Komisi III Aklamasi Setujui Komjen Timur Sebagai Kapolri |
- Komisi III Aklamasi Setujui Komjen Timur Sebagai Kapolri
- Polisi Tangkap Tersangka Kasus Trafficking di Sintang
- Empat KRI Disiagakan di Distrik Wasior
- Aktivitas Polisi Inggris Dipantau Lewat Twitter
| Komisi III Aklamasi Setujui Komjen Timur Sebagai Kapolri Posted: 14 Oct 2010 10:13 AM PDT ![]() Komjen Pol Timur Pradopo Jakarta, (tvOne) Komisi III DPR akhirnya secara aklamasi menyetujui Komjen Polisi Timur Pradopo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. Keputusan ini diambil usai uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung selama hampir 11 jam pada Kamis (14/10). "Komisi III DPR menyetujui dicopotnya Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri karena masa pensiun, dan mengangkat Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri," ujar Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman. Sembilan fraksi tersebut adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi PKB, Fraksi Hanura, dan Fraksi Partai Gerindra. Beberapa fraksi memberikan catatan khusus sebelum Timur dilantik menjadi Kapolri. Anatara lain Kapolri harus bisa melakukan reformasi di dalam tubuh Kepolisian dan tidak boleh terjebak sebagai alat kekuasaan dalam pemilu. Timur harus mampu meminimalisasi korupsi yang masih menyelimuti Polri di empat zona rawan korupsi yakni pelayanan, perizinan, zona fiskal, dan zona manajemen personalia. mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polisi Tangkap Tersangka Kasus Trafficking di Sintang Posted: 14 Oct 2010 08:33 AM PDT Sintang, (tvOne). Polres Sintang, Kalimantan Barat, menahan TS (39), di Kecamatan Ketungau Hulu, karena diduga menjadi pelaku upaya perdagangan manusia terhadap tiga remaja putri yang masih belia. Kasat Serse Polres Sintang Ajun Komisaris (Pol) Donny S Lumbantoruan di Sintang, Kamis (14/10) mengatakan, kasus dugaan ekploitasi terhadap anak di bawah umur itu awalnya terungkap dari laporan salah seorang orang tua korban ke Polres Sintang. "Begitu menerima laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan dengan Polsek Ketungau Hulu. Dan setelah di cek ternyata benar ada tiga orang gadis belia yang bekerja di salah satu kafe di kawasan itu," jelasnya. Ketiganya yakni Lus (16), Mar (14) dan Mir (14). Dua diantaranya hanya tamatan SD dan seorang lagi berstatus lulusan SMA. Mereka warga Jerora II Kecamatan Sintang dan dijemput anggota Polsek Ketungau Hulu pada Selasa (5/10) lalu untuk dikembalikan ke Sintang. Dalam laporan ke polisi oleh orang tua korban disebutkan kalau anaknya sudah tidak pulang-pulang selama tiga hari dan sedang berada di Desa Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu. Menurutnya, hari itu juga anggota Polsek Ketungau Hulu langsung menjemput tiga orang remaja putri tersebut berikut TS yang diduga merupakan pelaku ekspolotasi anak. "Pelaku akan dijerat dengan UU tentang perdagangan manusia dan perlindungan anak. Saat ini baru satu orang tersangka ditetapkan, bisa saja hasil penyidikan akan ada tersangka baru," ucapnya. Lus, salah seorang korban mengaku tergiur bekerja di Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu karena memang saat itu ia butuh kerja. "Ketika itu ada kenalan kami yang mengatakan punya kenalan yang sedang mencari orang untuk jaga warung," jelasnya. Ia mengaku tidak mengetahui kalau pekerjaan yang dimaksudkan tersebut adalah bekerja di kafe remang-remang. "Yang tahu kalau kerja disana enak dan baru tahu kerja di kafe ketika sudah sampai di Sepiluk," jelasnya. Lus mengatakan kalau waktu itu ia pergi bersama rekannya Mir dan kemudian menerima tawaran dari TS karena ternyata Mar sudah bekerja dengan TS selama tiga minggu. "Kami berangkat sekitar 2 Oktober 2010 dan dibawa menggunakan mobil `strada`," ujarnya. Namun ternyata ia tidak bertah bekerja di Sepiluk dan kemudian menghubungi keluarganya di Sintang mengabarkan kalau ia mau pulang. "Waktu di sana ada ada salah seorang teman yang menyesalkan kami bekerja di situ karena menurutnya sebenarnya kami itu mau dijual," ujarnya. Ia mengaku selama bekerja di kafe tersebut belum sempat melakukan hal yang melampaui batas, hanya sekadar menemani tyamu minum saja. "Yang membuat saya tidak betah karena tidak sedikit tamu kafe selalu bilang `Bos, Beli`," imbuhnya. Sementara Mar dan Mir memang dari awal mengetahui kalau mereka mau dipekerjakan di kafe. Tersangka TS membantah kalau ia mengambil keuntungan dengan mempekerjakan korban melampaui batas kesusilaan. "Saya hanya ingin membantu dan tidak ada niat untuk menjual mereka dan saya jaga mereka apalagi salah satu dari mereka ini masih ada hubungan keluarga dengan saya," jelasnya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Empat KRI Disiagakan di Distrik Wasior Posted: 14 Oct 2010 08:12 AM PDT Surabaya, (tvOne). Sedikitnya empat unit Kapal perang Republik Indonesia (KRI) akan disiagakan di Distrik Wasior, Kabupaten Papua Barat. Hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap korban bencana banjir bandang. Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Kamis, (14/10) mengatakan, keempat KRI itu adalah KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Fatahilah-361, KRI Ahmad Yani-351, dan KRI Kalakay-818. "Keberadaan KRI sangat strategis untuk penanggulangan bencana alam di Wasior, mengingat jalur transportasi yang bisa digunakan di sana melalui laut," katanya. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melihat lokasi bencana dari atas KRI Sultan Hasanuddin, Rabu (13/10). Presiden juga bermalam di KRI Sultan Hasanuddin, termasuk Panglima Koarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto hingga saat ini masih berada di Wasior. Sebelumnya KRI Kalakay telah beberapa kali melakukan perjalanan pergi-pulang Manokwari-wasior untuk mengangkut bantuan logistik dari Presiden. Bantuan tersebut tidak bisa didistribusikan langsung ke Wasior melalui jalur udara karena bandara di distrik itu rusak diterjang banjir bandang. Sementara itu, sejumlah personel Koarmatim mengakhiri latihan penanggulangan bencana di perairan Laut Jawa. Penutupan latihan itu dilakukan dengan menggelar pengobatan massal di Kabupaten Banyuwangi, Kamis, (14/10). Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Koarmatim Laksamana Muda TNI Arief Rudianto. "Latihan pratugas ini merupakan bentuk penyiapan satuan-satuan operasional sebelum melaksanakan tugas operasi penanggulangan bencana," katanya. Hal itu mutlak diperlukan mengingat perubahan lingkungan strategis yang berkembang sangat dinamis dan banyak mengalami perubahan serta berpengaruh terhadap perubahan bentuk penanganan permasalahan yang muncul di medan tugas. "Kecepatan dan ketepatan penyelamatan dan penanggulangan bencana di lapangan harus berdasarkan pada `standard operation prosedur` yang disesuaikan dengan situasi alam serta alat peralatan yang dimiliki," katanya. Kegiatan penanggulangan bencana merupakan misi kemanusiaan yang semakin penting, mengingat kontelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki gugusan gunung berapi dan dekat dengan jalur pertemuan antara dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Australia. "Hal ini menuntut adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan gelombang tsunami," kata Arief.(Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Aktivitas Polisi Inggris Dipantau Lewat Twitter Posted: 14 Oct 2010 08:09 AM PDT London (tvOne) Satu dari pasukan terbesar kepolisian Inggris melaporkan setiap peristiwa yang ditanganinya selama 24 jam melalui laman "Twitter". Hal ini dilakukan guna menyoroti jumlah pekerjaan para petugas kepolisian di tengah ancaman pemotongan anggaran mereka. Kepolisian Manchester Raya (GMP) mulai mengirimkan "tweet" sejak pukul 5 pagi, merekam berbagai kejadian dimulai dari dugaan serangan seksual hingga sapi yang turun ke jalan dan pria yang tertidur di halte bus, demikian menurut laman internet kepolisian tersebut. "Tugas-tugas kepolisian seringkali terlihat sederhana, seperti pengejaran perampok dan memenjarakan mereka, namun kenyataannya hal itu hanya merupakan sebagian kecil dari tugas-tugas mereka," kata Perwira Polisi Senior GMP Peter Fahy. "Hal-hal yang kita hadapi kebanyakan berkaitan dengan masalah sosial seperti anak hilang, orang-orang dengan masalah kesehatan dan kekerasan internal. Bahkan seringkali kejadian-kejadian yang kompleks dan memerlukan banyak waktu dan penelusuran narasumber," katanya. GMP memulai penggunaan "Twitter" seminggu sebelum pemerintah mengumumkan rencana pemotongan anggaran karena defisit anggaran pemeliharaan keamanan, yang menyebabkan para petugas kepolisian harus menghemat hingga 25 persen. Federasi Kepolisian yang terdiri dari petugas berpangkat dan pengarsipan telah mengingatkan bahwa pemotongan anggaran berarti pengurangan sekitar 40.000 pos-pos terdepan yang beroperasi hingga lima tahun ke depan, angka yang ditolak pemerintah. (Ant) rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar