Miras Oplosan di Jagakarsa, Korban Tewas Jadi 14 Orang |
- Miras Oplosan di Jagakarsa, Korban Tewas Jadi 14 Orang
- Perampokan di Lampung Diduga Tak Pakai Ilmu Hipnotis
- Polisi Siap Tembak di Tempat Perampok Bersenjata Api
- Menlu Datuk Seri Anifah: Rakyat Malaysia Kehilangan Kesabaran
| Miras Oplosan di Jagakarsa, Korban Tewas Jadi 14 Orang Posted: 26 Aug 2010 08:14 AM PDT Jakarta, (tvOne) Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mencatat jumlah korban tewas yang diduga menenggak minuman keras oplosan bertambah menjadi 14 orang. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Nurdi Satriaji mengatakan, ada dua orang yang meninggal akibat menenggak minuman oplosan. Nurdi menyebutkan dua nama terakhir korban tewas akibat mengkonsumsi minuman oplosan, yakni Muhammad Yusuf yang meninggal Kamis dinihari sekitar pukul 03.00 WIB dan Stefanus Prasetya Putra (21) warga Jalan Pepaya Raya Nomor 32 RT 09/05 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pada Sabtu (21/8) sebanyak 18 orang melakukan pesta minuman keras oplosan yang dibeli di sebuah warung jamu di sekitar Jalan Jagakarsa. Para korban tersebut mengkonsumsi minuman keras oplosan dari bahan pasta whisky, pasta asam, ginseng, air jeruk dengan alkohol kandungan 70 persen, kemudian minuman keras itu dijual seharga Rp5.000 per gelas. Saat ini, polisi sudah menangkap dan menetapkan tersangka penjual jamu yang menjual minuman oplosan itu. (Ant) rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Perampokan di Lampung Diduga Tak Pakai Ilmu Hipnotis Posted: 26 Aug 2010 05:50 AM PDT Jakarta, (tvOne) Aksi perampokan di Minimarket di Lampung yang terekam dalam CCTV, ditengarai bukan sebuah tindak kejahatan yang menggunakan ilmu hipnotis. Menurut Ahli Hipnotis, Rommy Rafael, hipnotis tidak bisa dipakai untuk melakukan tindakan kejahatan, seperti yang terjadi di Lampung. "Hipnotis hanya bisa digunakan jika si korban terhipnotis menginginkan apa yang diperintahkan oleh pelaku hipnotis," jelas Rommy saat diskusi di Kabar Petang tvOne, Kamis (26/8). Hal senada juga diungkapkan Paranormal, Ki Gendeng Pamungkas. Menurutnya, Aksi perampokan di Lampung tidak menggunakan Hipnotis, melainkan menggunakan ilmu gendam ( membaca mantera). "Mereka menggunakan mantera, sehingga korban merasa seperti berbicara dengan teman sendiri," Jelasnya Sementara itu kriminolog UI, Ronny Nitibaskara mengatakan aksi perampokan di Lampung adalah salah satu crime model." Tidak ada persekongkolan dalam aksi kejahatan di Lampung," ungkapnya. Saat ini, Polisi Daerah Metro Jakarta Raya berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku perampokan dengan menggunakan hipnotis beberapa waktu lalu di Bandar Lampung. Mereka dua dari empat tersangka pelaku yang juga diduga telah menguras Rp4 juta dari sebuah supermarket di Yukum, Lampung Tengah. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polisi Siap Tembak di Tempat Perampok Bersenjata Api Posted: 26 Aug 2010 03:39 AM PDT Jakarta, (tvOne) Seiring maraknya aksi perampokan menggunakan senjata api akhir-akhir ini, Kapolda Metro Jaya, Timur Pradopo menginstruksikan anggotanya untuk menembak di tempat bagi kelompok bersenjata api. "Tindakan ini untuk antisipasi pengamanan masyarakat dari ancaman pelaku kejahatan bersenjata api," kata Timur di Jakarta, Kamis (26/8) Polisi pun secara intensif melakukan pengamanan ketat di beberapa lokasi seperti, toko emas dan bank. Aksi perampokan menggunakan senjata api terjadi di beberapa daerah pekan ini, diantaranya perampok bersenjata api di toko emas pasar Tebet Jakarta Selatan serta perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Menlu Datuk Seri Anifah: Rakyat Malaysia Kehilangan Kesabaran Posted: 26 Aug 2010 03:26 AM PDT Jakarta (tvOne) Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Anifah Aman menyatakan, rakyat Malaysia telah kehilangan kesabaran akibat sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan di Indonesia. Namun Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Kamis, menyatakan pemerintah RI belum ingin menanggapi pernytaan Menlu Malaysia tersebut. Dijelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggelar rapat terkait pernyataan Datuk Seri Anifah Aman tersebut. Selaku Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko juga tidak mau mengomentari pernyataan tersebut. "Saya tidak ingin menanggapi itu," kata Djoko singkat. Meski demikian, Djoko memastikan, sikap Indonesia tetap tegas terkait insiden penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh kepolisian Malaysia. Indonesia juga tidak berniat tawar-menawar terkait sengketa batas wilayah dengan Malaysia. Menurut Djoko, hal itu telah ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di depan Komisi I DPR RI beberapa waktu lalu. Terkait aksi pembakaran bendera Malaysia dan pelemparan kotoran ke gedung kedutaan Malaysia di Jakarta yang menjadi pemicu hilangnya kesabaran pihak Malaysia, ia menyatakan, setiap aksi demonstrasi harus mematuhi aturan. "Gini ya, saya selalu sampaikan dari dulu, demo melakukan aspirasi kan diberikan ruang, diberikan peluang, diberikan kesempatan, tetapi yang tidak melanggar aturan, kan itu saja kuncinya, terjemahkan sendiri itu," katanya. Menurut Djoko, rapat di Kantor Kepresidenan tidak membahas pernyataan Menlu Malaysia. Dalam rapat tersebut, presiden dan sejumlah menteri membahas pembentukan tim gabungan untuk membantu para Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang terancam hukuman mati. Djoko menjelaskan, tim gabungan itu terdiri dari sejumlah pejabat eselon I di Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. "Kemenlu untuk hubungan luar negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyangkut TKI, dan Kementerian Hukum dan HAM dalam pendampingan aspek hukum," kata Djoko. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sebelumnya memastikan, jumlah warga negara Indonesia yang dikenakan pasal ancaman hukuman mati oleh ototritas hukum di Malaysia berjumlah 177 orang, bukan 345 orang seperti yang disebut sejumlah pihak. Dari 177 warga tersebut, 142 di antaranya didakwa melakukan tindak kejahatan terkait narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara sisanya didakwa melakukan tindak kejahatan seperti kepemilikan senjata dan pembunuhan. Menlu menjelaskan, dari jumlah 142 itu, 72 kasus belum ada keputusan, dan delapan ada keputusan hukum namun bukan hukuman mati. Sampai saat ini, baru ada tiga kasus dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan federal atau pengadilan tertinggi, namun ini juga dalam proses permintaan pengampunan. Dari jumlah itu semua, Menlu mengatakan belum ada yang menjalani eksekusi. am This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar