Sudah Empat Jam Merapi Terus Semburkan Awan Panas |
- Sudah Empat Jam Merapi Terus Semburkan Awan Panas
- Sultan HB X: Pengungsian Merapi Belum Akan Direlokasi
- Gempa 5,5 SR Guncang Tahuna Sulawesi Utara
- PLN Kirim 60 Set PLTS Untuk Pengungsi Mentawai
| Sudah Empat Jam Merapi Terus Semburkan Awan Panas Posted: 03 Nov 2010 08:46 AM PDT Jakarta, (tvONe) Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyatakan gunung merapi sejak pukul 18:04 WIB hingga kini, Rabu (3/11) sudah empat jam terus mengeluarkan awan panas. PVMBG pun telah merekomendasikan area bahaya merapi diperluas hingga radius 15 Km dari lereng Gunung Merapi. "Sejak pukul 18:04 WIB hingga saat ini Gunung Merapi masih semburkan awan panas dengan suhu berkisar antara 600 sampai 800 derajat celcius. Sejak pukul 16:00 WIB tadi kami pun merekomendasikan area bahaya merapi diperluas hingga radius 15 KM," kata Surono, Rabu (3/11) malam. Berdasarkan pantauan PVMBG, aktivitas gunung merapi terus meningkat sejak pukul 11:00 WIB, Rabu (3/11). Letusan sejak pukul 18:04 WIB menurut Surono merupakan letusan awan panas terbesar dibandingkan letusan Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010. "Letusan awan panas merapi saat ini sudah meluncur ke segala arah," jelasnya. Surono pun mengimbau bagi warga untuk mematuhi peringatan jika ada perintah untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman dari semburan awan panas merapi. Sebelumnya pada pukul 16:00 WIB, Rabu (3/11) Sore, Merapi juga semburkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Magelang dan Sleman. Semburan awan panas tersebut lebih besar dibandingkan letusan awan panas yang terjadi pada 26 Oktober 2010. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Sultan HB X: Pengungsian Merapi Belum Akan Direlokasi Posted: 03 Nov 2010 08:04 AM PDT Yogyakarta, (tvOne) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan belum akan merelokasi pengungsian merapi yang ada saat ini. Pasalnya, lokasi pengungsian masih berada dalam jarak aman. "Rekomendasi radius aman masih tetap lebih dari 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan malam ini tidak akan diubah sehingga pengungsian untuk sementara ini masih aman sehingga tidak ada masalah," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Rabu (3/11) malam. Menurut dia, pihaknya masih akan menunggu hasil evaluasi terkait radius aman bagi pengungsi dan masyarakat sehingga mampu meminimalisasi korban jiwa akibat erupsi Gunung Merapi. "Jika memang hasil evaluasi yang baru akan dilakukan besok pagi (Kamis) menentukan agar radius diubah, maka kami tentu akan mengikutinya termasuk memindahkan barak pengungsian ke jarak yang lebih jauh," katanya. Ia mencontohkan barak pengungsian yang lokasinya cukup dekat dengan puncak Gunung Merapi adalah Umbulharjo dengan jarak 14-15 kilometer dari puncak Gunung Merapi. "Pengungsi di Umbulharjo ini seperti anak kehilangan induk karena kerap minta agar dipindahkan ke bawah atau minta kembali naik. Jika harus turun, mereka bisa ditempatkan di pengungsian Wukirsari," katanya. Ia berharap awan panas tersebut akan masuk ke sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Berdasarkan hasil pantauan seismograf yang berada di BPPTK Yogyakarta, luncuran awan panas masih terus berlangsung selama sekitar 3,5 jam dimulai pada pukul 18:01 WIB. Sejak Rabu pagi, aktivitas seismik Gunung Merapi tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dan awan panas besar juga tercatat terjadi pada pukul 14.44 WIB selama sekitar 1,5 jam tanpa henti. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Gempa 5,5 SR Guncang Tahuna Sulawesi Utara Posted: 03 Nov 2010 07:58 AM PDT Jakarta, (tvOne) Gempa berkekuatan 5,5 skala richter (SR) mengguncang perairan Tahuna, Sulawesi Utara di kedalaman 10 km. Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 21.10 WIB ini terletak pada koordinat 2.49 LU - 126.35 BT. Pusat gempa berada di 157 km Tenggara Tahuna, Sulut atau 173 km Timur Laut Bitung, Sulut, 181 km Tenggara Melonguane, Sulut, atau 201 Timur Laut Manado, Sulut. rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| PLN Kirim 60 Set PLTS Untuk Pengungsi Mentawai Posted: 03 Nov 2010 07:14 AM PDT Padang, (tvOne). PT PLN (Persero) memberikan bantuan 60 set pembangkit listrik tenaga surya untuk korban gempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). "Sebanyak 60 set PLTS tersebut akan diberikan untuk penerangan di tenda pengungsian," kata Direktur Operasi PLN Wilayah Indonesia Barat Harry Jaya Pahlawan di Padang, Rabu, (3/11). Harry menjelaskan, satu set PLTS terdiri atas tiga lampu berkekuatan 100 watt dan satu lempengan penampung sinar matahari. "Masing-masing PLTS bisa menghidupkan lampu berkekuatan 300 watt dan tahan selam 6-8 jam," katanya. Lebih lanjut Harry mengatakan, PLTS tersebut dibutuhkan para korban selamat yang berada di tenda pengungsian karena jaringan pembangkit listrik tenaga genset di Kecamatan Sikakap belum berfungsi sepenuhnya. Harry menambahkan, PLTS tersebut praktis dan bisa menjangkau seluruh tempat pengungsian yang berada pada daerah perbukitan. "Sebanyak 60 set PLTS tersebut akan diberikan untuk mendukung masa tanggap darurat yang masih diberlakukan untuk Mentawai," katanya. Selain memberikan bantuan 60 set PLTS, PLN juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta yang diterima oleh Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim. "Dana tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN kepada masyarakat yang terkena bencana," katanya. Harry menyatakan pihak PLN akan secepatnya memulihkan kembali kerusakan PLTG di Mentawai. Ia mengharapkan, bantuan dari PLN tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memulihkan pembangunan Mentawai pascagempa dan tsunami. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar