Jumat, 27 Agustus 2010

Bea Cukai Batam Amankan Sabu Senilai Rp 2 Miliar

Bea Cukai Batam Amankan Sabu Senilai Rp 2 Miliar


Bea Cukai Batam Amankan Sabu Senilai Rp 2 Miliar

Posted: 27 Aug 2010 03:55 AM PDT

Batam, (tvOne)

Petugas Bea dan Cukai Batam Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu milik warga Nepal seberat 1,4 Kg senilai Rp 2 Miliar.

"Dari hasil pemeriksaan tas tersangka diketahui ada narkotika jenis sabu senilai Rp 2 Miliar," kata Kepala Bea cukai Batam, Septia Atma, Jumat (27/8).

Tersangka yang diketahui sebagai kurir pengantar barang haram tersebut bernama Kandangwa Imansing. Guna mengelabuhi petugas, sabu seberat 1,4 Kg disimpan di bawah lipatan tas travel bag miliknya.

Tersangka ditangkap di Pelabuhan Batam Center sesaat setelah turun dari Kapal Fery Mirangga Alph dari Pelabuhan Situlang Laut, Malaysia.

Tersangka langsung diserahkan ke Satuan Narkoba Polda Kepri guna pendalaman kasus siapa jaringan pengedar Batam.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Situasi Perbatasan RI-Malaysia Tetap Kondusif

Posted: 27 Aug 2010 03:22 AM PDT

Entikong, Kalbar (tvOne)

Ditengah memanasnya hubungan antara Indonesia dengan Malaysia, namun kondisi di Kawasan tapal batas yang langsung menghubungkan Indonesia dengan Malaysia (Serawak) di Kalimantan saat ini dalam kondisi kondusif. Begitu pula dengan hubungan kekerabatan antar warganya masih tetap baik.

Hasil pantauan ANTARA di daerah perbatasan Entikong (Kalimantan Barat) - Tebedu (Malaysia), Jumat (27/8), tidak terlihat adanya aktivitas yang mencolok.

Sementara itu, di area batas Malaysia terlihat tidak ada aktivitas yang mencolok, namun terlihat pengamanan yang lebih banyak dari biasanya.

Terlihat Polisi Malaysia berada di setiap sudut area border. Tentara Diraja Malaysia juga tampak berjaga-jaga dan ada pasukan anti "penjenayah" atau pelaku kriminal.

Salah satu anggota Polisi Malaysia yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa pengamanan yang dilakukan masih seperti biasa. Memang ada tambahan anggota, namun itu bukan lantaran adanya hubungan yang memanas antara Malaysia-Indonesia. Melainkan menyambut HUT Kemerdekaan tanggal 31 Agustus dan mengantisipasi arus mudik lebaran.

Perseteruan Indonesia-Malaysia mulai memuncak ketika tiga anggota DKP ditahan oleh pihak Malaysia. Penahanan itu menimbulkan reaksi yang cukup panas di dalam negeri. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Polisi Selidiki Pabrik Senpi Rakitan di Tangerang

Posted: 27 Aug 2010 01:18 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyelidiki dugaan adanya pabrik pembuatan senjata api (Senpi) rakitan terkait adanya penjualan pistol di wilayah Kota Tangerang, Banten.

"Saat ini masih dalam pengembangan termasuk mencari pabrik pembuatan senjata api rakitannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat.

Boy menjelaskan penyelidikan keberadaan pabrik pembuatan senjata api rakitan itu berawal dari penangkapan seorang penjual pistol ilegal bernama Syahrial alias Rial.

Polisi menangkap Syahrial yang diduga sebagai penjual senjata api rakitan jenis FN di Kota Tangerang dengan barang bukti tiga pucuk pistol. Boy menuturkan Syahrial mendapatkan senjata api dari D alias Jidan yang diduga sebagai distributor.

Syahrial memasarkan senjata api dengan cara bertemu langsung dengan D, kemudian menjual kepada pelanggan senilai Rp10 juta per unit. Boy menyatakan penyidik menduga penjualan senjata api ilegal itu karena ada pabrik yang merakitnya.

Hingga saat ini, penyidik belum menemukan adanya indikasi S terlibat penjualan senjata api dengan sindikat pelaku tindak kejahatan atau perampok.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyita 17 pucuk senjata api berbagai jenis dalam razia selama tiga bulan terakhir, Juni hingga Agustus 2010. (Ant)

ed

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

KBRI Jamin Tidak Ada Sweeping WN Malaysia

Posted: 27 Aug 2010 01:08 AM PDT

Kuala Lumpur, (tvOne)

Duta Besar RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar minta Pemerintah Malaysia melindungi warga Indonesia karena banyak WNI yang dilukai, bahkan dibunuh oleh aparat keamanan Malaysia.

"Kami memberikan jaminan kepada pemerintah Malaysia bahwa warganya dijamin aman di Indonesia. Tidak akan ada `sweeping` warga Malaysia di Indonesia, namun kami juga minta agar Pemerintah Malaysia melindungi warga Indonesia di Malaysia," kata Dubes RI Da`i Bachtiar, dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Jum`at.

Berdasarkan keterangan Menlu Malaysia Anifah Aman kepada pers Indonesia dan Malaysia di Putrajaya, Kamis, hingga kini tidak ada warga Malaysia yang dilukai, diperas, apalagi dibunuh oleh rakyat atau aparat keamanan Indonesia. Tapi sebaliknya, ada beberapa kasus warga Indonesia malah dilukai, diperas, bahkan dibunuh oleh aparat kepolisian Malaysia.

Sebagai contoh kasus pemukulan wasit Indonesia Donald Kolopita dan pendobrakan paksa pintu rumah ketua PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) di UKM (universitas Kebangsaan Malaysia) oleh aparat Rela, kaki tangan imigrasi Malaysia. Kasus ini terjadi tahun 2007.

Terakhir adalah penembakan tiga TKI asal Madura oleh kepolisian Selangor. Ketiga TKI yang punya izin kerja legal dan diambil baik-baik kemudian ditembak mati dan dibuat cerita bahwa mereka adalah perampok.

Banyak juga laporan TKI yang diperiksa oleh kepolisian Malaysia tapi ujung-ujungnya adalah pemerasan. "Semua persoalan seperti perbatasan, perlindungan terhadap WNI di Malaysia harus diselesaikan oleh kedua pemerintahan agar ke depan nanti tidak mencuat menjadi persoalan," katanya.

"Kedua Menlu Indonesia dan Malaysia sepakat akan bertemu di Kota Kinabalu, Sabah, pada 6 September 2010. Mudah-mudahan berbagai persoalan mengenai perbatasan, TKI dan masalah lainnya cepat diselesaikan agar mengurangi munculnya isu akibat persoalan yang ada belum diselesaikan," kata Da`i yang juga mantan Kapolri.

Dalam jumpa pers itu, Dubes mengatakan, aparat kepolisian Indonesia telah menahan para demonstran yang melemparkan kotoran manusia ke Kedubes Malaysia dan membakar bendera Malaysia. "Kini sedang diselidiki berbagai bukti untuk menyeret mereka ke pengadilan," katanya. (Ant)

ed

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar