Minggu, 14 November 2010

Tak Ada Aktivitas, Pengungsi Merapi Mulai Jenuh

Tak Ada Aktivitas, Pengungsi Merapi Mulai Jenuh


Tak Ada Aktivitas, Pengungsi Merapi Mulai Jenuh

Posted: 14 Nov 2010 05:27 AM PST

Sleman, (tvOne).

Pengungsi bencana letusan Gunung Merapi yang berada di Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman mulai merasa jenuh karena tidak ada kegiatan untuk mengisi waktu.

"Di pengungsian saya merasa sangat jenuh karena tidak ada kegiatan apa-apa, daripada cuma duduk-duduk diam saya memilih ke rumah sambil sedikit-sedikit membersihkan rumah dari abu Merapi," kata Mardi (46) warga Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Minggu, (14/11).

Menurut Mardi, dirinya juga tahu jika status Gunung Merapi sampai saat ini masih "Awas", tetapi karena di pengungsian merasa jenuh dirinya nekat untuk pulang. "Di pengungsian tidak betah sehingga saya pulang dan membawa barang-barang dari pengungsian. Untuk sementara saya sendiri yang pulang, sedangkan anak isteri masih tinggal di pengungsian," katanya.

Sedangkan kaum ibu juga merasakan kejenuhan di pengungsian, namun mereka belum berani pulang ke rumah masing-masing. "Memang di pengungsian ini untuk masalah makan tidak ada kendala, namun selama ini sama sekali tidak ada kegiatan sehingga inginnya pulang, namun masih takut," Ny Tini pengungsi asal Desa Argomulyo.

Menurut Tini, kejenuhan tersebut juga dialami ibu-ibu lainnya, karena tidak ada kegiatan selain duduk, makan dan tidur. "Kalau setiap hari seperti ini rasanya badan dan pikiran justru menjadi lelah dan tidak betah," katanya.

Koordinator pengungsian di Stadion Maguwoharjo, Budiharjo mengakui kalau sejauh ini memang belum ada kegiatan ibu-ibu yang berada di pengungsian.

"Mulai pekan depan gerakan PKK Sleman akan mengadakan berbagai macam pelatihan keterampilan untuk para ibu. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan. Kegiatan tersebut juga memberikan bekal ketrampilan bagi ibu-ibu," katanya. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Empat Menteri Kunjungi Lokasi Bencana di Mentawai

Posted: 14 Nov 2010 05:19 AM PST

Padang, (tvOne).

Empat menteri Kabinet Indonesia Bersatu dijadwalkan meninjau lokasi bencana Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (16/11) berkaitan rencana relokasi korban tsunami di kabupaten itu.

Keempat menteri itu, Menko Kesra Agung Laksono, Menhub Freddy Numberi, Menpera Suharso Monoarfa dan Menteri PU Djoko Kirmanto, kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumbar Surya Budhi di Padang, Minggu, (14/11).

Kesempatan peninjauan ke Mentawai itu, juga akan hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.

Budhi menjelaskan, empat menteri dan kepala BNPB yang akan berkunjung ke Sumbar itu, sesuai jadwalnya sampai di Padang pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam agenda kunjungan empat menteri itu, pada Senin malam akan bertemu dengan bupati dan wali kota se-Sumbar di Auditorium gubernur. "Jadi, pertemuan dengan kepala daerah se Sumbar itu, di antaranya akan membicarakan mengenai penanganan bencana, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan pantai barat Sumbar," katanya.

Selanjutnya pada Selasa pagi, baru para menteri dan kepala BNPB yang didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menuju Mentawai melalui jalur udara.

Peninjauan ke Mentawai, persiapan dengan rencana relokasi para pengungsi tsunami, setelah sebelumnya diintruksikan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi Mentawai tiga hari pascabencana.

Meski masa tanggap darurat bencana tsunami Mentawai, katanya, masih dalam masa tanggap darurat upaya pembangunan hunian sementara sudah dilakukan.

"Kunjungan empat menteri ke Mentawai, kemungkinannya hanya dalam hitungan jam untuk melihat kesiapan daerah dalam rencana relokasi itu," katanya dan menambahkan dijadwalkan pada Selasa sore kembali bertolak ke Jakarta. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tim Tenis Putri Thailand Libas Tim Indonesia 2-0 di Asian Games

Posted: 14 Nov 2010 12:08 AM PST

Guangzhou, (tvOne)

Tim tenis putri Indonesia harus mengakui keunggulan regu Thailand 0-2 pada babak perempat final Asian Games Ke-16 di Guangzhou, China, Minggu.

Masih ada pertandingan ganda, namun hasil ini tidak akan mengubah kemenangan regu Thailand.

Pada pertandingan hari Minggu pagi, pemain tunggal kedua Indonesia, Ayu Fani Damayanti, gagal membendung pemain tunggal pertama Thailand, Noppawan Lericheewakarn, 6-3, 6-1.

Kemudian pada pertandingan kedua, pemain tunggal pertama Indonesia, Lavinia Tananta, juga masih harus mengakui kehebatan pemain tunggal kedua Thailand, Tamarine Tanasugarn, 6-2, 7-5.

Dengan hasil tersebut Thailand memastikan maju ke babak semifinal nomor beregu putri tenis Asian Games Ke-16. Belum diketahui lawan yang akan dihadapi regu Thailand di babak semifinal besok.

Meskipun kedudukan sudah 2-0, Indonesia tetap melanjutkan pertandingan nomor ganda yang tidak lagi berpengaruh pada kemenangan regu Thailand. Pada nomor ganda ini, Yayuk Basuki/Jessy Rompies, menghadapi Nudnida Luangan/Varatchaya Wongteanchai.

Pada set pertama Yayuk/Jessy tertinggal 6-3. Saat berita ini diturunkan pertandingan set kedua baru akan dimulai.

Sejak awal telah diprediksi berat peluang bagi tim putri Indonesia merebut medali. Setelah menang 3-0 atas India di babak pertama, Kamis, Indonesia mencoba tampil lepas melawan Thailand yang ditempatkan sebagai unggulan keempat. Semula Ayu sangat diharapkan mampu "mencuri" satu angka dari Noppawan. Namun, Ayu ternyata gagal meraih satu poin tersebut.

Perhitungan kubu Indonesia, kalau Ayu dapat mengambil satu angka, maka tekanan akan ada di regu Thailand. Beban berat untuk menang ini akan membuat para pemain Thailand tampil tegang, utamanya di nomor ganda.

Pada nomor ganda itulah kemungkinan besar Indonesia berharap dapat meraih angka melalui Yayuk Basuki yang sangat berpengalaman tampil di multikejuaraan seperti Asian Games ini.

Namun rencana tersebut ternyata kandas di tengah jalan, Ayu gagal memetik angka sehingga beban berbalik ada di Indonesia. Lavinia yang dituntut menang, harus menghadapi Tamarine yang sarat pengalaman bertanding di berbagai arena internasional. Lavinia masih harus mengakui kehebatan Tamarine.

Masih ada nomor perorangan yang memang menjadi incaran Indonesia di cabang tenis. Medali diharapkan dapat direbut melalui ganda Yayuk Basuki/Jessy Rompies.

Menurut Yayuk, tugas ini sangat berat, karena semua lawan sangat tangguh. Sementara gap kualitas Yayuk dengan Jessy harus diakui masih terlalu jauh. Dalam kondisi seperti ini cukup berat untuk meraih kemenangan.

"Kami akan mencoba menampilkan permainan terbaik, karena di olahraga tenis kemungkinannya sangat banyak. Saya akan bermain serileks mungkin, namun tetap fokus. Dengan cara ini saya berharap dapat mengalahkan satu demi satu lawan yang kami hadapi," tutur Yayuk sebelum pertandingan. (Ant)

ed

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Energi Merapi Kini Hampir Sama dengan Masa Tenang

Posted: 13 Nov 2010 11:52 PM PST

Yogyakarta, (tvOne)

Kepala Badan Geologi R Sukhyar mengatakan, energi yang tersimpan di Gunung Merapi setelah meletus tanpa henti pada 3-8 November mulai berkurang dan kini hampir sama dengan masa tenang pada akhir Oktober 2010.

"Saat ini, energi yang dimiliki Merapi hampir sama dengan masa tenang pada 26 Oktober hingga 3 November," kata Sukhyar di Media Center Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, penurunan energi yang tersimpan di Gunung Merapi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendasari pengurangan radius rawan bencana letusan Gunung Merapi di empat kabupaten.

Selain penurunan energi, dari pantauan satelit juga dapat diketahui bahwa kandungan sulfur dioksida (SO2) di sekitar Merapi mulai menurun yang berarti bahwa aktivitas magmatis Merapi pun menurun.

Ia mengatakan, saat terjadi letusan dalam skala besar pada 5 November, kandungan sulfur dioksida mencapai 120 kiloton, namun kemudian menurun hingga 40 kiloton pada 8 November dan sekarang mulai tidak terdeteksi.

Badan Geologi semula menambah radius rawan terkena bencana letusan Gunung Merapi pada 5 November menjadi 20 kilomete (km) untuk semua kabupaten di sekitar gunung tersebut.

Namun sejak Minggu pukul 06.00 WIB, radius rawan bahaya letusan Gunung Merapi diubah untuk tiga kabupaten, yaitu Klaten dan Boyolali menjadi 10 km dan Magelang menjadi 15 km, sedang Sleman masih dipertahankan pada jarak 20km.

Radius aman untuk Kabupaten Sleman tetap dipertahankan pada jarak 20km karena morfologi Merapi telah berubah yaitu ada kawah di puncak yang membuka ke arah selatan dan barat laut. "Oleh karena itu, radius rawan untuk Kabupaten Magelang masih lebih jauh dibanding Kabupaten Klaten dan Boyolali," katanya.

Di Kabupaten Klaten dan Boyolali, lanjut dia, ada halangan berupa sungai yang membuat jarak luncur awan panas ke kedua kabupaten tersebut lebih pendek dibanding ke Sleman dan Magelang.

Selain itu, di puncak Gunung Merapi juga terbentuk kubah lava dan apabila kubah lava tersebut hancur, guguran akan mengarah ke selatan dan barat karena bukaan kawah tersebut. "Kami akan melakukan evaluasi secara bertahap menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Merapi dan tidak menutup kemungkinan bahwa radius rawan untuk Sleman juga akan diubah," katanya.

Badan Geologi bersama BNPB juga memasang alat pendeteksi aliran lahar di semua sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena banjir lahar masih tetap menjadi ancaman.

Sungai yang berhulu di Gunung Merapi tersebut adalah, Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Tringsing, dan Kali Apu.

Berdasarkan laporan pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seluruh sungai yang berhulu di Gunung Merapi dipenuhi dengan endapan lahar. (Ant)

ed

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar