Rabu, 29 September 2010

Gempa 7,4 SR Guncang Tenggara Kaimana Irianbarat

Gempa 7,4 SR Guncang Tenggara Kaimana Irianbarat


Gempa 7,4 SR Guncang Tenggara Kaimana Irianbarat

Posted: 29 Sep 2010 10:47 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Gempa 7,4 SR guncang Tenggara, Kaimana, Irianbarat pada kamis 30 september 2010 sekitar pukul 00.10 wib.

Seperti yang dilansir situs BMKG pusat di Jakarta. Pusat gempa berada di 141 km Tenggara Kaiman pada kedalaman 25 km.

Situs BMKG mencatat, Gempa Kaimana berpotensi tsunami karena itu informasi ini harus diteruskan kepada masyarakat.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Brimob Berjaga di Perbatasan Katim Dan Kalsel

Posted: 29 Sep 2010 10:43 AM PDT

Kotabaru, (tvOne)

Tiga peleton Brimob dan polisi disiagakan di Sengayam, Kotabaru, daerah perbatasan antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, untuk mengantisipasi merebaknya konflik di Tarakan, Kaltim.

Kapolres Kotabaru AKBP Slamet Riyadi, Rabu malam, di Kotabaru, mengatakan, untuk mengatisipasi merembet dan terjadinya mobilisasi warga ke salah satu daerah, kepolisian daerah (polda) menempatkan pasukan di daerah perbatasan Kalsel-Kaltim.

Tiga peleton itu terdiri atas satu peleton Brimob dari Banjarbaru, satu peleton polisi dari Polda Kalsel, dan satu peleton perintis dari Kepolisian Resor (Polres) Kotabaru.

"Penempatan pasukan Brimob dan perintis di daerah perbatasan itu dilaksanakan malam ini juga sesuai dengan perintah dari pimpinan," katanya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak resah atau was-was adanya penempatan tiga peleton dari Brimob dan polisi di daerah perbatasan.

"Ini hanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal atau mobilisasi warga ke salah satu daerah saja meski sebenarnya kondisi daerah kini sangat kondusif dan tidak terpengaruh dari insiden di Tarakan," kata dia.

Agar masyarakat tidak resah, pasukan ditempatkan di lokasi-lokasi sesuai kebutuhan.

Slamet menjelaskan penempatan pasukan Brimob dan polisi di daerah perbatasan itu akan disesuaikan dengan kondisi di Tarakan.

"Jika di Tarakan sudah damai dan kondusif, tidak menutup kemungkinan pasukan itu kembali ditarik, apalagi makin lama menempatkan pasukan semakin besar biaya operasionalnya, terlebih kondisinya saat ini di daerah perbatasan sangat damai," katanya.

Komandan Kodim 1004 Kotabaru Letkol Art. Sinthu Bas Ignatius, menambahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga mengimbau personel di Makoramil dan Babinsa untuk tetap waspada.

"Kami melakukan pendekatan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi adanya kejadian di Tarakan," kata Dandim.

Dikatakan, saat ini, Kodim Kotabaru memiliki sekitar 217 personel yang tersebar di wilayah Kotabaru.

Dandim mengatakan Kotabaru sangat damai dan masyarakatnya sangat akrab dan tidak akan terpengaruh adanya kejadian di Tarakan.

Sementara itu, untuk mengatisipasi merebaknya konflik di Tarakan, Kaltim, puluhan tokoh dari berbagai agama dan dari 17 etnis di Indonesia yang bermukim di Kotabaru sepakat menyampaikan ikrar damai.

Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana, tokoh dari 17 suku di Kotabaru itu akan menyampaikan ikrar damai pada sabtu (30/9) malam di Siring Laut Kotabaru.

"Bahkan, pada ucapan ikrar itu nanti masing-masing etnis akan menyajikan kesenian dan budayanya masing-masing," katanya.

Tujuan dari ikrar damai tersebut, kata Rudy, hanya satu, yakni agar tidak terjadi konflik horizontal antarsesama, seperti yang terjadi di Tarakan, Sampit, dan Poso.

"Meskipun masyarakat Kotabaru yang terdiri atas berbagai adat istiadat dan suku serta budaya itu, tetapi tetap satu, yakni `Masyarakat Saijaan`, masyarakat yang seiya sekata," katanya.

Sementara itu, 17 etnis tersebut, di antaranya suku Banjar, Dayak, Mandar, Jawa, Bugis, Bali, Ambon, Nusa Tenggara Timur, Madura, Palembang, dan Aceh.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polisi Tutup Pintu keluar Sulawesi Menuju Tarakan

Posted: 29 Sep 2010 10:04 AM PDT

ilustrasi

Makassar, (tvOne)

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menempatkan sejumlah personilnya di pintu-pintu keluar Sulsel mengantisipasi adanya mobilisasi massa menuju ke Tarakan, Kalimantan Timur.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansauri di Makassar, Rabu, mengatakan, sejumlah polisi telah disiagakan di pintu keberangkatan yang akan meninggalkan Sulsel menuju Tarakan, Kalimantan Timur.

"Kita hanya mengantisipasi adanya mobilisasi massa yang akan ke Tarakan. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman juga sudah merapatkannya dengan seluruh pejabat utama dan jajaran untuk membahas kemungkinan itu," katanya.

Penyiagaan itu terlihat di pintu keberangakatan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Pelabuhan Parepare dan sejumlah pelabuhan lainnya yang ada di Sulsel.

Selain membahas permasalahan itu ditingkat jajaran dan pejabat utama Polda Sulselbar, Kapolda juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Hingga saat ini, kata Hery, belum ada gerakan-gerakan mobilisasi massa yang dicurigai menuju ke Kalimantan Timur. Ia mengaku akan berupaya menghalau massa jika ada yang mencoba keluar daerah untuk tujuan Tarakan.

Terkait pengamanan, Polda Sulsel dan Polda Kaltim telah melakukan koordinasi. Meski demikian, ucapnya, belum ada permintaan bantuan pasukan dari Polda setempat.

"Semua masih bisa ditangani oleh Polda Kaltim yang dibantu dengan TNI di sana. Kalaupun Polda Kaltim mebutuhkan bantuan maka kita pasti akan mengirimkannya," terangnya.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polisi Imbau Pelaku Bentrok di Ampera Serahkan Diri

Posted: 29 Sep 2010 08:38 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Gatot Edy Pramono, mengimbau para pelaku kerusuhan di sekitar Pengadilan Negeri Jaksel segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

"Kita akan kejar terus pelakunya," kata Gatot Edy di Jakarta, Rabu (29/9).

Pihak kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan pun telah menyita barang bukti berupa satu selongsong peluru kaliber 32 dari senjata api yang diduga digunakan salah satu kelompok massa, tiga senjata tajam, dan tiga panah, serta memeriksa enam saksi yang diduga mengetahui penyebab dan kronologis bentrokan yang menewaskan tiga orang tersebut

Proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengetahui penyebab bentrokan dan pelaku pembacokan terhadap korban, termasuk anggota kelompok yang membawa senjata api.

Hingga saat ini, penyidik belum melakukan penahanan maupun penangkapan terhadap salah satu anggota kelompok yang tawuran.

Insiden tawuran dua kelompok massa terjadi saat akan berlangsungnya sidang kasus penganiayaan di tempat hiburan Blowfish yang digelar di PN Jakarta Selatan, Rabu (29/9). (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar