Lalat Serbu Kampung di Lereng Merapi |
- Lalat Serbu Kampung di Lereng Merapi
- Dua Letusan Minor terjadi di Bromo
- AIDS Telan 38 Korban Jiwa di Mataram
| Lalat Serbu Kampung di Lereng Merapi Posted: 27 Nov 2010 12:17 AM PST Sleman, (tvOne) Ribuan ekor lalat mulai berkembang dan menyerang di sejumlah wilayah yang terkena erupsi Gunung Merapi akibat masih banyaknya bangkai ternak yang mati dan belum sempat dibakar atau dibersihkan. "Serbuan ribuan lalat saat ini tidak hanya menghinggapi bangkai ternak tetapi sudah menghinggapi pohon-pohon dan puing-puing rumah yang hancur akibat terjangan awan panas Gunung Merapi," kata Kepala Bidang "Surveilance Epidemic" Balai Besar Tekhnik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL-PPM) Yogyakarta,Wawan Hermawan, Jumat. Menurut dia, pihaknya sudah empat kali melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang merupakan lokasi yang mengalami kerusakan parah. "Meskipun beberapa kali kami melakukan penyemprotan disinfektan tetapi hingga saat ini ribuan lalat masih bertebaran di setiap sudut, sehingga kali ini penyemprotan kami fokuskan untuk pemberantasan lalat melalui penyemprotan disinfektan," katanya. Ia mengatakan, jika lalat menyerbu ke perkampungan yang dihuni penduduk maka penyebaran penyakit bisa luar biasa dan sangat mengkhawatirkan untuk kesehatan masyarakat. "Kami sempat kaget dengan banyaknya lalat yang sudah menyebar ke tiap sudut desa, kami memang tidak bisa memusnahkan ribuan lalat tersebut namun setidaknya bisa miminimalisir dan mengeliminasi sumber penyakit," katanya. Wawan mengatakan, sebenarnya dengan jumlah lalat yang seperti ini maka cara yang lebih efektif adalah dengan dimusnahkan melalui pesawat penyemprot. "Lalatnya banyak sekali, sehingga cara yang paling efektif adalah dengan pesawat penyemprot," katanya. Ia mengatakan, selain melakukan penyemprotan lalat yang hinggap di bangkai ternak, pihaknya juga menyemprot tanah yang berada di sekitar bangkai untuk memusnahkan potensi virus kolera akibat cairan dari bangkai ternak. Salah satu petugas lapangan Bagyo mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat lamban menanggulangi epidemik lalat tersebut. "Hingga saat ini hanya para relawan yang sudah peduli terhadap bangkai ternak, kami sudah lima kali melakukan penyemprotan ke sini, semuanya itu laporan dari relawan sedangkan BNPB belum pernah ada langkah nyata," katanya. (Ant) ed This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Dua Letusan Minor terjadi di Bromo Posted: 26 Nov 2010 09:56 PM PST Probolinggo, (tvOne) Gunung Bromo kembali mengalami dua letusan minor (kecil) dan gempa vulkanik dangkal sebanyak 20 kali dengan amplitudo 25 milimeter dengan ketinggian abu diperkirakan 1.000 meter, Sabtu, sejak pukul 05.09 hingga 11.45 WIB. Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi Dari Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung Gede Suantika, membenarkan Gunung Bromo di Jawa Timur, kembali mengalami dua letusan kecil tanpa disertai dentuman. "Tapi abu yang dikeluarkan masih disertai keluarnya material vulkanik sehingga abu berwarna abu-abu kehitaman," katanya di Pos Pengamatan Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo. Menurut dia, aktivitas Gunung Bromo masih terus mengalami peningkatan. "Ini bagus bagi perkembangan Bromo karena dia tidak menyimpan energi," katanya. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya tetap akan memantau terus perkembangannya Gunung Bromo. Sementara itu, Pengamat Gunung Bromo di Pos Pantau Gunung Bromo Cemorolawang, Mulyono, menambahkan, secara visual diketahui bahwa cuaca di sekitar lokasi gunung Bromo tampak terang, angin tenang dengan suhu udara 12-18 derajat Celcius. "Gunung Bromo tampak jelas dan terlihat asap tebal kelabu kehitaman dengan tekanan kuat dengan ketinggian asap diperkirakan mencapai 500-600 meter dari puncak kawah," katanya. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau kepada warga di sekitar Gunung Bromo untuk tenang dan tidak termakan isu dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Status Bromo masih awas, tapi kami tetap mengimbau bagi warga untuk tenang," katanya. (Ant) ed This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| AIDS Telan 38 Korban Jiwa di Mataram Posted: 26 Nov 2010 09:22 PM PST Mataram, (tvOne) Jumlah warga masyarakat yang meninggal dunia akibat AIDS di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Oktober 2010 sekitar 38 orang, dan jumlah tersebut diperkarakan akan terus bertambah. "Sementara jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 152 kasus, dengan rincian, HIV sabanyak 80 kasus, dan AIDS 72 kasus," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram, dr Margaretha Cephas, kepada wartawan di Mataram, Sabtu (27/11). Pada acara sosialisasi tentang bahaya narkoba AIDS kepada siswa SMA dan SMK di Kota Mataram, dia menjelaskan, HIV adalah virus penyebab AIDS dan HIV menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga orang yang terinfeksi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang mengancam hidupnya. Untuk mencegah HIV berbagai upaya dilakukan seperti tidak melakukan seks dengan berganti pasangan, saling setia terhadap pasangan, memakai kondom dan jangan menggunakan narkoba suntik. Dia menjelaskan, selama ini penanganan kasus HIV/AIDS di Kota Mataram ditangani setelah kasus berada di hilir (Puskesmas atau Rumah Sakit). Untuk itu telah dibantuk tim pemetaan yang akan mendata kasus HIV sehingga nantinya penanganan mulai dari hulu sehingga keberadaan tim pemetaan sangat diharapkan agar ada komitmen untuk mencegah HIV/AIDS dari hulu. Hasil pemetaan akan menjadi rekomendasi dalam menjalankan interfensi program ke depan. Populasi kunci yang harus didata adalah penderita resiko tinggi, dengan sasaran Wanita Pekerja Seks (WPS) yang biasanya ada di rumah bordir, dan jalanan. Selain itu WPS tidak langsung yang berada di tempat hiburan, bar, dan bisnis. "WPS tidak langsung ini sebenarnya memiliki pekerjaan, tapi WPS dijadikan sebagai kerja sampingan," katanya. Selain WPS juga Pria Risti alias pria yang kontrak seks setidaknya satu kali tahun terakhir dengan WPS juga menjadi sasaran pemetaan. Begitu juga dengan Lelali Seks dengan Lelaki (LSL guy), perlu diwaspadai dan perlu dipetakan, karena berdasarkan survei yang telah dilakukan KPA, terdapat sekitar 800 LSL yang tersembunyi dari kalangan atas hingga kalangan bawah. "Pihaknya berharap camat dan lurah agar segera melaporkan ke KPA jika menemukan titik polulasi kunci sehingga bisa mencegah sedini mungkin," katanya.(Ant) as This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar