BPPTK DIY Turunkan Status Merapi ke Level "Waspada" |
- BPPTK DIY Turunkan Status Merapi ke Level "Waspada"
- Satu Mayat Korban Merapi Kembali Ditemukan
- BPBD Imbau Warga Selatan Maluku Waspada Gelombang 6 Meter
| BPPTK DIY Turunkan Status Merapi ke Level "Waspada" Posted: 30 Dec 2010 06:53 AM PST ![]() Gunung Merapi Yogyakarta, (tvOne). Status Gunung Merapi diturunkan dari "Siaga" menjadi "Waspada" oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada Kamis, (30/12). "Memang benar statusnya sudah diturunkan menjadi `waspada` melihat dari berbagai faktor seperti aktivitas kegempaan," kata Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta, Sri Sumarti di Yogyakarta. Menurut Sumarti, jumlah dan energi kegempaan Gunung Merapi pada akhir Desember 2010 telah mengalami penurunan yang cukup banyak dibanding pada saat periode letusan gunung berapi pada akhir Oktober hingga November 2010. Berdasarkan hasil rangkuman pengamatan aktivitas seismik Gunung Merapi, diketahui gempa vulkanik tidak lagi terjadi setiap hari, begitu pula dengan jumlah guguran yang semakin menurun dan gempa multiphase yang terjadi dalam kisaran normal. "Hal itu dapat diartikan bahwa kondisi puncak Gunung Merapi semakin stabil dan tidak terjadi akumulasi tekanan magma," katanya. Selain itu, gempa tremor yang menandakan adanya aktivitas fluida vulkanik juga tidak lagi terjadi. Status Gunung Merapi telah diturunkan dari level 4 atau "awas" ke level 3 atau "siaga" pada 3 Desember 2010. Meskipun status Gunung Merapi telah diturunkan menjadi level 2, namun Sri mengatakan bahwa masih ada ancaman sekunder dari Gunung Merapi seperti lahar dingin. Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta untuk tidak melakukan aktivitas di badan-badan sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Mengenai aktivitas pendakian yang cukup banyak diminati masyarakat untuk merayakan pergantian tahun, Sri mengatakan pendakian di Gunung Merapi masih tidak diperbolehkan karena masih banyak material lepas yang berpotensi longsor di puncak gunung tersebut. "Penurunan status ini sudah dikomunikasikan kepada seluruh pemerintah daerah di sekitar merapi, di Sleman (DIY), Magelang, Boyolali dan Klaten (Jateng)," katanya. Sebelumnya, Kepala BPPTK Subandrio mengatakan bahwa sebaiknya penurunan status dilaksanakan secara bertahap. "Penurunan status bukan merupakan kebutuhan kami, tetapi merupakan salah satu acuan untuk mitigasi bencana," katanya. Mitigasi bencana, lanjut dia, tidak hanya bertujuan untuk pengurangan risiko korban dan harta benda tetapi juga menyangkut masalah pembiayaan. Subandrio juga mengingatkan seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi untuk mewaspadai lahar hujan mengingat jutaan material erupsi vulkanik Gunung Merapi masih memenuhi seluruh sungai yang berhulu di gunung tersebut. Saat ini, pemantauan Gunung Merapi terus dilakukan selama 24 jam per hari dan seluruh stasiun pengamatan Gunung Merapi yang berada di lima lokasi yaitu Jrakah, Selo, Babadan, Ngepos dan Kaliurang sudah dapat difungsikan, begitu juga peralatan pemantauan seismiknya. "Yang belum dapat dipulihkan adalah peralatan pemantauan deformasi, karena belum diizinkan untuk melakukan pendakian dan memasang alat di puncak gunung," katanya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Satu Mayat Korban Merapi Kembali Ditemukan Posted: 30 Dec 2010 06:44 AM PST Sleman, (tvOne). Satu kerangka mayat korban bencana erupsi Gunung Merapi kembali ditemukan di Dusun Glagahmalang, Desa Kepuharjo, Sleman pada Kamis siang, (30/12). "Mayat yang tinggal sedikit daging dan tulang kerangka ini, ditemukan di dekat barak pengungsian Desa Glagaharjo yang hancur dan terbakar akibat terjangan awan panas Merapi," kata anggota Tim SAR Kabupaten Sleman, Dalimin. Menurut Dalimin, kondisi mayat tersebut sudah sulit dikenali, termasuk jenis kelaminnya karena kondisinya memang sudah sangat rusak. "Dugaan kami mayat tersebut merupakan warga setempat, dan saat ini telah dikirim ke Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR Sardjito Yogyakarta," tuturnya. Dalimin mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal saat warga setempat membuka akses jalur di tepi Sungai Gendol yang menghubungkan Dusun Srunen dengan Dusun Ngancar di Desa Glagaharjo yang tertimbun material vulkanik Gunung Merapi. "Saat warga melakukan penggalian di sekitar bekas barak desa mereka menemukan kerangka manusia, temuan ini selanjutnya dilaporkan kepada kami dan langsung kami lakukan evakuasi bersama dengan petugas kepolisian," paparnya, menjelaskan. Dalimin mengatakan, saat ditemukan mayat tersebut berada di luar barak dan sebagian tulang kerangka sudah berserakan. "Kemungkinan korban saat kejadian berusaha untuk menyelamatkan diri, namun awan panas lebih dulu menerjangnya," ujarnya, menduga. Koordinator SAR dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman Haryono menjelaskan, kemungkinan besar mayat tersebut tertinggal saat terjadi erupsi besar Merapi. "Karena saat kejadian kondisinya gelap dan kendaraan terbatas, kemungkinan besar korban adalah relawan atau penanggung jawab barak pengungsian atau koordinator barak setempat," katanya.(Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| BPBD Imbau Warga Selatan Maluku Waspada Gelombang 6 Meter Posted: 30 Dec 2010 06:36 AM PST Ambon, (tvOne). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku mengimbau bupati, wali kota dan aparat kepelabuhan mewaspadai gelombang diperkirakan mencapai enam meter dan perubahan cuaca di wilayah Selatan daerah setempat 30 Desember 2010 hingga 3 Januari 2011. Kepala BPBD Maluku, Chris Hehanussa, di Ambon, Kamis, (30/12) mengatakan, peringatan dini kondisi cuaca tersebut menyikapi informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pusat telah disebarluaskan kepada sembilan bupati, dua wali kota dan aparat kepelabuhanan pada 29 Desember 2010. "Para bupati, wali kota dan aparat kepelabuhan diimbau memperingatkan para penyedia maupun pengguna jasa transportasi, terutama transportasi laut agar memperhatikan perubahan cuaca sepanjang jalur pelayaran atau penerbangan yang akan dilalui," ujarnya. Para penyedia maupun pengguna jasa transportasi agar mewaspadai cuaca dengan memperhatikan keselamatan dan memperhatikan peringatan dini BMKG. "Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka administrator bandara maupun pelabuhan agar tidak mengizinkan terbang atau berlayar. "Bahkan jika perlu dilakukan penutupan sementara bandara atau pelabuhan," tegas Hehanussa. Dia juga menyerukan para pengguna jasa transportasi agar mohon memaklumi bila terjadi penundaan atau keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat atau kapal yang disebabkan faktor cuaca demi keselamatan bersama. "Jadi utamakan keselamatan pelayaran atau penerbangan dengan memperhatikan kelaikan armada transportasi agar sejak dini diantisipasi kemungkinan terjadinya musibah yang tidak diinginkan karena sering mengakibatkan korban jiwa maupun material," kata Hehanussa. BPBD Maluku juga menyosialisasikan perkembangan prakiraan tinggi gelombang di wilayah Selatan Maluku yakni laut Banda bagian Utara dan Selatan, Perairan Kepulauan Damar dan Tanimbar serta Laut Arafura bagian Utara dan Selatan yang berkisar 3-6 meter. Gelombang tinggi tersebut diperkirakan berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar