Rabu, 09 Juni 2010

Kisah Panjang Afsel Hingga Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Kisah Panjang Afsel Hingga Jadi Tuan Rumah Piala Dunia


Kisah Panjang Afsel Hingga Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Posted: 09 Jun 2010 11:13 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Johannesburg, (tvOne)

Impian itu bermula pada 30 Juli 1994 di kampus Universitas Witwatersrand, ketika seseorang yang bernama Irvin Khoza untuk pertama kalinya menyampaikan niat Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Khoza sendiri ketika itu adalah ketua tim kampanye pemenangan Afrika Selatan. Ia menyampaikan niat tersebut, di depan 400 orang yang berkumpul di Auditorium Linder pada acara yang diprakarsai oleh City Press Soccer Forum.

Apa yang dilalui oleh Irvin Khoza dan timnya adalah sebuah jalan panjang berliku, melelahkan, karena begitu banyak rintangan yang harus dilalui. Khoza ketika itu yakin, bahwa menggelar pesta terbesar itu tidak hanya menjadi harapan rakyat Afrika Selatan, tapi juga seluruh benua Afrika. "Bagi sebagian besar masyarakat dunia internasional, ide penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan dianggap sebagai hal yang tidak masuk akal. Apakah Afrika sudah punya SDM, untuk menjadi tuan rumah sebagai event yang begitu besar," kata Khoza.

Setelah melakukan persiapan pada 1996, Afrika Selatan pun mulai mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 dan Danny Jordaan berada di barisan terdepan saat melakukan kampanye. Setelah mendapat restu dari Presiden FIFA Sepp Blatter yang menyatakan setuju bahwa inilah saatnya benua Afrika menjadi tuan rumah, panitia pun secara resmi mengajukan usulan melalui Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) dan mendapat dukungan penuh sebagian besar anggota.

Tapi Afrika Selatan tidak sendiri karena negara Afrika lainnya juga menyatakan minat mereka. Maka Afsel pun harus bersaing dengan Maroko, Libya, Nigeria, Mesir dan Ghana. Namun di tengah jalan, (1999) Mesir, Ghana dan Nigeria memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal ini membuat Afrika Selatan tinggal bersaing dengan Maroko, yang diatas kertas lebih mudah dikalahkan.

Saingan terberat justru datang dari Jerman yang jauh lebih difavoritkan, disusul Brazil dan Inggris yang menempel ketat meramaikan persaingan. "Dua puluh empat jam sebelum diumumkan tuan rumah Piala Dunia 2006 di Zurich, Swiss suasana sangat tegang. Dari benua Afrika, hanya ada dua suara untuk Maroko dan dua suara untuk Afrika Selatan," kenang Khoza.

Pada babak-babak berikutnya, delegasi Afrika Selatan mendengar berita bahwa mereka berhasil mengalahkan Brazil, Maroko dan Inggris. Maka Afrika Selatan pun harus berhadap-hadapan dengan Jerman yang dipimpin oleh Franz Beckenbauer. Bagi Jerman, Beckenbauer adalah sebuah jaminan dan sudah dianggap seperti nabi dan mereka pun dengan penuh rasa percaya diri jauh-jauh hari sudah yakin akan tampil sebagai pemenang, mengalahkan Afrika Selatan.

"Beckenbauer datang kepada kami dan berujar, "Tuan-tuan, silahkan kemasi barang Anda dan pulang. Inilah saat-saat yang sulit dilupakan dan semua orang masih teringat ketika Blatter mengumumkan bahwa Piala Dunia 2006 akan digelar di Jerman," kata Khoza.

Jerman unggul dengan selisih hanya satu suara, yaitu 12-11. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika wakil dari Oceania, yaitu Charles Dempsey memutuskan untuk abstain. "Setelah mendapatkan hasil tersebut, kami kemudian berkumpul dan berusaha untuk membatalkan mandat kepada Dempsey, kami kecewa, benar-benar kecewa," katanya.

Delegasi Afsel pun meninggalkan Swiss, dengan membawa segunung rasa kecewa dan mereka pun melaporkan kegagalan tersebut kepada Nelson Mandela. Mendegar laporan tersebut, Mandela yang akrab dipanggil Madiba itu hanya menjawab singkat, "Jangan patah semangat, ayo kembali berjuang."

Giliran Afrika

Angin segar pun mulai berembus dan membangkitkan kembali harapan yang sempat hancur, ketika Sepp Blatter mengumumkan bahwa FIFA memutuskan untuk menggilir Piala Dunia berdasarkan konfederasi atau benua.

Berarti, Piala Dunia 2010 dipastikan akan berlangsung di Afrika yang selama ini belum pernah mendapat giliran. Afrika Selatan kemudian kembali bersaing dengan empat negara Afrika lainnya, yaitu Mesir, Libya, Tunisia dan Maroko. Maroko kembali menjadi pesaing terberat karena sangat gencar mencari dukungan negara lain.

Afrika Selatan sudah memastikan sembilan suara yang memihak mereka dan kemudian mencoba membujuk Jack Warner, wakil Presiden FIFA ketika itu dan juga Presiden Concacaf. Tapi Warner tidak bersedia memberikan suara begitu saja. "Kalau menginginkan suara saya, kalian harus mengajak Mandela berkunjung ke Karibia," kata Warner.

Mandela pun setuju, tapi dokter menegaskan bahwa Mandela tidak dalam kondisi sehat untuk mengadakan perjalanan jauh ke Karibia. Setelah melalui perdebatan alot, akhirnya diputuskan untuk tetap mengajak Mandela dengan pesawat khusus. Tim dokter serta peralatan khusus disiapkan untuk menjaga kesehatan Mandela, selama dalam perjalanan panjang mengarungi Samudera Atlantik.

Semua perjuangan tersebut dilakukan hanya untuk satu tujuan, yaitu mendapatkan suara Jack Warner. Hasilnya sehari menjelang pengumumkan pemenang di Zurich, delegasi Afrika Selatan secara khusus didampingi oleh Mandela, FW de Klerk dan Uskup Desmond Tutu.

Seluruh perjuangan panjang dan berliku, dan juga diwarnai dengan kekecewaan tersebut akhirnya berbuah manis, ketika Blatter membuka amplop dan mengumumkan bahwa Afrika Selatan dinyatakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010, menyingkirkan Maroko dan Mesir. Jalan panjang telah dilalui oleh Afrika Selatan, dan sekarang saatnya mereka membuktikan kepada dunia bahwa pilihan mereka tersebut tidak salah. (ant)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Daftar Wasit Piala Dunia untuk 16 Pertandingan Pertama

Posted: 09 Jun 2010 10:16 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Johannesburg, (tvOne)

Berikut daftar wasit yang akan ditugaskan pada 16 pertandingan pertama Piala Dunia, yang dimulai Jumat, (11/6) setelah ada perubahan pada pertandingan enam dan tujuh:

Jumat, (11/6)

1. Afrika Selatan v Meksiko, Grup A

Wasit: Ravshan Irmatov (Uzbekistan), asisten: Rafael Ilyasov (Uzbekistan) dan Bakhadyr Kochkarov (Kyrgyzstan), ofisial keempat Subkhiddin Mohd Salleh (Malaysia)

2. Uruguay v Prancis, Grup A

Wasit: Yuichi Nishimura (Jepang), asisten: Toru Sagara (Jepang) dan Jeong Hae-sang (Korea Selatan), ofisial keempat: Joel Aguilar: (Slovenia)

Sabtu, (12/6)

3. Argentina v Nigeria, Grup B

Wasit: Wolfgang Stark (Jerman), asisten: Jan-Hendrik Salver (Jerman) dan Mike Pickel (Jerman), ofisial keempat: Khalil Al-Ghamdi (Saudi Arabia)

4. Korea Selatan v Yunani, Grup B

Wasit: Michael Hester (Selandia Baru), asisten: Jan Hendrik Hintz (Selandia Baru) dan Tevita Makasini (Tonga), ofisial keempat: Martin Vazquez: (Uruguay)

5. Inggris v Amerika Serikat, Grup C

Wasit: Carlos Simon (Brazil), asisten: Altemir Hausmann (Brazil) dan Roberto Braatz (Brazil), ofisial keempat: Eddy Maillet (Seychelles)

Minggu, (13/6)

6. Aljazair v Slovenia, Grup C

Wasit: Carlos Alberto Batres (Guatemala), asisten: Leonel Leal (Kosta Rika) dan Carlos Pastrana (Honduras), ofisial keempat: Peter O`Leary (Selandia Baru)

7. Jerman v Australia, Grup D

Wasit: Marco Rodriguez (Meksiko), asisten: Jose Luis Camargo (Meksiko) dan Alberto Morin (Meksiko), ofisial keempat: Martin Hansson (Swedia)

8. Serbia v Ghana, Grup D

Wasit: Hector Baldassi (Argentina), asisten: Ricardo Casas (Argentina) dan Hernan Maidana (Argentina), ofisial keempat: Subkhiddin Mohd Salleh (Malaysia)

Senin, (14/6)

9. Belanda v Denmark, Grup E

Wasit: Stephane Lannoy (Prancis), asisten: Eric Dansault (Prancis) dan Laurent Ugo (Prancis), ofisial keempat: Roberto Rosetti (Italia)

10. Jepang v Kamerun, Grup E

Wasit: Olegario Benquerenca (Portugal), asisten: Jose Cardinal (Portugal) dan Bertino Miranda (Portugal), ofisial keempat: Oscar Ruiz (Kolombia)

11. Italia v Paraguay, Grup F

Wasit: Benito Archundia (Meksiko), asisten: Hector Vergara (Kanada) dan Marvin Torrentera (Meksiko) ofisial keempat: Joel Aguilar (Slovenia)

Selasa, (15/6)

12. Selandia Baru v Slovakia, Grup F

Wasit: Jerome Damon (Afrika Selatan), asisten: Celestin Ntagungira (Rwanda) dan Enock Molefe (Afrika Selatan), ofisial keempat: Ravshan Irmatov (Uzbekistan)

13. Pantai Gading v Portugal, Grup G

Wasit: Jorge Larrionda (Uruguay), asisten: Pablo Fandino (Uruguay) dan Mauricio Espinosa (Uruguay), ofisial keempat: Martin Vazquez (Uruguay)

14. Brazil v North Korea, Group G

Wasit: Viktor Kassai (Hungaria), asisten: Gabor Eros (Hungaria) dan Tibor Vamos (Hungaria), ofisial keempat: Subkhiddin Mohd Salleh (Malaysia)

Rabu, (16/6)

15. Honduras v Chile, Grup H

Wasit: Eddy Maillet (Seychelles), asisten: Evarist Menkouande (Kamerun) dan Bechir Hassani (Tunisia), ofisial keempat: Yuichi Nishimura (Jepang)

16. Spanyol v Swiss, Grup H

Wasit: Howard Webb (Inggris), asisten: Darren Cann (Inggris) dan Michael Mullarkey (Inggris), ofisial keempat: Martin Hansson (Swedia)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Duh, Pengangguran di Indonesia Capai 8,59 Juta Orang

Posted: 09 Jun 2010 08:28 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Surabaya, (tvOne)

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) mengungkapkan, angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi. Ia melansir laporan Badan Pusat Statistik pada Mei 2001, yang menyatakan angka pengangguran di Indonesia capai 8,59 juta orang atau sekitar 7,41% dari 116 juta orang total angkatan kerja.

Dari angka itu, Muhaimin menjelaskan, tercatat jumlah penganggur dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi mulai dari D-1 hingga S-1 mencapai 1,36 juta orang atau sekitar 15,84 persen penganggur. "Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat produktivitas bangsa Indonesia," katanya.

Muhaimin menyebutkan, penyebab terjadinya pengangguran adalah kesempatan kerja yang tidak cukup mampu menyerap angkatan kerja yang ada, serta kurang berfungsinya pasar kerja. Ia menambahkan, dalam kondisi seperti itu, terdapat lowongan pekerjaan yang belum terisi di satu pihak, dan terdapat tenaga kerja yang belum bekerja di lain pihak.
 
Di saat yang bersamaan, lanjutnya, jumlah dan jenis tenaga kerja tidak sama sehingga terdapat hambatan mobilitas wilayah, sektoral, kesempatan, dan waktu pindah pekerjaan.
"Sasaran tingkat pengangguran terbuka pada 2014 adalah lima hingga enam persen. Ini berarti tingkat pengangguran dapat ditekan sebesar 1,87 hingga 2,18 persen dibandingkan dengan tingkat pengangguran pada 2009 sebesar 7,87 persen," katanya.
 

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Mulai Senin Depan, Preman Jakarta Ditertibkan

Posted: 09 Jun 2010 05:46 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jakarta, (tvOne)

Mulai pekan depan, sebanyak 15 lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta akan menjadi sasaran penertiban preman. Pihak Satpol PP sendiri masih merahasiakan ke-15 lokasi penertiban preman tersebut. "Ada 15 titik (lokasi) rawan yang dijadikan target operasi, tapi tidak bisa saya sebutkan sekarang," kata Kepala Satpol PP DKI Effendi Anas, Rabu (9/6).

Penertiban preman rencananya akan dimulai Senin (14/6) pekan depan dan akan berlangsung selama sebulan. Akan ada ratusan petugas yang dikerahkan untuk menjaring para preman dan juga pengamen di ibukota. "Dari Satpol PP ada sekitar 500 personel, nanti ditambah dari petugas LLAJ Dishub dan Polda Metro Jaya. Nantinya petugas tersebut akan disebar di titik-titik rawan yang telah ditentukan," kata Effendi.

Seluruh pihak yang terlibat pun masih akan mematangkan rencana ini pada Kamis (10/6) besok.Penetapan lokasi-lokasi rawan tersebut sudah dibahas dalam rapat koordinasi antara Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) Rabu siang tadi.

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar