Tak Acuhkan Imbauan, Sejumlah Kafe Terancam Ditutup |
- Tak Acuhkan Imbauan, Sejumlah Kafe Terancam Ditutup
- Insiden Bintan, KKP Kirim Tiga Utusan ke Malaysia
- Menlu Kirim Nota Keberatan ke Malaysia Terkait Insiden Bintan
- RI-Malaysia Kembali Tegang Pasca-Insiden Bintan
| Tak Acuhkan Imbauan, Sejumlah Kafe Terancam Ditutup Posted: 15 Aug 2010 07:18 AM PDT Pontianak, (tvOne). Enam buah kafe di Pontianak terancam di cabut izin usaha karena tak mengindahkan imbauan walikota Pontianak agar setiap Cafe menutup usaha lebih awal dan tak memperjual belikan minuman keras selama bulan suci ramadan. Memasuki hari keempat bulan ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Pontianak yang di bantu anggota TNI-Polri menertibkan Kafe yang masih membuka usahanya hingga dini hari. Padahal imbauan dari Walikota Pontianak sesuai dengan surat edaran terkait penutupan dan pembatasan jam operasional tempat hiburan melam, bahwa setiap kafe dan pengelola hiburan malam buka pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Namun kenyataannya masih banyak ditemukan kafe di Pontianak yang beroperasi hingga larut malam dan memperjual-belikan minuman keras. Ratusan botol minuman keras dari berbagai merek disita petugas dari sejumlah kafe di Pontianak. Seperti yang dilakukan di Kafe Win One, petugas menyita minuman beralkohol tinggi yang diperjualbelikan. Menurut Kasatpol PP Kota Pontianakm Syarief Saleh, Pihaknya akan memberikan sanksi tegas dan akan menutup usahanya jika pemilik kafe dan hiburan malam yang tidak mengindahkan imbauan Walikota Pontianak. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Insiden Bintan, KKP Kirim Tiga Utusan ke Malaysia Posted: 15 Aug 2010 06:10 AM PDT ![]() Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad Jakarta, (tvOne). Kementrian Kelautan dan Perikanan telah mengirimkan tiga orang ke Malaysia dan Meminta Duta Besar (Dubes) RI di Malaysia untuk berkomunikasi terkait insiden Bintan pada Jumat lalu. "Saya telah mengirimkan tiga orang ke Malaysia dan meminta Dubes kita di Kuala lumpur untuk berkomunikasi," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat diwawancara tvOne di Jakarta, Minggu, (15/8). Menurut Fadel, tiga petugas dibawa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang ada. Dia mengakui bahwa hal-hal seperti ini seperti ini sering terjadi di perairan kita, beberapa waktu yang lalu hal itu pernah terjadi dengan nelayan Cina. Sementara, Kepala KJRI Johor Malaysia, Suryana mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan berkomunikasi dengan pihak Malaysia dan dia telah berkoordinasi dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Dai Bachtiar. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Menlu Kirim Nota Keberatan ke Malaysia Terkait Insiden Bintan Posted: 15 Aug 2010 05:27 AM PDT ![]() Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa VIVAnews Jakarta, (tvOne). Menteru Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa telah mengirimkan nota diplomasi berupa nota keberatan yakni kritikan dan teguran kepada pihak Malaysia terkait insiden Bintan pada 13 Agustus lalu, seperti dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad kepada tvOne di Jakarta, Minggu, (15/8). "Pak Menlu telah mengatakan pada saya, dia telah mengirimkan nota diplomasi semacam kritikan dan teguran kepada pihak Malaysia," Ujar Menteri Kelautan dan Perikanan di Studio tvOne. Fadel menegaskan bahwa untuk menghindari kejadian yang serupa kedepan Pemerintah Indonesia akan mengadakan kerja sama di bidang ekonomi dengan negara tetangga, seperti imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Yang paling utama adalah adanya kerja sama ekonomi dimasa mendatang," ujarnya. Sebelumnya, tujuh orang nelayan Malaysia ditangkap Pengawas Perikanan P2SDKP Kementrian dan Kelautan dan Perikanan Riau yang melakukan pencurian ikan di Wilayah Indonesia. Namun, pada saat kapal Patroli KKP mengamankan para nelayan beserta lima buah kapal milik nelayan Malaysia itu secara tiba-tiba kapal Police Diraja Malaysia menghadang kapal patroli KKP. Pada saat itu sempat terjadi negosiasi namun tak tercapai kesepakatan sehingga KKP mendapati dua kali tembakan peringatan. Tujuh orang nelayan Malaysia ini merupakan limpahan KKP Kepri, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI ke Markas Polair Polda Kepulauan Riau. Para nelayan itu berhasil diamankan oleh kapal patroli Dolphin milik KKP di Tanjung Berakit, Bintan, Kepri. Komandan Kapal Patroli KKP Bintan, Hermanto mengatakan bahwa tiga petugas kapal KKP yang mengawal kapal milik nelayan Malaysia yang ditangkap. Sementara, tujuh orang nelayan akhirnya dibawa ke Markas Polair Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk dimintai keterangan. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| RI-Malaysia Kembali Tegang Pasca-Insiden Bintan Posted: 15 Aug 2010 05:10 AM PDT Jakarta, (tvOne). Ketegangan dua negara Indonesia dengan Malaysia kembali terjadi pascapenangkapan nelayan Malaysia di wilayah perairan Tanjung Berakit, Bintan Kepulauan Riau. Awalnya tujuh orang nelayan Malaysia ditangkap Pengawas Perikanan P2SDKP Kementrian dan Kelautan dan Perikanan Riau yang melakukan pencurian ikan di Wilayah Indonesia. Namun, pada saat kapal Patroli KKP mengamankan para nelayan beserta lima buah kapal milik nelayan Malaysia itu secara tiba-tiba kapal Police Diraja Malaysia menghadang kapal patroli KKP. Pada saat itu sempat terjadi negosiasi namun tak tercapai kesepakatan sehingga KKP mendapati dua kali tembakan peringatan. Tujuh orang nelayan Malaysia ini merupakan limpahan KKP Kepri, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI ke Markas Polair Polda Kepulauan Riau. Para nelayan itu berhasil diamankan oleh kapal patroli Dolphin milik KKP di Tanjung Berakit, Bintan, Kepri. Komandan Kapal Patroli KKP, Hermanto mengatakan bahwa tiga petugas kapal KKP yang mengawal kapal milik nelayan Malaysia yang ditangkap. Sementara, tujuh orang nelayan akhirnya dibawa ke Markas Polair Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk dimintai keterangan. Sementara, Kapolda Kepri, Brigjen Pol Puji Hartanto mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan polisi Malaysia dan Pemerintah Pusat terkait masalah ini. "kita sudah berkoordinasi, tinggal keputusannya adalah antarnegara." ujarnya. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar