Ternyata Pelaku Kekerasan Anak Didominasi Perempuan |
- Ternyata Pelaku Kekerasan Anak Didominasi Perempuan
- Mensos Minta Karang Taruna Tingkatkan Perannya
- Jepang Desak Cina Tarik Kapal dari Wilayah Sengketa
- Atasi Kemiskinan, Pengusaha Diimbau Ikut Bantu RTS
| Ternyata Pelaku Kekerasan Anak Didominasi Perempuan Posted: 27 Sep 2010 09:16 AM PDT Jakarta, (tvOne). Sekitar 70 persen pelaku kekerasan terhadap anak di Indonesia adalah perempuan, seperti dirilis Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). "Kekerasan terhadap anak semakin meningkat tiap tahunnya dan sekitar 70 persen dilakukan perempuan," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, di Jakarta, Senin, (27/9). Arist mengemukakan, para pelaku kekerasan tersebut berstatus sebagai ibu kandung, ibu angkat, ibu asuh, maupun guru. Di Jabodetabek, lanjut dia, Komnas PA mencatat hingga September 2010 terjadi 2044 kasus kekerasan anak. "Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya," tukasnya. Pada 2008, terangnya, terdapat 1.826 kasus. "Pada 2009 meningkat menjadi 1998 kasus, dan September tahun ini menjadi 2044 kasus," ungkapnya. Menurut Arist, kekerasan terhadap anak meliputi kekerasan fisik, seksual dan psikis. Pelaku kekerasan terhadap anak tidak berdiri sendiri tetapi ada beberapa faktor pendukung utamanya, tukasnya. Menurutnya, dari data Lembaga Perlindungan Anak di 33 propinsi, Komnas PA mencatat tahun 2010 ini sampai bulan Juni, ada 21 juta kekerasan anak. "Hal ini meningkat dibanding tahun 2009 lalu dimana terdapat 18 juta kasus kekerasan anak," ujarnya. Sementara, katanya, pada 2008 selama periode sama ada 12 juta kasus kekerasan terhadap anak. Penyebab kekerasan terhadap anak diantaranya adalah faktor ekonomi dan faktor disfungsi keluarga, terangnya. Faktor ekonomi menjadi faktor pendukung paling banyak meskipun bisa juga terjadi karena disfungsi keluarga. "Karena perempuan menjadi korban kekerasan dari pasangannya," tambahnya. Dia mengutarakan, latar belakang perempuan lebih banyak menjadi pelaku kekerasan, karena ia adalah orang terdekat si anak. "Jadi perempuan sebagai pelaku kekerasan anak tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi faktor lain," ungkapnya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Mensos Minta Karang Taruna Tingkatkan Perannya Posted: 27 Sep 2010 08:27 AM PDT Jakarta, (tvOne). Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri meminta agar Karang Taruna untuk meningkatkan peran dan kepekaannya terhadap masalah sosial yang ada di masyarakat. "Saya akui memang peran karang Taruna kurang dirasakan, sebagai mitra terdepan Kementerian Sosial (Kemsos) banyak yang bisa mereka lakukan untuk masyarakat," kata Menteri Sosial (Mensos) usai menutup Jambore Nasional karang Taruna di Cibubur, Jakarta, Senin, (27/9). Pada usia yang ke-50 tahun, Mensos mengharapkan anggota Karang Taruna yang berjumlah sekitar delapan juta di seluruh Indonesia meningkatkan perannya dan melakukan terobosan-terobosan baru sehingga dapat dirasakan masyarakat. "Kita akan dorong terus Karang Taruna meningkatkan perannya. Harus ada kepekaan hati karena banyak permasalahan sosial dan kemiskinan yang dihadapi," kata Mensos. Karang Taruna yang berada paling dekat dengan masyarakat diharapkan mampu mendeteksi dan peka terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial. Selain itu, lewat Karang Taruna juga diharapkan menumbuhkan semangat gotong royong yang selama ini sudah mulai luntur di tengah masyarakat. Menteri juga mengingatkan, agar Karang Taruna mulai melakukan kegiatannya lewat program percontohan di beberapa desa terpilih sehingga keberadaannya semakin dirasakan. Selain menutup Jambore Nasional di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun Karang Taruna serta pembukaan pertukaran pemuda Karang taruna. Jambore Nasional yang diikuti 1.000 peserta dari 33 propinsi itu merupakan upaya sosialisasi, publikasi sekaligus memasarkan produk dan hasil usaha ekonomi produktif Karang Taruna berprestasi dari seluruh Indonesia. Karang Taruna selain sebagai wadah pembinaan generasi muda di desa, saat ini juga bergerak khususnya dibidang Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) Usaha Ekonomi Produktif (UEP) serta Rekreasi Olahraga dan Kesenian. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Jepang Desak Cina Tarik Kapal dari Wilayah Sengketa Posted: 27 Sep 2010 08:17 AM PDT Tokyo, (tvOne). Jepang pada Senin, (27/9) meminta Cina untuk menarik dua kapal patroli dari kawasan perairan sengketa, sekitar gugus pulau Laut Cina Timur, dan memanggil utusan Beijing guna memperoleh akses pada empat warga negara Jepang. Dua kapal China "berada di dekat perairan kepulauan Senkaku, namun tidak memasuki kawasan perairan Jepang, karena penjaga pantai bersiaga mencegah mereka masuk," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshito Sengoku. Dia merujuk pada pulau-pulau yang menjadi pusat perselisihan, yang disebut sebagai Diaoyu oleh Cina. Jepang telah empat kali meminta Cina untuk menarik kapal-kapal itu, katanya. Seorang pejabat dari Komando Penerapan Hukum Perikanan China mengatakan kepada AFP, Senin bahwa dua kapal menuju kawasan itu, Kamis. Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Seiji Maehara memanggil duta besar Jepang, Cheng Yonghua, untuk meminta akses terhadap empat warga negara Jepang yang telah ditahan oleh China pekan lalu, menurut Jiji Press. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Atasi Kemiskinan, Pengusaha Diimbau Ikut Bantu RTS Posted: 27 Sep 2010 06:01 AM PDT Jakarta, (tvOne). Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Prijanto mengimbau para pengusaha guna turut membantu masyarakat yang masuk katagori Rumah Tangga Sarasan (RTS) untuk bebas dari kemiskinan. "RTS adalah masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah Rp 600 ribu sebulan," kata Prijanto, dalam kata sambutan pada Penandatangan Nota Kesepahaman antara tiga menteri, di Jl. Lapangan Tembak Raya, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Senin, (27/9). Tiga menteri yang menandatangi nota kesepahaman tersebut, adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Menteri Perdagangan. Masyarakat yang dikategorikan RTS adalah yang makan sehari-hari-harinya kurang memenuhi standar layak. "Makan daging hanya sekali dalam sebulan," ujarnya. Ia mengemukakan, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 42 Tahun 2010, mengemukakan wakil gubernur selaku koordinator penanggulangan kemiskinan Provinsi. Oleh karena itu dia berharap para pengusaha terlibat membantu program pemerintah menanggulangi RTS tersebut. "Untuk menghambat urbanisasi, maka pemerintah melakukan program simultan di berbagai daerah, salah satunya menciptakan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL)," ujarnya. Solusinya, menurut Prijanto, dengan memberdayakan berbagai daerah dengan mengembangkan ekonomi kreatif. "Mari kita dekati dengan perspektif kemiskinan," katanya. Menurut dia dengan pemberdayaan diberbagai daerah secara simultan maka dapat menanggulangi RTS dan kepadatan penduduk di Jakarta. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar