Kamis, 23 Desember 2010

BMKG: Tinggi Gelombang di Perairan Selat Sunda 2,5 Meter

BMKG: Tinggi Gelombang di Perairan Selat Sunda 2,5 Meter


BMKG: Tinggi Gelombang di Perairan Selat Sunda 2,5 Meter

Posted: 23 Dec 2010 11:05 AM PST

Pelabuhan Merak Banten

Siti Marufah

Lebak, (tvOne)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran diminta mewaspadai gelombang tinggi di perairan Selat Sunda mencapai 2,5 meter selama beberapa hari ke depan.

Analis cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang Tatang, saat dihubungi, Kamis, menyebutkan prakiraan tinggi gelombang di perairan Selat Sunda berkisar satu sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin 18 knot atau 36 kilometer per jam.

Gelombang bergerak dari barat dengan jarak pandang antara empat sampai delapan kilometer.

Tiupan angin bergerak dari arah selatan berkisar 8-16 knot dan cuaca berpeluang hujan pada sore hingga malam hari.

Selama beberapa hari ke depan cuaca perairan Selat Sunda meliputi pesisir Ciwandan, Pulo Rida, Merak, Anyer dan Pelabuhan Merak-Bakauheni memburuk.

"Saya minta kapal cepat yang melayani Merak-Bakauheni tidak beroperasi karena tiupan angin 18 knot," ujarnya.

Sementara tinggi gelombang perairan Banten bagian selatan mencapai tiga meter disertai kecepatan angin mencapai 40 kilometrr prr jam atau 20 knot.

Dengan kondisi demikian, BMKG mengeluarkan peringatan waspada bagi nelayan maupun pelaku pelayaran karena cuaca memburuk.

"Sebaiknya, nelayan pesisir Banten bagian selatan tidak melaut, karena membahayakan dengan tinggi ombak tiga meter serta angin 20 knot," katanya mengingatkan.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Antisipasi Produk Kedaluwarsa, DKI Gelar Razia Parsel Natal

Posted: 23 Dec 2010 08:57 AM PST

Jakarta, (tvOne).

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2011, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar razia produk dalam parsel untuk mengantisipasi peredaran produk kedaluwarsa.

"Razia ini untuk memberikan perlindungan kepada warga yang ingin membeli parsel sebagai hantaran hadiah kepada kerabat sehingga barang yang dibeli dipastikan tidak melewati masa kedaluwarsa," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Reynalda Madjid di Jakarta, Kamis, (23/12).

Razia akan dilakukan di 20 lokasi pada lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Razia Parsel akan digelar sebanyak dua tahap. Pertama dilaksanakan Kamis (23/12) dan kedua akan dilaksanakan Rabu (29/12).

Untuk razia tersebut, ditugaskan 45 petugas gabungan dari petugas Dinas KUMKMP DKI, Suku Dinas (Sudin) KUMKP, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) dan aparat kepolisian.

Razia akan dilakukan di pusat perbelanjaan, mal, pusat penjualan parsel, dan swalayan. "Saya tidak bisa memberitahukan semua lokasinya. Takut bocor di lapangan," kata Reynalda.

Petugas akan memeriksa parsel secara acak untuk mengetahui apakah ada produk makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa.

Reynalda menjelaskan apabila petugas menemukan produk makanan atau minuman yang kedaluwarsa, barang tersebut akan dibawa sebagai barang bukti.

Tetapi bila pedagang tidak mau menyerahkannya, produk tersebut akan disita dengan status dititipkan kepada penjual atau pedagang. Lalu penjual atau pedagang parsel akan dibuatkan berkas acara pemeriksaan (BAP).

"Yang dikenai sanksi pastinya penjual karena melanggar UU No. 88/1999. Sanksinya dari tingkat administrasi hingga tindak pidana," lanjutnya. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Banjir Lahar Merapi Terjang Kali Krasak, Satu Warga Hanyut

Posted: 23 Dec 2010 08:18 AM PST

Banjir lahar dingin Merapi di Kali Krasak

 

Magelang, (tvOne).

Banjir lahar dingin Merapi kembali menerjang Kali Putih dan Kali Krasak di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis petang, (23/12). 

Seorang warga Tempel, Kabupaten Sleman yang diduga penambang pasir di aliran lahar Merapi hanyut terbawa banjir lahar dingin di Kali Krasak. 

Arus di Kali Krasak dan Kali Putih cukup deras hingga meluber ke Jalan Raya Jumoyo, Salam, Magelang pada Kamis petang, (23/12).

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti keberadaan warga yang hanyut tersebut akibat telah malam dan tidak mungkin untuk mencarinya. 

Sementara, Jalan Raya Salam, Jumoyo sempat ditutup total sekitar 15 menit akibat banjir lahar dingin di Kali Putih yang meluap ke jalan raya. Namun, jalan tersebut telah dibuka kembali meskipun kendaraan harus berjalan pelan dikarenakan badan jalan licin tergenang air. 

Tim SAR belum melakukan pencarian warga yang hanyut di Kali krasak. Rencananya, pencarian korban hanyut baru akan dilakukan Jumat pagi, (24/12) di Sepanjang Kali Krasak.

Magelang, (tvOne).

Banjir lahar dingin Merapi kembali menerjang Kali Putih dan Kali Krasak di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis petang, (23/12). 

Seorang warga Tempel, Kabupaten Sleman yang diduga penambang pasir di aliran lahar Merapi hanyut terbawa banjir lahar dingin di Kali Krasak. 

Arus di Kali Krasak dan Kali Putih cukup deras hingga meluber ke Jalan Raya Jumoyo, Salam, Magelang pada Kamis petang, (23/12).

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti keberadaan warga yang hanyut tersebut akibat telah malam dan tidak mungkin untuk mencarinya. 

Sementara, Jalan Raya Salam, Jumoyo sempat ditutup total sekitar 15 menit akibat banjir lahar dingin di Kali Putih yang meluap ke jalan raya. Namun, jalan tersebut telah dibuka kembali meskipun kendaraan harus berjalan pelan dikarenakan badan jalan licin tergenang air. 

Tim SAR belum melakukan pencarian warga yang hanyut di Kali krasak. Rencananya, pencarian korban hanyut baru akan dilakukan Jumat pagi, (24/12) di Sepanjang Kali Krasak.

 

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar