setelah laporan bulanan dan itu pun rekapitulasi data keseluruhan bukan individu atau debitur. Dana tersebut baru diketahui setelah ada pengaduan dari nasabah karena pemblokiran 2 Februari 2009. Analisis Madya BI Makassar, Abdul Malik juga mengatakan, pihaknya tidak tahu mengenai dana tersebut hanya disimpan dalam waktu satu minggu. Mantan Pimpinan cabang Bank Century Makassar, Rusdi Natsir mengatakan, dana terakhir AR di bank tercatat Rp66 miliar. "AR pernah meminta tabungannya tidak diblokir serta meminta deposito miliknya Rp2 miliar dicairkan. Untuk memperjelas semua data ini pansus meminta Bank Century dan Bank Mutiara segera memberikan rekaman CCTV pada tanggal 5 hingga 15 November 2008 serta data aliran dan mutasi dana transaksi.(ANT) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| "Ada Koalisi yang Ingin Jatuhkan SBY" Posted: 12 Feb 2010 01:01 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta, (tvOne) Fraksi Demokrat menduga ada partai koalisi yang turut serta ingin menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Demokrat juga meminta koalisi tidak memlintir arti kata koalisi. "Kok ada unsur koalisi yang menyatakan ingin menjatuhkan presiden? Bagaimana itu? Koalisi kok bahasanya seperti itu?" kata anggota Fraksi Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 12 Februari 2010. Menurut Ramadhan, sikap seperti itu tidak mencerminkan karakter koalisi. Padahal, lanjut dia, kesepakatan awal koalisi adalah bersama-sama fokus mendukung pemerintah. "Kami tidak ingin koalisi basa-basi," ujar politisi yang juga mantan wartawan ini. Ramadhan menuding ada koalisi yang 'bermain' di dua kaki. Bahkan lebih, sampai empat kaki. Akibatnya, kata Ramadhan, memerlukan kecermatan tersendiri untuk menilai perilaku koalisi dan parpol. "Parpol-parpol semacam itu harus menertibkan anggota-anggotanya liar dan bicara sembarangan," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan VII Jawa Timur ini. (VIVAnews) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar