Alat Pemantau Gempa Gunung Anak Krakatau Tidak Berfungsi |
- Alat Pemantau Gempa Gunung Anak Krakatau Tidak Berfungsi
- BMKG: Isu Akan Terjadi Tsunami di Majene Tidak Benar
- Polda Sumatera Barat Kantongi Nomor Pengirim SMS Gempa
| Alat Pemantau Gempa Gunung Anak Krakatau Tidak Berfungsi Posted: 24 Nov 2010 10:24 AM PST ![]() Gunung Anak Krakatau Kalianda, Lampung, (tvOne) Alat pemantau gempa Gunung Anak Krakatau tidak berfungsi sehingga intensitas dan aktivitas gunung tersebut tidak terpantau dari pos pengamatan selama dua hari ini. Kepala Pos Pengamatan GAK di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan, di Rajabasa, Rabu, mengatakan, alat penangkap getaran gempa tidak mendapatkan energi dari panel surya karena tertutup abu vulkanik yang selama ini menyembur. Dia menjelaskan, alat tersebut merupakan sistem pembangkit tenaga surya yang akan mensuplai energi alat penangkap kegempaan untuk menghantarkan intensitas kegempaan ke seismometer. "Kerusakan terjadi selama dua hari ini, dan seismograf tidak berfungsi karena tidak mendapatkan sinyal getaran dari alat tersebut," kata dia. Dia menerangkan, kerusakan terjadi pada elemen untuk mencharger panel surya sebagai penangkap kegempaan dan harus dibersihkan terlebih dahulu karena tidak dapat menyerap sinar matahari. Untuk sementara ini, kata dia pihaknya memantau secara visual menggunakan teropong meskipun terkadang tertutup kabut sehingga Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak nampak. Menurutnya, perbaikan akan segera dilakukan oleh tim dari Badan Vukanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (BVMBG) Bandung. "Kami tidak dapat memastikan kapan alat tersebut akan diperbaiki dengan membersihkan panel tersebut dari abu vulkanik," kata dia. Dia mengatakan, kendala perbaikan itu sendiri nantinya terkendala karena lontaran atau semburan material panas berjatuhan di tubuh Anak Krakatau sedangkan dan panel surya tersebut berada di gunung tersebut. "Mengingat statusnya waspada maka Anak Krakatau tidak didekati dengan radius aman minimal dua kilometer," kata dia. Berdasarkan data terakhir Senin (22/11), jumlah letusan Gunung Anak Krakatau sebanyak 54 kali, gempa vulkanik dalam satu kali, gempa vulkanik dangkal empat kali, tremor 26 kali, dan hembusan 39 kali dan masih berstatus waspada. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| BMKG: Isu Akan Terjadi Tsunami di Majene Tidak Benar Posted: 24 Nov 2010 10:09 AM PST Mamuju, (tvOne) Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat menegaskan isu akan terjadinya tsunami di Kabupaten Majene adalah tidak benar karena gempa yang menjadi sebab tsunami, sulit diramalkan dengan teknologi yang ada. "Isu akan terjadinya tsunami di Majene itu jangan dipercaya karena isu itu bohong, tidak akan ada terjadi tsunami di Majene karena tidak ada gempa," kata Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Majene, Edy Sofyan di Mejene, Rabu. Ia meminta, masyarakat yang selama ini khawatir dengan isu tsunami tidak mudah percaya dengan isu itu, serta tidak panik dengan cara mengungsi ke tempat yang aman, karena isu tsunami itu tidak benar. Ia menjelaskan, tsunami hanya bisa terjadi di Majene ketika terjadi gempa tektonik di perairan Sulawesi, namun hingga saat ini tidak ada teknologi yang bisa meramal dengan tepat kapan terjadi gempa di perairan Sulawesi itu. "Tsunami terjadi karena gempa dan gempa itu tidak dapat diramalkan kapan akan terjadi," katanya. Menurut dia, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah di Kabupaten Majene untuk menjelaskan bahwa proses terjadinya tsunami selalu diawali terjadinya gempa tektonik sehingga jika di Majene tidak ada gempa maka tidak mungkin terjadi tsunami. "Kami telah meminta kepada pemerintah di Majene untuk dapat menenangkan warga Majene yang banyak mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Saya berharap mereka kembali ke rumahnya, namun tetap waspada jika suatu saat terjadi gempa," katanya. Sebelumnya ribuan warga di Kabupaten Majene yang bermukim di sepanjang pantai yang panjangnya sekitar 100 kilometer di tiga Kecamatan di Majene yakni Kecamatan Pamboang, Tubo Sendana, dan Kecamatan Sendana, mengungsi karena adanya isu akan terjadi tsunami di wilayah itu (23/11). Para warga mengungsi kedaerah pegunungan dengan membawa sanak keluarganya dengan berbekal seadanya karena khawatir mereka akan dihantam tsunami yang datang dari perairan Sulawesi. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polda Sumatera Barat Kantongi Nomor Pengirim SMS Gempa Posted: 24 Nov 2010 09:57 AM PST ![]() Peta Evakuasi Tsunami Padang Wahyudi Agus (tvOne) Padang, (tvOne) Kepolisian Daerah Sumatera Barat saat ini telah mengantongi beberapa nomor pengirim pesan singkat (SMS) dari telepon genggam yang menyebutkan gempa besar bakal terjadi sehingga meresahkan masyarakat. "Kita saat ini telah mengantongi beberapa nomor telepon genggam pengirim pesan singkat yang menyebutkan akan terjadinya gempa besar disertai tsunami akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga mengakibatkan warga menjadi resah," kata Wakapolresta Padang, Sumbar, AKBP Wisnu Handoko, Rabu. Pesan singkat tersebut berbunyi "dari hasil penelitian pakar gempa Jepang, di dasar laut Mentawai tepatnya di lokasi celah megatrush pascagempa Mentawai lalu, ternyata celah bersinergi sangat besar tersebut sudah sangat labil untuk patah dalam waktu dekat ini". "Setelah kita mengantongi beberapa nomor yang mengirim pesan singkat tersebut, kita akan bekerjasama dengan provider telepon seluler untuk mengetahui siapa pemilik nomor tersebut," ujarnya. Menurut Wisnu, saat ini pihak provider yakni PT Telkom sudah bersedia untuk kerja sama dengan pihak kepolisian melacak siapa yang menyebarkan SMS tersebut. Jika terbukti bersalah penyebar pesan singkat tersebut dapat diancam hukuman berdasarkan Undang-Undang Informasi Teknologi (IT) nomor 11 tahun 2008, pasal 27 dan 45 tentang perbuatan yang dilarang, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp.1 miliar. "Kita tidak main-main dalam penanganan kasus ini, karena telah mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat, karena itu kita akan mengecek siapa pengirim SMS yang paling awal melalui bantuan Provider," jelasnya. Dia menambahkan, pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut sepatutnya diberikan sanksi karena perbuatanya menyebabkan keresahan di tengah masyarakat. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar