Sabtu, 23 Oktober 2010

TPF Akan Periksa Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Jalan Diponegoro

TPF Akan Periksa Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Jalan Diponegoro


TPF Akan Periksa Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Jalan Diponegoro

Posted: 23 Oct 2010 08:07 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Tim Pencari Fakta (TPF) insiden penembakan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) akan melakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa yang terlibat unjuk rasa Setahun Pemerintahan SBY-Boediono di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, pada Senin (25/10).

"Mahasiswa akan dimintai keterangan kemungkinan Senin (25/10) depan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (23/10).

Boy tidak menyebutkan jumlah mahasiswa yang akan menjalani pemeriksaan terkait insiden penembakan mahasiswa UBK itu. Namun pemeriksaan terhadap mahasiswa agar proses penyelidikan insiden penembakan mendapatkan keseimbangan.

Sebelumnya, TPF telah memeriksa 16 petugas terdiri dari sembilan polisi patroli yang membawa senjata api dan tujuh perwira yang bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat. Dan juga sudah meminta keterangan kronologis kejadian dari dua saksi unsur masyarakat yang melihat peristiwa tersebut.

Boy mengatakan TPF bekerja selama 14 hari mulai Kamis (21/10) guna menyelidiki dan mengumpulkan fakta di lapangan seputar insiden penembakan mahasiswa itu.

Tim bentukan Polda Metro Jaya itu juga berupaya mengumpulkan rekaman video guna memperoleh gambaran yang utuh saat unjukrasa berlangsung sejak pagi hingga sore, serta menyita royektil peluru yang bersarang pada kaki Farel Restu yang menjadi korban tembakan senjata api milik polisi.

"Proyektilnya sudah dikirim ke Pusat Laboratorium untuk diteliti para ahli," ujar Boy.

Sebelumnya, seorang mahasiswa UBK, Farel Restu terkena tembakan senjata api milik polisi pada bagian betis kaki sebelah kiri saat unjukrasa peringatan setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono, Rabu (20/10). (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tiga Suporter Persib Tewas Akibat Terjatuh dari KA

Posted: 23 Oct 2010 07:45 AM PDT

Purwakarta (tvOne)

Tiga suporter "bobotoh" Persib meninggal akibat terjatuh dari atas kereta api di tiga tempat di wilayah Purwakarta, Jawa Barat, saat mereka hendak menyaksikan pertandingan Persib di Bandung, Sabtu (23/10) siang.

Polisi mengindentivikasi ketiga korban tewas bernama Irvan (15) warga Bekasi, Topan (22) warga Cikampek, dan Bayu (16) warga Purwakarta.

"Selain korban meninggal, juga ada lima orang terluka, dan kini mereka dirawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta," tutur Kanitlaka Polres Purwakarta, Ipda Heri Nurcahyo,.

Disebutkan mereka terjatuh dari atas kereta api KRD yang ditumpanginya, di tiga tempat yakni di Simpang, Cilalawi dan di Plered.

Para korban bersama seribuan "botoh" Persib lainya beramai-ramai menumpang KRD untuk menyaksikan pertandingan kesebelasan kesayanganya Persib melawan PSM Makassar, di Bandung.

Menurut Heri, semula mereka tertib setelah petugas berusaha melarang duduk diatas kereta. Namun baru saja kereta melaju puluhan meter, sebagian dari mereka beramai-ramai naik ke atas kereta, dan kecelakaan pun tidak terhindarkan.

Empat orang terjatuh karena tersambar kabel di perlintasan Simpang, tidah dari stasiun Purwakarta, dan mereka menderita luka-luka.

Insiden serupa terjadi di daerah Cilalawi, mengakibatkan dua orang tewas sesaat setelah tiba di RSU Bayu Asih. Serorang lagi tewas seketika dan seorang lainya terluka karena terbentur jembatan di daerah Plered, Purwakarta.

"Sebelum berangkat, di stasiun Purwakarta, kami sudah berusaha melarang mereka duduk diatas kereta," ujar Heri. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Piala AFC U-16: RI Optimis Hadapi Uzbekistan

Posted: 23 Oct 2010 07:21 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Timnas U-16 merasa optimistis menghadapi lawan berat tuan rumah Uzbekistan pada laga perdana Piala AFC U-16 di Tashkent, Minggu (24/10).

"Kami jauh-jauh datang ke sini tidak mau pulang dengan malu. Saya dan teman-teman punya motivasi yang tinggi untuk bisa bersaing dengan tim lainnya di Piala Asia U-16 ini," kata Hendriko Masko, bek kiri timnas U-16 seperti disampaikan Bidang Media Timnas, Asep Saputra, Sabtu (23/10).

Rasa optimisme yang diungkapkan Hendriko disambut teriakan siap berjuang oleh rekan-rekannya. Suasana di ruang pertemuan itu begitu hangat dan menunjukkan kekompakan antar pemain, pelatih dan manajemen.

"Kami tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Hasil kurang bagus di AFF U-16 Cup di Solo menjadi pelajaran bagi kami untuk bisa berbuat lebih baik. Kita merasa dari segi mental bertanding maupun teknik permainan tim sudah semakin baik," ujar pemain lainnya, Ricky Bordes.

Rasa optimis para pemain ini diakui oleh Mundari Karya yang merasa kagum dengan adanya perkembangan yang sangat berarti dari Antoni Nugroho dan kawan-kawan.

Para pemain kini lebih banyak bersuara di lapangan untuk berkomunikasi, lebih berani menguasai bola, tidak terlalu terburu-buru dan aliran bola antar lini berjalan lebih rapi.

"Sebenarnya tidak ada yang berbeda dalam materi latihan selama di Batu. Namun mereka justru memperlihatkan peningkatan yang sangat bagus. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan dengan penampilan mereka saat di Solo," kata Mundari Karya. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polri Telusuri Temuan Ribuan Detonator di Parepare

Posted: 23 Oct 2010 06:52 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Mabes Polri hingga kini terus terus menyelidiki kasus ditemukannya ribuan detonator yang dibawa oleh warga negara Malaysia Mohd Nawawi bin Malong di Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (20/10).

"Kita masih terus menyelidiki kasus tertangkapnya warga negara Malaysia yang membawa ribuan detonator," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Sabtu (23/10).

Sebelumnya Kepolisian Resort Parepare dan berhasil mengamankan 7.000 keping detonator dari seorang warga Malaysia bernama Mohd Nawawi bin Malong.

Terungkapnya pemasok ribuan detonator ini berawal dari kecurigaan aparat terhadap salah seorang penumpang Kapal Motor (KM) Cateleya Expres yang bernama Mohd Nawawi bin Malong.

"Tersangka masih dalam proses investigasi dan diancam pasal 1 ayat 2 tentang Undang-Undang Darurat," kata Iskandar menjelaskan.

Kadiv Humas Polri mengatakan bila detonator tersebut digunakan untuk bom ikan pun, itu tidak boleh karena merusak lingkungan bisa dikenakan Undang-Undang Lingkungan Hidup.

"Kita juga masih melakukan penyidikan apakah ini ada hubungannya dengan jaringan teroris, karena pada tahun 2000-an, pernah digunakan untuk terorisme yang saya temukan di Medan," kata Iskandar.

Polri terus mengembangkan kasus ribuan detonator yang kemungkinan diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia itu, berasal dari India baru ke Indonesia atau bisa juga dari jalur Filipina, katanya. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar