Minggu, 24 Oktober 2010

Supir Truk Keluhkan Pungli Oleh Oknum Petugas Disaat Penumpukan Kendaraan di Pel Merak

Supir Truk Keluhkan Pungli Oleh Oknum Petugas Disaat Penumpukan Kendaraan di Pel Merak


Supir Truk Keluhkan Pungli Oleh Oknum Petugas Disaat Penumpukan Kendaraan di Pel Merak

Posted: 24 Oct 2010 10:15 AM PDT

Antrian Truk Pel. Merak

Siti Marfuah

Merak, (tvOne)

Walaupun Dermaga 1 sudah dioperasikan setelah mengalami kerusakan namun penumpukan kendaraan besar masih terjadi diarea parkir Pelabuhan Merak, Banten. Para supir mengeluh, antrian tersebut dimanfaatkan oknum petugas yang mengambil keuntungan dengan melakukan pungutan liar.

Penumpukan truk terjadi di semua area parkir pelabuhan hingga depan gerban tol. Berdasarkan pantau reporter (tvOne) di lapangan para petugas meminta uang bagi setiap kendaraan yang akan masuk area pelabuhan.

Menutur keterangan Firman supir truk yang telah lama menunggu, antrian seperti ini terjadi setelah libur lebaran usai. Ia mencurigai kalau antrian yang menumpuk ini karena faktor kesengajaan.

Firman menjelaskan, setiap kendaraan yang hendak menyeberang dengan cepat bisa menggunakan jalur tembak dan dikenai biaya tambahan selain biaya penyebrangan yang telah ditetapkan. Kisarannya antara 100 ribu hingga 150 ribu. " Mereka tidak mikir, ngak kasihan kita-kita yang telah lama menunggu ", kata Firman.

Para supir mengeluhkan kondisi tersebut, pungutan tidak resmi terjadi saat kondisi kendaraan menumpuk di Pelabuhan Merak. Kondisi ini memaksa para supir untuk rela mengantri hingga puluhan jam, bahkan harus menginap satu hingga dua malam.

Ketika reporter (tvOne) mengkonfirmasi kebenaran hal itu, kepala cabang ASDP membantah tentang adanya pungutan tidak resmi tersebut.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Guguran Dari Puncak Merapi Terdengar Warga di Kab Magelang

Posted: 24 Oct 2010 09:25 AM PDT

Gunung Merapi

Magelang, (tvOne)

Warga desa terakhir di barat Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam, mendengar suara gemuruh yang diduga guguran material dari puncak gunung berapi di perbatasan antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

"Suara gemuruh berkali-kali terus terdengar hingga saat ini (sekitar pukul 22.00 WIB, red.)," kata seorang warga Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jayus, di Magelang, Minggu malam.

Ia mengatakan, sebagian besar warga setempat keluar dari rumah masing-masing untuk menyimak suara guguran itu secara lebih saksama sambil berjaga-jaga.

Suara gemuruh itu, katanya, terdengar dari lokasi tempat tinggal warga setempat di tepian alur Kali Lamat itu sejak sekitar pukul 21.30 WIB.

Ia mengatakan, puncak Merapi terlihat secara jelas dari dusun setempat karena langit dalam kondisi yang bersih atau tidak tertutup awan.

"Saya hanya mendengar suara guguran, tetapi tidak melihat gugurannya, kemungkinan ke arah selatan," katanya.

Ia mengatakan, suara gemuruh sejak beberapa hari terakhir terdengar oleh warga setempat.

"Namun, malam ini lebih sering. Warga tidak takut tetapi tetap berjaga," katanya.

Petugas Pengamatan Gunung Merapi di Pos Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Yulianto mengatakan benar terjadi guguran material dari puncak gunung berapi setinggi sekitar 2.965 meter dari permukaan air laut yang hingga kini status aktivitas vulkaniknya "siaga" itu.

"Suara guguran itu juga terdengar dari Pos Babadan, arahnya kemungkinan besar ke barat daya," katanya.

Pihaknya terus mencermati dan mencatat setiap perkembangan aktivitas vulkanik Merapi tersebut.

"Sejak kemarin memang terdengar suara guguran itu, agak jarang, tetapi sekarang lebih sering," katanya.

Puncak Merapi yang terlihat dari Pos Babadan sekitar pukul 22.25 WIB, katanya, tertutup kabut.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status aktivitas vulkanik Merapi dari "waspada" ke "siaga" sejak Kamis (21/10) pukul 18.00 WIB. Status Merapi meliputi "aktif normal", "waspada", "siaga", dan "awas".

Fase erupsi Merapi yang terakhir pada pertengahan 2006 antara lain ditandai semburan awan panas, luncuran lava pijar, dan hujan abu secara intensif.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Menhut Tegaskan Moratorium Oslo Akan Tetap Dilaksanakan

Posted: 24 Oct 2010 08:43 AM PDT

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan

Padang, (tvOne).

Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan "Letter of Intent" antara Norwegia dan Indonesia mengenai moratorium hutan akan tetap dilaksanakan pada 2011, meski diwarnai perdebatan pada sebagian kalangan.

"Moratorium akan tetap dilaksanakan pada 2011 karena hal itu merupakan kebijakan yang lebih mengarah pada pelestarian hutan di Indonesia," katanya saat menghadiri pembukaan Muswil ke III Partai Amanat Nasional Sumatera Barat, di Padang, Minggu, (24/10).

Zulkifli Hasan mengatakan, terlepas dari untung rugi yang diperoleh Indonesia dari LoI itu, moratorium akan tetap dilaksanakan mengingat hal itu menjadi suatu usaha untuk meningkatkan kelestarian alam dan mengurangi dampak pemanasan global.

Terkait persiapan, dia mengatakan sejauh ini persiapan Kementrian Kehutanan akan tetap dilanjutkan hingga Desember 2010, dengan melakukan konsolidasi atau pembahasan tata ruang dengan mengikutsertakan pemerintah daerah.

Menurut Zulkifli, kerja sama yang telah dilakukan antara Indonesia dan Norwegia juga merupakan untuk kepentingan kebaikan Indonesia dan memiliki banyak manfaat.

Isi dari LoI itu, katanya, merupakan implementasi dari komitmen Presiden RI yang sudah sejak lama ingin mengurangi tingkat emisi dan melakukan penataan lingkungan yang lebih baik.

"LoI itu pada intinya menjadi dasar untuk menghentikan sementara pengeluaran izin yang ditujukan kepada pengelolaan hutan primer dan kawasan gambut selama tahun 2011 dan 2012," jelasnya.

Zulkifli mengingatkan, kedua kawasan tersebut kini sudah tidak banyak lagi, yakni hutan primer di Indonesia saat ini berjumlah 45 juta hektare, sedangkan kawasan lahan gambut di Indonesia tinggal 10 juta hektare."Melalui moratorium ini hutan akan lebih terawat," katanya.

Zulkifli menegaskan, meski ada atau tidak LoI, pemerintah tetap bertekad untuk tetap menjaga kawasan tersebut antara lain untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup di Tanah Air.

LoI antara pemerintah Indonesia dan Norwegia tanggal 26 Mei 2010 merupakan kesepakatan kerja sama antara kedua pihak untuk melakukan penurunan emisi gas rumah kaca, deforestasi dan degradasi hutan.

"Semua rancangan instrumen dan mekanisme yang disusun pada tahap pertama atau persiapan ditargetkan sudah siap dioperasikan pada 1 Januari 2011," katanya.

Norwegia akan memberikan kontribusi untuk kompensasi penundaan konversi hutan baru mulai diberikan pada tahap ketiga tahun 2014, berdasarkan penurunan emisi tahun 2013.

Total kontribusi yang akan diberikan oleh pihak Norwegia untuk penurunan emisi yang sudah diverifikasi adalah sebesar satu miliar dolar AS. Namun, jumlah kontribusi yang akan diberikan tersebut juga harus mendapat persetujuan dari parlemen Norwegia. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Gempa 4,6 SR Guncang Distrik Genyem Papua

Posted: 24 Oct 2010 08:29 AM PDT

Citra

Jayapura, (tvOne).

Gempa berkekuatan 4,6 Skla Richter (SR) mengguncang 103 km barat laut distrik Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua.

Seperti dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG wilayah V Jayapura gempa  itu terjadi pada Minggu malam (24/10) pukul 22:37 Waktu Indonesia Timur (WIT).Kedalaman gempa berada 18 kilometer dan berlokasi di 3,28 Lintang Selatan (LS) -139,53 Bujur Timur (BT) serta tidak berpotensi tsunami.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dari instansi berwenang kerusakan atau korban jiwa.(Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar