Pemukim & Polisi Israel Usir Warga Palestina Dari Yerusalem Timur |
- Pemukim & Polisi Israel Usir Warga Palestina Dari Yerusalem Timur
- Militer Korea Utara Tembakkan Artileri ke Wilayah Korsel
- Polisi Tangkap Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi
| Pemukim & Polisi Israel Usir Warga Palestina Dari Yerusalem Timur Posted: 23 Nov 2010 09:32 AM PST Yerusalem, (tvOne) Pemukim dan polisi Israel mengusir keluarga Palestina dari tempat tinggalnya di daerah terjajah Yerusalem timur pada Selasa setelah rumah itu dijual ke pemukim, kata pegiat dan keluarga itu. Pengusiran itu dilakukan pada dini hari ketika polisi mengeluarkan 15 anggota keluarga Kara`in tersebut dari tempat tinggalnya di lingkungan Arab, Jabal Mukaber, di selatan Kota Tua Yerusalem, kata pegiat Israel. "Ada sekitar 100 polisi di tempat itu dan seluruh kawasan ditutup rapat," kata Assaf Sharon, pegiat Gerakan Kesetiakawanan Sheikh Jarrah, kelompok Palestina-Israel, yang berjuang menghentikan pemukim mengambil alih tempat tinggal warga Arab di Yerusalem timur. "Dampaknya, mereka mendirikan permukiman baru di Yerusalem timur," katanya kepada AFP. Faadi Kara`in (21 tahun) mengatakan kepada AFP bahwa pamannya menjual rumah berlantai tiga itu seharga 450.000 dolar Amerika Serikat (sekitar 4,5 miliar rupiah), namun keluarga itu mencoba menggugat penjualan tersebut di pengadilan. "Kami kalah," katanya, dengan menambahkan bahwa di pengadilan, pemukim itu mengatakan telah membayar separuh dari uang tersebut kepada paman Faadi, Ali, dan pemukim itu akan membayarkan sisanya kepada mereka, namun keluarga Kara`in menolak. Ali Kara`in meninggal dunia pada Agustus akibat serangan jantung, kata Faadi. Sharon mengatakan keluarga Kara`in kalah dalam persidangan mengenai rumah itu oleh pergerakan sayap kanan Elad, yang mendesak pemukiman Yahudi di lingkungan Arab di Yerusalem timur. "Kami melihat orang Elad di rumah itu mengatur segalanya. Mereka sepertinya terlibat secara mendalam," kata Sharon. Namun, juru bicara Elad menyangkal kelompok itu mendapatkan rumah tersebut, dengan mengatakan bahwa rumah itu dibeli oleh pengacara dari Yerusalem, yang bertindak atas nama kelompok properti Amerika Serikat, Wohl Investment Co. Pengacara itu belum dapat dihubungi. Warga Palestina menganggap Yerusalem timur ibu kota negara terjanji mereka dan menentang keras segala upaya Israel menguasai kawasan tersebut. Israel menduduki Yerusalem timur pada 1967 dalam perang enam hari dan menjajah kawasan itu, yang mereka anggap ibu kota "abadi dan tak terpisahkan", yang tidak pernah diakui dunia. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Militer Korea Utara Tembakkan Artileri ke Wilayah Korsel Posted: 23 Nov 2010 08:11 AM PST Seoul, (tvOne) Militer Korea Utara menembakkan artileri ke satu pulau perbatasan Korea Selatan, Selasa (23/11). Akibat serangan tersebut menimbulkan korban dan memicu baku tembak dengan pasukan Korsel. Penembakan itu terjadi setelah Korut mengungkapkan tentang kegiatan program pengayaan uraniumnya yang telah berjalan tahap kedua untuk membuat senjata nuklir yang menimbulkan kecemasan serius bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Sekitar 50 peluru artileri Korea Utara mendarat di pulau Yeonpyeong Korea Selatan dekat perbatasan Laut Kuning yang tegang, yang menimbulkan beberapa orang cedera dan kerusakan belasan rumah, kata stasiun televisi YTN. Empat tentara Korsel cedera akibat serangan artileri Korut itu, kata kantor berita Yonhap. Militer Korsel dalam siaga tinggi, kata kementerian pertahanan, dan YTN memberitakan jet-jet Angkatan Udara Korsel dikerahkan ke pulau itu. Seorang juru bicara kementerian Pertahanan mengatakan, Satuan artileri Korut melancarkan provokasi penembakan ilegal pada pukul 14:34 waktu setempat (12:34 WIB), Selasa (23/11) dan pasukan Korsel segera membalas untuk mempertahankan diri. Seorang penduduk pulau itu, Lee Jong-Sik mengemukakan Paling tidak 10 rumah terbakar. Ketegangan di semenanjung yang terbagi dua itu tidak mereda sejak tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret, yang menurut Seoul akibat kena serangan torpedo Korut. Pyongyang membantah keras tuduhan itu. Pada Oktober lalu, pasukan Korut dan Korsel terlibat baku tembak di perbatasan Perang Dingin mereka, bertepatan dengan keadaan darurat bagi militer Korsel menjelang KTT G-20 para pemimpin dunia di Seoul awal bulan ini. Insiden terbaru itu meletus ketika seorang utusan khusus AS bertolak menuju China, Selasa, dalam usaha meminta bantuan China menghentikan proyek nuklir baru Pyongyang, yang diungkapkan kepada para pakar nuklir AS yang menyebutnya satu program mutakhir Korut untuk memperkaya uranium. Stephen Bosworth juga mengunjungi Korsel dan Jepang pekan ini untuk membicarakan hal itu, yang menurut para pejabat AS akan memungkinkan Korut membangun bom-bom atom baru, pada saat negara itu sedang melakukan perubahan dinasti kekuasaan. Bosworth, yang berbicara di Tokyo, mengesampingkan dimulainya kembali perundingan enam negara yang macet itu -- yang bertujuan untuk melucuti senjata nuklir Korut dengan imbalan bantuan dan konsesi-konsesi lainnya-- sementara berusaha melanjutkan program pengayaan uraniumnya. (Ant) rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polisi Tangkap Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi Posted: 23 Nov 2010 07:43 AM PST Jakarta, (tvOne). Pelaku pengoplos tabung gas berdubsidi ukuran 3 kilogram ditangkap oleh Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. "Tersangka memindahkan isi gas secara ilegal dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram," kata Kepala Satuan Sumber Daya dan Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Eko Saputro di Jakarta, Selasa, (23/11). Eko mengatakan tersangka melakukan tindakan pidana karena memindahkan isi tabung gas yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Petugas kepolisian menciduk pelaku di Jalan Mujahidin Nomor 51 RT 01/05, Perigi Baru, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/11). Eko menjelaskan pelaku memindahkan isi tabung gas secara manual menggunakan selang regulator yang berpotensi terjadi kebocoran dan membahayakan konsumen. Selain menangkap tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 172 unit tabung gas 3 kilogram, 87 unit tabung gas 12 kilogram, 3 unit regulator dan 16 batang pipa. Eko menyebutkan tersangka sudah melakukan tindak pidana pemindahan isi tabung gas sejak satu tahun lalu. "Pemasarannya sekitar Tangerang dan wilayah Jakarta," ujar Eko. Tersangka terjerat Pasal 62 (1) juncto Pasal 8 (1) huruf b dan c, Pasal 10 huruf a Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selanjutnya Pasal 32 (2) juncto Pasal 31 Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar