Ratusan Kios di Pasar Sukaramai Medan Terbakar |
- Ratusan Kios di Pasar Sukaramai Medan Terbakar
- Banjir Lahar Dingin Seret Truk di Lumajang
- Polisi Limpahkan 73 Imigran Ilegal ke Imigrasi Yogyakarta
- Campak Akibatkan 40 Persen Kematian Anak di Dunia
| Ratusan Kios di Pasar Sukaramai Medan Terbakar Posted: 17 Oct 2010 10:32 AM PDT Medan, (tvOne) Seratusan kios di Pasar Sukaramai Medan, Sumatera Utara, ludes dalam sebuah musibah kebakaran yang terjadi Minggu malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan, meski puluhan unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan. Para petugas pemadam kebakaran terus berupaya menjinakkan "si jago merah" dengan dibantu aparat keamanan dan masyarakat setempat. Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Medan Anas Hasibuan ketika dihubungi di lokasi kejadian mengaku belum mengetahui penyebab musibah kebakaran tersebut. "Soal penyebabnya kita masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian, karena mereka yang bisa mengetahui secara pasti," katanya. Namun demikian, ia juga mengimbau semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. "Ini musibah. Tidak perlu saling menyalahkan," ujarnya. Anas Hasibuan memperkirakan jumlah kios yang ludes terbakar mencapai seratusan unit, termasuk sejumlah kios berlantai dua. "Ada seratusan unit kios di pasar ini dan hampir semuanya kena (terbakar, red)," ujarnya. Ia juga mengaku belum bisa memastikan jumlah kerugian materil dalam kejadian itu. "Tapi pasti sangat besar, bisa puluhan bahkan ratusan miliar rupiah," katanya. Seratusan kios di Pasar Sukaramai itu justru terbakar pada saat Kota Medan tengah diguyur hujan lebat. Belum diketahui perihal adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Banjir Lahar Dingin Seret Truk di Lumajang Posted: 17 Oct 2010 08:36 AM PDT Lumajang, (tvOne). Sebuah truk pengangkut pasir kembali menjadi korban akibat terseret banjir lahar dingin susulan hingga terkubur material lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Rejali Desa Bagu, Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Truk yang dikemudikan Sopir truk, Paeri terseret lahar yang tiba-tiba datang karena arus banjir yang besar. Truk yang bermuatan penuh pasir tersebut terseret hingga 200 meter, beruntung ketiga penumpang truk saat itu langsung dapat menyelematkan diri dari terjangan banjir tersebut. Seluruh bagian kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bagian kendaraan terlepas dan hanyut dibawa arus sungai. Sejumlah warga datang memadati lokasi untuk melihat kondisi bangkai kendaraan yang hingga kini belum dievakuasi. Banjir lahar dingin tersebut dikarenakan tingginya curah hujan yang terus mengguyur Puncak Semeru sehingga banjir lahar dingin susulan terjadi. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polisi Limpahkan 73 Imigran Ilegal ke Imigrasi Yogyakarta Posted: 17 Oct 2010 08:11 AM PDT Gunung Kidul, (tvOne). Sebanyak 73 imigran gelap asal Iran dan Afghanistan, Minggu malam (17/10) dipindahkan dari Mapolres Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk diproses sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. "Sebanyak 73 imigran kami limpahkan ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk diproses sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, karena sesuai dengan undang-undang keimigrasian, mereka menjadi wewenang Kantor Imigrasi," kata Kapolres Gunung Kidul AKBP Asep Nalaludin di Wonosari. Asep mengatakan sebanyak 73 imigran tersebut berasal dari Iran dan Afghanistan yang terdiri dari 15 orang berusia anak-anak, 15 perempuan dewasa, dan 43 laki-laki dewasa. "Mereka sebagian besar memiliki paspor yang masih berlaku yang dikeluarkan Negara Afghanistan, dan kami juga sudah mendapat faksimil dari Mabes Polri yang menginformasikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul, Afghanistan, telah mengeluarkan visa wisata kepada 53 orang yang nama-namanya sesuai dengan nama-nama mereka yang diamankan ini," katanya. Dari faksimil yang diterima Polres Gunung Kidul itu menyebutkan bahwa KBRI Kabul telah mengeluarkan visa kepada sejumlah warga negara Afghanistan tertanggal 11 Oktober 2010 yang menerangkan telah mengeluarkan visa pada 6 Oktober 2010 kepada 53 orang dengan tujuan Indonesia, dan berlaku untuk selama 30 hari. "Visa yang kami periksa menunjukkan baru dikeluarkan pada 6 Oktober 2010, serta berlaku selama 30 hari, dan hanya ada dua orang yang visanya dikeluarkan pada 3 Oktober dan 11 Oktober 2010," katanya. Namun, kata dia, alasan mengapa mereka sampai ke Gunung Kidul untuk menyeberang ke Australia itu yang menguatkan dugaan bahwa mereka adalah imigran gelap yang akan meminta suaka politik ke Australia. Menurut dia, para imigran tersebut sampai ke Gunung Kidul diduga difasilitasi sindikat biro perjalanan internasional yang menggunakan Negara Indonesia sebagai negara tujuan, baru kemudian diseberangkan ke Kepulauan Christmas, Australia, sebagai tujuan utama dalam upaya meminta suaka politik. Imigran asal Iran dan Afghanistan tersebut diberangkatkan dari Mapolres Gunung Kidul ke Kantor Imigrasi Yogyakarta menggunakan dua bus pariwisata pada pukul 19.30 WIB dengan pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian. "Kami memberikan pengawalan yang ketat selama perjalanan menuju Kantor Imigrasi Yogyakarta, karena ada dua imigran yang ketika dilakukan penangkapan di pantai sempat berusaha melarikan diri, dan ada yang berusaha bunuh diri dengan menyeburkan ke laut," katanya. Ia mengatakan pelimpahan mereka lebih didasarkan pada jaminan keselamatan dan kesehatan para imigran, karena ada salah satu di antaranya yang baru berusia tujuh hari, dengan harapan akan mendapat perhatian dan pelayanan yang lebih baik ketika berada di penampungan Kantor Imigrasi Yogyakarta. Kapolres Gunung Kidul mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan International Organization of Migration (IOM), terkait dengan 73 imigran itu. "Berdasarkan komunikasi kami dengan Kantor Imigrasi Yogyakarta menerangkan bahwa 73 imigran tersebut sudah dalam penanganan IOM, termasuk biaya yang kami keluarkan akan diganti oleh IOM," katanya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Campak Akibatkan 40 Persen Kematian Anak di Dunia Posted: 17 Oct 2010 07:43 AM PDT Kupang, (tvOne). Badan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak (Unicef) mencatat sekitar 30.000 dari 340.000 anak di Indonesia setiap tahun meninggal akibat serangan campak. "Ini berarti setiap duapuluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak atau dalam bahasa setempat (Kupang) disebut juga sarampah itu," kata Pemerhati anak dari Unicef Kupang Ermi Ndun di Kupang, Minggu, (17/10). Catatan Badan Resmi PB untuk urusan Kesehatan (WHO), kata Ermi, campak bertanggung jawab terhadap 40 persen kematian anak di seluruh dunia dari total sekitar 1,4 juta kematian anak yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Menurut dia, campak adalah suatu penyakit akut yang mudah sekali menular dan sering terjadi komplikasi yang serius. "Penyakit campak ini disebabkan oleh virus paramyxovirus. Campak bukan disebabkan oleh infeksi bakteri," katanya. Ia mengatakan penyakit campak sangat cepat menular melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) penderita yang dapat terisap lewat hidung atau mulut. Virus campak, katanya, dapat bertahan hidup dua jam di udara. Karena itu campak sangat cepat menular dari satu ke lain orang. Campak biasanya menyerang anak yang berusia di bawah lima tahun. Campak bisa juga menyerang anak usia remaja atau orang dewasa yang tidak terlindung oleh imunisasi. Tanda-tanda penyakit campak biasanya mulai muncul sekitar 10-12 hari setelah seseorang anak terinfeksi virus campak. Seorang anak, katanya, yang terkena campak ditandai dengan panas tinggi (39,5 - 40,5 derajat celcius) selama 2-4 hari, diikuti batuk, pilek dan konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtivis) dan ruam/bintik-bintik merah. Bercak-bercak merah ini dalam bahasa kedokterannya disebut makulopapuler. "Ruam merah itu biasanya muncul pertama kali di wajah dan leher anak, dan akan hilang sendiri dalam tempo 5-6 hari. Ruam merah ini biasanya menyebar ke seluruh tubuh, termasuk tangan dan kaki. Seringkali ruam merah itu juga muncul di bagian dalam mulut pasien beberapa hari sebelum semua ruam merah akhirnya menghilang," katanya. Dia mengatakan penyakit campak sebenarnya tidak langsung membunuh. Kematian biasanya terjadi akibat komplikasi ikutan penyakit campak. Campak menyerang permukaan kulit dan sistem daya tahan tubuh (immunity). Campak tidak berakibat fatal apabila menyerang anak-anak yang sehat dan bergizi baik. Akan tetapi, dalam kondisi kurang gizi dan kekurangan vitamin A, campak merupakan penyakit yang berakibat fatal bagi anak-anak. "Satu dari empat anak yang menderita gizi buruk biasanya meninggal akibat komplikasi campak," katanya. Anak-anak meninggal karena pada saat mereka terjangkit penyakit campak, usia mereka sangat muda dan sistem kekebalan tubuh mereka belum kuat. Faktor tambahan lain adalah kondisi gizi buruk yang membuat daya tahan mereka menurun. "Faktor komplikasi dan gizi buruk ini juga akibat kemiskinan, keluarga anak-anak ini tidak mampu untuk pergi ke fasilitas kesehatan untuk mencari pengobatan dan pertolongan untuk menangani campak dan komplikasinya," katanya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar