Jumat, 29 Oktober 2010

Bantuan Presiden ke Mentawai Terhalang Cuaca

Bantuan Presiden ke Mentawai Terhalang Cuaca


Bantuan Presiden ke Mentawai Terhalang Cuaca

Posted: 29 Oct 2010 10:00 AM PDT

Korban Mentawai

Banbang (tvOne)

Padang, (tvOne)

Bantuan bahan makanan, minuman dan obat-obatan dari Presiden RI untuk para korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terlambat dikirim dengan kapal akibat terkendala cuaca buruk.

"Kapal Pelni KM Labobar yang mengangkut bantuan Presiden dan bahan bantuan lainnya ditunda berangkat dari jadwal sebelumnya Jumat pukul 10:00 WIB menjadi Sabtu, pukul 00.00 WIB," kata staf administrasi Pelabuhan Teluk Bayur, Tohara di Padang, Jumat.

Penundaan dilakukan karena kondisi cuaca buruk dan gelombang besar di perairan Selat Mentawai yang bisa membahayakan pelayaran, tambahnya.

Ia menyebutkan, penundaan telah dilakukan dua kali yakni pertama hingga pukul 16.00 WIB, lalu pukul 19.00 WIB dan ditunda lagi menjadi pukul 00.00 Rabu tengah malam.

"Kita harapkan warga terkena bencana gempa dan tsunami bisa memaklumi kondisi cuaca dan medan yang berat untuk mendistribusikan bantuan," ujarnya.

Kapal yang akan belayar ke Sikakap, Kecamatan Pagai Selatan itu, selain membawa bahan bantuan, juga membawa sekitar 500 orang relawan dari sejumlah LSM dan INGO dan puluhan jurnalis dalam dan luar negeri.

Ia mengharapkan, Rabu tengah malam cuaca buruk mereda sehingga kapal bisa diberangkatkan bersama bahan bantuan dan tim relawan.

Salah seorang calon penumpang KM Labobar, John Nedy Kambang seorang jurnalis nasional, menyebutkan, dirinya bersama kru stasiun TV nasional lainnya terlambat sampai ke Sikakap karena penundaan keberangkatan KM Labobar.

Kita sadari cuaca sangat buruk dan terlihat dari Teluk Bayur awan gelap dan hujan deras di tengah laut sehingga keberangkatn kapal ditunda beberapa kali, tambahnya.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Ratu Inggris Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana Alam di RI

Posted: 29 Oct 2010 09:30 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Ratu Inggris Elizabeth II mengirimkan surat yang berisi pesan belasungkawa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas bencana alam yang menimpa Indonesia, demikian siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Jumat.

Di dalam suratnya, Ratu Inggris mengatakan, "Saya sangat sedih mendengar berita hilangnya nyawa akibat tsunami, pada 26 Oktober meletusnya Gunung Merapi dan banjir serta longsor di beberapa daerah di Indonesia pada bulan ini. Rasa keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam menyertai Anda dan rakyat Indonesia".

Menteri Luar Negeri William Hague juga menyampaikan surat belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Menlu Hague mengatakan, "Saya sangat sedih mendengar berita tingginya angka kematian dan kerusakan yang disebabkan oleh tsunami di Sumatera Barat dan meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya menyertai Anda dan mereka yang telah kehilangan keluarga dan kerabat".

Menteri Pembangunan Internasional Andrew Mitchell juga memberikan pernyataan, "Kami menyampaikan rasa simpati kepada seluruh korban bencana alam ini. Kami tengah menjalin komunikasi yang erat dengan Pemerintah Indonesia dan siap membantu jika dibutuhkan".

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Frekuensi Muntahan Awan Panas Merapi Meningkat

Posted: 29 Oct 2010 08:19 AM PDT

Yogyakarta (tvOne)

Hingga Jumat (29/10) malam pukul 19:34 WIB, Frekuensi luncuran awan panas Gunung Merapi terus meningkat dan tercatat telah ada delapan luncuran awan panas yang sebagian besar mengarah ke selatan.

"Luncuran awan panas adalah proses yang wajar sebelum pembentukan kubah lava baru," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Jumat (29/10).

Berdasarkan data dari BPPTK, pada Kamis (28/10) terjadi tiga kali luncuran awan panas, dan pada Jumat telah terjadi delapan kali luncuran awan panas hingga pukul 19.34 WIB.

Menurut dia, erupsi pada Selasa (26/10) yang ditandai dengan awan panas bersifat "direct blast" tersebut adalah fase awal untuk membuka sumbat di puncak gunung sehingga kemungkinan terulangnya kejadian pada erupsi atau letusan gunung api pertama cukup kecil.

Namun demikian, ia memperkirakan awan panas masih akan terjadi setiap hari dan kemungkinan akan berlangsung cukup lama.

"Apabila sumbat di puncak sudah terbuka maka magma akan keluar dan membentuk kubah lava baru. Tetapi sekarang, kami belum bisa memantau kondisi puncak," lanjutnya.

Salah satu hal yang cukup dikhawatirkan, kata dia, adalah apabila pembentukan kubah lava tersebut terjadi dengan laju yang cepat yaitu 100.000 hingga 200.000 meter kubik per hari.

Kubah lava yang terbentuk dengan laju yang cukup cepat tersebut sangat berpotensi untuk longsor apabila berada dalam posisi yang tidak stabil dan jarak luncur bisa mencapai 6-7 kilometer (km).

Selain itu, ancaman yang masih dimungkinkan pasca erupsi Merapi adalah banjir lahar apabila terjadi hujan yang cukup deras.

"Lahar dingin masih mungkin terjadi, tetapi dengan melihat erupsi kemarin, material tidak terlalu banyak dan daya tampung sungai masih mencukupi," katanya yang memperkirakan material vulkanik erupsi 2010 tidak sebanyak 2006.

Sementara itu, aktivitas seismik Gunung Merapi pada Jumat berdasarkan pemantauan di BPPTK juga menunjukkan peningkatan dibanding Kamis.

Pada Jumat hingga pukul 18.00 WIB telah terjadi 285 kali guguran, 181 gempa multiphase, 58 kali gempa vulkanik dan tujuh kali awan panas, sedang pada Kamis (28/10) terjadi 222 kali guguran, 123 kali gempa multiphase, 34 kali gempa vulkanik, dua kali gempa tektonik dan tiga kali awan panas. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kejaksaan Agung Resmi Putuskan Deponeering Kasus Bibit-Chandra

Posted: 29 Oct 2010 07:20 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Kejaksaan Agung secara resmi memutuskan mendeponeering atas perkara hukum dua pimpinan KPK yakni Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Menurut Plt Jaksa Agung, Darmono, keputusan ini menjadi langkah final dari Kejaksaan Agung.

"Karena itu menyarankan perkara tindak pidana atas nama Bibit-Chandra dilakukan dengan mengesampingkan perkara (Deponeering) untuk kepentingan umum," kata Darmono dalam jumpa pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jaksel, Jumat (29/10)

Darmono menjelaskan, dasar mengambil langkah itu untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi yang merupakan agenda bangsa Indonesia yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Atas keputusan tersebut, Kejaksaan Agung akan segera melakukan sejumlah langkah yakni minta pertimbangan ke legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Soal deponeering ini sebenarnya telah disebutkan Jampidsus Kejagung Amari. Dia menyebutkan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memilih opsi deponeering untuk menyikapi kasus Bibit-Chandra pada Senin 25 Oktober 2010.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar