Selasa, 16 Maret 2010

Bawa Senjata, Polda Metro Tahan 35 Pendukung Persija

Bawa Senjata, Polda Metro Tahan 35 Pendukung Persija


Bawa Senjata, Polda Metro Tahan 35 Pendukung Persija

Posted: 16 Mar 2010 06:06 AM PDT

Jakarta, tvOne

Kepolisian Daerah Metro Jaya menahan sedikitnya 35 suporter Persija (Jakmania) yang kedapatan membawa berbahaya. Dari tangan mereka, polisi menyita 27 senjata tajam, 50 gear motor yang terikat pada sabuk, delapan stik golf, tujuh tongkat, dan lima linting ganja.

"Setelah ditangkap, mereka yang kedapatan membawa senjata tajam dan narkoba langsung kami serahkan ke serse," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Johanson Ronald Simamora, Selasa (16/3). Sedangkan suporter yang tidak kedapatan membawa benda berbahaya diperbolehkan pulang.

Mereka diamankan saat polisi melakukan razia terhadap suporter yang menumpang atap bus saat melintas di kawasan Senayan dan depan kantor Polda Metro Jaya. Mereka kedapatan membawa benda-benda seperti celurit, parang, samurai, bambu runcing, gunting, kelereng lengkap dengan ketapel, balok kayu, pisau, minuman keras, dan ganja.

Divisi Litbang Jakmanis Jabodetabek, Pandu, mengatakan, kebanyakan Jakmania yang ditangkap tidak memiliki kartu anggota dan belum terdaftar di tingkat wilayah (Korwil). "Mereka di luar kami. Tapi bagaimanapun mereka nanti akan kami bina. Kalau Jakmania yang benar tidak sampai membawa senjata tajam dan tidak mau berkelahi. Mereka benar-benar mau nonton pertandingan," katanya.

Karena apabila Jakmania yang sudah masuk keanggotaan akan melaksanakan kewajibannya sebagai suporter yang baik. Jakmania tersebut tidak akan mau berulah dan selalu datang lebih awal sebelum pertandingan dimulai. "Karena mereka sudah beli tiket, jadi benar-benar mau menonton. Berbeda dengan yang diamankan sekarang ini. Mereka datang tapi untuk senang-senang saja," ujarnya.

Salah seorang koordinator sub wilayah dari Kampung Ambon, Jakarta Timur, Dede Kurniawan, mengaku tidak tahu menahu jika di dalam angkot yang dia tumpangi ditemukan banyak Senjata tajam. "Repot juga. Sebenarnya waktu kami berangkat, anak buah saya nggak ada yang bawa senjata tajam. Tapi waktu di tengah jalan, banyak Jakmania di luar kelompok saya yang memaksa bergabung, ya mungkin bisa jadi dari mereka," ucapnya. (VIVAnews)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Taklukkan Selangor FC, Sriwijaya Pimpin Grup F

Posted: 16 Mar 2010 05:58 AM PDT

Palembang, tvOne

Sriwijaya FC berhasil memetik tiga poin penuh di ajang AFC Cup. Pada pertandingan kedua di penyisihan Grup F, Sriwijaya berhasil menang telak 6-1 saat menjamu wakil Malaysia, Selangor FC.

Dengan hasil ini, Laskar Wong Kito kini memuncakki grup dengan 4 poin dari satu hasil imbang dan satu kemenangan. Sedangkan bagi Selangor, kekalahan ini membuat posisi mereka di dasar klasemen dengan torehan baru satu poin.

Bertanding di kandangnya Stadion Jaka Baring Palembang, Selasa 16 Maret 2010, Sriwijaya memang tampil trengginas. Klub yang masuk AFC setelah tersingkir dari Liga Champions Asia ini mampu terlihat dominan.

Tim besutan Rahmad Darmawan ini memang sempat tertinggal 0-1 lewat gol tim tamu yang dicetak Mohd Safee Bin Sali di menit ke-16. Persipura baru bisa bangkit menjelang babak pertama usai. Bahkan Sriwijaya berbalik unggul 2-1 lewat gol Arif Suyono di menit ke-38 dan Zah Rahan satu menit kemudian.

Di babak kedua, Sriwijaya tetap mendominasi jalannya pertandingan. Striker Rahmat Rivai berhasil membuat wakil Indonesia ini unggul 3-1 di menit ke-58. Arif Suyono kembali mencetak gol di menit ke-69 sekaligus merubah kedudukan menjadi 4-1.

Sedangkan dua tambahan gol Laskar Wong Kito dicetak Keith Kayamba Gumbs di menit ke-86 dan menit ke-89. Skor 6-1 ini bertahan hingga pertandingan usai. (VIVAnews)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Keluarga Jaja Masih Menunggu Hasil Tes DNA

Posted: 16 Mar 2010 05:55 AM PDT

Jakarta, tvOne

Keluarga Jaja (47) alias Pura Sudarma alias Yusuf Umar pelaku terorisme yang tertembak mati Detasemen Khusus (Densus) 88 di Aceh Besar Jumat (12/30) lalu masih menunggu kepastian hasil tes DNA.

"Kami hingga kini belum bisa memakamkan Jaja karena belum ada kepastian hasil tes DNA," kata Bambang Sencaki, salah seorang utusan keluarga di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Selasa, seperti dilansir Antara.

Bambang mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jenazah yang berada di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur, apakah Jaja warga Sajira Barat Kecamatan Sajira, Kabupaten Leba.

Karena itu, untuk memastikan jenazah itu Jaja, pihak keluarga terdiri dari kakak, adik dan anak telah pergi ke Jakarta, Senin (15/3) diambil darah guna keperluan pencocokan melalui tes DNA.

Saat ini, kata dia, pihak rumah sakit belum memberikan laporan hasil tes DNA tersebut. Kemungkinan pihak rumah sakit akan memberikan keterangan Rabu (17/3). "Jika jenazah itu dipastikan Jaja tentu kami bersedia untuk memakamkan di kampung halamannya," katanya.

Selama ini, kata dia, keluarga hanya mengetahui pelaku terorisme yang mati di Aceh Besar bernama Jaja yang disebut-sebut pimpinan wilayah Banten melalui media televisi dan media cetak.

Dia menyatakan jika itu benar jasad Jaja tentu keluarga hanya pasrah dan ikhlas karena semua manusia juga akan meninggal dunia. "Saya berharap hasil tes DNA itu bisa secepatnya dapat dipastikan oleh keluarga," katanya.

Sementara itu, suasana kediaman Jaja di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, tampak sepi dan hanya beberapa anggota keluarga saja. "Saya kira keluarga syok mendengar kematian anggota keluarganya itu," kata Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Dade di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

44 tahun hilang, Jasad 2 Tentara Australia Ada di Kalimantan

Posted: 16 Mar 2010 05:51 AM PDT

Canberra, tvOne

Jasad dua tentara Australia, yang dinyatakan hilang selama 44 tahun terakhir, baru saja ditemukan di kawasan Kalimantan Barat. Mereka raib saat bertugas di pedalaman Indonesia pada 1966 silam.

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, mengatakan, penemuan itu tak luput dari campur tangan militer Indonesia. "Sekarang sudah positif teridentifikasi," ujarnya seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa (16/3).

Dua tentara yang tergabung dalam pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR) itu adalah Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff. Keduanya terpisah dari pasukan saat menyeberang Sungai Sekayam, Kalimantan, pada 21 Maret 1966.

Seketika, tim pencarian sudah melakukan tugasnya, namun tak berhasil. Baru pada 2008, militer Australia kembali menjalankan misi pencarian dengan menggandeng Kopasus.Titik terang muncul setelah mengumpulkan informasi dari tetua suku Dayak yang berdiam di kawasan itu. Jasad dua tentara itu ternyata telah dikebumikan di sebuah kawasan terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan kano.

Pengiriman pasukan elit SASR kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung selama tahun 1962-1966. Sebanyak 23 anggota militer tewas dalam tugas itu.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar