Gerakan Pro SBY: Pansus Bertindak di Luar Kepatutan |
- Gerakan Pro SBY: Pansus Bertindak di Luar Kepatutan
- Draf Muktamar: Ketua NU Dilarang Ikut Pemilukada
- Aburizal Bakrie: "Reshuffle" Bukan Hak Partai Demokrat
- Kali ini, Ruhut "Serang" Akbar Faizal
| Gerakan Pro SBY: Pansus Bertindak di Luar Kepatutan Posted: 10 Feb 2010 08:11 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Gerakan Pro SBY (GPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menilai sikap dan tindakan segelintir anggota pansus DPR RI, dalam penanganan kasus Century sudah diluar konteks substansi hukum dan kepatutan. "Saat ini, pansus sepertinya sudah bersikap di luar substansi dan kepatutan, karena cenderung memojokkan para nara sumber dalam kasus century," kata Ketua Umum GPS Sumbar, Yogan Askan kepada wartawan di Padang, Rabu (10/2). Menurutnya, sikap tersebut terlihat dari cara para anggota pansus meminta keterangan ke para nara sumber. "Mereka (pansus) terkesan bersikap layaknya hakim, menanyai para terdakwa di persidangan umum. Padahal seperti kita ketahui, mereka masih wakil rakyat dan bukan seorang penegak hukum," katanya. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dilontarkan segelintir anggota pansus juga sudah menjurus ke pribadi presiden SBY selaku Kepala Negara. "Ini jelas sudah diluar konteks subtansi pembahasan persoalan kasus century, sudah mencampurbaurkan antara hukum dengan politik," katanya. Untuk itu, selaku ormas, GPS sangat menyesali sikap tersebut, karena dapat membingungkan masyarakat. "Kita berharap, para anggota pansus agar dapat bersikap kembali ke susbtansi awal, dan jangan mencampuradukkan kepentingan kelompok/parpol ke dalam arah pembahasan," katanya. GPS Sumbar dibentuk sejak 4 Mei 2009, usai sukses dalam pemenangan pilpres lalu, gerakan ormas ini menarik diri dari percaturan perpolitikan. "Kita merupakan para pendukung fanatik SBY, usai memenangi pilpres. Kita tidak lagi aktif di percaturan politik, sebab lebih memfokuskan kegiatan pada bidang sosial kemasyarakatan," kata Yogan. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Draf Muktamar: Ketua NU Dilarang Ikut Pemilukada Posted: 10 Feb 2010 07:34 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta (tvOne) Orang pertama dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU), dan badan otonom di bawah NU dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilu kepada daerah (pemilukada) atau perebutan jabatan politik lainnya. Demikian draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama (NU), yang disepakati dalam rapat persiapan Muktamar NU ke-32 di gedung PBNU Jakarta, Rabu (10/2) untuk dibahas di muktamar mendatang. Dalam draf sebelumnya, orang pertama seperti ketua tanfidziyah, rais syuriah, dan ketua badan otonom NU hanya diharuskan nonaktif ketika ingin maju dalam perebutan jabatan politik dengan ketentuan boleh balik jadi pengurus hanya jika meraih kemenangan. "Tapi dalam draf yang sekarang, orang pertama di NU yang nyalon harus mundur," kata Ketua Komisi Organisasi Muktamar NU ke-32 KH Masdar Farid Mas`udi. Ketua NU atau badan otonom yang menjabat jabatan publik dalam drat AD/ART baru ini juga, diharuskan untuk mundur karena terjaring pasal larangan rangkap jabatan. Muktamar NU ke-32, dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Makassar pada 22-27 Maret 2010. Khusus acara pembukaan yang direncanakan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan digelar di Celebes Convention Center. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Aburizal Bakrie: "Reshuffle" Bukan Hak Partai Demokrat Posted: 10 Feb 2010 03:31 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta, (tvOne) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengatakan, kewenangan "reshuffle" menteri di kabinet adalah hak prerogatif Presiden dan bukan hak Partai Demokrat. "Kalau Presiden melakukan hal terburuk, yakni me`reshuffle` menteri dari Partai Golkar, Partai Golkar siap menerimanya," kata Aburizal Bakrie di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/2). Hal itu dikatakan Aburizal menjawab pertanyaan pers, seputar usulan Partai Demokrat kepada Presiden soal kemungkinan "reshuffle" terhadap menteri-menteri dari partai politik anggota koalisi yang dinilai sudah tidak sejalan. Aburizal datang ke DPR RI guna memimpin rapat koordinasi anggota pimpinan DPP Partai Golkar, pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR, serta menteri dan gubernur dari Partai Golkar guna membahas penyikapan Partai Golkar terhadap sejumlah persoalan, termasuk kasus Bank Century. Dikatakan Aburizal, menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dari Partai Golkar siap menerima kemungkinan terburuk tersebut, kalau Presiden melakukannya. Partai Golkar memiliki tiga menteri di KIB II yakni Menko Kesra HR Agung Laksono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Dalam kesempatan tersebut, Agung Laksono mengatakan, kalau menteri siap diangkat oleh Presiden berarti juga siap diturunkan. Fadel Muhammad dan MS Hidayat mengamini pernyataan Agung Laksono. Dikatakan Aburizal, Partai Golkar berkoalisi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bersama-sama melaksanakan pemerintahan yang bersih selama lima tahun ke depan. Sedangkan terhadap Partai Demokrat, posisinya Partai Golkar sama-sama sebagai anggota koalisi partai-partai yang berkoalisi dengan Presiden. "Hendaknya Partai Demokrat tidak mewacanakan usulan `reshuffle` menteri, karena posisinya sama-sama anggota koalisi," katanya. Dalam kasus Bank Century, Partai Golkar berusaha mengingatkan agar bisa bersikap lebih baik. Sikap Partai Golkar dalam kasus Bank Century, sudah jelas dan sudah disampaikan Fraksi Partai Golkar pada rapat pleno Panitia Angket Kasus Bank Century DPR, pada Senin (8/2). Dalam sikap tersebut, Partai Golkar menemukan pelanggaran hukum berupa indikasi pidana umum dan pidana perbankan, serta indikasi korupsi dan pencucian uang. Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengatakan pimpinan Partai Demokrat telah mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat untuk me"reshuffle" menteri-menteri dari partai anggota koalisi di kabinet yang dinilai sudah tidak sejalan. Dikatakannya, usulan tersebut disampaikannya ketika menghadap Presiden bersama dua pimpinan Partai Demokrat yakni Anas Urbaningrum (Ketua PD/Ketua Fraksi PD DPR) dan Muhammad Jafar Hafsah (Ketua PD/Wakil Ketua Komisi IV DPR) pada Kamis (4/2). "Saat itu kami menghadap Presiden untuk melaporkan soal perkembangan kasus Bank Century dan perkembangan situasi saat ini," kata Amir. Dalam kesempatan tersebut, kata Amir, ia menyampaikan usulan soal kemungkinan dilakukannya "reshuffle" terhadap menteri-menteri dari partai anggota koalisi yang dinilai sudah tidak sejalan. Menurut Amir, saat itu Presiden mengatakan, "Akan mempertimbangkannya dengan sebaik-baiknya.". (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Kali ini, Ruhut "Serang" Akbar Faizal Posted: 10 Feb 2010 02:53 AM PST Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta, (tvOne) Ruhut Sitompul, politisi Demokrat kembali memancing debat kusir di Rapat Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Kali ini Ruhut menginterupsi politisi Hanura, Akbar Faizal yang hendak mengajukan pertanyaan pada sejumlah petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pertanyaan Akbar Faizal adalah, "BUMN itu kan diisi orang-orang hebat, terserah mau menabung di mana pun, tapi mengapa menabung di Bank Century yang kita tahu bobrok?". Namun, Ruhut tiba-tiba menginterupsi. "Ini pertenyataan tidak substansial," ujarnya dalam rapat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2). Akbar pun menjawab balik. "Tolong Saudara Ruhut ditertibkan. Saya sudah mengikuti, saya tahu persis," kata Akbar ke arah pimpinan rapat. "Kita sama-sama sudah dua bulan. Dari awal sudah stres ini," ujar Ruhut membalas. "Saudara Ruhut, saya tidak bicara pada Anda. Maaf kali ini saya harus hentikan. Anda telah berlebihan," ujar Akbar. Ruhut makin panas. "Anda yang berlebihan. Anda yang berlebihan," ujarnya berulang-ulang. "Anda tidak etis. Dewan Pembina Anda minta etis, tapi saudara tidak," kata Akbar. "Anda berlebihan. Anda lebih tidak etis," Ruhut membalas lagi. Perdebatan ini dicoba diredakan, dengan mematikan pengeras suara Ruhut dan Akbar. Namun perdebatan terus terjadi, dan semakin panas. Situasi berbalas, membuat satu anggota Pansus lain angkat bicara. Dia lalu mengatakan, "keluarkan saja Ruhut." Akhirnya, Wakil Ketua Pansus Yahya Sacawiria mengambil alih. "Stop perdebatan. Apa pun itu perdebatan antar anggota, tidak masuk substansi," ujarnya. "Ayo kita sudahi." Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar