Jumat, 05 November 2010

Kawasan Puncak Diguyur Abu Vulkanik Gn Merapi

Kawasan Puncak Diguyur Abu Vulkanik Gn Merapi


Kawasan Puncak Diguyur Abu Vulkanik Gn Merapi

Posted: 05 Nov 2010 10:19 AM PDT

Abu Vulkanik Merapi Hingga Bogor Jabar

Eko (tvOne)

Bogor, (tvOne)

Lurah Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Prihatna Arif Santosa mengatakan ada serpihan abu yang diduga abu vulkanik terjadi di daerahnya, tepatnya pada Jumat petang pukul 17.00 WIB.

"Serpihan abu tipis dengan jumlah banyak itu menempel di mobil saya," katanya.

"Saya tidak tau apakah itu abu vulkanik Gunung Merapi, tapi memang benar, pada sore itu abu tipis menempel di mobil saya. Saya juga heran ini abu apa, jumlahnya banyak dan menutupi mobil," katanya saat dihubungi ANTARA.

Selain di mobilnya sendiri, Arif menyebutkan dirinya juga menerima laporan beberapa rekan dan warganya, bahwa sore itu abu tipis berwarna keabu-abuan turun di sekitar wilayah Cisarua.

"Kami belum tahu pasti apa ini abu dari Gunung Merapi atau dari Gunung Anak Krakatau, karena kalau dari Merapi, `kan jaraknya jauh sekali," katanya.

Arif mengatakan, turunnya abu tersebut tidak terlalu mengangu jarak pandang dikarenakan di wilayah Puncak juga sering diselubungi kabut tipis, namun tidak bermaterial abu.

Selain itu, turunnya abu Jumat sore juga menganggu pernafasan.

"Berpengaruh ke pernafasan, bagi yang sensitif bisa bersin-bersin," katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini dirinya belum mengambil tindakan antisipasi turunnya abu tersebut, mengingat abu tidak terlalu menganggu aktivitas warga.

Namun, ia mengatakan, Sabtu (6/11) pagi dirinya akan menginstruksikan warganya untuk menggunakan masker guna mengantisipasi terkena paparan debu tersebut.

"Saya juga akan berkoodinasi dengan pihak Puskesmas untuk meningkatkan pengawasan di tempat masing-masing," ujarnya.

Menurut Arif, kondisi cuaca di kawasan Cisarua Puncak relatif normal, hujan gerimis rintik-rintik mewarnai udara, sehingga abu tidak terlalu terasa.

Selain di Cisarua, keberadaan abu juga dirasakan warga di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung.

Menurut informasi warga, abu turun terjadi sekitar pukul 16.00 WIB sampai 17.30 WIB.

"Kami terkejut melihat atap genteng sudah putih tertutup debu tipis," kata Dedi Rusdiansyah, warga setempat.

Di tempat terpisah, laporan turunnya abu yang diduga abu vulkanik juga diterima oleh PMI Kabupaten Bogor dari salah seorang warga di kawasan Puncak.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor, Abidin mengatakan, Sabtu pagi pihaknya akan menurunkan Tim Korps Sukarela (KSR) untuk memastikan keberadaan abu tersebut.

"Kita baru dapat informasi dari warga, besok pagi kita akan turunkan Tim KSR untuk mengecek kebenaran, jika memang benar kita akan imbau warga gunakan masker," katanya.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Letusan Gunung Berapi Tingkatkan Curah Hujan di Asia Tenggara

Posted: 05 Nov 2010 10:03 AM PDT

Singapura, (tvOne)

Para ilmuwan mempelajari lingkaran pada pohon untuk memperagakan ulang masa lalu bahwa sebagian besar letusan vulkanik dapat meningkatkan curah hujan di Asia Tenggara sehingga menantang persepsi umum bahwa gunung berapi sebagai bencana penghancuran.

Sejumlah penelitian pada masa lalu telah memperlihatkan letusan dahsyat yang dialami oleh Gunung Tambora pada 1815 dan Krakatau pada 1883, yang keduanya berada di Indonesia, menurunkan suhu udara dunia dan melenyapkan pepohonan.

Para peneliti di Pusat Pengamatan Bumi Lamont-Doherty di Universitas Columbia di Amerika Serikat ingin meneliti beberapa dampak pada musim di Asia karena hujan merupakan hal yang penting bagi tumbuhan dan kehidupan miliaran manusia.

Upaya tunggal untuk mengetahuinya adalah dengan merunut ke masa lalu. Mereka mempelajari pertumbuhan lingkaran dari pepohonan yang umurnya telah beberapa abad dari sekitar 300 kawasan di penjuru Asia, demikian menurut sebuah penelitian yang disiarkan oleh edisi jurnal Geophysical Research Letters di dalam jaringan.

Mereka meneliti sejumlah dampak pada curah hujan dari kebanyakan 54 letusan pada 800 tahun lalu dengan mengukur pengaruh pertumbuhan pepohonan. Pertumbuhan lingkaran yang kecil dan tipis menunjukkan curah hujan yang kecil dan jika hal itu sebaliknya maka menunjukkan curah hujan yang besar.

Lingkaran pohon menunjukkan di kawasan besar China selatan, Mongolia, dan daerah sekitarnya secara tetap masih kering dalam satu atau dua tahun setelah letusan besar gunung berapi, sementara daratan Asia Tenggara mendapatkan curah hujan lebih banyak.

Letusan gunung berapi menyebarkan kandungan belerang yang berubah menjadi partikel sulfat mikroskopis di atmosfir yang tinggi sehingga membiaskan cahaya matahari mempengaruhi pendinginan suhu udara di bumi dapat bertahan selama beberapa bulan ataupun tahun.

Penyiaran penelitian tersebut hadir di saat serangkaian letusan gunung Merapi di Pulau Jawa, Indonesia, meletus kembali pada Jumat dengan jumlah korban hampir mencapai 100 orang.

Letusan tersebut, walaupun besar, belum dapat mempengaruhi suhu dunia, ujar sebuah keterangan media penelitian tersebut.

Kaitannya El Nino

Para peneliti yang diketuai oleh Kevin Anchukaitis dari badan pengamatan mengatakan, penelitian mereka tidak menilai kaitan erat antara atmosfir serta samudera dan juga tantangan peraga iklim yang ada.

"Kebanyakan peraga iklim yang ada menggabungkan gejala alam yang dikenal, seperti perubahan pada matahari dan atmosfir, telah memperkirakan bahwa letusan vulkanik dapat mengganggu musim dengan mengurangi jumlah curah hujan ke Asia Tenggara," ujarnya.

Sejumlah temuan, kata para peneliti, dapat membantu memperbaiki beberapa peraga berikutnya yang digunakan oleh para ilmuwan yang mencoba memahami beberapa dampak global dari perubahan iklim dan pengaruh besar lainnya.

Sebagai contoh, mereka menjelaskan bahwa mungkin terdapat kaitan erat antara dampak letusan dan fenomena cuaca El Nino serta La Nina yang memicu kemarau atau banjir di beberapa bagian Asia dan Australia.

Peristiwa cuaca El Nino atau La Nina yang kuat dapat menangkal dampak letusan, mengurangi pengeringannya dan memberikan efek yang melembabkan atau sebaliknya, yang dalam kondisi tertentu, hal itu dapat memperburuk dampak yang menimbulkan bencana banjir atau kemarau yang parah.

Para ilmuwan juga mengatakan bahwa penelitian mereka berguna sebagai peringatan atas kemungkinan dampak yang tidak disengaja mengenai rencana besar "perbaikan bumi" untuk mengurangi perubahan iklim, dengan membangun gunung berapi buatan yang bertujuan untuk mendinginkan suhu dengan memompa partikel sulfat ke atmosfir tertinggi.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Warga Bantaran Kali Code Yogya Siaga Banjir Lahar Dingin Merapi

Posted: 05 Nov 2010 06:05 AM PDT

Yogyakarta, (tvOne)

Aktivitas merapi yang tak kunjung berhenti membuat sebagian warga di bantaran Kali Code bersiaga jika sewaktu-waktu terjadi banjir akibat luapan lahar dingin gunung merapi yang mengalir dari sejumlah sungai di lereng merapi.

Akibat banjir lahar dingin, debit air di kali Code terus meningkat. Banjir kali code ini mengancam ratusan warga kota Yogyakarta yang tinggal di sepanjang bantaran kali code.

Sejak Jumat (5/11) siang tadi banjir di kali code hampir menggenangi pemukiman
warga sekitar kali. Air berwarna hitam keruh kecoklatan ini juga membawa berbagai material seperti kayu maupun batu-batu berukuran besar yang terbawa arus lahar dingin.
 
Warga pun melakukan ronda 24 jam untuk memantau perkembangan air sungai. Selain itu warga juga mempersiapkan berbagai macam peralatan untuk mengantisipasi banjir seperti diesel penyedot air, cangkul dan sekop serta alat pelampung dari jerigen bekas.

Sejak tadi siang kali code memang terus menderas hingga terjadi banjir. Permukaan air sungai yang dalam keadaan normal sekitar 3-4 meter kini menjadi satu setengah meter dari bibir sungai.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Korban Tewas Merapi Erupsi Semalam Capai 64 Orang

Posted: 05 Nov 2010 02:59 AM PDT

Yogyakarta, (tvOne)

Korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Jumat dini hari hingga pukul 16.25 WIB yang berada di instalasi Forensik Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta tercatat sebanyak 64 jiwa.

Jumlah korban akibat letusan Gunung Merapi tersebut masih bisa bertambah mengingat ada sebagian lokasi yang belum dapat dijangkau tim SAR, TNI, Polri, dan relawan akibat lahar yang masih panas.

Kebanyakan dari korban meninggal dunia dan luka bakar berat merupakan warga Kecamatan Cangkringan yang letaknya 15 kilometer dari Gunung Merapi.


Tim Disaster Victim Identification (DVI) dibantu RS Sardjito Yogyakarta kini mulai melakukan identifikasi terhadap seluruh korban meninggal dunia akibat letusan abu vulkanik gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

 

 

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar