Senin, 15 November 2010

Muhammadiyah Laksanakan Shalat Id Selasa

Muhammadiyah Laksanakan Shalat Id Selasa


Muhammadiyah Laksanakan Shalat Id Selasa

Posted: 15 Nov 2010 07:17 AM PST

Lebak, (tvOne).

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cabang Kabupaten Lebak, Banten, akan menggelar shalat Idul Adha 1431 Hijriyah di Masjid Al Muhajirin Rangkasbitung, Selasa (16/11).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cabang Kabupaten Lebak, Dadang Burhanudin mengatakan, pelaksanaan shalat Id tersebut karena adanya instruksi dari pengurus pusat. Semua jamaah Muhammadiyah harus mengikuti perayaan Idul Adha.

Diperkirakan ribuan warga Muhammadiyah Kabupaten Lebak akan memadati masjid-masjid di tingkat kecamatan. Namun demikian, kata dia, pelaksanaan shalat Id dipusatkan di Masjid Al Muhajirin Rangkasbitung mulai pukul 06.00 sampai 07.00 WIB.

Sedangkan, khotib dan imam akan dipimpin H Hasan Alydrus mantan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Lebak. "Saya berharap besok pelaksanaan shalat Id berjalan lancar," katanya.

Dadang juga mengatakan, setelah shalat Id warga Muhammadiyah Lebak akan memotong hewan kurban sebanyak enam ekor kambing dan satu kerbau. Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada warga miskin di Kecamatan Muncang dan Rangkasbitung.

Selain itu warga Muhammadiyah juga menggelar khitanan massal di daerah perbatasan Baduy. "Kami setiap perayaan Idul Adha selalu menggelar khitanan massal," katanya. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Disdik: Banjir Rusak 28 Sekolah di Semarang

Posted: 15 Nov 2010 06:47 AM PST

Semarang, (tvOne).

Dinas Pendidikan Kota Semarang mencatat sebanyak 28 unit sekolah berbagai jenjang di kota tersebut mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang terjadi pada 9 November lalu.

Menurut Kepala Disdik Kota Semarang, Akhmat Zaenuri melalui Kepala Bidang Monitoring dan Pengembangan, Nana Storada di Semarang, Senin, (15/11) pihaknya telah melakukan pendataan sekolah yang mengalami kerusakan.

Bahkan, kata Nana, sejumlah sekolah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, mengingat kerusakan yang diderita cukup parah, antara lain Sekolah Dasar (SD) Wonosari dan SD Ngaliyan 04 Semarang.

Nana mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah yang rusak parah sementara ini dilakukan secara darurat di balai kelurahan atau rukun warga (RW) setempat, sembari menunggu langkah perbaikan.

Namun, dia mengakui bahwa upaya perbaikan sekolah tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, mengingat ada pula sejumlah sekolah yang dipetakan lahannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditempati. "SD Wonosari 01 dan SD Ngaliyan 04 Semarang kemungkinan akan direlokasi ke lokasi lain yang lebih aman, mengingat tanah yang semula ditempati sekolah itu mengalami pergeseran dan berbahaya jika dipaksakan," katanya.

Ditanya sekolah-sekolah lain yang mengalami kerusakan, dia menyebutkan Raudhatul Athfal (RA) Darul Ulum, SD Tambak Aji 01, SD Wates 02, SD Purwoyoso 03, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Semarang.

"Sekolah-sekolah itu berada di Kecamatan Ngaliyan, sedangkan Kecamatan Tugu ada sejumlah sekolah, yakni SD Mangkang Wetan 01-02-03, SD Randugarut, SD Mangkang Kulon 01-02, dan SD Mangunharjo Semarang," katanya.

Selain itu, kata dia, beberapa sekolah di kecamatan-kecamatan lain, seperti Semarang Timur, Semarang Utara, Banyumanik, dan Tembalang juga ada yang mengalami kerusakan, totalnya ada sebanyak 28 sekolah.

"Kami sudah memanggil kepala sekolah yang mengalami kerusakan itu untuk berkoordinasi terkait kelangsungan proses pembelajaran, mengingat kerusakan yang diderita setiap sekolah bervariasi," katanya.

Kalau memang kondisi sekolah yang bersangkutan masih memungkinkan, kata dia, misalnya kerusakan hanya satu ruang kelas, maka ruang kelas yang kondisinya masih layak bisa dioptimalkan sementara waktu.

Terkait nilai kerugian yang diderita akibat bencana tersebut, dia menyebutkan total kerugian mencapai sekitar Rp3,4 miliar, termasuk kerusakan media dan sarana pembelajaran, komputer dan alat peraga.

"Kami sudah mendata total kerugian, termasuk alokasi dana perbaikan unit sekolah tersebut. Nantinya, kami akan ajukan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang 2011," kata Nana. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polisi Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi

Posted: 15 Nov 2010 04:24 AM PST

Jambi, (tvOne).

Sebanyak 2.048 butir pil ekstasi berbagai merek, 20 paket sabu-sabu atau seberat 72.345 gram, 19 paket ganja atau 36.284 gram dimusnahkan Polresta Jambi. Barang bukti itu merupakan hasil tangkapan anggota satuan narkoba dalam beberapa waktu belakangan terakhir.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Syamsudin Lubis didampingi Kasat Narkoba, Kompol Agus Suryono di Jambi, Senin (15/11) mengatakan, pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika dengan cara dibakar.

Pemusnahan itu dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya kehilangan atau berkurangnya barang bukti narkoba yang sedang ditangani kepolisian kasusnya sebelum barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan serta pengadilan.

Sedangkan untuk barang bukti dari perkara para tersangka, hanya ditinggalkan secukupnya sebagai bukti dalam persidangan nanti sedangkan sisanya dimusnahkan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Seluruh barang bukti disita dari beberapa tersangka atau pelaku yakni diantaranya Hipni alias Juntak, Hermansyah alias Herman, Surya Atmaja, Frengky Agustinus dan Almansyah. Barang bukti narkotika dan psikotropika lainnya yang berhasil diamankan kepolisian dari tersangka lainnya, kata Kapolresta.

Sementara itu Kasat narkoba Agus Suryono mengatakan, pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika tersebut, dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan atau penyelewengan barang bukti dan barang bukti tersebut juga tidak tahan lama disimpan khawatir menjadi rusak sehingga tidak bisa dijadikan barang buktinya.

Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan membuat berita acara, sehingga dalam proses persidangan buktinya cukup kuat dan pemusnahan tersebut juga disaksikan para saksi diantaranya dari BPOM, Dinas Kesehatan, kejaksaan dan Disperindag setempat.

Untuk semua berkas perkara narkoba yang ditangani satuan narkoba Polresta Jambi yang barang buktinya dimusnahkan saat ini, hampir sebagian berkasnya semua sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan hanya tinggal menunggu jadwal persidangan. "Pemusnahan ini untuk kedua kalinya yang dilakukan pihak Polresta Jambi dalam tahun ini," kata Kasat Narkoba Agus. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kementrian LH Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana

Posted: 15 Nov 2010 04:03 AM PST

Jakarta, (tvOne).

Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana yang disebarkan ke daerah-daerah sebagai upaya pencegahan, kata Bidang Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Arief Yuwono. "KLH sudah petakan dan memberikan informasi ke daerah-daerah sebagai bagian dari pencegahan dan mengurangi risiko," katanya.

Arief mencontohkan seperti Gunung Merapi di perbatasan Yogjakarta dan Jawa Tengah, Kemen LH mempunyai peta sebelum dan sesudah gunung api meletus.

Terkait dengan meletusnya Gunung Merapi, Kemen LH bersama para pakar bekerjasama mencari jalan keluar bagaimana meminimalisir kerugian dampak meletusnya gunung dari segi geologi, flora dan fauna serta kerugian ekonomi.

"Kemen LH tetap mengawal masukan-masukan dari semua pihak terkait dan menyusun dalam bentuk peta-peta. Kita sudah petakan daerah mana yang bisa ditempati maupun daerah yang berisiko," jelas Arief, Senin, (15/11).

Arief mengatakan, persoalan yang harus dipikirkan setelah rehabilitasi dan rekonstruksi pascameletusnya Gunung Merapi adalah bagaimana masyarakat sekitar bisa hidup berdampingan dengan kondisi alam yang terus bergejolak.

Penanganan pengungsi korban Merapi bukan hanya setelah gunung kembali berstatus normal namun harus diperhitungkan untuk penanganan jangka panjang sebab Gunung Merapi adalah gunung api teraktif di dunia.

"Gunung Merapi ini masalahnya terkait dengan rusaknya bentang alam yang mendukung manusia sifatnya masif sekali, persoalannya tidak sekarang tapi sampai nanti dalam jangka panjang," ujarnya.

Letak geografis Indonesia yang berada di deretan gunung berapi atau "ring of fire" merupakan suatu hal yang tidak mungkin diubah dan harus diperhatikan masyarakat yang berdiam diatasnya adanya risiko bencana.

Menurut Arief, yang diperlukan adalah kesadaran masyarakat untuk mengetahui bahwa daerah yang ditempati rawan bencana alam dan harus memperhatikan adanya risiko sehingga upaya-upaya pengurangan risiko bisa dilakukan. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar