Jaksa Tolak Pledoi Bupati Lumajang |
- Jaksa Tolak Pledoi Bupati Lumajang
- 400 Ha Lahan Gambut di Bengkalis Riau Terbakar
- Masyarakat Sukabumi Diimbau Waspadai Penyakit Skabies
- Kemenag Sekolahkan 7.500 Anak Jalanan Ikuti Program Dikterapan
| Jaksa Tolak Pledoi Bupati Lumajang Posted: 18 Oct 2010 10:48 AM PDT Jember, (tvOne) Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak pledoi Bupati Lumajang (nonaktif) Sjahrazad Masdar yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi dana bantuan hukum Pemkab Jember di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Senin. Jaksa Hari Wibowo dan Adek Sri Sumiarsih membacakan jawaban atas pledoi (replik) secara bergantian di hadapan majelis hakim yang dipimpin R. Hendral. "Jaksa tetap mengacu pada tuntutan sebelumnya, bahwa terdakwa Sjahrazad menandatangani persetujuan dana bantuan hukum untuk pimpinan DPRD Jember yang melanggar aturan," kata Hari Wibowo dalam persidangan. Menurut dia, terdakwa seharusnya tidak menandatangani persetujuan pencairan dana bantuan hukum pada saat terdakwa menjadi penjabat Bupati Jember, sejak 16 Mei hingga 11 Agustus 2005. "Sesuai dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terdakwa telah ikut serta melakukan tindak pidana korupsi dengan memberikan persetujuan pencairan dana bantuan hukum," tuturnya menjelaskan. Hari menegaskan, terdakwa Sjahrazad terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan hukum Pemkab Jember karena melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 KUHP. Jaksa menuntut terdakwa Sjahrazad Masdar dengan dua tahun penjara dan denda Rp50 juta atau subsider tiga bulan penjara. "Atas perbuatan terdakwa, negara dirugikan sebesar Rp416 juta dan kerugian itu sudah dibayar oleh terpidana Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember Djoewito dalam kasus yang sama," paparnya. Setelah mendengarkan replik jaksa, majelis hakim menunda sidang selanjutnya pada Senin (25/10) pekan depan, dengan agenda jawaban tim kuasa hukum atas replik (duplik). Menanggapi replik yang dibacakan jaksa, tim kuasa hukum terdakwa Sjahrazad, M. Kholili, mengatakan kliennya tidak bersalah dalam kasus bantuan hukum Pemkab Jember karena pencairan dana bantuan hukum dilakukan pada saat Bupati MZA Djalal. "Klien saya sudah tidak menjabat sebagai penjabat Bupati Jember pada saat pencairan dana bantuan hukum dikeluarkan oleh Bagian Hukum Pemkab Jember," tegasnya. Menurut Kholili, terdakwa Sjahrazad menjabat sebagai penjabat Bupati Jember sejak 16 Mei hingga 11 Agustus 2005, sedangkan pencairan dana bantuan hukum dilakukan melalui mekanisme perubahan APBD 2005 pada bulan September. "Pencairan dana bantuan hukum untuk pimpinan DPRD Jember periode 2004-2009 sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Perubahan APBD 2005," katanya menambahkan. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| 400 Ha Lahan Gambut di Bengkalis Riau Terbakar Posted: 18 Oct 2010 10:29 AM PDT ![]() Kebakaran Lahan Gambut Dedi Eka Putra (tvOne) Bengkalis, (tvOne) Sekitar 400 hektare lahan gambut yang berada di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin, hangus terbakar. Sejumlah warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran menyebutkan, lahan gambut tersebut sudah mulai terbakar sejak sepekan terakhir. "Akibat medan yang sulit, hingga saat ini petugas penanggulangan kebakaran yang diterjunkan belum dapat memadamkan kobaran api. Api pun terus meluas hingga menghanguskan 400 hektare lahan," papar seorang warga sekitar, Arya (34). Seorang warga Bengkalis lainnya, Ayan (23), mengatakan, sejumlah petugas penanggulangan kebakaran hutan baik dari Mangala Agni, perusahaan Arara Abadi dan dinas terkait dari pemerintahan setempat terus berusaha melakukan pemadaman dengan berbagai cara. "Mereka juga dibantu sama mobil pemadam kebakaran," terangnya. Kepala Desa Sepahat, Hasan Asyari, pada kesempatan sama menuturkan, diantara 400 hektare lahan yang terbakar, sekitar 150 hektare merupakan lahan perkebunan pemerintah yang diperuntukan dalam program Kemiskinan Kebodohan dan Infratrsuktur (K2I). "Lokasi lahan gambut yang terbakar sebahagian merupakan semak belukar dan sebahagian lagi merupakan perkebunan kelapa sawit K2I" ucapnya. Akibat keterbatasan alat dan cuaca panas disertai angin kencang, terangnya, hingga saat ini api masih terus meluas. "Kami hanya mengharapkan turunnya hujan untuk memadamkan api secara tuntas," paparnya. Kepala Kepolisian Sektor Bukit Batu, AKP Banjarnahor saat dihubungi melalui selularnya menjelaskan, saat ini pihaknya telah membentuk tim untuk lakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran hebat itu. "Sejauh ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran," ringkasnya. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebutkan terdapat 358 titik api yang tersebar di seluruh Sumatera. Pantauan satelit NOAA 18 menunjukkan, 144 titik api diantaranya berada di Riau, 98 titik di Sumatera Utara, dan 116 titik api lainnya tersebar disejumlah provinsi lainnya meliputi Jambi, Aceh, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Masyarakat Sukabumi Diimbau Waspadai Penyakit Skabies Posted: 18 Oct 2010 10:01 AM PDT Sukabumi, (tvOne) Masyarakat Sukabumi diimbau untuk mewaspadai penyakit kulit skabies yang disebabkan oleh kutu kasur atau Sarcoptes scabei. Himbauan ini disampaikan pada penyuluhan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi yang menghadirkan enam dokter muda spesialis kulit dan kelamin. Menurut Fransisca, pembicara dalam penyuluhan tersebut, menyatakan penyakit skabies selain mudah menular, juga mudah menyebar di daerah berhawa dingin seperti Sukabumi. "Warga Sukabumi harus waspada karena penyakit ini adalah penyakit yang mudah mewabah di daerah-daerah dingin atau sejuk seperti Sukabumi ini, karena kutu yang menjadi penyebab penyakit ini lebih cepat berkembang biak di udara dingin," ujarnya. Untuk pecegahan agar tidak terjangkit penyakit ini ia menghimbau agar masyarakat menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan. "Yang terpenting itu kita harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar, misalnya menjemur kasur dan bantal minimal dua kali seminggu, ini paling penting mengingat kutu penyebab penyakit ini paling banyak berkembang biak di kasur, selanjutnya mandi minimal dua kali sehari terutama setelah beraktivitas di luar," ujarnya. Ia juga mengingatkan jika ada keluarga yang terkena penyakit skabies ini harus segera dibawa ke balai pengobatan untuk ditangani mengingat penyakit ini mudah menular. Selain itu tambahnya hindari memakai barang seperti baju, atau handuk bergantian dengan orang yamg sedang terkena penyakit skabies ini. Fransisca menyebutkan penyakit skabies ini tidak boleh diremehkan penyebarannya, menurutnya hampir setiap harinya RSUD R. Syamsudin S.H. rata-rata menangani tiga pasien dengan diagnosa penyakit skabies. "Kami perlu sekali untuk mengadakan penyuluhan skabies ini, karena untuk RSUD R. Syamsudin saja hampir setiap hari menerima sedikitnya tiga pasien skabies, bahkan pernah sampai tujuh orang," ujarnya. Penyuluhan semacam ini menurut Sumirat, Kepala Pelayanan Umum rumah sakit tersebut merupakan agenda rutin pihaknya yang diadakan setiap Senin pukul 09:00 WIB dengan tema berbeda setiap minggunya. "Kami mengadakan peyuluhan semacam ini satu minggu sekali rutin setiap Senin dengan tema berbeda-beda terutama penyakit-penyakit yang sedang mewabah, siapa saja boleh datang ke penyuluhan ini gratis," ujar Sumirat. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Kemenag Sekolahkan 7.500 Anak Jalanan Ikuti Program Dikterapan Posted: 18 Oct 2010 07:46 AM PDT Jakarta, (tvOne). Kementerian Agama merekrut 7.500 anak jalanan dengan anggaran Rp22,5 miliar pada 2010 di sejumlah kota besar di Jawa, di Sumatera Utara dan di Sulawesi Selatan untuk disekolahkan dalam program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (Dikterapan). "Idealnya jumlah anak yang direkrut untuk program ini lebih besar lagi, tapi untuk sementara 7.500 anak dulu. Kami memprakarsai ini karena anak jalanan harus mendapat pertolongan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam jumpa pers tentang satu tahun kinerja Kementerian Agama, di Jakarta, Senin, (18/10). Awalnya anak-anak itu direkrut di jalan-jalan dan dibawa ke rumah transisi. Di rumah transisi mereka diperiksa siapa orang tuanya, pendidikannya, hingga penyakitnya. Setelah jelas bahwa mereka benar-benar anak jalanan, maka anak-anak itu dibawa ke lembaga pendidikan berasrama. "Problematika anak jalanan sebagian besar adalah mereka tidak bersekolah dan juga tidak punya rumah sehingga solusinya mereka dibawa ke lembaga pendidikan berasrama. Sehingga mereka tidak lagi lari ke jalan," katanya. Ia berharap, jumlah anak yang bisa direkrut dalam program ini meningkat dari tahun ke tahun sehingga tidak ada lagi anak-anak berkeliaran di jalan-jalan. Dalam kesempatan itu Menag juga mengemukakan, Kemenag telah melaksanakan program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah bagi 180 ribu siswa Radiatul Athfal (RA/ setingkat TK) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI/ setingkat SD) dengan anggaran Rp32,4 miliar pada 2010. Juga melaksanakan program pendidikan dan latihan bagi 29.201 kepala madrasah, guru agama dan pengawas pendidikan dengan anggaran Rp73 miliar serta pemberian beasiswa kepada 1.820.000 siswa di tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi serta guru dan dosen dengan alokasi Rp1,09 triliun. Kemenag juga telah melaksanakan penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS) bagi siswa MI/PPS Ula dan MTs/PPS Wustha sebanyak 6.794.516 siswa dengan alokasi anggaran Rp3,261 triliun selama 2010 dan rehabilitasi ruang kelas sebanyak 10.656 unit dengan anggaran Rp949,76 miliar. Kemenag juga sudah melakukan sertifikasi guru dan dosen sebanyak 92 ribu orang dengan anggaran Rp184 miliar. "Diharapkan pada 2014 seluruh guru dan dosen telah disertifikasi sehingga mereka bisa memperoleh tunjangan profesi selain tunjangan fungsional," katanya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar