Jumat, 10 September 2010

Pemudik Hari-H di Stasiun Senen Turun 30 Persen

Pemudik Hari-H di Stasiun Senen Turun 30 Persen


Pemudik Hari-H di Stasiun Senen Turun 30 Persen

Posted: 10 Sep 2010 07:01 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Jumlah pemudik yang menggunakan kereta api pada hari-H di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, menurun sekitar 30 persen, dibandingkan tahun lalu.

Staf humas Stasiun Senen, Asmat Saputra, di Jakarta, Jumat, mengatakan para penumpang yang mudik pada hari H turun sekitar 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu, meskipun tidak mengurangi animo para pengguna kereta api untuk tetap menggunakan moda transportasi itu.

Menurut Asmat, alasan utama para penumpang mudik di hari-H adalah untuk memperoleh kenyamanan karena jumlah penumpang cenderung normal jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum Idul Fitri.

Hal itu juga diungkapkan seorang pemudik, Supini yang akan naik kereta api kelas ekonomi, jurusan Madiun. "Saya memang mudik tepat di hari raya untuk mendapatkan kenyaman karena saya membawa serta seluruh angggota dan membawa anak-anak," katanya.

Menurut Supini, bila mudiknya sebelum hari raya, cenderung penuh sesak dan ia khawatir pada kesehatan dan kenyamanan anak-anaknya. Supini yang mudik setiap tahun, mengaku menghindari penumpukan penumpang.

"Kami membawa anak kami yang masih balita. Mudik bagi kami adalah sebuah tradisi sehingga kami mau tidak mau harus pulang kampung setahun sekali," ujar Supini

Selain Supini yang membawa serta suami dan kedua anaknya, Wijayanti (38) seorang pegawai di instansi pemerintah juga memiliki alasan yang sama.

"Saya dan keluarga memilih untuk mudik hari ini karena penumpangnya lebih sedikit dan tidak penuh karena kami membawa anak-anak kami yang masih berusia balita. Saya akan pulang kampung ke Malang, hampir setiap tahun kami pasti pulang kampung dan selalu di hari H," kata Wijayanti. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Ratusan Muslim Singapura Rayakan Lebaran di Batam

Posted: 10 Sep 2010 06:19 AM PDT

Batam, (tvOne).

Ratusan muslim Singapura merayakan Lebaran di Batam dengan berbagai kegiatan, Jumat, (10/9).

Kebanyakan warga Singapura ziarah makam ke Sei Panas, Sei Temiang dan Nong Isa. Ada pula yang silaturahim mengunjungi kerabat di Batam dan sebagian lainnya memenuhi pusat perbelanjaan.

"Kami datang ke Batam untuk ziarah makam leluhur kami di Sei Panas," kata Liza Rahman, warga Singapura.

Liza Rahman mengatakan memiliki almarhum kakek, warga negara Indonesia yang dimakamkan di Sei Panas. Setiap Lebaran, dia dan keluarganya mengunjungi untuk membersihkan makam.

"Sesama Melayu, kami punya banyak keluarga di Batam. Ada yang sudah meninggal, ada pula yang masih hidup di Pulau Belakang Padang," kata dia.

Sama dengan Liza, warga Singapura lain Ahmad mengatakan merayakan Lebaran di Batam untuk mengunjungi makam ayahnya di Sei Temiang. "Ayah saya orang Singapura, namun meninggal dan dimakamkan di Batam, maka saya ke sini untuk melihat makamnya," kata dia.

Ahmad mengatakan ayahnya memilih untuk mengakhiri masa tuanya di Batam, dengan menikahi warga Indonesia, hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, warga Singapura lainnya , Siti Zainab mengatakan ke Batam untuk mengunjungi kerabatnya. "Oom dan tante saya orang Indonesia, saya datang ke sini untuk merayakan Hari Raya bersama," kata dia.

Menurut Zainab, lebih khidmat dan mengasyikkan merayakan Hari Raya di Batam. Zainab mengaku tidak setiap tahun merayakan Hari Raya di Batam, namun selalu menikmati waktu berlebaran di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, pusat perbelanjaan Batam dipadati warga Singapura, baik muslim maupun non muslim. "Biasa, setiap akhir pekan kami ke Batam. Tidak ada yang istimewa," kata warga Singapura Stephen. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Macet, Kendaraan Menuju Tol Cikampek Dialihkan

Posted: 10 Sep 2010 05:49 AM PDT

Ilustrasi macet

VIVAnews

Purwakarta, (tvOne).

Kemacetan lebih dari tiga kilometer di jalan tol Jakarta-Cikampek sehingga petugas jalan tol mengambil langkah menutup gerbang tol keluar Cikampek dan mengalihkan arus kendaraan.

Kendaraan yang menuju gerbang tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, dialihkan ke tol Purbaleunyi di KM 66, Jumat sore, (10/9) untuk mengatasi kemacetan panjang di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan tepat di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 66 dengan menutup jalur menuju gerbang Tol Cikampek dan mengalihkan ke jalan Tol Purbaleunyi. Kemudian, pemudik yang melintasi jalur selatan bisa keluar di gerbang Tol Cileunyi untuk melintasi Nagreg.

Selain mengalihkan ke jalan Tol Purbaleunyi, kendaraan yang sudah terlanjur melewati jalan Tol Jakarta KM 66 dialihkan petugas ke jalur tengah atau Sadang.

Selama beberapa menit, petugas melakukan buka tutup selepas gerbang Tol Cikampek yakni menutup jalur menuju pantai utara dan mengalihkannya ke jalur tengah melewati Sadang-Kalijati-Subang-Cikamurang.

Sebelum melakukan pengalihan ke jalur tengah dan selatan, petugas melakukan buka tutup di pertigaan Mutiara. Tetapi, masih tetap terjadi kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Karena itu, arus lalu lintas dialihkan ke jalur selatan melalui jalan Tol Purbalenyi dan ke jalur tengah melewati Sadang.

Akibat pengalihan arus itu, gerbang Tol Cikampek nampak kosong atau tidak dilintasi satupun kendaraan selama beberapa menit.

Hingga sekitar pukul 18.57 WIB, arus lalu lintas di gerbang Tol Cikampek nampak lengang akibat pengalihan tersebut. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Keluarga Korban Tewas Saat "Open House" Dapat Santunan Presiden

Posted: 10 Sep 2010 04:54 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Keluarga korban yang tewas, Joni Malela saat mengikuti acara silaturahmi "Open house" di Istana Jakarta mendapatkan santuan berupa uang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, D.J. Nacrowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (10/9) mengatakan Presiden Yudhoyono sangat terkejut setelah mendengar ada warga yang meninggal terinjak-injak kerumunan ketika ingin bersalaman dengannya.

"Bapak Presiden sangat terkejut dan juga sangat prihatin karena masalah itu," ujarnya.

Untuk menunjukkan keprihatinan, kata Nacrowi, Kepala Negara memberika uang duka senilai Rp10 juta yang diberikan kepada Euis, istri Joni, yang sekarang berada di Kepolisian Sektor Gambir, Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan.

"Sekarang petugas istana sedang menuju ke polsek untuk memberikan uang duka Rp10 juta cukuplah untuk membantu yang bersangkutan dalam rangka musibah," tuturnya.

Nacrowi menjelaskan Presiden menerima sekitar 3.500 warga yang ingin bersilaturahmi sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

Tak semua warga yang mengantre sejak pagi bisa bersalaman dengan Presiden. Petugas membatasi masyarakat yang bisa masuk sehingga masih ada sekitar seribu warga yang gagal bersilaturahmi dengan Kepala Negara.

Usai menggelar silaturahmi terbuka dengan masyarakat, Presiden Yudhoyono pada Jumat sore langsung pulang ke kediaman pribadi di Puri Cikeas Indah, Kabupaten Bogor. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar