Rabu, 20 Oktober 2010

53.261 Balita di NTT Menderita Gizi Kurang

53.261 Balita di NTT Menderita Gizi Kurang


53.261 Balita di NTT Menderita Gizi Kurang

Posted: 20 Oct 2010 10:53 AM PDT

Kupang, (tvOne)

Sebanyak 53.261 dari 506.352 Balita di Nusa Tenggara Timur sejak Januari hingga Juli 2010 didiagnosa menderita gizi kurang dan perlu penanganan serius yang cepat.

Kadinkes Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr Stef Bria Seran, MPH, di Kupang, Rabu, mengatakan, jumlah balita yang menderita gizi kurang tersebar merata di 21 kabupaten dan kota di daerah itu dengan penyebab rawan pangan, kemiskinan dan minimnya kesadaran orang memberikan asupan gizi memadai.

Ia mengatakan dari total 53.261 balita gizi kurang tersebut, Kabupaten Belu mencatat jumlah paling banyak mencapai 10.385 dari total 37.737 balita yang ada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu.

Selanjutnya Kabupaten Sikka di Pulau Flores bagian Tengah dengan angka 6.901 dari 30.165 balita, berikut Kabupaten Kupang mencatat jumlah mencapai 5.891 dari 29.325 jumlah balita di wilayah itu, diikuti Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 5.580 daro total 54.049 balita.

Menyusul Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores dengan balita gizi kurang mencapai 4.451 dari 27.506 balita diikuti Kota Kupang sebanyak 2.309 dari 20.434 balita dan Kabupaten Lembata sebanyak 2.244 dari total 11.502 balita di wilayah pulau itu.

Berikut kabupaten yang masih mencatat jumlah balita yang menderita gizi kurang adalah Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 2.153 dari 28.043 balita di wilayah yang baru dua tahun mejadi daerah otonom baru itu.

Dan tiga daerah terakhir yang mencatat jumlah balita mencapai 1.500 orang lebih itu masing-masing kabupaten Ende sebanyak 1.954 dari 24.173 balita, Sumba Barat Daya sebanyak 1.565 dari 31.575 serta Sumba Barat sebanyak 1.285 dari total 33.783 balita yang menderita gizi kurang.

Kadis Brai Serang mengatakan Kabupaten Belu mencatat angka paling tinggi, karena banyaknya warga baru (eks Timtim) memilih menetap di wilayah pascaexodus besar-besaran warga dari negara baru itu tahun 1999.

Dengan status sebagai pengungsi, para warga baru ini sebagaimana layaknya pengungsi lain di negara bagian lain mengalami berbagai kekurangan pangan dan persoalan mental serta psikologis yang dihadapi telah ikut menambah beban bagi anak untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehingga akhirnya harus menderita gizi kurang.

Demikian pula balita di daerah lain seperti Sikka, Timor tengah Selatan, Kabupaten Kupang dan lainnya terjadi masalah rawan pangan akibat anomali iklim yang berdampak langsung pada balita dengan status gizi kurang.

Ia mengatakan untuk mengatasi hal ini berbagai cara ditempuh seperti yang dilakukan terhadap kasus gizi buruk yaitu pengobatan dan pemulihan serta Pemberian Makan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

"Ini secara rutin melalui pos pelayanan terpadu dan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas serta rumah sakit yang tersedia, juga kampanye, sosialisasi dan penyuluhan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada balita sejak 0-6 bulan," katanya.

Sosialisasi dan pemberian PMT serta KEK ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kabupaten seperti Kabupaten Manggarai Timur yang dikategorikan dalam salah satu ari lima kabupaten yang memiliki penderita gizi buruk terbanyak.

"Kabupaten Manggarai Timur mencatat prosentase tertinggi selama lima bulan berturut-turut terhitung Januari hingga Mei 2010 soal pemberian Air Susu Ibu Eksklusif kepada balita usia 0-6 bulan," katanya.

Ia mengatakan apabial terlambat ditangani maka kasusnya akan meningkat dari gizi kurang menjadi gizi buruk yang saat ini sudah mencapai sekitar 85 balita yang menderita kasus gizi buruk dengan kelainan klinis dan sekitar 6.157 balita kasus tanpa kelainan klinis.

"Kalau untuk kelainan klinis masih dikategorikan atas Marasmu sebanyak 68 orang, kwashiorkor sebanyak 15 orang dan Marasmus-Kwashiorkor sebanyak dua orang," katanya.

Sementara kasus gizi buruk tanpa kelainan klinis sebanyak 6.157 itu tersebar 21 kabupaten/kota di NTT, sehingga semua pihak wajib ikut mencegah dan menanggulangi kasus tersebut.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Hizbullah Kecam Campur Tangan PBB di Libanon

Posted: 20 Oct 2010 10:44 AM PDT

Beirut, (tvOne)

Gerakan Hizbullah Lebanon, Rabu menuduh PBB ikut campur dalam urusan Lebanon, beberapa hari setelah badan dunia itu memperingatkan bahwa ketegangan di negara itu dapat berdampak ke seluruh kawasan itu.

PBB, Senin mengeluarkan laporan mengenai pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1559 , yang menyerukan pembubaran dan perlucutan senjata semua milisi di Lebanon dan penarikan seluruh pasukan asing dari negara itu.

Dalam laporan itu, yang disiarkan setelah kunjungan kontroversial Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Lebanon pekan lalu, Sekjen PBB Ban Ki moon memperingatkan bahwa Lebanon dilanda iklim baru "yang tidak menentu" yang dapat menyebabkan ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah.

"Laporan yang dikeluarkan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon mengenai Resolusi PBB 1559 itu... merupakan campur tangan dalam urusan dalam negeri Lebanon serta campur tangan politik dalam urusan pengadilan internasional," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan.

Ketegangan meningkat di Lebanon menyangkut pengadilan yang didukung PBB, yang memeriksa kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri tahun 2005, di tengah-tengah laporan-laporan yang tidak dikonfirmasikan bahwa pengadilan itu akan mendakwa para anggota Hizbullah.

"Agaknya Ban Ki-moon ... tidak tahu bahwa Hizbullah sudah lama tenang, berada pada jantung politik Lebanon melalui wakil-wakilnya di parlemen dan kabinet," kata pernyataan Hizbullah itu.

"Tampaknya ia tidak punya waktu untuk membaca pernyataan pemerintah Lebabon."

Pemerintah PM Saad Hariri November lalu menyetujui satu pernyataan kebijakan yang mengakui hak Hizbullah untuk menggunakan senjata-senjata mereka terhadap Israel, kendatipun hal itu tidak disetujui oleh anggota Kristen dari mayoritas yang berkuasa.

Hizbullah, yang melancarkan perang berdarah dengan Israel tahun 2008, adalah satu-satunya kelompok yang menolak menyerahkan senjata mereka setelah perang saudara di Lebanon tahun 1975-1990.

Kelompok itu beralasan senjata mereka diperlukan untuk melindungi negara itu terhadap serangan negara Yahudi itu, yang mundur dari Lebanon selatan tahun 2000 setelah 22 tahun mendudukinya.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

22 Imigran Asal Afghanistan Kabur Dari Tahanan RUDENIM Bali

Posted: 20 Oct 2010 10:17 AM PDT

Jimbaran, Bali (tvOne)

Sebanyak 22 imigran asal Afghanistan kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (RUDENIM) Jimbaran, Bali Senin malam.

Sebelumnya mereka menarik perhatian petugas dengan cara mengamuk di ruang tahanan dengan alasan yang tidak jelas. Petugas yang tidak siap kewalahan menangani aksi mereka. Pada saat itu para imigran menjebol teralis ruang tahanan dan berhasil kabur.

Kepala RUDENIM Jimbaran, bali Amir Fatahsaat dikonfirmasi via telepon membenarkan kabur 22 imigran asal Afghanistan pada senin malam (18/10).

Diduga usai menjebol teralis mereka melompat pagar pembatas yang tidak terlalu tinggi dan tidak dilengkapi kawat berduri. Hingga kini petugas masih terus melakukan pencarian terhadap 22 imigran asal Afghanistan tersebut.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

ASEAN Perlu Waspadai Prediksi Perang Pasifik II

Posted: 20 Oct 2010 09:46 AM PDT

Makassar, (tvOne)

Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu mewaspadai prediksi yang memungkinkan terjadinya Perang Pasifik II.

Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ikrar Nusa Bhakti di Makassar, Rabu, mengatakan, dalam hal ini, ASEAN Security Community harus mampu menstabilkan kondisi hubungan internasional di kawasan Asia Timur, termasuk Australia.

"Pada tingkatan regional Asia Pasifik, tampak jelas bahwa betapa hegemoni Amerika Serikat semakin menurun, dan membuat sejumlah negara Asia Pasifik, seperti China, India, dan Australia semakin memperkuat kapabilitas pertahanan yang cukup tingi," terangnya.

Bahkan, kata dia, dalam Buku Putih Pertahanan Asutralia tahun 2009, sudah mengisyaratkan kesiapannya untuk membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Perang Pasifik II pada tahun 2030.

Negara-negara tersebut telah memiliki rencana strategis pembangunan militer dan cenderung membeli alutsista untuk tujuan-tujuan ofensif, seperti kapal induk, kapal selam, kapal perusak, dan pesawat tempur.

"Jika ASEAN Security Community tidak siap untuk membendung potensi ini, maka hal yang paling ditakutkan bisa saja terjadi," tuturnya.

Menurut dia, hal ini sudah menjadi konsekuensi dari perubahan arsitektur dunia yang baru.

Namun, ia menilai, ASEAN masih cenderung lamban bergerak untuk membahas isu mengenai keamanan tradisional, yang dikarenakan faktor sejarah dan perkembangan kerja sama internasional.

ASEAN sendiri masih terus berupaya membangun tiga komunitas, yaitu komunitas keamanan, komunitas ekonomi, dan komunitas sosial budaya dan satu lagi bangunan yang sedang berjalan yaitu East Asia Summit (EAS).

"Yang menjadi tugas berat saat ini adalah bagaimana Indonesia sebagai ujung tombak ASEAN bisa mengajak negara-negara anggota untuk mewujudkan cita-cita dalam tiga komunitas tersebut yang pada akhirnya mampu membendung prediksi Perang Pasifik II," ungkapnya.

Selain itu, ASEAN juga dapat menjadi pengarah dari berbagai pertemuan puncak regional Asia Timur yang tidak dikendalikan oleh negara besar di luar Asia Timur.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar