Sejarawan: Gerakan 30 September Tidak Akan Terungkap Secara Utuh |
- Sejarawan: Gerakan 30 September Tidak Akan Terungkap Secara Utuh
- Timnas Indonesia Lawan Maladewa 12 Oktober Kemungkinan di Bandung
- Tak Perpanjang Kartu Identitas Pendatang, Momo Geisha Terkena Operasi Yustisi
- ITS Ikut Kompetisi Mobil Kimia Asia-Pasifik di Taiwan
| Sejarawan: Gerakan 30 September Tidak Akan Terungkap Secara Utuh Posted: 30 Sep 2010 09:29 AM PDT Yogyakarta, (tvOne) Peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak akan pernah terungkap secara utuh karena seluruh tokoh kunci gerakan tersebut sudah meninggal dunia, kata sejarawan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Budiawan. "Rangkaian kejadiannya memang dapat terlacak, tetapi siapa yang sesungguhnya menjadi dalang gerakan tersebut tidak akan pernah diketahui karena sudah tidak ada tokoh kunci gerakan tersebut yang masih hidup," katanya di Yogyakarta, Kamis. Selain itu, menurut dia versi-versi sejarah tentang Gerakan 30 September yang diungkapkan para ahli hanya mengungkapkan secara sepotong-sepotong dan sebagian besar tidak melalui metodologi penelitian baku. "Versi tunggal yang digunakan oleh rezim Orde Baru ternyata juga tidak sepenuhnya benar, cenderung mendramatisasi fakta, bahkan berbagai pihak menganggap versi Soeharto dongeng belaka," katanya. Selain itu, ia mengatakan diskriminasi yang dialami oleh mantan tahanan politik Orde Baru telah mengakibatkan beban psikologis kepada para mantan tahanan politik tersebut. "Setelah mereka dibebaskan tidak serta merta mereka mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya karena pada kenyataannya mendapat stigma sangat buruk dari kalangan masyarakat," katanya. Ia mengatakan diskriminasi tersebut tidak hanya datang dari negara dan masyarakat, bahkan para mantan tahanan politik Orde Baru mendapat diskriminasi dari saudara mereka. "Situasi yang mengondisikan para mantan tahanan politik tersebut menjadi pihak yang serba salah. Orde Baru berperan besar dalam menciptakan diskriminasi tersebut," katanya. Menurut dia, aparatur negara tidak merasa mendiskriminasikan para mantan tahanan politik karena merasa memiliki payung hukum yang sah untuk menempatkan para mantan tahanan politik sebagai warga yang patut dibedakan. "Oleh karena itu sampai saat ini para mantan tahanan politik tersebut masih menyimpan trauma dan menanggung beban psikologis yang sangat berat," katanya. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Timnas Indonesia Lawan Maladewa 12 Oktober Kemungkinan di Bandung Posted: 30 Sep 2010 07:14 AM PDT Jakarta (tvOne) Pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Maladewa pada 12 Oktober 2010 kemungkinan besar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Jawa Barat, atau di luar Jakarta. "Memang bukan main di Jakarta. Opsi dipindahkan ke Bandung cukup kuat," kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Indonesia-Maladewa, Joko Driyono, di Jakarata, Kamis. Menurut dia, pemindahan lokasi pertandingan bukan tanpa alasan. Pasalnya, sebelum bertandingan melawan Firman Utina dan kawan-kawan, Maladewa akan melawan salah satu tim lokal. Adanya rencana bermain dengan salah satu tim lokal, kata dia akan mempermudah dalam menggelar pertandingan internasional timnas. Sesuai jadwal pertandingan Maladewa melawan tim lokal pada tanggal 9 Oktober 2010. "Sebagai panpel kami akan menyiapkan semua perlengkapan pertandingan sesuai dengan standar yang ada," kata pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu. Ia menjelaskan, dari dua pertandingan internasional, yaitu melawan Uruguay di Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 8 Oktober, dan Maladewa 12 Oktober menghabiskan anggaran antara Rp10-13 miliar. Dana itu selain digunakan untuk biaya operasional dua pertandingan juga digunakan untuk pembayaran "match fee", terutama untuk Timnas Uruguay yang akan diperkuat oleh pemain terbaik Piala Dunia 2010, Diego Forlan. Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arief mengatakan, untuk "match fee" pertandingan melawan Timnas Uruguay diperkirakan antara Rp3-4 miliar. Ditanya persiapan tim, dia mengatakan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada Pelatih Timnas Alfred Riedl. Sesuai dengan rencana selain menyiapkan 24 pemain, BTN juga memanggil empat pemain keturunan yang selama ini bertanding di Liga Belanda, China, dan Australia. am This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Tak Perpanjang Kartu Identitas Pendatang, Momo Geisha Terkena Operasi Yustisi Posted: 30 Sep 2010 06:35 AM PDT Jakarta (tvOne) Narovina Morina Sinaga atau Momo, vokalis Geisha Band terjaring Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) dari Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat, di rumahnya Lantai 27 Tower A Apartemen Sudirman Park, Jalan KH Mas Mansyur, Tanahabang, Jakarta, Kamis. Kasudin Dukcapil Jakpus Mohammad Hatta membenarkan menjaring Momo dan penyanyi terancam pasal 3 ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) No.4 Tahun 2004 tentang Kependudukan. "Awalnya kita nggak tahu kalau ia vokalis Geisha, yang kita ketahui ia orangnya koperatif dan mau menerima kedatangan petugas saat rumahnya diketuk," kata Hatta. Saat petugas mengetahui kartu identitas pendatang (KIP) yang dipegang Momo sudah habis massa berlakunya, vokalis cantik itu juga menyadari kesalahannya dan berjanji memperbaharui KIP-nya. Momo juga berjanji akan menjalani persidangan tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajahmada, Jumat (1/10), jam 09.00 WIB. Hatta, berharap semua warga bersikap seperti Momo, yang mematuhi peraturan daerah, tidak seperti penghuni apartemen Sudirman Park lain yang langsug menutup pintu saat tempat tinggalnya disambangi petugas. "Penghuni apartemen, yang patuh hukum seperti Momo itu nggak banyak." tambah Hatta. Momo sendiri, sampai berita ini diturunkan, belum berhasil dihubungi.Kamis pukul 09.00, para petugas Sudin Catatan Sipil Jakpus mendatangi beberapa lokasim mulai rumah kos, tempat dagang, rumah susun sampai apartemen Sudirman Park. Dari Apartemen Sudirman Park, petugas menjaring 15 penghuni, termasuk Momo dan tiga warga negara asing (WNA). Total seluruh warga terjaring 238 orang, 186 di antaranya tidak perlu disidangkan karena mampu menunjukkan identitasnya. am This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| ITS Ikut Kompetisi Mobil Kimia Asia-Pasifik di Taiwan Posted: 30 Sep 2010 06:23 AM PDT Surabaya (tvOne) Tim "speKtronics" mahasiswa Jurusan Teknik Kimia FTI ITS Surabaya mengikuti kompetisi mobil kimia atau "Chemical Engineering Car Competition" (Chem-E-Car Competition) di Taiwan pada 5 hingga 8 Oktober mendatang. "Ini pengalaman pertama kami mengikuti kompetisi mobil kimia dan kami merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia," kata ketua tim ITS, Hardiyanto Dwi Saputra, di kampus setempat, Kamis. Ia mengemukakan hal itu disela berpamitan kepada Rektor ITS Surabaya Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD bersama tiga rekannya yakni Donny, Yeremia, Rizka, dan dua dosen pembimbing yakni Hamzah Fansuri PhD dan Prof Ir Renanto. Menurut dia, kompetisi "Chem-E-Car" itu diikuti 90 tim dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik, di antaranya Iran, Pakistan, China, Korea, India, Jepang, Malaysia, Singapura, dan ada juga peserta dari Amerika. "Lombanya ada dua yakni 70 persen dari aspek inovasi, desain, dan ramah lingkungan, lalu bila lolos dari penilaian 70 persen itu akan maju ke babak final," katanya. Oleh karena itu, katanya, tim mahasiswa kimia ITS itu melibatkan rekannya dari Desain Produksi (Depro) yakni Arditia Wicatama dan dari Informasika yakni Zulfikar. Di babak final, katanya, peserta diminta menyelesaikan soal dan melaju pada lintasan lomba sesuai soal yang diberikan panitia. "Yang penting dalam babak final adalah mobil bisa bergerak dan menyelesaikan lomba secara cepat dan tepat sesuai soal yang diberikan panitia, karena ada mobil kimia yang tidak dapat berjalan juga," katanya, tersenyum. Hingga kini, katanya, mobil "speKtronics" sudah mampu berjalan dengan kecepatan 16 meter per menit atau mampu menyelesaikan lintasan lomba sepanjang 30 meter dalam waktu 1 menit 49 detik. "Secara teknis, kami rancang dengan bahan yang murah, seperti gabus, resin, lem kayu, tisu, dempul, perban, dan cat, sehingga kami tidak sampai menghabiskan dana Rp1 juta, padahal harga maksimal dari panitia adalah 2.000 dolar AS. Risetnya yang mahal," katanya. Untuk motor penggerak, pihaknya menggunakan lemon yang diramu dengan sejumlah zat kimia untuk memunculkan energi gerak atau proses elektrokimia seperti aki pada motor atau mobil. "Body mobil didesain berbentuk daun dan beranak tangga. Bentuk daun untuk mewakili bentuk yang ramah lingkungan dan aerodinamis, sedangkan bentuk beranak tangga agar bisa dimuati beban sampai 500 mililiter," katanya. Menanggapi karya mahasiswanya itu, Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD memberi apresiasi karena mahasiswanya berani berinovasi. "Dengan berinovasi saja sebenarnya mahasiswa sudah menjadi pemenang, meski belum menjadi juara," kata rektor yang menjanjikan uang saku untuk berangkat dan hadiah bila menjadi juara. am This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar