10 Pemain Uruguay Berhasil Tahan Perancis |
- 10 Pemain Uruguay Berhasil Tahan Perancis
- Peruntukan Bantuan Gempa Dari Arab Ditentukan Bappenas
- Gaza Dari Sebuah Lensa
- Warga Bogor Barat Gagal Nonton Perdana Piala Dunia
| 10 Pemain Uruguay Berhasil Tahan Perancis Posted: 11 Jun 2010 01:52 PM PDT Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Afrika Selatan, (tvOne) Perancis dan Uruguay harus puas berbagi angka saat keduanya bermain imbang tanpa gol di penyisihan Grup A Piala Dunia 2010. Padahal Prancis unggul jumlah pemain di 10 menit menjelang bubaran. Dengan hasil ini, maka Prancis, Uruguay, Afrika Selatan dan Meksiko sama-sama mengoleksi poin 1. Sebelumnya penghuni Grup A lainnya, Afsel juga bermain imbang 1-1 kontra Meksiko. Bertanding di Green Point Stadium, Cape Town, Sabtu 12 Juni 2010, Prancis sebenarnya berpeluang unggul cepat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit lewat Sidney Govou. Berawal dari aksi Ribery memberikan umpan silang mendatar, Govou yang datang tanpa pengawalan sebenarnya berhasil mencocor bola. Sayang sepakan Govou masih melenceng meski kiper Uruguay Nestor Muslera telah mati langkah. Uruguay yang unggul dalam tekel-tekel akurat mulai merespon agresifitas Les Bleus. Namun hingga 45 menit babak pertama skor kaca mata ini tak berubah. Memasuki babak kedua, kedua tim tetap saling berbalas serangan. Permainan agresif Les Bleus berhasil diredam permainan disiplin Uruguay. Pada paruh kedua ini, giliran peluang terbaik dibuat Uruguay. Pada menit ke-73, Uruguay berpeluang unggul andai sepakan keras Forlan di dalam kotak penalti Prancis memanfaatkan umpan Luis Suarez tidak melenceng. Peluang Prancis sebenarnya kembali terbuka saat Uruguay harus bermain dengan 10 setelah pemain pengganti Nicolas Lodeiro dikeluarkan wasit Yuichi Nishimura dari Jepang. Pelanggaran keras Lodeiro kepada Bacary Sagna berbuah kartu kuning kedua. Meski unggul jumlah pemain, namun tim besutan Raymond Domenech gagal memanfaatkan peluang demi peluang. Alhasil skor kaca mata ini bertahan hingga pertandingan usai. (vivanews.com)
Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Peruntukan Bantuan Gempa Dari Arab Ditentukan Bappenas Posted: 11 Jun 2010 01:49 PM PDT Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Padang, (tvOne) Bantuan dana gempa Sumatera Barat (Sumbar) dari Pemerintah Arab Saudi senilai Rp400 miliar lebih peruntukan alokasinya sudah ditentukan Badan Perecanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sehingga tidak ada untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Pasar Raya Padang. "Ada tiga pembagian alokasi dana bantuan dari pemerintah Arab Saudi yang dijelaskan rinciannya oleh Bappenas melalui surat tertanggal 26 Mei 2010 kepada Pemprov Sumbar," kata Sekdaprov Sumbar, Mahmuda Rivai pada acara penyerahan penghargaan kepada wartawan penulis buku di kantor gubernuran di Padang, Jumat. Mahmuda menyebutkan, ada kesalahpahaman soal bantuan dari Arab Saudi yang menyebabkan Pemkot Padang meminta alokasi dana untuk rehabilitas dan rekonstruksi Pasarraya. Padahal, kata dia, sudah jalas dalam surat dari Bappenas alokasinya diperuntukan untuk pembangunan masjid raya Sumbar sekitar Rp104 miliar. Alokasi berikutnya dialokasi untuk perbaikan RSUP M Djamil Padang senilai Rp328,5 miliar. Selanjutnya, alokasi bantuan dari Arab Saudi untuk perbaikan dan pembangunan gedung pemerintah provinsi yang rusak berat akibat bencana gempa 30 September 2009 lalu. Jadi, katanya, alokasi dananya tersebut sudah jelas peruntukannya sehingga tidak benar ada anggapan dan penilaian mengambang bantuan gempa itu. Dana batuan dari Arab Saudi sudah masuk dalam APBN Perubahan dan selanjutnya akan dikucurkan ke pemerintah provinsi. Menyoalkan bantuan gempa tahap dua, Mahmuda menjelaskan, pihak Pemprov Sumbar sudah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat akan dikucurkan senilai Rp2 triliun. Justru itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan bupati/wali kota dalam waktu cepat. Tujuannya, kata Mahmuda, supaya dalam pengucuran bantuan tahap II bisa lebih cepat penyerapannya dari tahap I, maka dibutuhkan koordinasi. Kepala BPBD Sumbar, Hermensyah membenarkan sudah ada informasi dari pemerintah pusat bantuan gempa tahap II tersebut yang dimasukkan dalam APBN Perubahan. Justru itu, upaya persiapan sebelumnya turunnya dana bantuan gempa tahap II dari pemerintah tersebut harus dipersiapkan, terutama melihat kepada kemajuan realisasi bantuan tahap I. "Kita berharap dengan bantuan dana senilai Rp2 triliun tersebut semua rumah rusak sedang dan berat yang masih tersisa dari tahap I bisa diselesaikan semua," katanya. Penyaluran bantuan untuk korban gempa, tambahnya, sama dengan tahap satu, artinya langsung ke rekening kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk. Bahkan, tenaga fasilitator teknik dan pemberdayaan untuk mendampingi masyarakat dalam penggunaan dana bantuan tahap II sudah direkrut oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). "Kita berharap kucuran dana tahap II bisa lebih segera dari pemerintah," katanya. Ditambahkan bahwa bantuan gempa untuk rumah rusak berat sebesar Rp15 juta, dan rusak sedang senilai Rp10 juta.
Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Posted: 11 Jun 2010 01:47 PM PDT Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Jakarta, (tvOne) Empat relawan RI kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang mendapat serangan tentara Israel telah kembali ke Tanah Air. Rasa haru pun terlihat jelas di mata para keluarga para relawan saat menyambut kedatangan mereka. Tiga jurnalis Kispa dan M. Yasin, reporter tvOne yang telah kembali adalah sebagian kecil saksi mata dari kekejaman Israel di mata dunia. Mereka hanyalah bagian kecil dari sejumlah relawan yang mencoba kembali menginformasikan pada dunia bagaimana sikap Israel yang anti perdamaian. Meski telah kembali ke Tanah Air, para relawan menyatakan tak akan pernah berhenti untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina. Mengingat, negara Palestina disebut sebagai salah satu negara yang lebih dulu mengakui kemerdekaan Indonesia. M. Yasin, reporter tvOne, menjelaskan detail bagaimana saat penyerangan tentara Israel terhadap Kapal Mavi Marmara. Sama dengan para relawan lain, ia tak berkutik saat tentara Israel melucuti peralatan pers. "Bahkan saya sempat mendapat tamparan dari salah seorang prajurit Israel karena berusahan menyembunyikan sebuah flashdisk berisi video rekaman situasi dalam kapal Mavi," tambah Yasin. Suara tembakan dan dentuman di kapal Mavi Maramara memang masih terdengar jelas di benak Yasin. Namun, sambutan sang istri yang sejak lima hari lalu menanti kedatangan suaminya dengan utuh menghapus sejenak memori dalam kapal Mavi. Ya, insiden dalam kapal Mavi Maramara hanya salah satu bukti dari kebrutalan Israel. Selanjutnya, berangkatnya kapal Rachel Corrie tentunya mengingatkan kita pada peristiwa 7 tahun lalu. Bagaimana seorang Rachel Corrie, WNA AS, tewas dilindas buldozzer Israel yang ingin menghancurkan sebuah rumah dari keluarga kecil Palestina. Memang tak sedikit relawan atau jurnalis yang turut tewas di tangan tentara Israel. Meski demikian, sebagai insan pers, tentu takkan pernah memalingkan matanya yang tajam dari jalur Gaza Palestina. Tak sekedar mendokumentasikan dan menyiarkan, tetapi banyak hal yang patut dipahami untuk memulai kontemplasi hidup sebuah bangsa. (umm)
Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Warga Bogor Barat Gagal Nonton Perdana Piala Dunia Posted: 11 Jun 2010 01:46 PM PDT Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it. Bogor, (tvOne) Beberapa warga Jalan Semeru Gang Menteng, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat mengaku kecewa tidak dapat menyaksikan pertandingan perdana Piala Dunia karena pemadaman listrik tanpa pemberitahuan. Pemadaman listrik terjadi dua kali, pertama sekitar pukul 20.30 WIB pada saat pembukaan Piala Dunia. Lampu mati selama kurang lebih 25 menit. Tak lama kemudian, lampu kembali menyala saat pertandingan pertama Afrika Selatan lawan Meksiko. Listrik terus menyala sampai menit ke-8 pertandingan tersebut, lalu tiba-tiba listrik kembali padam. "Tidak biasanya lampu di kawasan sini mati, kenapa matinya waktu Piala Dunia dimulai," ujar Yapto warga Menteng dengan nada kecewa ke luar dari rumahnya. Kekecewaan juga di rasakan Adi tetangga Yapto. Adi heran apa yang menyebabkan listrik di kawasan tempat tinggalnya padam. "Selama ini tidak pernah padam, tapi tiba-tiba hari ini padam, padahal saya sangat menantikan piala dunia ini," ucapnya. Mengisi waktu luang, Yapto dan Adi pun berdiskusi di luar rumahnya membicarakan seputar Piala Dunia. Pertandingan Piala Dunia memang sangat dinantikan seluruh pencinta bola. Yapto dan Adi mewakili warga Bogor berharap PLN tidak lagi memadamkan listrik saat pertandingan bola berlangsung.
Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar