Rabu, 08 September 2010

Lebaran Ini SBY Tiadakan Open House di Cikeas

Lebaran Ini SBY Tiadakan Open House di Cikeas


Lebaran Ini SBY Tiadakan Open House di Cikeas

Posted: 08 Sep 2010 03:37 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Tidak seperti biasanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun ini meniadakan agenda open house untuk masyarakat umum yang biasanya digelar di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Kabupaten Bogor, pada hari kedua Idul Fitri.

Menurut keterangan pers yang dikeluarkan oleh Rumah Tangga Kepresidenan, Rabu, Presiden pada hari kedua Lebaran 11 September 2010 akan menggelar acara khusus untuk keluarga yaitu berhalal bihalal dengan Ibunya Siti Habibah serta para keluarga sepuh Presiden.

Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi Lebaran dengan Presiden Yuhoyono beserta keluarganya tetap diberikan kesempatan pada hari pertama Lebaran.

Open House untuk masyarakat digelar pada Jumat 10 September 2010 pada pukul 15.00 hingga pukul 17.30 WIB. Masyarakat bisa memasuki Istana Negara melalui pintu Sekretariat Negara di Jalan Majalahit No 7 yang mulai dibuka pada pukul 14.00 WIB dan akan ditutup pada pukul 16.30 WIB.

Masyarakat yang berniat bersilaturahmi dengan Presiden diharapkan untuk berpakaian rapi serta tidak membawa tas, Kamera, dan telepon genggam.

Presiden setiap tahun menunaikan Shalat Idul Fitri di Majid Istiqlal. Setelah itu, Kepala Negara biasanya menggelar open house untuk para pejabat negara dan pimpinan lembaga negara pada pagi hari. Sedangkan pada petang hari, Presiden biasanya menerima masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi.

Saat ini, halaman depan Gedung Sekretariat Negara yang menuju Istana Negara sudah dinaungi oleh jajaran tenda putih untuk tempat menunggu masyarakat yang biasanya mencapai ribuan orang.

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Menteri Freddy: Jumlah Pemudik Lebaran Capai 15,5 Juta Jiwa

Posted: 08 Sep 2010 02:31 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan bahwa jumlah pemudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 15,5 juta jiwa dan terbanyak ke Pulau Jawa.

"Jumlah pemudik yang paling banyak dari Jawa, tapi dari luar Jawa seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan juga cukup besar," kata Freddy di Jakarta, Rabu, seusai memantau arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Merak - Bakauheni.

Turut dalam rombongan Menhub diantaranya Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto serta beberapa pejabat pusat lainnya.

"Kenaikan penumpang hampir tujuh persen dari normal, pada hari biasa jumlah kapal dari Pelabuhan Merak - Bakauheni hanya tiga hingga empat kapal yang beroperasi, tapi pada arus mudik sekarang sampai lima kapal, dan kelihatannya masih kurang, maka ditambah lagi satu dermaga," kata Freddy.

Menhub mengatakan, salah satu untuk melancarkan transportasi adalah manajemennya harus ditingkatkan terutama pada jalur penyeberangan diatur lebih baik lagi.

"Sampai H-2 ini ada peningkatan baik penumpang maupun kendaraan dari Lampung, diharapkan semua pihak bisa mengatasi, di Pelabuhan Merak juga sama dan kapal yang kita siapkan 38 unit untuk angkutan penyeberangan pada arus mudik," katanya.

Freddy mengatakan bahwa kalau terjadi peningkatan lagi pada H-1 perlu diantisipasi, karena sampai H-3 jumlah yang menyeberang dari pelabuhan Merak - Bakauheni 150 ribu orang dan melakukan koordinasi dengan semua pihak diantaranya TNI/Polri.

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Ramadhan Pohan: Adjie, Anggota TNI yang Mengeritik Presiden Harus Diberi Sanksi Tegas

Posted: 08 Sep 2010 01:05 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan meminta pimpinan TNI AU menjatuhkan sanksi tegas kepada Kolonel (Pnb) Adjie Suradji yang mengkritik kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui tulisan opininya di sebuah harian nasional.

"Saya kira Kasau (Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat, red) ) lebih tahu sanksi seperti apa yang harus dijatuhkan pada bawahannya yang secara terbuka menantang atasan di ruang publik," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan hal tersebut mengomentari tindakan Kolonel (Pnb) Adjie Suradji yang menulis di kolom opini sebuah surat kabar nasional pada 6 september 2010, yang mengkritik kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam tulisannya, Adji menilai kepemimpinan Presiden Yudhoyono tidak berani melakukan perubahan terutama dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Ramadhan, pada era reformasi, opini dan ekspresi politik memang tidak dilarang, tetapi kalau ada TNI aktif yang berani membangkang dan melecehkan atasan, maka harus ada sanksi tegas.

Karena jika dibiarkan, katanya, maka bakal muncul lagi "Adjie-Adjie" lain yang akan merongrong wibawa TNI.

Ramadhan Pohan yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat itu menilai, soal Adjie Suradji tidak ada hubungannya dengan kebebasan beropini karena Presiden Yudhoyono pun biasa dikritik, bahkan dengan kalimat tidak sopan.

"Soal Adjie ini lebih merupakan soal internal TNI AU. Jadi, persoalannya adalah pada status atau profesi yang bersangkutan saat ini dan atribut yang dikenakannya saat menulis kolom opini tersebut. Dia adalah seorang prajurit aktif yang harus berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Kode Etik TNI," ujarnya.

Dalam Sapta Marga, lanjut dia, ditegaskan bahwa seorang anggota TNI aktif harus memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit.

Kemudian dalam Sumpah Prajurit, ujarnya, ditegaskan juga bahwa seorang anggota TNI aktif akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan

"Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Kolonel Adjie dengan mengkritik presiden secara terbuka, siapa pun presidennya, jelas sangat tidak etis dan dapat mengganggu sistem organisasi militer (TNI) yang berdasarkan kesatuan komando dan hirarki.

Jika prajurit aktif menentang aturan disiplin dan kode etik, lalu dibiarkan, kata Ramadhan, maka hal itu bisa jadi preseden buruk yang bisa meruntuhkan sistem dan wibawa TNI dan akibatnya akan rawan bagi keamanan negara.

Ramadhan juga meminta agar kasus tersebut tidak dipolitisasi secara berlebihan dan elite politik yang anti SBY diharapkan tidak mendompleng isu kasus Adjie itu, sebab rakyat sudah cerdas dan proporsional.

"Rakyat tahu jika ada yang main dan "main-main". Ini, sekali lagi tak ada relevansinya dengan demokrasi dan hak-hak demokratik yang merupakan hak warga negara dalam tatanan negara RI. Harus bisa dilihat secara jernih bahwa setiap prajurit aktif TNI, termasuk Kolonel Pnb Adjie terikat pada institusinya, TNI. (Ant)

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Penelitian MRC: Satu dari Lima Laki-laki Depresi Setelah Punya Anak

Posted: 08 Sep 2010 12:41 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Tahukah Anda, satu dari lima pria ternyata mengalami stress setelah menjadi ayah?
Menurut penelitian dari Medical Research Council (MRC), satu dari lima laki-laki menderita depresi setelah mempunyai anak. Depresi tersebut disebabkan kurang tidur, bertambahnya tanggung jawab lebih, dan berubahnya hubungan dengan pasangan hidup mereka.

Ketika dianugerahi anak pertama, sekitar 12,21 persen ayah setidak-tidaknya mengalami  satu episode penuh depresi, demikian hasil penelitian mendalam dari lembaga penelitian kesehatan yang berbasis di Inggris itu seperti yang dikutip The Guardian.

Penelitian yang diketuai oleh Professor Irwin Nazareth, salah satu direktur riset MRC itu, melibatkan 86.957 keluarga dari tahun 1993 sampai 2007.

Terdapat bukti kuat bahwa depresi setelah kelahiran anak dialami sebagian besar pria maupun wanita.  Keadaan jiwa calon ayah ternyata seperti perempuan yang sedang mengandung.

Penelitian dilakukan dengan  menganalisis diagnosa kondisi dan resep obat antidepresi yang dikonsumsi. Hasilnya, sebanyak tiga persen dari para ayah mengalami depresi di tahun pertama bayi mereka, kemudian jumlah ayah yang mengalami depresi meningkat menjadi 10 persen ketika anak mereka mencapai usia empat tahun, menjadi 16 persen ketika si kecil beranjak delapan tahun, dan 21 persen ayah mengalami depresi ketika si buah hati berusia 12 tahun.

Penelitian itu juga menemukan bahwa depresi pascamelahirkan ternyata lebih banyak ditemukan menimpa para ibu.

13 persen ibu yang diteliti ternyata stress sejak tahun pertama setelah melahirkan. Jumlah ini melonjak menjadi 24 persen setelah anak mereka berusia empat tahun, bertambah lagi menjadi 33 persen setelah si anak berusia delapan tahun, dan l 39 persen ibu menderita depresi setelah anak menginjak usia 12 tahun.

Para peneliti itu mengungkapkan bahwa depresi dipicu oleh  tidur terganggu, perubahan tanggung jawab, dan tekanan tambahan dalam hubungan sebagai  orang tua. "Ini adalah sebuah riset yang terbaik yang pernah saya saksikan tetapi yang justru sering diabaikan oleh dunia kesehatan," kata Steve Field, ketua Royal College of General Practitoners, sebuah organisasi dokter-dokter umum di Inggris.

"Sebagai dokter umum saya sering melihat banyak ayah yang menderita stress dan depresi, terutama pada satu atau dua tahun pertama menjadi orang tua," sambung Field.

Menurut Field, para pria yang sedang beradaptasi  sebagai orang tua sambil terus menjalankan pekerjaan,  biasanya mengalami stress. "Penelitian ini seharusnya bisa meningkatkan kewaspadaan pada ayah atau calon ayah akan stress dan masalah-masalah potensial lainnya, serta mendorong para dokter umum untuk mengamati para pria. Penelitian itu seharusnya bisa membantu meningkatkan kualitas hidup para ayah dan menjamin adanya terapi atau perawatan lainnya sejak dini," komentar Field lebih lanjut.

"Selama ini pendapat yang luas beredar adalah depresi atau tekanan mental pada ibu yang bisa berdampak pada anak-anak, tetapi kenyataannya kesehatan jiwa ayah juga berpengaruh kuat pada anak," tegas Rob Williams, ketua eksekutif Fatherhood Institute.

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar