BMKG: Badai Lanina Berlangsung Hingga Januari di Sulbar |
- BMKG: Badai Lanina Berlangsung Hingga Januari di Sulbar
- Jumlah TKI di Negeri Jiran Menurun
- Polisi Duga Pembobol ATM Kabur Ke Gunung Singgalang
- Banjir Rendam Puluhan Pemukiman Warga Tampalang
| BMKG: Badai Lanina Berlangsung Hingga Januari di Sulbar Posted: 26 Sep 2010 10:50 AM PDT Mamuju, (tvOne) Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan badai lanina yang melanda Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2011. Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Majene, Edy Sofyan di Mamuju, Minggu, mengatakan, badai lanina masih tetap berlangsung di Sulbar hingga bulan Januari 2011, sehingga mengakibatkan hujan masih terjadi di wilayah itu. Ia mengatakan, curah hujan di Sulbar, masih berlangsung dalam intentitas ringan, sedang dan lebat dengan curah hujan sekitar 100 milliliter perhari dengan kecepatan angin sekitar 30 kilometer perjam, sementara suhu cuaca dipermukaan laut sekitar 30 derajat celcius. Sehingga musim kemarau di Sulbar diperkirakan akan mundur hingga bulan Februari 2011, karena fenomena badai Lanina yang disertai hujan masih melanda daerah tersebut. "Hujan di Sulbar bukan disebabkan curah hujan tinggi karena terjadi musim hujan, melainkan karena dipengaruhi oleh fenomena lain yakni badai Lanina," katanya. Ia mengatakan, setelah badai lanina berlalu pada bulan Januari 2011, maka akan musim kemarau. Oleh karena itu, dia mengatakan, petani di Sulbar tidak perlu khawatir akan ancaman kemarau yang dikhawatirkan akan terjadi sebelumnya. "Justru petani harus mengantisipasi banjir jangan sampai hujan lebat terjadi hingga mengancam tanaman pertaniannya sehingga mengalami gagal panen," katanya. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Jumlah TKI di Negeri Jiran Menurun Posted: 26 Sep 2010 10:37 AM PDT ![]() ilustrasi Entikong, Kalbar (tvOne) Wakil Dubes RI di Malaysia Tatang Budi Utama Razak mengungkapkan jumlah tenaga kerja Indonesia di negeri jiran tersebut mengalami penurunan. "Tahun ini kami mendapatkan data dari imigrasi yaitu TKI yang sebelumnya 1,2 juta orang, dan sekarang hanya 900 ribu lebih," kata Tatang Budi Utama Razak disela kunjungan ke Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu. Menurut dia, pihaknya mencoba melakukan pencegahan supaya tidak terjadi eksploitasi manusia di luar negeri dengan melakukan kampanye peduli masyarakat. "Kampanye kesadaran masyarakat di kantong-kantong dimana kemungkinan besar banyak TKI baik di Jawa maupun diluar Jawa,"terangnya. Langkah tersebut cukup efektif. Jumlah tenaga kerja Indonesia di Malaysia jauh berkurang. "Katakanlah pembantu rumah tangga misalnya pada empat tahun yang lalu ketika pada masa awal saya bertugas yaitu sekitar 400 ribu orang yang resmi, sekarang menjadi 200 ribu orang belum lagi di sektor-sektor lain," kata dia. Ia menambahkan, perlu penataan kembali hubungan tenaga kerja dari perundingan, tapi di sisi lain apalah artinya sebuah perjanjian kalau kita yang ada dilapangan tidak memahami dan terus melakukan permasalahan. Tatang juga menjelaskan bahwa Malaysia sangat tergantung dengan tenaga kerja asing, dan 68 persen diantaranya adalah orang Indonesia. Adapun orang-orang Indonesia ini yang berada di Malaysia itu bukan hanya tenaga kerja buruh serta pembantu rumah tangga dan konstruksi bangunan tapi ada 5.000 ekspatriat seperti di Petronas, perbankan, perguruan tinggi, teknologi informasi, penerbangan, serta di rumah sakit. Bahkan, lanjutnya, ada yang digaji 10 ribu dolar. Hal itu menunjukkan bahwa Malaysia itu sangat tergantung terhadap Indonesia dari ahli-ahli yang ada disana terlebih lagi dengan TKI. Tatang Budi datang untuk mendata kembali berbagai persoalan yang ada di perbatasan. Dia menyampaikan, Kedubes RI di malaysia dan beberapa perwakilan lainnya seperti Konsulat Jendral di beberapa negara bagian terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah disamping penanganan berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya Menurut dia, kedekatan geografis dan berbagai kemudahan terlebih lagi dari masa lalu masih menjadi persoalan yang terus ditangani. "Jadi, banyak sekali orang-orang Indonesia karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman mereka. Pertama menghadapi tekanan atau tindakan ekonomi dia harus mencari pekerjaan disisi lain juga ada dimanfaatkan oleh pihak ketiga dengan ketidakpahaman itu mudah sekali mereka di ekploitasi," kata dia. Sedangkan mengenai penghentian pengiriman TKI, Tatang menjelaskan itu terjadi ketika ada persoalan yang muncul terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia. Ia menegaskan bahwa sejak bulan Mei, secara resmi seharusnya tidak ada pengiriman. "Tapi kami mendapat laporan dan melihat dilapangan tetap terjadi pengiriman yang dilakukan oleh individu umum. Ini sangat disayangkan karena ini juga merugikan kepada TKI itu sendiri," katanya. Indonesia sedang berusaha negosiasi dengan Malaysia melakukan perubahan di dalam nota kesepahaman untuk lebih memberikan perlindungan supaya kejadian yang merugikan TKI tidak terulang kembali. Ia mohon kepada semua pihak agar bersabar sampai perubahan nota kesepahaman itu yang memberikan jaminan lebih baik kepada TKI ini bisa dilasanakan. (Ant) sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polisi Duga Pembobol ATM Kabur Ke Gunung Singgalang Posted: 26 Sep 2010 09:21 AM PDT Padang, (tvOne). Pelaku perampokan yang berhasil membobol ATM di Kampus Universita Bung Hatta, Padang, diduga kabur ke kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. "Saat dilakukan penyergapan oleh pihak kepolisian pada Sabtu (25/9), beberapa pelaku perampokan melarikan diri ke kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam," kata Kapolresta Bukittinggi, AKBP.Wisnu Andayana, saat dihubungi melalaui telepon seluler, Minggu, (26/9). Menurut Wisnu, meskipun hujan yang mengguyur Kota Bukitting, serta Kabupaten Agam, pihak kepolisian tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan. "Walaupun hujan lebat yang mengguyur, kita tidak menghentikan pengejaran terhadap pelaku perampokan yang melarikan diri ke kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam," katanya. Wisnu menambahkan, pengejaran terhadap pelaku perampokan ATM tersebut, selain dengan mengerahkan petugas dari jajaran Polresta Bukittinggi juga dibantu dari Anggota Brimob Polda Sumbar, seta Densus 88. Anggota Brimob Polda Sumbar, Densus 88 dan beberapa petugas lainnya masih berjaga-jaga di sekitar kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam. "Diduga beberapa orang pelaku perampokan ATM tersebut masih berada di sekitar kawasan Gunung Singgalang, Kabupaten Agam,"kata Wisnu. Masyarakat setempat, lanjut Wisnu, juga turut membantu pihak kepolisian dalam pengejaran pelaku perampokan ATM yang terjadi di Kampus Bung Hatta. "Masyarakat mau membantu serta memberikan informasi terhadap penduduk asing yang dicurigai datang ke Kota Bukittinggi,"katanya. Wisnu mengatakan, jajaran Polresta Bukittinggi tetap siaga dalam upaya pengejaran terhadap pelaku perampokan tersebut. Kita terus melakukan razia dijalan raya. "Kita tak ingin pelaku perampokan tersebut kabur saat dilakukan penangkapan, apalagi mereka memiliki senjata api,"katanya. Polresta Bukitting, lanjut Wisnu, melakukan koordinasi dengan Polres-Polres yang di daerah perbatasan. "Hal ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak dari pelaku perampokan yang mau kabur ke daerah perbatasan,"kata Wisnu. Menurut Wisnu, pihak kepolisian pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 14.00 WIB berhasil melumpuhkan dengan timah panas terhadap pelaku perampokan yang melarikan diri ke Kabupaten Agam. Saat dilakukan penyergapan pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 14.00 WIB terhadap pelaku perampokan tersebut, terjadi aksi tembak-menembak dengan petugas. Perampok berhasil membawa kabur uang tunai sekitar ratusan juta rupiah, dari dua mesin ATM yang berhasil di bobol yakni ATM Bank Nagari serta ATM Bank Bukopin. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Banjir Rendam Puluhan Pemukiman Warga Tampalang Posted: 26 Sep 2010 09:08 AM PDT Mamuju, (tvOne). Banjir merendam puluhan perumahan warga di Dusun Tamparia, DEsa Tampalang. Lokasi itu kurang lebih 30 kilometer dari Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Banjir diwilayah itu dikarenakan luapan sungai Tampalang selama dua hari terakhir. Akbar, salah seorang warga di Dusun Taparia, Minggu, (26/9) mengatakan, pemukiman warga di Dusun Taparia direndam banjir, akibat sungai yang melintas di Dusun itu yakni sungai Tampalang meluap. Akbar mengatakan, meskipun banjir yang dua hari ini merendam pemukiman warga telah surut, namun warga di wilayah itu selalu dihantui banjir yang selalu dapat menggenangi pemukiman mereka yang berada dibantaran Sungai Tampalang. Menurut Akbar, rumah warga yang berada di bantaran Sungai Tampalang tersebut sempat terendam banjir selama dua hari karena air sungai meluap hingga ke rumah warga dengan ketinggian air satu meter sehingga warga sempat mengungsi. "Warga sempat mengungsi ke desa tetangga selama dua hari banjir melanda wilayah itu, aktivitas mereka terganggu karena permukiman mereka terendam banjir," katanya. Akbar mengatakan, warga kini telah kembali ke permukiman mereka karena air sungai yang sebelumnya meluap telah berangsur-angsur surut, namun warga masih dihantui rasa was-was karena hujan di Mamuju masih sering terjadi yang bisa mengakibatkan Sungai Tampalang kembali meluap dan mengakibatkan banjir. "Warga masih merasa was-was karena banjir masih menghantui mereka, pemerintah harus segera membantu warga mengantisipasi ancaman banjir tersebut," katanya Menurut dia, selain merendam pemukiman warga, banjir di dusun Taparia juga merendam jalur Trans Sulawesi antara Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene yang dekat dengan perkampungan karena berada didataran rendah. "Ketinggian sungai lebih di atas sehingga banjir yang datang dari sungai tersebut mengakibatkan pemukiman penduduk dan jalan menjadi terendam, akibatnya kendaraan yang melintas di jalan itu selalu mengalami kemacetan karena tidak dapat melintas karena ketinggian air dijalanan mencapai dua meter," katanya. Ia meminta pemerintah segera mengantisipasi ancaman banjir yang melanda pemukiman warga dan jalan Trans Sulawesi tersebut dengan melakukan normalisasi sungai agar tidak lagi meluap ketika hujan turun. "Sungai Tampalang harus dinormalisasi agar perkampungan warga tidak terendam dan jalur Trans Sulawesi tidak macet ketika hujan turun," kata Awal warga dusun Taparia lainnya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar