PT KAI Siap Laporkan Bonekmania |
- PT KAI Siap Laporkan Bonekmania
- Perbaikan Jalan Lintas Sumatra Km 79 Selama 8 Bulan
- BMKG Bogor: Waspada Puting Beliung di Masa Transisi
- Propam Mabes Polri: Susno Belum Jadi Tersangka
| PT KAI Siap Laporkan Bonekmania Posted: 22 Mar 2010 10:50 AM PDT Jakarta, (tvOne) PT Kereta Api (KAI) akan melaporkan Bonekmania, julukan suporter fanatik tim sepak bola Persebaya Surabaya, kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akibat adanya kerusakan sejumlah kereta api dan stasiun. "Kepala Seksi Operasional akan menyampaikan laporan insiden itu kepada Polda Jatim, Selasa (23/3) besok," kata Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya, Catur Herry Winarno, Senin (22/3). Menurutnya tindakan anarkisme Bonekmania itu terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga Super Indonesia (LSI), antara Persebaya melawan Persela Lamongan di Surabaya, Minggu (21/3) sore yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Usai menyaksikan tim kebanggaannya memenangi pertandingan itu, ribuan Bonekmania dari luar kota naik kereta api dari Stasiun Gubeng, Surabaya. Setibanya di Stasiun, ribuan suporter yang akan pulang ke Mojokerto dan daerah sekitarnya menyerbu KRD jurusan Surabaya-Kertosono. Sementara Bonekmania yang berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya, melakukan hal yang sama terhadap KA Komuter Surabaya-Sidoarjo. "Kedatangan Bonekmania itu tidak terkendali. Bahkan, banyak di antaranya yang naik ke atas atap gerbong," katanya. Setibanya di Stasiun Kedinding (antara Sepanjang-Mojokerto), para Bonekmania yang menumpang KRD melempari KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung yang sedang lewat. Akibatnya, pintu dan kaca jendela kereta api kelas eksekutif tersebut rusak parah. Tak puas sampai di situ, beberapa saat kemudian aksi mereka berlanjut dengan melempari KA Argo Wilis jurusan Bandung-Surabaya yang lewat Stasiun Kedinding, hingga menyebabkan beberapa kaca jendela kereta api kelas eksekutif itu pecah. Setelah kedua rangkaian kereta api kelas eksekutif itu melintas, KRD yang ditumpangi para Bonekmania kembali melanjutkan perjalanan. Namun sesampai di Stasiun Mojokerto, Bonekmania kembali berulah. Di stasiun itu, oknum suporter Persebaya melempari ruang Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) hingga mengakibatkan beberapa kaca jendela pecah. Tak hanya itu, di sepanjang perjalanan, Bonekmania juga melempari pintu dan kaca pos perlintasan kereta api. Tindakan anarkisme juga dilakukan para Bonekmania yang menumpang KA Komuter Surabaya-Sidoarjo. Para Bonekmania merusak beberapa peralatan, dan kaca Stasiun Tanggulangin. "Akibat kejadian itu, kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Selain itu, penumpang umum yang ada di stasiun juga mengalami trauma," kata Herry. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Perbaikan Jalan Lintas Sumatra Km 79 Selama 8 Bulan Posted: 22 Mar 2010 10:23 AM PDT Kalianda, (tvOne) Jalan lintas Sumatra, Km 79 Lampung Selatan, yang ambrol diperkirakan akan pulih delapan bulan mendatang hingga selesainya pemasangan gorong-gorong pada bagian dasar timbunan penyangga badan jalan tersebut. Pelaksana perbaikan Sukirno dari PT. F. Syukri Balak Lampung di Kalianda, Senin (22/3) mengatakan, perbaikan gorong-gorong di jalan lintas Sumatra KM 79, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni membutuhkan penyelesaian dengan kisaran jangka waktu delapan bulan. Dia mengatakan, gorong-gorong pabrikan beton yang dipesan khusus dari sebuah perusahaan konstruksi di Jakarta itu akan datang pada 26 Maret 2010, namun tidak langsung dipasang karena menunggu proses penggalian usai. "Proses penggalian masih berlangsung dan baru mencapai sekitar 20 meter, sedangkan kedalaman yang dibutuhkan mencapai 24 meter," jelas dia. Dia menjelaskan, kendala yang dihadapi dalam proses penggalian tersebut yakni tingginya arus lalu lintas dari arah Pelabuhan Bakauheni maupun Bandarlampung dan sejumlah wilayah di Sumatra. "Kami tidak bisa menutupnya, karena merupakan akses transportasi utama di Pulau Sumatra," katanya. Selain itu, proses penggalian membutuhkan kehati-hatian yang yang tinggi karena jika dilakukan tanpa perhitungan matang potensi ambrol sangat tinggi. Menurutnya, lebar timbunan tanggul penyangga yang akan dipasang gorong-gorong 100 meter, kebutuhan gorong-gorong sekitar 50 unit dengan ukuran panjang dua meter dan diameter 1,7 meter per unitnya. Dia menambahkan, pemasangan gorong-gorong merupakan upaya menghindari ambrol, karena sebagai saluran drainase genangan air yang berada di barat jalan itu yang selama ini menjadi pemicu ambrol yakni menggerus bagian bawah tanggul penyangga jalan. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| BMKG Bogor: Waspada Puting Beliung di Masa Transisi Posted: 22 Mar 2010 10:10 AM PDT Bogor, (tvOne) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Bogor, kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai angin puting beliung yang berpotensi terjadi di masa transisi saat ini. Peringatan tersebut disampaikan BMKG, setelah terjadi puting beliung di Kampung Bojongsari, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas yang menghantam belasan rumah warga. "Saat ini Bogor memasuki masa transisi dari musim penghunjan ke musim kemarau dimana berpeluang terjadinya angin puting beliung, masyarakat diminta waspada," kata Kepala Bagian Analisa dan Data BMKG wilayah Bogor, Alidia, seperti dilansir ANTARA, Senin (22/3). Alidia menjelaskan, puting beliung yang terjadi sekitar pukul 13:00 WIB di kawasan Ciomas, disebabkan oleh panas terik yang terjadi dari pagi hingga siang. Kondisi demikian, menurut Alidia dapat memicu terjadinya angin kencang, diperkirakan kecepatan angin yang menghantam belasan rumah mencapai 50 km/jam. "Sudah menjadi ciri setiap masa transisi, apabila panas terik terjadi dari pagi di siang hari memicu perkumpulan awan CB yang menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang, kondisi seperti ini juga memicu angin puting beliung," jelasnya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk waspada dengan memperhatikan tanda-tanda sebelum terjadinya angin puting beliung. "Sebelum angin puting beliung datang ada tanda-tandanya yakni panas terik dari pagi hingga siang, tiba-tiba awan mendung gelap berbentuk bunga kol membumbung, saat itu angin kencang akan datang," katanya. Masa transasi dari musim penghujan ke musim kemarau berlangsung hingga akhir Maret, karena bulan April kawasan Bogor sudah memasuki musim kemarau. Alidia juga mengatakan, bahwa kawasan Ciomas sebagai kawasan berdataran rendah merupakan wilayah yang lebih sering dilewati angin. Akibat puting beliung tersebut belasan rumah warga di kampung tersebut rusak bahkan ada beberapa yang amruk, selain itu sejumlah pohon juga tumbang. Ketua RT 05 Kampung Bojongsari Dede Komplang menyebutkan, angin datang secara tiba-tiba dengan kecepatan cukup kuat dan menghantam rumah warga. "Dari pagi cuaca cerah tapi agak panas, tiba-tiba siangnya langit mendung gelap dan angin kencang datang dari arah timur dan menghantam rumah warga," jelasnya. Dede mengatakan, selain menghantam rumah warga yang mengakibatkan genteng rumah banyak yang terbang, angin juga membuat atap bangunan Pondok Pesantren Irsyadul Ibad hancur diterjang angin. Hingga kini warga bergotong royong, bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan rumah warga yang hancur dan mengangkat pohon-pohon tumbang yang menutupi badan jalan. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Propam Mabes Polri: Susno Belum Jadi Tersangka Posted: 22 Mar 2010 09:34 AM PDT Jakarta, (tvOne) Markas Besar Polri baru saja memeriksa mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji. Mabes Polri mempertegas, Susno belum menjadi tersangka. "Belum jadi (tersangka)," kata Kepala Unit Penelitian Personel Propam Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Budi Waseso, usai pemeriksaan Susno Duadji di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/3). Kendati demikian, Budi mengaku tidak turut memeriksa Susno Duadji. Dan pemeriksaan itu masih terbatas dengan kode etik. "Yang meriksa bukan saya, yang meriksa Kapus Profesi (Kepala Pusat Profesi dan Pengamanan)," ujarnya seperti dilansir VIVanews. Menurut Budi, pemeriksaan difokuskan pada apa yang sudah pernah disampaikan Susno kepada media. Terutama soal tudingan adanya dugaan 'Jenderal Markus' alias makelar kasus di kepolisian. "Pak Susno ada yang mengiyakan, dan ada juga yang tidak," kata Budi. Susno, kata Budi, bercerita kenapa memberikan penjelasan seperti apa yang sudah ditulis di media. Meski begitu, pemeriksaan masih dalam ruang lingkup kode etik. "Kita tidak memutuskan dia (Susno), sebagai apa karena belum selesai," tegasnya lagi. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar